Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu

Kepentok cinta om cupu

Zoya Raveena, gadis muda yang gemar bertaruh, terpaksa menyatakan cinta kepada Danu Atmadja demi memenuhi hukuman taruhannya. Danu adalah pewaris bisnis kaya raya yang sengaja berpenampilan kuno meski aslinya sangat tampan. Saat perasaan tulus mulai tumbuh di antara mereka, sosok dari masa lalu muncul mengancam hubungan tersebut. Kini, keduanya harus berjuang mempertahankan ikatan mereka dari badai konflik yang siap menghancurkan kebahagiaan yang baru saja dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Om mau jadi pacar saya?!" tanya lantang seorang gadis yang mengejutkan semua pengunjung kafe, tak terkecuali dua pria asing di depannya.

"Uhuk uhuk… Apa?! Pacar!"

Pria yang tengah fokus menikmati makanannya sampai tersedak begitu mendengar kalimat aneh bin ajaib meluncur bebas dari mulut gadis belia yang tidak diketahui dari mana asalnya.

"Dek, kamu sehat?" tanya pria itu memastikan.

"Hmm." pria yang duduk bersama pria berambut gondrong hanya bisa menahan tawa melihat mimik wajah sahabatnya.

"Sehat om, sehat wal afiat.. Tidak kekurangan satu apapun malah." ucap gadis yang masih berdiri seraya mengaitkan kedua tangannya di depan perut dengan semangat.

Mendengar jawaban gadis aneh di sampingnya, pria berambut panjang hanya bisa menghela nafas kasar. Diperhatikannya gadis itu dari ujung kaki hingga kepala, dengan pandangan menelisik.

'Siapa gadis ini, apa tujuan dia memintaku menjadi kekasihnya? Jika dilihat dari penampilan, dia memang seperti orang waras. Apa mungkin depresi setelah menjadi korban rayuan buaya darat?'

Pria itu terus membatin dengan pandangan yang tak lepas dari gadis di sampingnya.

"Om gitu amat liatnya, nanti naksir loh." kelakar gadis itu dengan penuh percaya diri, yang justru membuat pria berambut gondrong bergidik ngeri.

"Om namanya siapa sih?" mendengar gadis aneh di sampingnya ingin tau nama pria berambut sebahu tersenyum smirk.

"Danu!" jawabnya ketus.

"Saya Zoya om," gadis itu menyaut dengan cepat.

"Om mau ya. jadi pacar Saya?" lanjut gadis bernama Zoya tanpa beban dan justru menampilkan barisan gigi putihnya.

Danu, pria berpenampilan unik era delapan puluhan, mengenakan setelan jas berwarna nyentrik lengkap dengan sapu tangan melingkar di leher. Dan jangan lupakan rambut lurus sebahu, klimis maksimal, mungkin jika ada seekor lalat yang hinggap akan langsung tergelincir dan jatuh kebawah. Mengingat begitu licinnya rambut pria itu. Namun walau begitu ketampanan Danu masih terpancar jelas, sehingga banyak wanita yang memandang dirinya merasa heran juga terpana. Tapi sekarang, kesialan apa yang tengah pria dewasa itu alami.

"Hahahaha… luar biasa, menakjubkan."

Pria yang bersama Danu, dan duduk di hadapannya merasa kagum melihat keberanian gadis yang masih berdiri penuh percaya diri di sampingnya, bahkan dengan mantap meminta seorang pria yang tidak dikenalnya menjadi kekasih. 'Sungguh luar

biasa gadis jaman sekarang.' pikir pria itu.

'Sial nih bocah, besar juga nyalinya..'

Garam Danu yang langsung membuang pandangan kearah lain.

"Bagaimana om, om mau ya jadi pacar saya?" ulang Zoya saat merasa dia belum mendapat jawaban.

"Tidak!" tegas Danu.

"Ayolah om.. Kita pacaran, yah?" sekali lagi Zoya memasang wajah mengiba berharap pria itu mau menerima tawarannya.

"Enggak!" sentak Danu tanpa melihat ke arah Zoya.

'Waduh gawat ini, kalau dia tetap menolak bisa bertambah hukuman aku, dan Vina gila itu pasti bakal kasih yang lebih berat.'

Lewat kaca yang tembus pandang, Zoya bisa melihat kedua sahabatnya tengah terbahak bersama, dan itu diyakini pasti sedang menertawakan dirinya.

'Besar juga nyali gadis ini, bahkan tanpa beban dan malu sedikitpun meminta Danu menjadi kekasihnya di tempat seramai ini.

Apa alasan dia sebenarnya?' pria yang bersama Danu terus memperhatikan Zoya yang masih menatap kearah Luar.

'Pasti ada sesuatu yang mendorongnya melakukan semua ini.' batinya.

Di sebuah kafe yang tengah ramai pengunjung, bertepatan dengan jam makan siang, telah terjadi kegaduhan begitu semua pengunjung dikejutkan dengan suara lantang seorang gadis meminta pria yang tengah duduk di depannya sebagai kekasih.

Tanpa tedeng aling-aling gadis itu mengutarakan niatnya didepan semua orang, tidak ada rasa canggung atau malu sedikitpun yang terlihat dari paras ayu itu. Dia justru dengan penuh percaya diri melakukan aksinya.

Danu, entah bermimpi buruk apa semalam sampai harus mengalami kejadian yang begitu memalukan saat siang hari. Dia hanya bisa membuang pandangan ke arah lain seraya menahan segala rasa yang bergemuruh di dalam dada. Meski rasa malu tidak lagi bisa dihindari namun demi menjaga wibawanya pria itu tetap berusaha tenang.

"Terima aja bang.. Kasian anak orang di anggurin, cantik ini.."

"Iya bang terima aja, jarang-jarang loh cewek nembak duluan."

Mendengar pengunjung lain ikut menyuarakan pendapat, Danu hanya menanggapinya dengan senyum canggung.

"Mau ya om.. Kita pacaran ya…" merasa mendapat dukungan Zoya semakin bersemangat, gadis itu kembali mengiba dengan menampilkan wajah baby eyes seraya mengedip-ngedipkan matanya.

"Sini dek duduk dulu, capek loh berdiri terus." pria yang bersama Danu membimbing Zoya untuk duduk diantara mereka.

"Makasih, om baik deh.." ucap Zoya seraya menampilkan senyum terbaiknya.

'Gila cantik banget! Kalau sampai Danu menolak, aku perlu memastikan kewarasannya. Yang bener aja bening begini ditolak.' Batin pria yang bersama Danu.

"Udah sih brother, terima aja.." celetuk pria itu yang justru mendapat tatapan tajam Danu.

"Om Danu belum beristri kan?" tanya Zoya memastikan setelah dia teringat sesuatu.

"Sudah,"

"Belum,"

Jawab Danu dan juga rekannya secara bersamaan.

"Ini yang benar mana, om ini sudah menikah atau belum!" Zoya menatap bingung pria di sampingnya secara bergantian.

"Dia masih lajang dek, tenang saja."

"Kau ingin mati Ton!" geram Danu penuh penekanan di setiap kalimatnya.

"Hoho.. Woles sob, aku hanya mengatakan yang sebenarnya." pria bernama Tony menjawab asal seraya tersenyum kearah Zoya.

"Yeess.." seru Zoya tiba-tiba.

"Berarti sekarang kita pacaran ya om, oke pacar." terangnya seraya mengedipkan satu mata.

"Tidak! Apa tujuanmu sebenarnya?" tegas Danu pada intinya, dia sudah merasa jenuh menghadapi sikap aneh gadis itu.

"Tujuan apa sih pacar, saya nggak lagi naik kendaraan loh ini. Tujuanku hanya hatimu." kelakarnya yang justru dia sendiri merasa geli begitu sadar kalimat manis itu meluncur bebas dari mulutnya.

"Cih…" Danu hanya mampu berdecak menanggapi ucapan Zoya.

"Kita pacaran ya.. Deal." Zoya menjabat tangan Danu, namun dengan cepat pria itu menepisnya kasar.

"Nggak, sekali gak ya enggak!" tegas Danu.

"Om.." rengeknya manja.

"Oh astaga! Gadis ini benar-benar membuatku gila!"

Danu hanya bisa menahan diri agar amarahnya tidak sampai meluap di tempat itu, dia yakin gadis di sampingnya itu pasti punya tujuan tertentu sehingga kekeh menjadikan dirinya kekasih.

Atau jangan-jangan karena penampilannya?

Sempat terbesit pikiran buruk jika tujuan gadis itu mendekati dirinya hanya karena UANG.

Yah, mungkin karena itu, bukankah sekarang sudah biasa. Menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang?

Danu melirik sinis gadis di sampingnya, setelah meyakini apa yang dia tafsirkan sendiri.

Sadar jika dirinya terus diperhatikan Zoya berusaha tetap acuh, dia hanya berharap pria itu mau berkata IYA, dan setelah itu terserah mau bagaimana kelanjutannya nanti, pikirnya. Bagi Zoya konsisten merupakan hak paling penting dalam hidup, saat tindakan sesuai dengan ucapan, bukankah itu sebuah pembuktian tidak hanya isapan jempol belaka. Dan itu juga yang tengah Zoya perjuangkan saat dia menerima tantangan dari kedua sahabatnya.

"Saya baik loh om, tidak sombong, murah senyum, dan pandai menabung. Pokoknya gak nyesel deh kalo kita pacaran." tidak pantang menyerah, Zoya masih berusaha mempromosikan diri.

"Kamu terlalu percaya diri untuk jadi pasangan saya nona!" lugas Danu pada akhirnya.

Tidak ingin menanggapi kegilaan Zoya lebih lama lagi, Danu memutuskan untuk pergi lebih dulu.

"Ayo kita pergi, waktuku terlalu berharga untuk menanggapi gadis aneh seperti dia!" tegas Danu beralih pada Tony yang langsung menganggukkan kepala.

"Tunggu dulu om! Jangan pergi dulu.. Auuw!"

Dan……

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari berjuang membesarkan dua keponakan tanpa berharap menemukan pria yang tulus. Takdir mempertemukannya dengan miliarder Bastian Navarell yang menyelamatkannya dari bahaya. Meski saling jatuh cinta, Almira memilih lari saat tahu Bastian telah beristri karena tak ingin jadi orang ketiga. Bastian yang terobsesi tidak menyadari bahwa Almira sebenarnya masih perawan. Akankah kebenaran ini menyatukan mereka dalam jalinan cinta yang elegan dan penuh haru?
Sampul Novel Aku Tak Membencimu
8.5
Demi melunasi utang ibunya, Ayyara Faderica terpaksa menikahi CEO Kieran Bimantara. Meski Kieran memperlakukannya bak ratu karena rasa cinta yang lama terpendam, Ayyara justru sulit membuka hati dan diam-diam masih menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya. Walau dikhianati, Kieran tetap gigih berjuang demi mendapatkan cinta sang istri. Akankah Ayyara akhirnya menyadari ketulusan Kieran, ataukah masa lalu akan menghancurkan pernikahan mereka?
Sampul Novel Balas Dendam Manis Sang Ratu Miliarder
9.0
Pasca diusir, Helen menyadari bahwa ia bukan putri kandung di keluarganya. Meski dirumorkan kembali ke keluarga miskin yang eksploitatif, kenyataan justru berkata lain. Ayah kandungnya adalah miliarder yang sangat memanjakannya. Di balik itu, Helen memegang paten desain bernilai fantastis dan menjadi mentor astronomi nasional. Saat orang lain menanti kegagalannya, ia justru meraih status legendaris dan menarik perhatian pria misterius yang berkuasa.
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Dia Mengendalikan Dunia
9.3
Grace, miliarder yang lama disembunyikan pemerintah, akhirnya menemukan kasih sayang di keluarga Holden. Meski dituduh penipu, identitas aslinya sebagai profesor jenius, bos perusahaan besar, dan peretas andal perlahan terungkap. Di tengah kesuksesannya yang mengguncang dunia, Colton sang taipan misterius datang menagih komitmen masa depan. Dengan tawaran pulau mewah untuk setiap keturunan, Colton bertekad mengikat Grace dalam romansa yang tak terelakkan.
Sampul Novel Hasrat Berbahaya Sang Pewaris Duda
8.6
Dikhianati oleh Roy, suaminya sendiri, Shanty kehilangan hak asuh anak setelah rahimnya diangkat. Demi membalas dendam pada mantan mertua dan suaminya yang licik, ia nekat menyerahkan jiwanya kepada pewaris Halim Group yang dingin dan berbahaya. Menjadi nyonya muda di keluarga konglomerat ternyata penuh intrik mematikan. Di tengah rahasia gelap sang suami baru, mampukah Shanty merebut kembali kebahagiaannya atau justru hancur dalam permainan kekuasaan?