Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kehamilan Berujung Perceraian

Kehamilan Berujung Perceraian

Di hari jadi pernikahan mereka, sang istri mendapati Erika memamerkan foto USG dan berterima kasih pada suaminya, Regha. Saat dimarahi, Regha berdalih hanya membantu Erika menjadi ibu tunggal lewat donor tabung reaksi, lalu malah menghina istrinya yang belum hamil. Kebohongan bisnis Regha demi menemani Erika pun terbongkar saat Erika memamerkan masakan Regha. Sambil menggenggam erat hasil tes kehamilannya sendiri yang baru saja keluar, sang istri memutuskan menyudahi delapan tahun cinta dan enam tahun pernikahan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada ulang tahun pernikahan kami, wanita yang disukai oleh suamiku menunjukkan foto USG di status media sosialnya.

Dia juga menuliskan ucapan terima kasih untuk suamiku.

"Laki-laki baik yang sudah menjagaku selama sepuluh tahun memberiku seorang anak. Terima kasih."

Aku sempat melotot dan berkomentar, "Sudah tahu cuma selingkuhan, tapi masih berani begini?"

Aku langsung menelepon suamiku dan memarahinya.

"Jangan punya pikiran aneh-aneh! Aku cuma kasih tabung reaksi buat memenuhi keinginannya menjadi ibu tunggal."

"Oh ya, Erika saja sudah hamil, kamu yang sudah melakukannya hingga tiga kali masih saja belum hamil. Dasar nggak berguna."

Tiga hari yang lalu dia bilang padaku kalau dia harus pergi ke luar negeri untuk urusan bisnis, tidak menjawab telepon atau membalas pesanku.

Aku pikir dia sibuk, tetapi tidak disangka dia malah menemani orang lain untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.

Setengah jam kemudian, Erika memamerkan hidangan mewah di atas meja makan.

"Aku bosan sama makan makanan barat, jadi Regha memasak semua makanan kesukaanku."

Aku melihat slip kehamilan yang ada di tanganku. Seketika, kegembiraan yang memenuhi hatiku langsung membeku menjadi es.

Aku jatuh cinta kepadanya selama delapan tahun, berkomitmen dengannya selama enam tahun dalam ikatan pernikahan.

Kali ini, aku akan melepaskan semuanya.

Setelah menutup telepon, aku mengambil foto hidangan yang sudah tersaji di atas meja dan kue ulang tahun untuk perayaan enam tahun pernikahan kami, mengirimkannya kepada suamiku.

Dia membalas pesanku dengan cepat.

"Kamu ulang tahun? Aku tidak bisa pulang hari ini, jadi kamu rayakan sendiri dulu."

Aku tersenyum sendiri dan membuang kue itu ke tempat sampah.

Baik ulang tahunku ataupun ulang tahun pernikahan kami ....

Regha Dirgantara tidak pernah mengingatnya.

Sebaliknya, dia memiliki buku catatan kecil untuk mencatat semua tentang Erika dengan jelas.

Dia mencatatnya sejak SMA sampai sekarang.

Aku menyimpan kembali daftar pemeriksaan kehamilan di atas meja.

Awalnya, aku berencana untuk memberikannya kepada Regha sebagai hadiah saat makan malam nanti.

Sekarang, sepertinya sudah tidak perlu.

Setelah enam tahun menikah dan belum dikaruniai anak, aku sudah menjalani tiga kali percobaan bayi tabung, yang semuanya begitu menyakitkan dan berakhir gagal.

Aku pikir kali ini pun tidak ada harapan untukku. Namun, ternyata aku hamil.

Namun, kebahagiaanku hanya berlangsung beberapa menit saja karena melihat status yang dikirim Erika di media sosialnya.

Mungkin dia melakukan bayi tabung dengan benih suamiku pada hari yang sama.

Namun, akulah yang paling bodoh yang tidak tahu apa-apa.

Aku mengambil makanan di meja. Meskipun tidak nafsu makan, aku tetap harus makan demi bayi dalam kandunganku.

Namun, begitu mencium bau ikan dan daging, aku langsung merasa mual dan mulai muntah.

Saat muntahku hampir selesai, perutku terasa makin sakit.

Tiba-tiba, aku merasa panas dan basah pada bagian bawah tubuhku.

Titik-titik darah merembes keluar melalui celana yang aku kenakan.

Aku langsung panik.

Jangan bilang aku mengalami tanda-tanda keguguran?

Tidak peduli seberapa besar rasa kecewaku kepada Regha, aku sudah bekerja sangat keras untuk bisa mengandung anak ini. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya!

Aku buru-buru mengambil ponsel dan ingin segera pergi ke rumah sakit.

Namun saat membuka pintu, kakiku terasa lemas karena rasa sakit yang menusuk. Aku bersandar ke dinding dan tubuhku perlahan-lahan merosot ke bawah.

Sejak pagi aku memang sudah merasa tidak sehat, tetapi tetap memaksakan diri pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes.

Ketika pulang, aku pikir Regha akan pulang untuk merayakan hari jadi pernikahan kami. Jadi, aku langsung memesan kue dan menyiapkan makanan untuk makan malam.

Mungkin gula darahku terlalu rendah.

Aku mengeluarkan ponsel dan bersiap untuk menelepon rumah sakit, tetapi mataku menjadi hitam dan kepalaku pusing. Aku tidak bisa mengerahkan tenaga barang sedikit pun.

Pada saat itu, pintu apartemen sebelah terbuka dan tetanggaku keluar.

Dia terkejut saat melihat keadaanku yang menyedihkan dan langsung bergegas menolongku.

"Apa yang terjadi?"

Aku merasa lega dan memintanya untuk membawaku ke rumah sakit.

Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata aku memang mengalami gejala keguguran. Dokter meresepkan banyak obat dan memberi nasihat dengan nada yang agak serius.

"Kalian pasangan muda benar-benar harus lebih hati-hati. Janin ini cukup lemah, jadi kalian jangan terbawa hawa nafsu dan melakukannya secara berlebihan."

Menyadari rasa canggung laki-laki yang membawaku ke sini, aku menjelaskan kepada dokter kalau dia bukan suamiku.

"Suami saya lagi dinas di luar negeri, Dok."

Dokter mengangguk dan mengatakan beberapa tindakan pencegahan.

"Kirimkan salinan ini untuk suami Ibu. Sudah saatnya suami Ibu belajar bagaimana merawat wanita hamil."

Aku hanya tersenyum pahit.

Aku merasa bahwa tetanggaku ini sangat telaten, tetapi wanita lain lah yang akan dijaga olehnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, putri konglomerat berdarah Jerman-Bali, didera duka setelah dikhianati Rangga dan kehilangan calon suami keduanya, Kim, dalam sebuah tragedi maut. Demi memulihkan hati, ia pindah ke Jerman, namun takdir mempertemukannya kembali dengan Rangga dan Maharatih yang jahat. Akibat jebakan obat perangsang, Renata hamil oleh CEO tampan Alexander Maxwell. Meski Maharatih mencoba memanipulasi keadaan, pengakuan Rangga akhirnya membongkar semua kebusukan tersebut.
Sampul Novel Dikhianati Demi Jabatan, Dicintai oleh Atasan
9.2
Pernikahan lima tahun Emma hancur saat Rowan, suaminya, tega menjadikannya alat transaksi demi ambisi karier. Rowan meminta Emma menemani atasannya minum demi proyek, tidur bersama untuk melunasi utang, hingga melahirkan anak sang atasan agar ia naik jabatan menjadi manajer umum. Muak dengan pengkhianatan tanpa henti ini, Emma mengambil keputusan besar. Pada hari Rowan resmi dipromosikan, Emma menceraikannya dan langsung menikah dengan atasan suaminya.
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Hidup Rania penuh cobaan, mulai dari gagal menikah hingga diceraikan karena tak punya anak lelaki. Saat ingin berhenti menjadi asisten pribadi, ia justru diperas oleh bosnya yang seorang mafia, Radin. Namun, Radin malah melindungi Rania dan putrinya dari gangguan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung akan niat asli Radin. Ternyata, Radin menyimpan rahasia besar tentang masa lalu mereka yang menjadi alasan di balik kebaikannya.
Sampul Novel Gigolo
8.2
Frans, mahasiswa kedokteran cerdas, terpaksa berhenti kuliah demi menghidupi dua adiknya setelah orang tua mereka wafat. Ia bekerja sebagai penyanyi sebelum akhirnya direkrut oleh Mamih Mega menjadi pria penghibur. Petualangannya berpindah pelukan wanita pun dimulai hingga ia bertemu Fira, gadis yang menyewa jasanya demi melepas kesucian. Meski keduanya saling jatuh cinta, kerumitan muncul saat Frans justru berakhir menikahi wanita lain bernama Anjani.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio
8.5
Demi menyelamatkan ibu dan anaknya yang sakit, Liana terpaksa memohon bantuan finansial kepada Rafael. Namun, pria berkuasa itu memberikan penawaran yang mengejutkan. Rafael bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan dengan syarat Liana harus bersedia menjadi istri keduanya. Terjepit dalam situasi sulit, Liana harus menghadapi kenyataan pahit dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Akankah ini menjadi awal kebahagiaan atau justru luka yang lebih dalam?
Sampul Novel Menikah dengannya
8.8
Hasna memulai harinya pukul lima pagi untuk beribadah dan membantu ibunya di dapur. Di tengah perjuangannya yang belum membuahkan hasil dalam mencari pekerjaan baru, ia tetap berusaha tegar meski berbagai penolakan telah ia lalui. Namun, suasana setelah sarapan mendadak berubah serius saat kedua orang tuanya mengajak bicara. Sebuah kejutan besar menanti Hasna ketika mereka mengungkapkan niat untuk menjodohkannya dengan pria pilihan keluarga tersebut.