Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ketika Hati Mulai Mendua

Ketika Hati Mulai Mendua

Keharmonisan rumah tangga Anis dan Affandy Nugraha hancur seketika saat sosok masa lalu kembali hadir. Affandy kehilangan logika karena pesona sang mantan, meski Anis menegaskan bahwa masa lalu seharusnya dibuang jauh-jauh. Di tengah pengkhianatan ini, Angga sang putra sulung menjadi pilar kekuatan bagi ibunya. Ia mendorong Anis untuk bangkit menjadi wanita tangguh demi masa depan Angga dan Anggi, sekaligus membuktikan martabatnya di hadapan mereka yang berselingkuh.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam ini, Mas Fandi mau takziah lagi. Aku menggunakan strategi yang sama. Awalnya Mas Fandi tidak mau mengajakku.

"Apa salah Pa, kalau Mama ikut Papa takziah. Yang meninggal kan suami temannya Papa, berarti ya temanku juga. Kalau alasannya nggak enak sama Mirza dan Candra, sini Mama telpon mereka. Pasti mereka tidak keberatan."

"Apa Papa merasa malu kalau pergi sama Mama?" tanyaku pada Mas Fandi.

Akhirnya Mas Fandi takziah dengan mengajakku. Sepanjang perjalanan Mas Fandi hanya diam membisu. Sampai disana ternyata sudah ada Mirza dan Candra. Mirza dan Candra merupakan teman akrab Mas Fandi, walaupun mereka tidak satu kantor.

Aku duduk agak jauh dari Leni, dapat kulihat kalau Leni selalu mencuri pandang dengan Mas Fandi. Dan beberapa kali juga kepergok olehku. Leni langsung tersenyum padaku.

"Leni cantik ya, Pa? Masih muda, kaya, wah bakal jadi rebutan deh. Mulai dari bujangan, duda bahkan mungkin laki-laki beristri pasti kepincut dengan Leni. Janda semakin didepan, yang jomblo perawan kalah pamor ha..ha..," kataku memecah kesunyian di perjalanan pulang.

"Kalau menurut Papa gimana?" tanyaku

"Gimana apanya, Ma."

"Kalau Papa masih single pasti juga tertarik. Tapi sayang Papa sudah punya istri. Ya kan, Pa?"

"Mama ngomong apa sih? Nggak baik lho ngomongin orang," kata Mas Fandi dengan gugup.

"Ngomongin Leni, si janda baru yang bakal jadi primadona para lelaki. Terutama lelaki hidung belang."

Mas Fandi terdiam, seolah-olah tidak mendengarkan ucapanku.

***

Sandra mendapatkan telpon dari seseorang. Entah berbicara apa, sepertinya sangat serius.

"Ayo ikut aku," kata Sandra mengajakku pergi.

"Kemana?" tanyaku penasaran.

"Ikut saja!"

Kebetulan sekarang waktu istirahat siang. Aku ikut Sandra pergi untuk makan siang.

Ternyata mobil Sandra menuju ke sebuah restoran yang cukup ternama di kotaku. Sandra memilih tempat yang dipojok, yang tidak terlalu terlihat. Kami memesan makanan.

Restoran cukup ramai karena memang waktunya makan siang. Tak lama kemudian datang seseorang yang sangat aku kenal, teman hidupku dalam ikatan pernikahan. Aku kaget, shock, dadaku terasa bergetar. Benarkah yang aku lihat ini? Mas Fandi datang bersama Leni bergandengan tangan seperti orang yang sedang jatuh cinta.

Sandra memegang tanganku, menguatkan ku. Air mataku langsung menetes.

"Siapkan mental, Nis! Ingat jangan terbawa emosi. Harus elegan." Sandra mengingatkanku untuk tidak bertindak bar-bar.

"Kita lihat dulu apa yang akan terjadi," lanjut Sandra.

Mereka memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang-bincang dengan mesra, tangan saling berpegangan. Dadaku terasa sangat panas. Ya Allah, kuatkan aku.

Aku melihat Mas Fandi mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Begitu pesanan mereka datang, aku berjalan mendekati mereka. Mengambil kursi di meja lain dan duduk di hadapan mereka. Wajah mereka pucat pasi seperti mayat.

"Wah, makan siang nggak ngajak-ngajak nih." Aku berkata membuka pembicaraan. Mas Fandi tersenyum kecut sedangkan Leni tampak ketakutan.

"Apa ini? Wow sebuah cincin, bagus banget! Baru jadian ya?" kataku sembari mengambil kotak kecil berwarna merah di meja.

Mereka masih terdiam, salah tingkah. Ada beberapa pasang mata yang mengawasi kami.

"Kok diam? Tadi tertawa-tawa mesra, saling pegang tangan." Aku melanjutkan.

"Apa maumu, Anis?" tanya Leni dengan suara yang agak keras, sehingga banyak pengunjung yang menoleh ke arah kami. Punya nyali juga Leni ini. Memang kebanyakan selingkuhan lebih galak daripada istri sah.

"Mauku? Aku yakin kamu tahu apa mauku!" jawabku

"Mas Fandi mencintaiku, tidak mencintaimu." Leni semakin keras bersuara. Aku lihat beberapa orang mengeluarkan hp dan merekam kejadian.

"O ya, kalau tidak mencintaiku, bagaimana kami bisa hidup bersama selama tujuh belas tahun, sampai lahir dua orang anak?"

"Pa, Mama tunggu penjelasan di rumah" kataku sambil melangkah pergi dengan cincin masih di tanganku.

Aku tidak mau menjadi viral karena kejadian ini.

***

"Ma, maafkan Papa. Papa khilaf," kata Mas Fandi ketika sudah di rumah.

"Kapan hubungan terlarang kalian dimulai?" Aku bertanya dengan suara yang bergetar.

"Ketika Ibu masuk rumah sakit dan suami Leni di rawat di rumah sakit yang sama."

"Jadi ketika Leni masih memiliki suami?"

"Papa kasihan melihat Leni mengurus suaminya yang sakit-sakitan. Papa berusaha menjadi teman untuk dia."

"Teman? Tidak ada yang namanya teman antara laki-laki beristri dan perempuan bersuami. Apalagi berteman dengan mantan! Yang namanya mantan itu tidak perlu dikenang tapi dibuang ke kotak sampah. Sudah pernah ditinggal menikah karena memilih yang lebih kaya, kok mau-maunya dekat lagi."

"Darimana Mama tahu kalau Leni itu mantan?"

"Pa, Mama tu dengar sendiri dari orang-orang yang melayat waktu suaminya Leni meninggal. Berarti yang dikatakan orang-orang itu benar, kesedihan Leni hanya pura-pura. Mama yakin dalam hati Papa juga bersyukur karena suaminya Leni meninggal. Jadi kalian bisa bersama tanpa ada gangguan, karena pasti Papa mengira Mama diam itu tidak tahu apa-apa!"

"Tahukah, Pa? Sejak suami Leni meninggal, aku sudah punya orang yang selalu melaporkan kegiatan kalian. Papa yang rajin setiap istirahat siang datang ke toko Leni untuk makan siang atau keluar seperti tadi. Hebat sekali ya, selingkuhan dibelikan cincin, istri sendiri tidak pernah. Mama punya semua bukti-bukti perselingkuhan kalian. Jangan macam-macam! Nanti Mama laporkan ke atasan Papa!"

"Tolong Ma, jangan lakukan itu! Apa Mama tidak malu kalau papa dipecat dengan tidak hormat?" tanya Mas Fandi.

"Apa Papa tidak malu ketika berselingkuh dan akhirnya ketahuan? Dimana akal sehat Papa? Papa nggak mikir ya kalau punya anak-anak yang sudah remaja?" jawabku dengan sengit

"Jangan sampai anak-anak tahu, Ma?"

"Makanya hentikan perselingkuhan kalian, sebelum semuanya menjadi penyesalan!"

"Papa janji, tidak akan mengulanginya,"

"Kalau mengingkari janji, bagaimana?"

"Papa ikuti apa kemauan Mama."

Aku masih mencintai mas Fandi. Mungkin aku yang terlalu bucin, yang dibutakan oleh cinta. Sejujurnya hatiku ini terlalu sakit mendengar pengakuan Mas Fandi. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Yang aku pikirkan hanya anak-anak. Bagaimana perasaan mereka kalau sampai tahu, papanya berselingkuh.

***

"Apa yang harus aku lakukan San?" Aku curhat pada Sandra.

Sandra tempat aku berkeluh kesah, karena dia teman baikku. Kami sering berbagi cerita dan saling mendukung juga saling menguatkan.

"Semua ada ditanganmu, Nis. Yang baik menurutku, belum tentu baik menurutmu. Begitu juga sebaliknya. Yang menjalaninya itu kamu. Menurutku, sebaiknya pasrahkan semua pada Allah, ikuti kata hatimu. Sebagai teman, aku akan selalu mendukungmu."

"Terimakasih ya, San?"

"Sama-sama, Nis! Yang jelas, kamu harus kuat demi anak-anak."

Aku mengangguk.

Aku mencoba untuk belajar memaafkan, berat memang. Setidaknya aku mencoba untuk melakukannya. Mungkin memang Mas Fandi sedang khilaf dan bisa berubah sesuai dengan janjinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cahaya Diujung Gerbang
9.6
Ditemukan di depan panti asuhan saat bayi, Nayra tumbuh dalam kesederhanaan bersama Ibu Marisa. Meski sering dihina karena statusnya, penderitaan Nayra memuncak saat fitnah keji membuatnya diusir dari rumah satu-satunya. Ia terpaksa bertahan hidup di jalanan dengan bekerja serabutan tanpa kehilangan harga diri. Berkat tekad baja, Nayra berhasil bangkit dari keterpurukan hingga mencapai kesuksesan, membuktikan bahwa cahaya harapan mampu mengalahkan masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Cinta yang Terpendam: Rahasia Suamiku
9.1
Sonia terjebak tipu daya calon mertua hingga terpaksa menikahi Verdi, paman tunangannya yang lumpuh dan sakit-sakitan. Meski awalnya mengira hidupnya akan hancur, Sonia justru dihujani kemewahan dan kasih sayang. Namun, rahasia besar terungkap saat ia menyadari Verdi hanya berpura-pura sakit demi mengawasinya. Saat kedoknya terbongkar, pria yang dikenal kejam ini rela berlutut memohon ampun demi menjaga perasaan istrinya yang tengah mengandung.
Sampul Novel Gadis Nakal Itu Milikku
9.4
Grace jatuh terduduk dalam kehancuran setelah dipermalukan oleh Edward. Tidak ada lagi sikap keras kepala yang biasa ia tunjukkan. Di tengah isak tangisnya, Edward mendekat dan memeluknya erat sambil memohon maaf. Edward mengaku tindakannya dipicu oleh kecemburuan melihat kedekatan Grace dengan Kevin. Meski emosinya sempat meledak, Edward menyadari perasaannya yang kacau. Ia mencium kening Grace, berusaha menjelaskan sesak di dadanya yang selama ini tak ia pahami.
Sampul Novel Istri Keempat Sang Tuan Tanah
9.7
Demi melunasi utang, Lila terpaksa menjadi istri keempat Tuan Thakur, seorang tuan tanah kaya yang sangat dominan. Pria itu menegaskan bahwa pernikahan mereka bukanlah kontrak drama televisi yang mudah diakhiri. Tanpa ada kata cerai, Lila terjebak dalam komitmen seumur hidup kecuali maut memisahkan atau sang suami sendiri yang melepaskannya. Kini, Lila harus menghadapi kenyataan pahit dalam pernikahan penuh intimidasi ini. Sanggupkah ia bertahan hidup bersamanya?
Sampul Novel Ketika Suami Mulai Bosan
8.7
Cinta sejati tak selamanya stabil. Ada kalanya perasaan begitu membuncah, namun rasa jenuh sering kali datang mengikis gairah hingga ke titik terendah. Di tengah dilema antara bertahan atau melangkah pergi, perjuangan menjaga kehangatan hubungan menjadi ujian berat. Melalui doa dan upaya memupuk kembali rasa yang kian pudar, dua insan ini berharap Tuhan turun tangan menyatukan hati mereka kembali sebelum semuanya benar-benar berakhir dalam perpisahan.
Sampul Novel Nikah Muda
9.0
Dirga Sanjaya, pemuda tampan kelas XII, terpaksa menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya meminta ia menikahi anak sahabat ibunya. Meski ingin bebas menjelang kelulusan, ia tak bisa mengelak. Ironisnya, calon istrinya adalah Lexsa, siswi yang selalu ia musuhi layaknya Tom and Jerry. Hubungan mereka di sekolah maupun luar rumah penuh dengan pertengkaran dan aksi saling ganggu. Ikuti lika-liku hubungan penuh gengsi antara Dirga dan Lexsa yang sangat menjengkelkan ini.