Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehancuran Yang Direncanakan

Kehancuran Yang Direncanakan

Nayla hancur saat memergoki tunangannya berselingkuh dengan sepupunya sendiri. Di hari yang sama, orang tuanya tewas dibunuh secara keji. Sebagai saksi kunci yang kini diburu, ia melarikan diri hingga nyaris tertabrak mobil milik pria asing bernama Reza. Demi bertahan hidup, Nayla menyembunyikan identitas aslinya dari Reza saat berlindung bersamanya. Namun, ia tak menyadari bahwa pria penolongnya itu juga menyimpan rahasia gelap yang sangat berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Nathan tidak bergerak. Wajahnya tetap dingin, seolah-olah ia telah mengetahui keberadaan Nayla di sana jauh sebelum ia menyadari. Suasana tegang, dan Nayla merasa seluruh tubuhnya mengeras, tidak mampu bergerak meski napasnya tersengal.

"Apa yang kamu dengar?" Suara Nathan begitu tenang, namun mengandung ancaman yang jelas. Ada kekuatan yang tersembunyi dalam kata-katanya, sesuatu yang bisa membuatnya hancur hanya dengan satu isyarat.

Nayla merasa seolah dirinya tak ada artinya, terjebak dalam permainan yang jauh lebih besar dari dirinya. "Aku... aku hanya lewat," katanya dengan suara gemetar, mencoba untuk tetap terlihat tenang meski hatinya sedang kacau. "Aku tidak mendengarkan apa-apa."

Nathan mengangkat alisnya, langkahnya yang tenang seakan mengepungnya, mendekat dengan perlahan. Setiap langkahnya menambah ketegangan yang sudah cukup menggerogoti pikirannya. "Kamu tahu, Dinda," ia mengucapkan namanya dengan nada yang begitu sinis, "kebohongan itu tidak akan mengubah apapun. Kalau kamu ingin bertahan di sini, lebih baik kamu berhenti berbohong."

Nayla merasakan panas menjalar ke wajahnya. Ia tahu ia tidak bisa berlama-lama membohongi pria ini. Namun, kenyataan yang ia hadapi jauh lebih menakutkan dari sekadar kebohongan tentang nama. Apakah ia benar-benar aman di sini? Jika Nathan benar-benar terlibat dalam hal-hal gelap, apakah ia akan menjadi bagian dari permainan ini?

"Aku bukan siapa-siapa," ujar Nayla, menundukkan kepala, berusaha untuk menyembunyikan ketakutan yang merayap. "Aku hanya ingin bertahan hidup."

Nathan mengangguk pelan, seolah memahami kedalaman kata-kata itu. Ia lalu duduk di kursi di sebelah meja kerjanya, menyandarkan punggungnya dan menatap Nayla dengan intens. Ada sesuatu yang lebih dalam di balik tatapan itu, sesuatu yang lebih misterius daripada yang bisa dipahami Nayla. Ia merasa seolah sedang berada di tengah badai yang tak bisa ia kendalikan.

"Kamu bisa bertahan hidup, tentu saja," kata Nathan, suaranya lebih lembut sekarang, meski tetap ada ketegangan yang mengendap. "Tapi kamu harus mulai bermain dengan aturan baru. Aturan yang berlaku di sini."

Nayla merasa hatinya semakin tercekik. Apa yang dimaksud dengan "aturan baru"? Dunia apa yang sedang ia masuki? Ia merasa seperti dikelilingi oleh bayang-bayang yang menekan, mengancam dengan cara yang tidak terlihat namun begitu kuat.

"Apa yang sebenarnya terjadi di sini, Nathan?" Tanya Nayla, akhirnya mengumpulkan cukup keberanian untuk berbicara lebih jujur. "Apa yang kau lakukan? Siapa kamu sebenarnya?"

Nathan tersenyum, namun senyuman itu tidak menghangatkan. Senyumnya malah menambah ketegangan di udara. "Aku hanya pria biasa yang memiliki banyak urusan. Urusan yang mungkin tidak ingin kamu ketahui."

Nayla tidak tahu harus berkata apa. Ia merasa seperti seorang yang terjebak di dalam sebuah labirin, setiap langkah membawa ia lebih dalam ke dalam kegelapan yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang penuh dengan ketidakpastian. Lalu, dengan suara yang lebih tenang, Nathan berkata, "Namun, ada satu hal yang perlu kamu tahu, Dinda."

Nayla menatapnya dengan penuh perhatian. Ada sesuatu dalam nada suaranya yang menarik perhatian, membuatnya merasa bahwa segala sesuatu yang ia ketahui selama ini bisa hancur dalam sekejap.

"Aku tidak akan membiarkan siapapun-termasuk kamu-menjadi ancaman bagiku." Nathan berdiri, mendekat lagi dengan tatapan yang penuh perhitungan. "Jadi, jika kamu berniat bertahan hidup, pastikan kamu tahu apa yang kamu hadapi."

Nayla ingin menjawab, ingin bertanya lebih jauh, tetapi kata-kata itu seperti terhenti di tenggorokannya. Matanya menatap lurus ke arah Nathan, tapi di dalam dirinya ada rasa cemas yang semakin membesar. Ia tidak tahu apakah ia sedang berbicara dengan seorang pria yang bisa memberinya perlindungan atau seseorang yang tak segan-segan menghancurkannya.

Nathan berjalan ke jendela besar yang menghadap ke kota, matanya menatap ke luar dengan tatapan kosong. "Ada banyak hal yang sedang terjadi, Dinda. Hal-hal yang tidak bisa kamu bayangkan. Dan aku tidak akan membiarkan siapapun merusaknya."

Nayla tidak tahu apa yang dimaksud Nathan, tetapi ia merasakan aura bahaya yang begitu kental. Apakah ia harus tetap tinggal di sini dan berjuang untuk bertahan hidup, atau pergi dan menghadapi dunia luar yang sama berbahayanya?

"Jadi, apa yang harus aku lakukan?" tanyanya akhirnya, suaranya hampir terdengar putus asa.

Nathan tidak langsung menjawab. Ia berbalik, matanya yang tajam menatap Nayla. "Kamu harus mulai bermain dengan aturan ini," jawabnya dengan tegas. "Dan jika kamu ingin bertahan, kamu harus belajar untuk mempercayai aku."

Nayla tidak tahu apakah ia bisa mempercayai Nathan. Namun, satu hal yang ia tahu pasti: hidupnya sekarang berada di tangan pria ini. Ia hanya bisa berharap bahwa ia memilih jalan yang benar, meskipun jalan itu penuh dengan kegelapan dan ketidakpastian.

"Aku tidak punya pilihan lain, kan?" gumam Nayla, matanya mulai mengabur oleh air mata yang tak bisa ia tahan lagi.

Nathan menghela napas, kemudian berjalan mendekat dan menatapnya dengan tatapan yang lebih lembut. "Kadang-kadang, pilihan kita terbatas. Tapi kau masih punya kesempatan untuk memilih jalanmu, Dinda."

Mungkin itu kata-kata yang ia butuhkan. Atau mungkin hanya sebuah janji kosong. Tetapi Nayla tahu satu hal: hidupnya kini bergantung pada pria ini, dan dia harus siap menghadapi apa pun yang datang.

Dan meskipun ia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, satu hal yang pasti-hidupnya tidak akan pernah sama lagi.

Bagaimana menurutmu sejauh ini?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95MCK" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95MCK
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akupun Menandatangani Namanya
8.4
Dikhianati oleh suaminya, Marvin Kurniawan, dan diracuni hingga tewas oleh putra kandungnya sendiri demi kekuasaan Irma Fasnitan, sang protagonis mendapatkan kesempatan kedua. Ia terbangun tepat di hari sumpah pernikahannya dua puluh tahun lalu. Bertekad menyelamatkan keluarganya, ia tidak menandatangani namanya sendiri di perjanjian nikah, melainkan nama Irma. Ia memilih membawa lari seluruh harta warisan peninggalan orang tuanya dan menghilang, menolak mati sia-sia untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Bersinar Setelah Menjanda
9.0
Irfan meremehkan Amira dengan menyebutnya tidak berdaya tanpa dirinya. Namun, takdir berputar saat Amira berhasil meraih kesuksesan besar, sementara Irfan terjebak dalam keterpurukan. Kini, sang mantan suami kembali datang mencoba merayu dan memenangkan hatinya lagi. Akankah Amira terjatuh ke lubang yang sama, atau justru membiarkan Irfan menderita dalam penyesalan? Saksikan perjuangan emosional Amira untuk bangkit dan membuktikan harga dirinya.
Sampul Novel Cinta yang dinantikan
9.2
Hidup Anggun Nirmala hancur saat sang ayah menjadikannya jaminan untuk melunasi hutang. Di tengah keputusasaan, seorang pria misterius muncul menyelamatkannya dari nasib buruk. Merasa berhutang budi, Anggun bersumpah akan melakukan apa pun demi membalas kebaikan penyelamat yang tak ia kenal itu. Namun, komitmen tersebut langsung diuji saat sang pria mengajukan satu permintaan tak terduga yang membuat Anggun terdiam seribu bahasa. Akankah ia sanggup memenuhinya?
Sampul Novel Dilema Cinta Penuh Nikmat
9.8
Endah melepaskan segalanya demi momen intim bersama Aslan, pria yang ia puja. Meski berstatus calon istri orang lain, ia memilih menyerahkan diri pada hasrat yang meluap. Di dalam kamar, cumbuan intens Aslan membawanya pada puncak kenikmatan yang tak tertahankan. Meski Endah minim pengalaman, gairahnya tetap membara saat menyentuh kejantanan Aslan. Di tengah rintihan dan rasa sakit yang muncul, ia tetap pasrah mengikuti ritual cinta ini demi menuntaskan dahaganya.
Sampul Novel Foto Pelakor di Profil Ponsel Suamiku
9.6
Serani Gunawan memilih bercerai dari Agung demi mengakhiri pengkhianatan serta perlakuan buruk keluarga suaminya. Agung sangat menyesal setelah mengetahui bahwa CEO baru di tempatnya bekerja adalah mantan istrinya sendiri, yang selama ini merahasiakan kekayaannya. Kini, Agung dan selingkuhannya berusaha keras merebut harta Serani. Beruntung, Serani dibantu dua pria tampan nan kaya raya untuk menghadapi kejahatan mereka demi menemukan cinta sejati.
Sampul Novel IZINKANLAH AKU MENCINTAIMU
8.4
Gaza menceraikan Rania tepat pada malam pertama mereka akibat fitnah video syur. Meski Rania membantah, sang suami tetap mengusirnya. Di tengah kehancuran itu, Azka, saudara kembar Gaza yang hidup sederhana dan sering diremehkan keluarga, muncul untuk menikahi Rania. Walau para ibu meragukan masa depan mereka karena perbedaan kasta ekonomi dengan Gaza, Rania tetap memulai hidup baru. Akankah ia setia pada Azka atau goyah saat Gaza datang meminta maaf?