
Kegilaan di Kolam Ikan
Bab 4
Jari-jarinya bergerak dengan cepat, membuatku bahkan tak bisa bicara dengan jelas. Aku hanya bisa menunduk dan mengeluarkan suara tertahan sambil menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
Efek obat di dalam tubuhku sudah mencapai puncaknya. Ditambah dengan gerakannya, rasanya aku hampir meleleh di tangannya.
Di dalam hati, aku sangat menolak. Namun, tubuhku dikendalikan oleh efek obat. Dengan napas memburu, aku merobek pakaian pria itu.
Pria itu menyadari reaksiku tidak wajar, lalu membelai pipiku dan berkata dengan penuh perasaan, "Tubuhmu panas sekali, kamu minum obat ya? Di sini memang mainnya cukup liar ya. Jangan takut, Kakak akan membantumu."
Setelah berkata demikian, dia mengangkatku keluar dari kolam.
Aku buru-buru menutupi wajahku. Mata pria itu bahkan sampai memerah melihatku dan membawaku ke tempat yang lebih terpencil. Dia meletakkanku di atas rerumputan di samping kolam. Seketika, aku tersadar karena terkejut.
'Nggak boleh di sini. Gimana kalau Jacob sampai melihatnya?'
Aku berusaha melawan dan memohon padanya dengan suara tertahan, "Nggak boleh. Ja ... jangan begitu. Aku baru pertama kali."
Mendengar ucapanku, pria itu semakin bersemangat.
"Kamu saja sudah sampai begini, masih mau ngelak? Reaksi tubuhmu nggak bisa bohong."
Sambil tersenyum licik, dia menarik tubuhku dan menyuruhku berbalik. "Apakah benar-benar pertama kali atau bukan, aku bisa tahu setelah mencobanya!"
Pria itu melepas sabuk pinggangnya dan melepas celananya sebelum mendekatiku.
Anda Mungkin Juga Suka





