Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder

Kesalahan Semalam : Manisnya Suami Miliarder

Hidup Alina hancur saat tunangannya berkhianat dengan sahabatnya sendiri. Beban hutang keluarga pun memaksanya menyerahkan kesucian pada pria asing. Kini, ia terjebak pernikahan tanpa cinta dengan Nathaniel, miliarder dingin penuh rahasia. Di tengah dendam dan perebutan harga diri, tembok hati Alina mulai goyah oleh sikap suaminya. Haruskah ia menuntaskan misi balas dendamnya, atau justru kembali jatuh cinta pada sosok yang menyimpan masa lalu kelam itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hujan deras masih mengguyur kota saat Alina berdiri di depan cermin besar di kamar tidur barunya. Ruangan itu terlalu mewah, terlalu berkilau untuk seseorang seperti dia. Lampu kristal yang menggantung di langit-langit memancarkan cahaya lembut, memantulkan kilauan di dinding-dinding berlapis emas. Tempat tidur berukuran king dengan sprei putih sempurna seakan mengejeknya, mengingatkannya bahwa ia sekarang berada di dunia yang bukan miliknya.

Gaun satin berwarna biru muda yang melekat di tubuhnya terasa asing, seolah bukan bagian dari dirinya. Ia bahkan tidak ingat kapan terakhir kali memakai sesuatu yang seindah ini. Tapi keindahan itu tidak bisa menghapus rasa sesak yang menghimpit dadanya. Semua ini terlalu cepat, terlalu tidak masuk akal.

Pernikahan itu terjadi hanya beberapa jam setelah ia setuju dengan tawaran Nathaniel. Tanpa pesta besar, tanpa teman atau keluarga-hanya tanda tangan di atas dokumen hukum dan sebuah cincin berlian yang terlalu besar melingkar di jari manisnya. Tak ada ciuman, tak ada janji manis seperti di dalam dongeng. Yang ada hanyalah sebuah kontrak dingin yang memenjarakan hati dan kebebasannya.

Nathaniel tidak banyak bicara sepanjang perjalanan ke rumah besar ini. Pria itu duduk di sisi lain mobil, matanya tertuju ke luar jendela, seperti sedang berpikir jauh. Alina berulang kali melirik ke arahnya, berharap mendapatkan penjelasan, sedikit kehangatan, atau bahkan sekadar tatapan singkat. Tapi yang ia dapatkan hanyalah keheningan yang menusuk, membuatnya merasa kecil dan tidak berarti.

Kini, Nathaniel berdiri di ambang pintu kamar, tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Ia mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan otot-otot lengan yang tegas. Tatapannya dingin, seperti pisau yang siap mengiris tanpa ampun.

"Kamu nyaman di sini?" tanyanya singkat, suaranya terdengar seperti bunyi pecahan kaca yang tajam dan dingin.

Alina menoleh perlahan, matanya bertemu dengan tatapan pria itu. "Nyaman? Bagaimana aku bisa merasa nyaman di tempat yang bahkan tidak aku kenal?" jawabnya dengan nada lelah, namun ada keberanian samar yang menyelinap di balik suaranya.

Nathaniel menyipitkan mata, ekspresinya berubah seperti sedang menganalisis kata-katanya. "Aku tidak memintamu untuk merasa nyaman, Alina. Aku hanya memastikan kau tahu posisimu."

"Posisiku?" Alina melangkah mendekat, matanya memancarkan kemarahan yang ia tahan sejak malam di taman itu. "Aku tahu posisiku, Nathaniel. Aku hanya seorang wanita yang terjebak dalam permainan ini. Jangan khawatir, aku tidak akan melupakan itu."

Nathaniel mendekat, langkahnya perlahan tapi mantap, seperti harimau yang mendekati mangsanya. Kini jarak mereka hanya beberapa inci. Mata hitamnya memandang langsung ke dalam jiwa Alina, membuat gadis itu merasa terpojok.

"Bagus," gumamnya dengan nada rendah yang membuat udara di sekitar mereka terasa berat. "Kalau begitu, kita tidak akan punya masalah."

Alina menahan napas, tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Ia ingin melawan, ingin berteriak, tapi ia tahu itu tidak akan mengubah apapun. Ia hanya bisa menatap Nathaniel dengan tatapan penuh rasa sakit dan kemarahan, berharap pria itu bisa melihat luka di dalam hatinya.

Setelah beberapa detik yang terasa seperti selamanya, Nathaniel mundur. "Makan malam akan dihidangkan di ruang makan dalam sepuluh menit. Aku tidak suka menunggu."

Tanpa menunggu jawaban, pria itu berbalik dan keluar dari kamar, meninggalkan Alina sendirian dengan pikirannya yang kusut.

Ruang makan itu luas dan megah, dengan meja panjang yang bisa menampung lebih dari dua puluh orang. Tapi malam ini, hanya ada dua kursi yang terisi. Nathaniel duduk di ujung meja, sementara Alina duduk di ujung lainnya, seperti dua orang asing yang dipaksa berbagi ruang.

Makanan yang tersaji di meja itu lebih dari cukup untuk pesta kecil. Ada hidangan laut segar, daging panggang, sup kental, dan berbagai macam hidangan penutup. Tapi Alina tidak memiliki selera untuk makan. Tangannya hanya memainkan garpu di atas piring, sementara pikirannya melayang entah ke mana.

"Kau tidak makan?" Nathaniel bertanya, suaranya terdengar tenang tapi penuh tekanan.

"Aku tidak lapar," jawab Alina tanpa mengangkat kepala.

Nathaniel meletakkan garpunya dengan suara yang cukup keras, membuat Alina tersentak. "Dengar, Alina. Jika kau ingin bertahan di sini, kau harus mengikuti aturan. Dan aturan pertama adalah kau tidak boleh mengabaikan dirimu sendiri. Makanlah."

Alina mendongak, menatap pria itu dengan mata yang penuh kebencian. "Kenapa kau peduli? Bukankah aku hanya bagian dari kontrak ini? Kau tidak perlu berpura-pura peduli padaku."

Nathaniel terdiam, matanya menyipit seolah sedang menahan sesuatu. Setelah beberapa saat, ia bersandar di kursinya, bibirnya melengkung menjadi senyuman tipis yang tidak menyenangkan. "Kau benar, aku tidak peduli. Tapi aku juga tidak akan membiarkanmu menghancurkan dirimu sendiri di bawah atapku. Jadi, makanlah atau aku akan memaksamu."

Ada nada ancaman dalam suaranya yang membuat darah Alina mendidih. Namun, ia tahu bahwa melawan pria itu hanya akan membawa lebih banyak masalah. Dengan enggan, ia mengambil garpu dan mulai makan, meskipun setiap gigitan terasa pahit.

Di seberang meja, Nathaniel mengamatinya dengan tatapan tajam, seolah dia adalah teka-teki yang ingin dipecahkan. Namun, Alina tidak peduli. Di dalam dirinya, ia berjanji satu hal: ia tidak akan membiarkan pria itu menghancurkan sisa-sisa dirinya yang masih tersisa.

Di tengah keheningan itu, Alina menyadari bahwa pernikahan ini bukan hanya tentang bertahan hidup. Ini adalah awal dari perang dingin, perang yang tidak hanya melibatkan kekuatan dan harga diri, tetapi juga hati mereka yang penuh luka.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95PFK" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95PFK
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Jauh di Luar Jangkauanmu
9.5
Sepuluh tahun pengabdian Delia pada mantan suaminya berakhir sia-sia hingga ia memutuskan bercerai. Tiga bulan berlalu, ia muncul kembali sebagai sosok luar biasa: CEO merek ternama, desainer kondang, dan juragan tambang sukses. Saat keluarga mantan suaminya memohon kembali, Delia yang kini dicintai Caius yang berkuasa hanya memandang mereka rendah. Baginya, mereka tak lagi selevel karena kini ia telah berada jauh di luar jangkauan mereka semua.
Sampul Novel Akupun Menandatangani Namanya
8.4
Dikhianati oleh suaminya, Marvin Kurniawan, dan diracuni hingga tewas oleh putra kandungnya sendiri demi kekuasaan Irma Fasnitan, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari sumpah pernikahannya dua puluh tahun lalu. Bertekad menyelamatkan keluarganya, ia tidak menandatangani namanya sendiri di perjanjian nikah, melainkan nama Irma. Ia memilih membawa lari seluruh harta warisan peninggalan orang tuanya dan menghilang, menolak mati sia-sia untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Audia terpaksa membatalkan niat resign setelah ayahnya, Pak Sapto, tertipu rekan bisnis. Demi melunasi utang, sang ayah menjual rumah beserta isinya kepada Ibu Sosro seharga 1,5 miliar. Sialnya, Audia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang masih patah hati dan membenci Audia karena mirip mantan tunangannya, tak punya pilihan. Ibu Sosro langsung memanfaatkan momen ini untuk menyeret mereka berdua ke pelaminan.
Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Dunia wanita ini runtuh saat ibunya sekarat akibat serangan anjing milik Helena. Bukannya peduli, Bara sang tunangan justru membela hewan itu dan pergi demi urusan bisnis. Namun, saat ibunya wafat, terungkap bahwa Bara berbohong. Alih-alih ke Singapura, ia justru berpesta mewah di Maladewa bersama Helena. Di depan pusara sang ibu, ia menyadari bahwa cinta dan janji miliarder itu hanyalah kepalsuan belaka. Pengkhianatan kejam ini mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Cintaku Tersesat di CEO Gila
9.5
Ziana Hauwel terjebak dalam obsesi mendalam Andreas Johnson, seorang CEO yang bersumpah tidak akan pernah melepaskannya. Meski merasa tertekan oleh cinta yang posesif, Zia tak mampu membohongi tubuh dan hatinya yang haus akan sentuhan pria itu. Di tengah kegilaan sang miliarder, Zia bergelut dengan batinnya yang perlahan mulai luluh. Akankah hubungan penuh gairah ini berakhir dengan kebahagiaan sejati atau justru kehancuran? Simak kisah romansa dewasa yang intens ini.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio
8.5
Demi menyelamatkan ibu dan anaknya yang sakit, Liana terpaksa memohon bantuan finansial kepada Rafael. Namun, pria berkuasa itu memberikan penawaran yang mengejutkan. Rafael bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan dengan syarat Liana harus bersedia menjadi istri keduanya. Terjepit dalam situasi sulit, Liana harus menghadapi kenyataan pahit dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Akankah ini menjadi awal kebahagiaan atau justru luka yang lebih dalam?