
Kegilaan di Kolam Ikan
Bab 2
Jacob biasanya sangat sibuk dengan pekerjaannya. Namun di empang ikan, dia sengaja menyediakan sebuah kamar khusus untukku, tempat kami bisa menghabiskan waktu bersama.
Aku mendekorasi kamar itu dengan penuh perhatian, bahkan aromaterapi pun kuganti dengan wangi bunga albizia. Aku juga memilih sebuah gaun yang memiliki pesona tersendiri untuk dipakai malam ini.
Karena khawatir aku tidak bisa bersikap santai nantinya, aku bahkan minum pil penenang lebih awal untuk membuatku merasa lebih bahagia. Aku hanya menunggu Jacob pulang malam ini, siap untuk menikmati kebahagiaan.
Efek pil itu datang lebih cepat dari yang kuduga. Baru sekitar 15 menit, aku sudah merasa seluruh tubuhku panas, seolah-olah ada semut-semut kecil yang merayap di seluruh badanku, dan rasanya sama sekali tidak bisa diredakan.
Aku bersandar pada gagang pintu, menatap jam dinding di kamar. Kenapa Jacob belum pulang juga? Aku mencoba meneleponnya beberapa kali, tetapi tidak ada yang mengangkat.
Perasaanku semakin tidak nyaman, tubuhku terasa hampir meleleh. Dengan lemah, aku merosot ke jendela kaca besar dan memandang keluar. Aku melihat kolam ikan tempat Jacob sering membawaku untuk memberi makan ikan.
Seketika sebuah ide muncul di benakku ... lebih baik aku turun sebentar untuk menikmati angin malam dan melihat ikan-ikan itu. Mungkin saja aku bisa mengalihkan perhatianku dan membuatku merasa lebih baik.
Anda Mungkin Juga Suka





