Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel KEKASIH SEMENTARA

KEKASIH SEMENTARA

Nania, seorang manajer brand jam tangan, terjebak dalam situasi darurat menjelang reuni sekolah. Ia harus mencari pasangan demi menghadapi sang mantan, Tuah, yang akan hadir membawa tunangannya. Pilihan jatuh pada asistennya yang pendiam, Adris. Meski diragukan oleh Maya karena sifat pemalu Adris, Nania yakin asistennya punya pesona tersembunyi. Sementara itu, Adris berharap sandiwara ini menjadi nyata, meski Aaron menyimpan rahasia besar mengenai identitas asli Adris.
Bab
Bagikan

Bab 3

Adris kamu coba lihat logo ini. What do you think ?” Nania bertanya sambil menunjukan layar laptop nya kepada Adris.

Waktu itu mereka sedang berada di ruang tengah bersama sama sedang menyiapkan kertas kerja untuk Brand pertama Stillvol. Adris meraih laptop dan akhirnya laptopnya berpindah tangan. Lama Adris memperhatikan bentuk logo baru Stillvol yang di perlihatkan oleh Nania. Logo LV dengan warna emas.

“Saya fikir warana gold ini kayanya outdate lah.” Adris membuka suara yang membuat semua mata menuju padanya.

“Warna silver lebih fresh , terlihat glamour ,mewah dan berkilau.”

“Hah!!” Nania tiba tiba bertepuk tangan dan bersorak senang.

“You know what, Adris? Saya memang mau warna silver waktu itu . Tapi mereka tuh bilang warna gold lebih exclusive.”

Maya,Ajrul, Lastri dan beberapa orang lain yang sedang berada di situ menatapnya dengan expresi wajah sebel.

“Tidak menduga akhirnya ada juga yang sepenadapat dengan saya.”

Adris tersenyum dan meletakan kembali laptop Nania ke atas meja.

“Mybe boleh mencoba masukkan warna silver pada logo itu. Then , kita compare,” kata Adris.

Mereka mengangguk setuju. Ajrul dan Heri yang di tugaskan pembuat logo. Mereka Mulai mengedit logo dengan memasukkan warna silver.

“Coba masukkan sparkle sedikit dekat logo itu, Baru terlihat Shining, “ Kata Nania.

Heri akur

“Kalu logo warna silver , saya ingat background biru tua lebih terlihat exclusive,” kata Adris.

“Yeee.. I thinksso.” Nania bersetuju dengan masukan Adris

Logo pertama yang di rancang oleh Ajrul dan Heri, menggunakan background berwarna hitam.

“Wah... wah.. kerja dalam satu ruangan , asyik sependapat aja Kalian Iya? Seperti sudah bisa baca fikiran masing masing. “ -Maya

Nania cuman tersenyum, nggak tersinggung dengan kata kata Maya itu. Berbeda dengan Adris yang sudah gugup, Ya. Dia memang selalunya gugup kalau berhadapan dengan wanita. Cuman dengan Nania rasa gugup itu sedikit hilang, karena sikap santai Menejer nya itu.

“Tuh namanya chemistr. Betul gak Adris?” -Nania sedikit menolehkan kepalanya, menatap Adris yang berdiri di belakang kursinya, masih melihat editing logo yang di kerjakan oleh Ajrul dan Heri.

Adris hanya menganggukan kepala sedikit tanpa ia memandang ke arah Nania.

“Nania ini Baru putus cinta. Jadi, dia error sedikit karena dalam proses mencari pengganti.” Kata Lastri.

Nania tidak menunjukan reaksi marah karena Adris sudah tau dia putus cinta setelah dia melihat menyobek dan menginjak injaka foto Tuah tadi pagi.

“Bagaimana kalau aku kasih tau di dalam meeting bersama Bos Baru nanti. Siapa tau dia masih lajang , lagi mencari calon istri, sekalian hantar proposal kita. Aku hantar proposal sekalian, bawa cincin.”

“Salah salah jangan proposal kita aja yang di reject. Proposal kamu sama kamunya sekalian di reject. Mampus.... bisa jadi Adris naik jabatan jadi Menejer, conquer ruang kerja tuh sendirian.”

Nania memanyunkan bibirnya.

“Yalah, wajah aku ini gak pantas jadi girlfriend bos. Mau jadi girlfriend bos kan harus lemah lembut, cantik, cekatan, bicara mesti sopan, suara aja pelan pelan. Kalau muka seperti aku ni jadi girlfriend kariawan Bank saja di tinggalkan.”

“Baguslah sadar diri.” Jawab heri sambil matanya masih fokus ke komputer.

“Kamu Heri jangan jadi pria bajingan. Pria bajingan sudah banyak di muka bumi ini. Semalam tambah lagi Tuah satu. Jangan kamu mau menambah statistics juga.” Kata Nania

“Aku Pria Bijaksana.”

“Bijaksana lagi Adris. Lihat, diam saja.”

Ucapan Lastri membuat semua mata menoleh ke Adris, membuat Adris tersenyum canggung.

“Adris sudah ada girlfriend? “ tiba tiba Maya bertanya

Adris menggeleng.

“Ya, kah?”

Angguk.

“Kamu jangan jadi pendiam banget, Adris. Kalau kamu suka yang mana satu wanita , kamu luahkan saja, kalau kamu malu untuk meluahkannya, bilang sama aku. Aku bisa sampaikan pesan kamu.” Ucap Maya.

Adris, tersenyum, nggak diambil serius ucapan Maya. Jika dia suka sama perempuan, dia akan berusaha sendiri untuk mendapatkannya, dengan membuang rasa malu dan rasa segannya itu. Biarpun susah dia akan mencoba.

“Ok. Sudah selesai. Bagaimana? “ Heri memperlihatkan perbandingan warna emas dan silver.

 “Vote for the silver one. “ ucap Lastri.

“Yeaah me to. “ Kata Maya.

Nania mengangguk angguk sebelum menengok ke arah Adris.

“Adris, bagaimana? Silver kan?”

Adris mengangguk .”Iya. Silver terlihat eksklusif tapi terjangkau.”

“ Semboyan juga kita harus ganti. Harus fikir satu Semboyan yang bisa orang mengingat logo kita.” Nania mengeluarkan pendapat setelah editing logo itu selesai.

Suasana tiba tiba hening dengansemua terlihat sedang berfikir.

“Contoh seperti Honda, The Power Of Dreams. Toyota , they have ‘Let’s Go Places ‘. Rolex ,’ Live For Greatness ‘. KFC ...”

“it’s finger linkin’good...” Ajrul dan Maya bersamaan menyanyikan lagu Semboyan KFC itu.

“Yes like that. So, kita juga harus fikir satu Semboyan yang akan membuat orang familiar, dekat dan ingat brand kita.”

“I agree with you, “ kata Adris.

Senyuman Nania hadiahkan kepada Adris karen setuju dengan sarannya.

“So. Ada saran yang lain nggak apa Semboyan yang sesuai dengan produk kita. Jam Tangan yang terlihat mewah, tapi terjangkau.” Nania menambah.

“Apa semboyan sebelumnya?” Adris bertanya.

“Demi Masa.” Jawab Ajrul yang membuat semua gelak kecuali Adris.

Bukan dia sombong, tapi dia tidak tahu apa yang lucu sehingga mereka semua gelak. Tidak ada yang lucu dengan Semboyan tersebut hanya bunyinya aja kurang komersil.

“Kalau kita tidak ada ide, bagaimana kalau kita bikin contest. Minta Marketing Department announce di FB dan IG rasmi kita. Perbandingan mereka semboyan untuk Stillvol. Hadiahnya mungkin dalam bentuk uang tunai , atau jam tangan Stillvol keluaran terbaru setelah perubahan merek nanti.”

Saran Nania membuat mereka semua mengangguk angguk.

“Seperti serampang dua mata. Kita bisa promo tentang imej Baru Stillvol and pada waktu yang sama.kita akan dapat cari semboyan terbaik untuk Stillvol. Then, the use of Tagline created by customer,will bring us closer to them.”

Adris menatap Nania dengan rasa kagum. Dia suka dengan Cara Nania berfikir dan bekerja. Santai dan tidak tertekan biarpun setelah di kasih taklimat pagi tadi, terbelalak juga matanya melihat betapa banyak tugas yang harus mereka siapkan sebelum rapat bersama pemilik Baru Stillvol nanti. Nania juga tidak membataskan hubungan dengan pekerja pekerja bawahannya. Mesra dan sangat tenang suasana kerja sangat kondusif.

“That’s a very good idea.” Ucap Adris.

“Ok, Aku pergi dulu ke Bu Zesy sekarang. Kalau dia setuju, then kita bisa on kerja yang lainnya. Semboyan biar customer fikir. Hemat tenaga dan waktu kita.”

Nania beranjak dari tempat duduknya. Mengambil tote bag ke ruang kerjanya lalu dia pergi ke Jabatan Pemasaran di lantai tiga.

Setengah jam kemudian Nania kembali rekan kerjanya masih berada di rungan tengah tadi. Segera langkah kakinya di percepat ke arah itu.

Melihat Nania yang terengah engah , Adris bangun dari duduknya dan mendorong kursi itu ke arah Nania.

“Thanks .” Nania tersenyum Melihat perlakuan Adris itu . Dia membuat senaman Tarik dan hembus nafas kemudian duduk.

“Kamu kenapa terengah ngah ? Main kejar kejaran sama hantu ?” Tanya Ajrul muka Nania di lirik sebentar.

“Aku berlari karena aku excited banget mau ngasih tau kalian.” Nania Tarik nafas . Dia masih berusaha mengatur nafasnya yang setengah setengah.

Tidak ada siapapun yang bersuara semua menunggu Nania melanjutkan ucapannya.

“Bu Zesy bilang, dia tidak ada masalah dengan saran kita . Tapi kita harus buat paperwork dulu, kirim ke GM. GM approve , then on.”

“Harus bikin cepat, karena nanti mau present pada bos Baru,” ucap Lastri.

“Biar saya yang bikin. “ Adris menawarkan diri.

“Ok, kapan bisa selesai ?”Nania bertanya sebolehnya dia mau kertas kerja itu selesai secepatnya.

Adris menatap arloji di pergelangan tangannya . Jam duabelas tengah hari.

“Hari ini bisa selesai.”

“WooW” Nania memamerkan muka kagum. Dia suka pekerja yang giat dan tidak perhitungan.

“Okey, Nanti kalau sudah selesai berikan keoada saya untuk dilihat hasilnya.”

Adris mengangguk lalu kembali ke ruang kerjanya untuk menyiapkan kertas kerja yang di minta Nania.

“Wah... wah.. berguna juga asisten kamu.” Kata Maya setelah bayangan Adris hilang dari pandangan.

“Kan ? Aku suka orang seperti itu. Tidak usah nyuruh nyuruh, terus volunteer mau bikin. Seperti kalian.” Balas Nania.

“Dia juga seperti.... Bijak juga,kan ? Tapi pendiam sedikit.” Ucap Ajrul sambil Mata dia masih fokus ke layar komputer.

“Pendiam .. apanya? Dia juga ada ngomong terus barusan.” cela Lastri Membela

“Memang sih tadi dia ada ngomong. Tapi hanya beberapa patah saja, Kalu dia gak ada ngomong langsung itu bukan pendiam namanya tapi Bisu !!” Balas Ajrul.

“Baguslah tidak banyak bicara. Setidaknya mengurangi dosa untuk menyakiti hati orang.” Nania membidas tepat ke sasaran yang membuat semua orang langsung terdiam.

Adris masih menyiapkan kertas kerja. Kuis untuk menciptakan semboyan Stillvol, ketika tiba tiba melihat bayangan seorang perempuan pada layar laptopnya.

Dia menoleh dan terlihat Nania tepat di belakangnya sambil menyedot susu kotak.

“Kamu, enggak merasa bajet hadiah itu terlalu besar?” Nania menggigit bibirnya dengan raut muka sedang berfikir ketika setelah melihat anggaran bajet terlalu besar iyaitu Rp.30.000.000.

“Lebih besar anggaran,lebih banyak juga pernyataan dan lebih banyak juga pilihan yang kita akan dapatkan.” Penjelasan Adris.

“Tapi perusahaan sekarang ini lagi menghemat bajet. Lihatlah departemen kita ini staf aja tidak cukup.”

“Tidak apa apa kita taruh aja R.30.000.000 ini. Nanti kalau GM mau potong,at Least kita hanya dapat setengah nya saja paling dapat Sepuluh atau limabelas saja. Nanti kalu kita taruh sepuluh juta. Kena potong GM kita hanya dapat lima atau enam juta saja.”

Nania mengangguk angguk “Make sense.”

Adis tidak membalas ucapan apa apa karena dia kembali fokus ke laptopnya. Nania juga dia melihat kertas kerja yang sudah mulai masuk ke pringkat setingan.

“Berapa lama untuk waktu kuis itu? Tanya Nania.

Adris menggeser layar untuk mencari tempat bagian rancangan waktu kuis yang dia buat tadi.

“Saya ingat sepuluh hari juga sudah cukup, karena kita tidak punya banyak waktu lagi.” Dia menatap layar laptop.Nania mengangguk tanda setuju dengan saran Adris seperti ini kalau tidak ada hambatan, Kita lanjut dua tiga hari lagi.” Adris menyambung

“Jika hadiahnya tiga puluh juta mana mungkin ada hambatan.”

Adris hanya tersenyum.

“Mbak Nania bisa tunggu sebentar ? Setelah ini saya, print dan terus submit.” Adris bertanya karena jam sudah menunjukan jam setengah enam sore.

“ Bisa saya memang selalunya pulang lambat, malas kena macet di atas jalan.” Jawab Nania sambil berlalu ke meja kerjanya.

“Hadiahnya itu mau uang tunai ? atau something yang harganya 30.000.000.” Tanya Nania.

Adris nampak sedang berfikir biarpun matanya sedang fokus ke layar leptop.

“Saya,ingat bagaimana kalu kita kasih goldbar ? Adris mengalihkan pandangan ke arah Nania dan dia menjadi gugup tidak semena mena apabila menyadari yang Nania tengah memandangnya. Biarpun mungkin pandangan Nania tidak ada maksud apa apa, cuman minat dengan rancangannya saja.

“Logikanya?” Nania bertanya ketika Adris hanya diam saja dengan mata yang berkedip kedip memandangnya.

“Eerr... Eemm... karena.” Adris mengalihkan kembali pandangannya ke arah layar laptop.” Karena kalau kita beri uang, nilai uang jatuh pada masa depan. Assume jika pemenang menyimpan duitnya di bank. Tanpa kita ambil Jumlah bunga yang di peroleh setiap tahunnya. Nilai 30.000.000 sekarang nggak akan sama dengan 30.000.000 yang akan datang. Barang barang semakin mahal dan nilai uang akan turun.

“Eemmm... Benar...” Nania setuju.

“Jika kita kasih barangnya, for exsample jam keluaran baru Stillvol.belum tentu juga dia memerlukan jam tersebut.

Lagi lagi Nania hanya mengangguk sambil menyedot susu kotaknya.

“Jadi menurut saya kasih goldbar lebih masuk akal, karena emas tidak akan turun harganya. Kalu pun turun harga, Setelah itu harganya akan naik lagi. Dari 30.000.000 kalau ikut harga emas sekarang sudah dapat 40 grm plus plus and,Maybe kita bisa minta kepada pengeluar goldbar untuk merancang hadiah ini. In retrun kita bisa membantu promosikan goldbar yang di keluaran dari perusahaan mereka waktu kita promo lomba ini. Jadi kita hemat Rp.30.000.000.”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BUKAN CINTA LOKASI
8.1
Naomi Clara, seorang aktris menawan, terjebak dalam perasaan mendalam saat terlibat proyek film bersama Azka Dananjaya. Meski sempat menepis perasaannya, kepedulian Azka yang tulus akhirnya meruntuhkan pertahanan Clara. Namun, ikatan mereka diuji oleh restu keluarga Azka yang menentang status Clara karena bukan berasal dari kalangan ningrat. Azka berjanji akan terus mencintai Clara apa adanya, meskipun rintangan perbedaan kasta mengancam hubungan mereka.
Sampul Novel Damn! Dia Bosku
8.1
Alexandre Geraldo kembali dari Amerika demi mengejar cinta lamanya, Dara. Namun, Dara yang sekarang telah berubah dan bersikap dingin meskipun mereka dahulu sangat dekat. Di tengah penolakan itu, Alex menghadapi tekanan orang tua untuk menikahi wanita pilihan mereka. Terdesak oleh situasi, Alex mengambil keputusan nekat yang tak terduga. Mampukah Alex mengungkap rahasia besar yang disembunyikan Dara dan memenangkan kembali hatinya di tengah konflik ini?
Sampul Novel Deviant Love
9.5
Dunia Windy runtuh setelah Jimmy tiada. Sejak saat itu, serentetan aksi pembunuhan keji mulai menghantui orang-orang di lingkaran terdekatnya. Akibat pola mengerikan ini, Windy justru menjadi sasaran kecurigaan dan tuduhan miring. Di tengah tekanan publik, ia juga harus menghadapi teror misterius dari sosok tak dikenal yang mengincar nyawanya. Apakah sang pembunuh dan pengirim teror adalah orang yang sama? Windy terjebak dalam misteri yang mengancam.
Sampul Novel Dilarang Hamil Oleh Mertua
9.0
Kehidupan pernikahan Claudia dan Rayhan penuh cobaan karena ketidaksetujuan Ibu Eva. Sang mertua yang menginginkan menantu pilihan sendiri ini tega melarang Claudia hamil hanya karena status sosialnya yang rendah. Saat Claudia benar-benar mengandung, Eva justru mendesaknya untuk menggugurkan janin tersebut. Di tengah tekanan batin dan kebencian mertua, mampukah pasangan ini menjaga keutuhan rumah tangga serta melindungi calon buah hati mereka?
Sampul Novel DUDA KHILAF
9.4
Malik Indra Wahyuda, duda dengan satu anak, telah gagal membina rumah tangga sebanyak lima kali. Trauma kematian istri pertama membuatnya didiagnosis impoten, hingga istri-istri berikutnya memilih pergi karena kebutuhan batin yang tak terpenuhi. Setelah perceraian kelimanya, Malik nyaris kehilangan harapan hidup. Namun, pertemuannya dengan gadis muda bernama Isna mengubah segalanya. Sebuah kekhilafan satu malam membuktikan bahwa gairah Malik telah kembali.
Sampul Novel Gairah panas sang presdir
8.0
Joshua berubah menjadi pria dengan gairah seksual berlebih yang tak terkendali setelah dikhianati oleh kekasih masa lalunya. Luka perselingkuhan itu mengubah kepribadiannya secara drastis tanpa ia sadari sepenuhnya. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswi muda dalam sebuah pertemuan yang tidak terduga. Akankah kehadiran gadis ini mampu menyembuhkan trauma Joshua dan mengembalikannya menjadi sosok pria yang dulu, atau justru memperumit keadaan?