Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Suami Mulai Bosan

Ketika Suami Mulai Bosan

Cinta sejati tak selamanya stabil. Ada kalanya perasaan begitu membuncah, namun rasa jenuh sering kali datang mengikis gairah hingga ke titik terendah. Di tengah dilema antara bertahan atau melangkah pergi, perjuangan menjaga kehangatan hubungan menjadi ujian berat. Melalui doa dan upaya memupuk kembali rasa yang kian pudar, dua insan ini berharap Tuhan turun tangan menyatukan hati mereka kembali sebelum semuanya benar-benar berakhir dalam perpisahan.
Bab
Bagikan

Bab 3

“Apa lagi? Pergi! Cari kebahagiaan Abang sendiri. Untuk apa lagi di sini, bukankah sudah seperti neraka bagimu?”

"Dik, kita bisa bicarakan ini baik-baik.”  Kuraih lagi tangannya yang sudah terlepas dari genggaman memaksanya berada dalam pelukan.

“Untuk apa tetap mempertahankan aku, kalau hatimu telah milik orang lain.”

“Enggak sayang, Abang enggak akan memaksa kalau kamu enggak mau.” Kuusap punggungnya perlahan. Mungkin hal itu bisa sedikit membuatnya tenang.

“Benar?”

“Iya percaya sama Abang, maaf telah membuatmu terluka.” Tidak ada jawaban darinya hannya tangisnya yang kian bertambah intensitasnya. Bagaimana mungkin aku bisa setega itu, hanya karena nafsu sesaat.

“Kamu bisa bilang apa kurangku? Enggak perlu mencari perempuan lain yang lebih menarik, bukankah aku juga sama-sama perempuan.”

“Kamu enggak kurang apa pun, Sayang.”

“Bohong! Kamu bilang aku kuno, kampungan, apa semua itu bukan sebuah kesalahan?”

“Maaf Sayang, aku kelepasan.”

“Abang tahu istri itu pakaian untuk suaminya dan Abang dengan sengaja menanggalkan pakaianku di depan orang lain." Tatapan itu, aku yakin ada amarah dan kekecewaan yang amat sangat tapi tertahan di sana. Apa dia marah padaku? Aku sudah keterlaluankah?

“Kenapa apa diam? Abang senang, aku jadi bahan tertawaan?”

“Bukan begitu. Ah sudahlah. Abang janji ini untuk yang terakhir kali."

“Enggak peduli kali pertama atau terakhir sebuah aib yang sudah terbuka, selamanya enggak akan mudah di lupakan begitu saja.”

“Aku malu Bang, bahkan untuk sekedar menampakkan diri di depan rekan kerjamu.”

“Maafkan Abang Nisa." Aku bersimpuh di hadapan Nisa yang terduduk di bibir ranjang

“Maaf untuk semua kesalahan yang Abang lakukan.” Nisa menggeleng pelan. Aku tak mau menyerah kuraih tangannya, lalu meletakkannya di kepalaku.

“Demi Allah Nisa, Abang enggak akan pernah membuka aib rumah tangga kita pada siapa pun, tolong percayalah sekali lagi.” Aku tertunduk di pangkuannya. Sungguh melihatnya terpuruk seperti ini membuatku sadar tindakkan yang kulakukan telah melukainya. Sentuhan lembut Nisa di kepalaku selalu saja berhasil menentramkan hati. Dia mulai mereda. Kuberanikan diri menatapnya. Seutas senyum melengkung di bibirnya, meski air mata masih belum mengering juga. Kuusap ekor matanya perlahan, menghilangkan jejak basah di pipi gembulnya, dia sedikit gendut, mungkin karena nafsu makannya meningkat drastis setelah melahirkan dan menyusui.

“Terima kasih untuk kesempatan yang sudah Adik kasih buat Abang.” Nisa hanya tersenyum simpul. Diusapnya kembali kepalaku dengan lembut. Aku berdiri di depannya memegang kedua pundaknya, tapi dengan cepat Nisa menggeleng. Aku mengerti, lagi-lagi dia menolakku, aku benci penolakan. Aku beringsut dari tempatku berdiri, berjalan menuju kamar mandi, membasuh wajahku berkali-kali. Berharap mampu mendinginkan amarah yang mulai naik. Kugebrak dinding yang berada di sebelah cermin. Hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras. Entah Nisa mendengarnya atau tidak aku tak peduli. Lebih baik melampiaskannya pada benda mati dari pada langsung padanya. Kutatap wajahku di cermin. Kuletakkan tanganku di dagu, lalu beralih ke rahang, apa yang salah? Apa aku kurang menarik? Kenapa dia terus-terusan menolakku. Kamu jahat Nisa! Membiarkanku kelaparan begini, kamu bisa bilang apa kurangku, jangan terus menolakku tanpa sebab. Sepertinya sudah terlalu lama aku berada di dalam toilet hingga terdengar suara pintu di ketuk dari luar.

“Dik, kenapa?” tanyaku sedatar mungkin, Nisa menatap khawatir padaku, pandangannya langsung tertuju pada kedua lenganku. Kali ini tak mungkin kucari gara-gara lagi dengannya meski emosi ini sulit sekali di kendalikan.

“Jangan melampiaskan amarah pada benda mati Bang,”

“Kenapa?”

“Agama kita melarangnya.”

“Sejak kapan? Aku enggak pernah dengar ayat yang melarang tentang hal itu?”

“Ada di alquran.”

“Kamu harus menyebutkannya dulu baru aku percaya,” ucapku yang tak mau kalah, dia bisa tahu hukum seperti itu, lalu apakah dia lupa dengan kewajibannya.

Seorang istri yang menolak akan di laknat oleh malaikat sampai suaminya rido atas perbuatannya, tentang hal ini apa dia mengingatnya juga? Seharusnya sudah di luar kepala kenapa juga dia melakukannya padaku, jelas-jelas itu perbuatan dosa yang mengundang murka yang Maha Kuasa. Aku tak mau melepasnya kali ini kuraih lengan Nisa dengan cepat menahannya agar tak segera berlalu dari hadapanku.

“Jelaskan dulu, sejak kapan melampiaskan emosi pada benda mati dilarang agama.”

“Sejak kapan Abang tertarik dengan hal semacam ini, sudahlah biarkan kuobati luka di tanganmu dulu.”  Perempuan ini bukannya menjawab malah berusaha meraih lenganku.

“Jawab Dik." Kuangkat tangannya hingga sejajar dengan kepalaku, agar dia tak lagi meneruskan aktivitasnya mencari  luka di tanganku.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, akan tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka."[QS. Al-Israa': 44]”

“Yang Abang lakukan tadi sudah pasti mengganggu tasbih mereka.” Aku tersenyum kecut ke arahnya.

“Kalau kamu tahu hukum agama dengan jelas dan detail, kenapa terus-terusan menolakku.” Aku berjalan mendekati Nisa tapi wanita itu malah berjalan mundur semakin menjauh dariku.

“A aku punya alasan.” ucapnya sedikit tercekat.

“Apa alasannya?” tanyanya.

“Aku belum siap Bang.”

Arhggg! lagi-lagi belum siap.

“Kenapa belum siap? Mau sampai kapan menunggumu siap?”

“Aku belum siap Bang, Maaf.” Dia malah tiba-tiba menangis terisak membuatku sedikit bingung juga. Setelah melahirkan secara caesar kenapa dia jadi begitu emosional lebih sering menangis. Bahkan untuk hal-hal yang tak perlu ditangisi, seperti kali ini. Dia hanya perlu menjawab alasannya tapi kenapa lagi-lagi tangisan yang dia berikan.

“Tunggu dulu?” Kutahan lengannya kian lama semakin erat, takut kalau dia malah pergi lagi.

“Tolong jangan paksa aku."

“Kenapa memangnya? Jangan bersikap seolah aku ini penjahat Nisa? Katakan yang sebenarnya ada apa?”  Emosi yang kutahan susah payah ini malah melonjak naik lagi, Tuhan aku tak mau menyakitinya lagi, tetapi kenapa wanita di hadapanku ini selalu saja menguji kesabaranku.

“Katakan Nisa jangan diam seperti ini!”

“Maaf Bang aku enggak bisa,” Nisa malah menggeleng pelan, ditambah dengan tangisnya yang tergugu.

“Nisa tolong katakan alasannya jangan membuat Mas bingung seperti ini,” ucapku dengan sedikit menekankan nada bicaraku berharap kali ini dia mau mengemukakan alasannya, sudah terlalu lama di gantung tanpa alasan seperti ini. Aku hanya butuh jawaban.

"A-aku ....” Nisa tercekat, dia terlihat gugup. Aura ketakutan terpancar jelas dari raut wajahnya. Meski begitu perempuan itu seperti tetap memaksa agar terlihat baik-baik saja

“Kenapa Nisa? Ini suamimu. Aku hanya menunaikan kewajibanku. Apa sekarang kamu enggak lagi membutuhkannya?” Aku sudah yang sudah terlanjur emosi, jadi nada bicaraku tak bisa terkontrol. Wanita itu tiba-tiba saja memeluk sangat erat. Tubuhku ikut terguncang, seiring dengan tubuhnya yang berguncang. Dia menangis lagi.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95JAD" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95JAD
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Apakah Ini Cinta?
8.1
Terjebak dalam pernikahan sepuluh tahun bersama Tristan, seorang miliarder posesif dengan sindrom Jacob, sang istri hidup dalam pengawasan ketat dan gelang pelacak. Meski sangat mengekang, Tristan selalu melindunginya dari siapa pun yang merendahkannya. Demi mendapatkan cinta sang istri, Tristan bahkan melakukan vasektomi reversal hingga sang istri hamil tiga bulan. Namun, badai datang saat kakak Tristan dan teman masa kecilnya datang menyerang dengan tuduhan perselingkuhan palsu. Di tengah kondisi sekarat akibat keguguran yang dipicu oleh penganiayaan mereka, Tristan tiba dan dihadapkan pada bukti fitnah yang dirancang untuk menghancurkan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Bittersweet Passion
8.5
Hanya Marcel De Luca yang selalu bertahta di hati Joice sejak lama. Meski terus menghadapi penolakan pedih, Joice tetap gagal menghapus perasaan mendalam bagi cinta pertamanya itu. Namun, saat ia mulai lelah berjuang dan berniat menyerah, sebuah insiden satu malam mengubah segalanya. Takdir menjerat mereka dalam hubungan rumit dengan ikatan yang sulit diputus. Akankah Joice sanggup bertahan dalam pusaran emosi ini, atau justru memilih pergi menjauh selamanya?
Sampul Novel Dua Istri CEO
9.0
Pasca momen intim yang hangat, Brian dikejutkan oleh permintaan Azzura agar dirinya menikah lagi. Meski memiliki kekayaan dan rupa menawan, Brian tak pernah berniat mendua karena cintanya sudah utuh untuk sang istri. Namun, Azzura bersikeras tanpa alasan yang jelas, hingga membuat Brian merasa geram sekaligus tidak percaya diri. Di tengah ketegangan itu, Azzura justru mendekap Brian erat demi meyakinkan bahwa rasa cintanya tidak pernah pudar sedikit pun.
Sampul Novel Gulai Daun Singkong Untuk Mertua
7.8
Nek Syam mengalami kepedihan mendalam setelah diusir oleh Jannah, putri kandungnya, hanya karena menginginkan gulai daun singkong. Merasa terhina di rumah sendiri, ia memilih pergi dan berlindung di kediaman putra bungsunya, Ahmad. Mengetahui perlakuan buruk sang kakak terhadap ibu mereka, Ahmad pun naik pitam. Ia langsung bertindak tegas dengan membawa bukti kepemilikan tanah dan balik mengusir Jannah dari rumah tersebut sebagai pembalasan.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Amber Lim, sosialita cantik dengan reputasi buruk sebagai perusak hubungan, memutuskan untuk bertobat. Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, ia nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Namun, Amber dirampok dan terdampar di hutan beku. Satu-satunya harapan hidupnya adalah pria misterius bernama Tuan Dingin. Duda yang membenci wanita ini dicap kanibal oleh warga sekitar. Akankah Amber mampu meluluhkan hatinya atau justru menjadi korban kebencian sang pria?
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose tumbuh menderita sebagai yatim piatu hingga Denzel mengungkap identitasnya sebagai putri CEO Louis Brown. Demi keamanan, ia menyamar menjadi Rose Carter, mahasiswi berprestasi sekaligus violinis rahasia bernama Miss Black. Konflik memuncak saat Luke, putra angkat ayahnya, memaksa Rose menikah demi harta. Di tengah teror Peter dan Hendrick yang mengincar nyawanya, benci berubah menjadi cinta. Rose harus berjuang melawan pengkhianatan demi kebahagiaan bersama Luke.