Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Keyakinan Cinta

Keyakinan Cinta

Adelle Collin Nicholas merupakan ahli waris konglomerat blasteran Perancis-Australia yang terbiasa hidup mewah. Takdir mempertemukannya dengan Farhan, pemuda muslim sederhana yang taat beribadah dan aktif di masjid dekat gerejanya. Meski latar belakang sosial dan keyakinan mereka sangat kontras, benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya. Kini, mereka harus menghadapi ujian berat demi mempertahankan perasaan tulus tersebut di tengah segala perbedaan yang ada.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Itu perempuan cantik-cantik unik juga," cicit Farhan.

"Farhan kenapa bengong? kamu naksir ya sama perempuan tadi," goda Abi.

"Apaan sih Abi, gak dong Abi. Farhan pingin menata hati dulu," jawab Farhan.

"Iya Farhan Abi cuman bercanda doang," cetus Abi.

"Tenang saja Abi Farhan tahu kok," ucap Farhan.

Di situ terlihat jelas kesibukan diantara mereka. Keluarga tersebut tidak ada kata lelah dalam hidupnya.

"Aduh gimana nih saya mana bisa ngumpulin duit 350 juta dalam satu bulan?" batin Farhan menggaruk kepala.

"Farhan, Umi lihatin dari tadi kelihatan bingung gitu. Lagi mikirin apa?" celetuk Umi Fatihah.

"Gak mikirin apa-apa Umi," jawab Farhan.

"Kelihatan dari raut wajah kamu lagi mikirin sesuatu. Curhat dong sama Umi mu ini. Kalau kamu merahasiakan sesuatu dari Umi ntar Umi kalau ada apa-apa gantian gak mau kasih tahu," ucap Umi Fatihah.

"Ya deh Farhan akan jujur. Sebenarnya Farhan lagi butuh uang 350 juta," lontar Farhan gugup.

"Apa 350 juta? uang segitu banyaknya mau buat apa Nang?" sontak Umi.

"Buat ganti rugi sama orang lain," jawab Farhan.

"Ganti rugi? maksudnya gimana Umi gak mudeng," sahut Umi Fatihah sesak dada.

"Tuhkan Umi jadi gitu. Farhan bilang juga apa," kata Farhan.

"Umi cuman shock aja dengar uang nyampe 300'an juta. Kamu utang sama orang lain?" timpal Umi Fatihah.

"Bukan Umi. Farhan waktu itu kena musibah saat di perpustakaan nyerempet mobil orang lain secara gak sengaja," terang Farhan.

"Astaghfirullah al'adzim terus orang yang kamu tabrak gimana? terus dia orang mana?" cerca nya.

"Gak ada yang luka untungnya cuman mobilnya saja yang lecet dikit," jawab Farhan.

"Syukur kalau gitu. Ngapain tuh si punya mobil minta ganti rugi sebanyak itu. Keterlaluan banget tuh orang main seenaknya meras orang kecil," geram Umi Fatihah.

"Umi yang sabar ya. Farhan akan coba cari pinjaman sama orang luar dulu," kata Farhan.

"Pinjaman orang luar mana Farhan. Mana ada orang mau pinjamkan segitu banyaknya," timpal Umi tidak habis pikir.

"Minta doanya saja Umi semoga dalam jangka waktu 1 bulan uangnya sudah ada," ucap Farhan.

"Iya Umi akan selalu doakan kamu. Ya sudah Umi mau ke depan dulu cari udara segar," kata Umi Fatihah menarik nafas.

Umi yang keluar dari ruangan Farhan berasa seperti habis keluar dari ruang operasi. Gimana tidak, orang Farhan sendiri masih memiliki utang yang harus dibayar sebanyak 350 juta. Sebagai seorang ibu tentu tidak tega jika anaknya harus terlilit hutang. Umi Fatihah terus berjalan ke depan tanpa menghiraukan apa yang ada di sekelilingnya.

"Umi, Umi," panggil Abi sampai 2 kali lalu menepuk pundaknya.

"Astaghfirullah. Maaf Abi Umi tadi sempat gak dengar kalau dipanggil," sahut Umi Fatihah.

"Umi lagi sakit ya? terlihat seperti gejala anemia saja," tebak Abi mengamati wajah istrinya.

"Abi ada uang gak?" celetuk Umi Fatihah.

"Oh uang. Tunggu bentar Abi ambilkan dulu," jawab Abi mengambil dompet di dalam saku celana.

"Ini," kata Abi menyerahkan pecahan uang 50 ribu.

"Abi bukan yang itu," dengus Umi Fatihah belum berani melontarkan kata 350 juta dari mulutnya

"Oh ya Abi baru ingat. Alhamdulillah hari ini Abi dapat komisi dari hasil Abi jadi makelar tanah. Gak banyak sih tapi setidaknya cukuplah buat kehidupan kita sekeluarga." Abi menyerahkan Amplop coklat berisi uang 15 juta.

"Masya Allah Abi banyak banget," sontak Umi Fatihah melongo.

"Tapi,-" Umi Fatihah menunduk lesu.

"Tapi apa lagi Umi? sebenarnya Umi itu ada apa? ngomongnya jangan setengah-setengah seperti lagi main tebak-tebakan sama anak kecil," cetus Abi.

"Umi lagi butuh uang buat nolongin anak kita si Farhan. Kasihan dia lagi kena musibah dan sial," terang Umi Fatihah membuka suara.

"Farhan sial? maksudnya Umi bilang barusan apa ada kata musibah dan sial. Hubungannya dengan Farhan apa?" kata Abi.

Umi menjelaskan apa yang sedang tertimpa pada putra sulungnya. Saat mendengar cerita dari sang istri hampir tidak percaya kalau anaknya sampai diperas oleh orang lain. Sempat ada perasaan tidak terima tapi tidak ingin menjadikan Farhan sebagai pengecut. Jadi dia menginginkan supaya Farhan bisa menggantikan kerugian itu secepatnya.

"Gimana ya Umi? nanti Abi bantu mikir gimana caranya?" jawab Abi nyantai sembari menghisap rokok Vape.

"Iya Abi, Umi pusing banget soalnya," sahut Umi Fatihah memijat keningnya.

Abi tidaklah seperti umi Fatihah yang hanya bisa berdiam diri di rumah. Walau umi Fatihah orang supel tapi dia sedikit sekali channel pertemanan tidak seperti Abi.

"Haryanto, kamu tau gak sekarang di mana yang bisa pinjam kan uang soalnya lagi butuh banget buat anak saya," ucap Abi.

"Oohh Pak Kiai mau pinjam uang ya. Kalau boleh tau berapa Pak Kiai? insya Allah akan saya pinjamkan," celetuk Haryanto.

"350 juta. Kamu ada uang segitu banyaknya?" tanya Abi.

"Waaduhhh 350 juta ya Pak Kiai," sontak Haryanto auto melotot.

"Uang segitu saya juga gak pernah lihat jumlahnya seberapa. Apalagi punya," decak batin Haryanto seakan ingin menarik kembali omongannya.

"Gimana? apakah kamu bersedia pinjam kan saya? kamu gak usah khawatir saya bakal ganti secepatnya," ucap Abi.

"Anu Pak Kiai bukannya saya gak mau pinjamkan atau gak percaya tapi sesungguhnya saya gak punya uang sebesar itu. Saya pikir tadi cuman 350 ribu," ceplos Haryanto nyengir.

"Eaallah Haryanto ... Haryanto. Padahal tadi saya sudah senang banget kalau kamu bakal pinjamkan ke saya," sahut Abi.

"Hehehe maaf Pak Kiai tapi tenang saja saya punya channel Pak Kiai. Jadi dia itu kerja di bank suka menawarkan hutang. Gak perlu risau Pak Kiai masalah bunga. Bunga cuman 15 % saja," tutur Haryanto.

"Jangan yang bank dong. Jujur saya gak berani jika berurusan sama bank. Takut gak bisa lunasi," jawab Abi.

"Bentar Pak Kiai saya coba telepon kan teman saya dulu," cetus Haryanto.

"Emang teman mu kerjanya di mana?" tanya Abi.

"Dia itu kerjanya buka arisan di rumah. Jadi gini Pak Kiai sistem operasionalnya ada orang yang hutang nanti si hutang itu dimasukkan ke dalam daftar arisan. Terus bisa bayarnya lewat arisan. Misal gini cara gampangnya aku pinjam duit 10 juta ke teman saya terus nama saya langsung dimasukkan ke dalam daftar arisan. Ntar habis itu sudah otomatis saya bisa nyicil lewat tagihan arisan tiap hari. Dari sananya jelasin semisal jika pinjaman ada 10 juta maka dapat dijangkau jatuh tempo 2,5 tahun. Berarti ikut arisannya yang jangka pendek. Setelah utang terlunasi terserah si utang masih tetap lanjut arisan atau tidak," papar Haryanto.

"Kalau yang ini saya setuju. Gak kelihatan memberatkan," sahut Abi.

Haryanto sama siapapun sangat menolong sekali apalagi sama tokoh masyarakat seperti pak kiai sudah otomatis sikap tawadhu nya ada. Terdengar dari seberang sana suara khas perempuan. Perbincangan Haryanto dengan teman perempuan cukup lama. Melalui loud speaker pak kiai mendengarkan penjelasan dari temannya yang pada intinya sama.

Keesokan harinya Haryanto mengantarkan tak biaya ke tempat teman itu. Teman Haryanto itu bernama Reyna. Sejak dari dulu Reyna sudah menawarkan hutang dengan sistem arisan itu berawal ketika waktu itu Reyna merasa kesulitan saat ingin mencari uang buat pengobatan ayahnya. Berdasarkan pengalaman Reyna saat berusia 15 tahun sudah pernah berhutang di bank. Di Bank bunga yang didapat sangatlah banyak. Terasa bagi orang biasa seperti Reyna yang hanya bekerja sebagai buruh menyetrika baju. Bayaran yang didapat sangatlah sedikit. Hanya cukup memenuhi kebutuhan hidupnya. Belum lagi harus menanggung uang sekolah. Jangka waktu yang diberikan kepada bank selama 2 tahun dengan angsuran 850/bulan. Waktu setengah tahun Reyna bisa membayar cicilan+bunga tapi saat masuk 2 tahun Reyna merasa terlunta-lunta hampir membuat rumahnya tersita. Untung dia mengikuti arisan bulanan yang bisa diambil saat butuh. Kejadian itu muncul ide kreatif dengan cara membuka utangan dengan sistem arisan.

"Assalamualaikum Reyna," sapa Haryanto.

"Waalaikumsalam. Sabar tunggu sebentar," jawab Reyna.

"Eh, Haryanto mari silahkan masuk. Kamu datang ke sini ingin membicarakan arisan itu kan?" celetuk Reyna.

"Betul sekali, tapi saya hanya yang mengantarkan saja. Sebenarnya Pak Kiai berminat ikut arisan model seperti itu," kata Reyhan.

"Oh ya bentar saya ambil brosur dulu," kata Reyna beranjak.

Tidak lama kemudian Reyna datang.

"Ini brosurnya. Monggo silahkan bisa dilihat dulu," ucap Reyna menyodorkannya.

"Ini maksudnya gimana ya kok ada paket silver, platinum segala?" tanya Abi.

"Ini maksudnya klo bapak ikutnya yang platinum sudah otomatis bapak dapat tambahan bonus sembako sedangkan untuk yang silver kebalikannya dengan platinum," jelas Reyna.

"Angsuran cicilan berapa Mbak?" tanya Pak Kiai.

"Bapak mau ambil yang paket apa dulu nih?" tanya balik Reyna.

"Mau yang silver aja Mbak," jawab Pak Kiai.

"Benar ni Pak gak pingin ngambil yang platinum," bujuk Reyna.

"Gak ah Mbak."

"Baik Pak. Kira-kira bapak mau pinjam berapa?"

"350 juta Mbak."

"Kalau pinjam di atas 100 juta mending ikut yang platinum aja lho Pak Kiai. Eman-eman ntar Pak Kiai gak bisa dapat bonus sembako," kata Reyna.

"Angsuran 150 ribu/hari. Kalau sudah selesai hutangnya terserah boleh ikut arisan lagi atau tidaknya dan bakal ada tambahan bonus. Apabila dalam jangka tempo bapak sudah bisa melunasi Bapak akan mendapatkan hadiah elektronik bebas. Ada setrika, dan hp bapak bisa pilih sesukanya. Jika berminat bisa diisi formulirnya dulu Pak dan tanda tangan di atas materai," kata Reyna.

Sehabis memikirkan segalanya pak kiai langsung menyetujui ketentuan itu. Uang pinjaman tidak butuh waktu lama sudah bisa cair.

"Assalamualaikum Farhan katanya kamu lagi butuh duit banyak buat lunasi hutang. Ini Abi sudah ada uangnya," ujar Abi.

"Masya Allah Abi dapat uang sebanyak itu dari mana?" tanya Farhan.

"Abi, ini uang siapa? pinjam ke siapa Abi," cerca Umi Fatihah tidak sengaja mendengar.

"Abi pinjam sama seseorang Umi tapi tenang tidak ada bunganya. Ini juga super ringan karena angsurannya melalui ikut arisan."

"Emang ada ya Abi jaman sekarang seenak ini?" sontak Umi.

"Hati-hati loh Abi jaman sekarang banyak penipuan," sambung Farhan.

"Gak kok ini pinjam sama teman Haryanto," jawab Abi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Billionare and His Secret Wife
8.8
Michelle terbiasa menjual kecantikan fisiknya demi bertahan hidup. Suatu malam, ia terjebak situasi berbahaya saat mengetahui rencana keji para kliennya. Meski dalam pengaruh obat, Michelle berhasil kabur dan menyelinap ke kamar seorang pria asing untuk menuntaskan gairahnya yang tak tertahankan. Pertemuan tak terduga itu ternyata menjadi titik balik yang mengubah garis takdirnya selamanya. Ikuti kisah penuh intrik dan gairah ini dalam balutan romansa yang membara.
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menjaga martabat keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon kepada putrinya untuk menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan besar ini sampai batal, reputasi leluhur mereka akan hancur seketika. Tak hanya itu, nasib perusahaan yang telah dibangun sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk. Sang putri pun dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan kehormatan serta masa depan bisnis keluarganya.
Sampul Novel Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
8.4
Dua tahun menikah, hidup sempurna Zevan hancur saat mengetahui perselingkuhan istrinya, Clara. Dalam kemarahan besar, ia meluapkan rasa sakitnya di kamar gelap. Namun, pagi harinya Zevan terkejut mendapati Amanda, pembantu barunya, yang ada di ranjangnya, bukan Clara. Terjebak dalam pengkhianatan istri dan kesalahan fatal dengan pelayannya, Zevan kini dirundung dilema. Haruskah ia membalas dendam atau memikirkan konsekuensi besar dari kekacauan yang kian rumit ini?
Sampul Novel Istriku Punya Nama
7.9
Hananan, gadis mandiri berusia 25 tahun, terkejut saat mengetahui dirinya bukan anak kandung keluarga petani yang membesarkannya. Hidupnya berubah drastis ketika dijemput paksa ke sebuah rumah mewah, bukan untuk disambut hangat, melainkan dipaksa menggantikan adik kembarnya, Nazia, yang kabur demi cinta. Ia harus menikahi pengusaha kaya sebagai pengganti. Tanpa kasih sayang orang tua kandungnya, mampukah Hananan menemukan kebahagiaan sejati?
Sampul Novel Jatuh Cinta dengan Dewi Pendendam
9.3
Dikhianati oleh tunangan dan saudara angkatnya setelah kembali dari desa, Sabrina membalas dendam dengan mendekati paman sang mantan, Charles. Meski awalnya Charles menolak ikatan emosional setelah malam penuh gairah, Sabrina justru memancing harga dirinya hingga mereka terikat selamanya. Kini sebagai bibi mantan kekasihnya, Sabrina yang dianggap remeh ternyata menyimpan kekayaan miliaran dolar, membuktikan bahwa dia bukan sekadar pemburu harta, melainkan pemilik takhta sesungguhnya.
Sampul Novel Marrying With CEO
9.3
Syafa Sidqyah adalah sekretaris muslimah yang menyimpan banyak misteri di balik paras cantiknya. Kehidupan tenangnya di perusahaan Devan Putra Pramana mendadak berubah saat sosok penuh dendam muncul untuk menghancurkannya. Di tengah ancaman dan rahasia yang mulai terungkap, Syafa justru terjebak dalam pernikahan mendadak dengan bosnya sendiri. Bagaimana takdir menyeretnya ke dalam ikatan ini? Simak kisah pelik antara rahasia masa lalu dan ambisi sang CEO.