Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kembalinya Mantan Terindah

Kembalinya Mantan Terindah

Setelah tujuh tahun menghilang dan meninggalkan luka mendalam, Adimas Sagala kembali muncul di hadapan Anissa. Pertemuan tak terduga dalam sebuah reuni SMA itu membawa Adimas kembali menyatakan cintanya dan mengajak Anissa menikah. Namun, mampukah Anissa membuka hati setelah hidupnya hancur akibat kepergian pria itu? Kini, Adimas harus berjuang membuktikan janjinya untuk membahagiakan Anissa dan menyatukan kembali kepingan hati yang dulu ia patahkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

'Untuk apa kamu datang lagi?’ tanya Annisa dalam hati.

Seakan mengerti, Dimas juga terdetak di hati, ‘Aku kangen banget sama kamu, Nis. Aku nggak tahan lagi,’

Tapi Annisa hanya sesaat menatap Dimas sebelum hatinya jatuh lagi. Ia hanya mengangguk dan tersenyum singkat sebelum beralih menoleh pada Pak Rangkuti.

“Apa kabarnya, Pak?” Annisa menyapa ramah sebelum duduk di samping Novellin, tepatnya di seberang tempat duduk Pak Rangkuti dan Adimas yang dipisahkan oleh meja bundar.

“Kabar saya sehat, Annisa. Kamu yang gimana kabarnya? Sudah lama kita nggak ketemu, ya?” Pak Rangkuti menjawab senang. Semua mantan murid beliau pun ikut mendengarkan obrolan yang dimulai pada Annisa.

“Kita belum banyak ngobrol di telepon kemarin karena sama-sama sibuk. Jadi, kemarin kamu bilang kamu sekarang jadi perawat magang di rumah sakit Grand Healthy, kan? Kenapa nggak ikut kuliah jurusan kedokteran aja, Annisa? Kamu, kan, jenius banget,” Pak Rangkuti bertanya karena peduli. Annisa memang murid yang membanggakan bagi sekolah mereka saat itu.

“Nggak apa-apa, Pak. Saya memang milih jadi perawat. Saya suka, kok, sama kerjaan saya sekarang,” Annisa juga menjawab seadanya, jujur, tanpa basa basi atau meninggikan kemampuannya.

Semuanya ikut senang mengetahui tentang Annisa yang jarang terekspose di grup chat alumni. Obrolan kemudian dilanjutkan dengan ramah-tamah sebelum semuanya terdiam ketika Maya bertanya pada Annisa.

“Tapi, Nis. Aku dengar-dengar kamu mau nikah, ya? Calon kamu dokter mata di rumah sakit tempat kamu kerja, kan? Udah tentuin tanggal belum? Jangan lupa ngundang kita semua, dong!”

Sengaja. Maya jelas sengaja mengangkat topik panas ini di depan semua orang, terlebih di depan Adimas agar status Annisa yang kini sudah memiliki calon suami jelas didengarnya.

Bagaikan petir menyambar hatinya, Dimas langsung terkesiap. Tatapan kini semakin tajam tertuju pada Annisa seakan meminta jawaban kalau semua itu bohong.

“Hmm, iya. Tahun ini kami punya rencana nikah. Tapi belum tahu tepatnya kapan. Orang tua kami belum mutusin tanggal yang baik. Nanti bakalan dikabarin ke grup alumni kalau memang tanggalnya udah disepakati bersama,” dengan agak takut Annisa menjawab. Jelas ia menyadari kalau Dimas terus menatapnya tajam, maka dari itu Annisa tidak berani menghadapnya ketika bicara.

“Kamu masih muda, Annisa. Nggak usah terburu-buru nikah,” Pak Rangkuti mengalihkan percakapan ketika menyadari ada aroma hangus di sana, tapi itu jelas bukan makanan. Ada hati yang terbakar mendengar status Annisa.

Sebagai wali kelas mereka dulu, Pak Rangkuti yang paling tahu seberapa naifnya cinta di masa muda yang ditunjukkan Adimas pada Annisa. Bahkan dulu, Pak Rangkuti seperti malu melihat cinta anak remaja seperti Adimas yang begitu memanjakan Annisa sebagai kekasihnya, dibandingkan dirinya yang sudah lama menikah saat itu.

“Dengan kepintaran kamu, kamu bisa jadi dokter juga, Annisa. Menikah memang harus dan penting, tapi masa depan yang cemerlang juga harus jadi pertimbangan kamu. Kamu itu kebanggaan saya, dan dulu saya punya mimpi kalau kamu akan jadi dokter seperti cita-cita kamu,”

Menanggapi nasihat sang guru, Annisa hanya tersenyum legowo tanpa bantahan, “Saya akan dengar nasihat Bapak. Kami juga nggak terburu-buru. Kami juga punya cita-cita besar ke depannya, Pak. Terima kasih nasihatnya, saya jadi pengen balik sekolah dan jadi murid Bapak lagi,” ucapnya santai sambil sedikit terkekeh.

“Ya, saya juga rindu masa-masa kebandelan kalian semua, haha!” Pak Rangkuti tertawa bebas, diikuti tawa mantan muridnya yang duduk mengelilinginya.

“Pak, sepertinya saya izin pulang duluan. Saya dapet shif sore, jadi mau beres-beres dulu,” Annisa yang meminta izin pamit membuyarkan nostalgia masa lalu yang menyenangkan.

Banyak yang menyayangkan pamitnya Annisa saat ini. Tapi Pak Rangkuti sebagai orang yang bijak, tidak akan memaksakan acara santai ini untuk mengganggu waktu Annisa yang penting. Jadi beliau mengizinkan Annisa untuk undur diri dari sana.

Tanpa diikuti Novellin yang masih ingin menghabiskan waktu di sana, Annisa keluar dari aula reuni. Dia tidak tahu kalau seseorang juga ikut meninggalkan acara tahunan itu.

Annisa berjalan linglung, tidak memperhatikan orang yang berlalu lalang di sana. Tepat di lorong toilet yang sebelumnya ia masuki, tangan Annisa tertarik ke ruangan di sebelah toilet, tempat di mana peralatan kebersihan berada.

Jantungnya hampir melompat ketika tubuhnya didekap erat dari belakang.

“Nis, aku kangen kamu...” suara berat dan lirih itu jelas ia tahu siapa pemiliknya. Tubuhnya semakin bergetar, tapi itu bukan takut melainkan sedih.

“Lepasin aku,” Annisa yang sekuat tenaga menahan sesak tangis yang hampir keluar, hanya bisa mengucap penolakan singkat. Tapi sepertinya Adimas tidak peduli.

Ia menjatuhkan hidungnya untuk bersandar di pundak Annisa untuk menghirup aroma parfum yang masih sama seperti tujuh tahun ia meninggalkannya.

“Sebentar aja, Nis, tolong... Biarin aku peluk kamu kayak gini sebentar,” mohon Dimas pada wanita yang dicintainya sejak dulu. Ia benar-benar merindukan Annisa hingga sakitnya rindu seakan ingin membunuhnya.

Ingin terlarut dalam pelukan rindu Adimas, tapi akal sehat Annisa yang merespon cepat membuatnya tidak berani menerima rindu itu. Ia langsung ingat pada Zaky kekasihnya, terlebih pada sakitnya ditinggalkan Adimas tujuh tahun lalu.

Annisa cepat membuka kuncian tangan Adimas ketika terasa melonggar, dan ia pun berbalik mendorong Adimas.

“Kamu jangan gila! Kamu nggak—“ belum lagi Annisa selesai, tubuhnya terdorong Dimas hingga membentur dinding. Dimas mengunci Annisa dengan tangan yang disandarkannya ke dinding.

Jarak wajah mereka diperpendek Dimas tanpa mengalihkan tatapan mata sayunya ke seluruh wajah Annisa yang panik.

“Stop, kamu mau apa?”

Tidak menjawab, tapi Adimas malah lebih mendekatkan wajahnya hingga hanya tertinggal beberapa inci saja sebelum berucap, “Aku nggak kuat lagi tahan kangen ini, Nis... [kiss]

Sedetik kemudian Dimas tanpa malu dan bersalah mendaratkan miliknya untuk disatukan dengan daging lembut beraroma peach milik Annisa. Dimas akhirnya bisa mengurangi rasa rindu yang seakan membunuhnya.

‘Mulai hari ini kamu pacarku, kamu hanya milikku. Aku janji, akan selalu buat kamu bahagia, Annisa,’

Kalimat manis pertanda hubungan mereka yang baru saja dimulai dulu, kembali terngiang di benak Annisa yang saat ini memejamkan mata, menikmati sentuhan daging lembut dingin yang dirinduinya.

‘Kamu mau berapa banyak? Dua puluh juta? Lima puluh juta?’

‘Lupakan Adimas dan hidup dengan baik selayaknya anak perempuan miskin yang tahu diri. Kamu dan Adimas itu masih kecil. Yang kalian sebut hubungan, itu cuma cinta monyet. Pasti nanti akan bubar kalau kalian sama-sama dewasa. Adimas akan kami bawa ke Amerika, jadi jangan ingat-ingat dia lagi!’

Mata Annisa membuka lebar. Air matanya seketika jatuh ketika ingatan lain yang menyakitkan ikut terbawa di momen haru ini. Annisa langsung menarik wajahnya dari rengkuhan Dimas dan… [Plak!!!]

Sebuah tamparan keras di pipi Dimas membangunkannya dari mimpi indah ketika ia bisa memeluk dan mencium Annisa lagi seperti dulu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NHE" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NHE
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alexandra Mata-mata sang CEO
9.1
Alexandra Johnson terjerat dalam kontrak rumit yang memaksa dirinya menjadi mata-mata untuk mengawasi seorang CEO ternama. Namun, sebuah insiden tidak terduga justru mengubah segalanya dan membuat nasib Alexa kini terjepit di antara dominasi dua CEO sekaligus. Terperangkap dalam situasi yang penuh risiko, ia harus menghadapi kendali dua pria berkuasa tersebut sembari menavigasi intrik dunia bisnis yang berbahaya dan penuh dengan tekanan emosional.
Sampul Novel Cinta Sedalam Doa
9.2
Penyesalan mendalam menghantui hidupku setelah mencampakkan Naira demi Qirani, yang justru mengkhianatiku usai lulus kuliah. Meski mencoba meniti karier di Pekanbaru untuk melupakan luka, hatiku tetap tertambat pada Naira. Saat mendengar pernikahan Naira batal, aku berjuang keras memperbaiki diri dan memohon doa agar hatinya melunak. Setelah setahun penuh perjuangan dan kesabaran, Naira akhirnya membuka hati. Kami pun menikah dan hidup bahagia bersama putri kecil kami.
Sampul Novel Gairah Sang Pemuas
9.1
Terhimpit masalah finansial, Gusti yang dulunya pemuda desa kolot bertransformasi menjadi pria kota yang menawan demi bekerja sebagai pemuas. Paras rupawannya sukses memikat banyak wanita, namun ia justru terperosok makin dalam ke sisi kelam Jakarta. Di tengah gemerlap kehidupan yang menyesatkan, ketakutan mulai menghantui Gusti saat teman masa kecilnya tiba-tiba muncul. Ia kini terjebak antara tuntutan hidup yang kejam dan bayang-bayang masa lalunya.
Sampul Novel Kesabaran seorang istri
9.4
Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, seorang istri harus menanggung luka fisik dan batin akibat perlakuan kasar suaminya. Setiap hari ia menghadapi penghinaan yang menyakitkan, namun dirinya tetap memilih bertahan dengan kesetiaan yang luar biasa. Meski hatinya hancur berkeping-keping, ia terus berharap ketulusannya mampu mencairkan kedinginan hati sang suami. Inilah kisah emosional tentang keteguhan jiwa dan pengorbanan tiada henti di tengah badai penderitaan.
Sampul Novel Ketika Cinta Berubah Menjadi Abu
8.9
Dunia Savi hancur saat Jaka, rockstar yang ia puja sejak remaja, mengkhianati janji manisnya. Di sebuah bar Senopati, Savi mendengar rencana kejam Jaka untuk menyingkirkannya dengan sandiwara tunangan palsu. Tak hanya dihina sebagai pengganggu, Savi bahkan dibiarkan terluka fisik demi wanita lain. Muak dengan kekejaman dan rasa malu di depan umum, Savi memutuskan untuk bangkit. Ia memutus semua akses komunikasi dan memulai hidup baru di Florence tanpa bayang masa lalu.
Sampul Novel Kirana, Cinta Sejatiku
8.6
Mengetahui suaminya, Sendra Wijayanto, mengeluhkan pernikahan mereka di forum internet dan berselingkuh dengan Kirana Larasati yang baru kembali dari luar negeri membuat sang istri mengambil langkah tegas. Saat Kirana dengan angkuh memintanya mundur dari posisi istri sah, ia tidak tinggal diam. Dengan dingin, ia melemparkan surat perceraian langsung ke hadapan Kirana dan menantang wanita itu untuk membujuk Sendra menandatanganinya demi membuktikan harga dirinya.