Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kecurangan Maduku

Kecurangan Maduku

Andin Rosemala rela merantau demi menopang ekonomi keluarga dan masa depan kedua anaknya. Bagi Andin, pernikahan dengan Rendy Prawira adalah komitmen suci yang harus dijaga meski dalam kesulitan. Namun, saat ia banting tulang di kota, Rendy justru mengkhianati kesetiaannya dengan menikahi Ayu secara diam-diam. Di tengah rasa sakit akibat dicurangi, mampukah Andin bertahan? Akankah Rendy melepaskan istri keduanya, atau justru Ayu yang akan semakin dominan menguasai segalanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

Andin menuangkan sedikit kuah sayur ke tangannya. Mengecapnya, memastikan jika sayur opor ayam yang ia masak sudah memiliki citarasa umami. Opor ayam adalah menu spesial baginya dan keluarga. Biasanya Andin memasak opor ayam hanya satu tahun sekali, ya hanya di hari raya saja. Kondisi keuangan keluarga yang minim, membuat Andin harus pandai uang belanja. Lauknya sehari-hari hanya tahu dan tempe, telur ia beli setengah kilogram untuk satu minggu dan hanya untuk kedua anaknya.

Andi Rosemala, seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak, namun masih terlihat sangat cantik. Usianya masih dua puluh lima tahun, wajar jika ia terlihat seperti seorang gadis. Kulitnya yang putih, hidung mancung serta rambut hitam legam yang panjang di bawah bahu, membuat ia terlihat awet muda. Andin menikah diusia 18 tahun lebih berapa bulan, hanya enam bulan setelah ia lulus SMA.

Andin dinikahi lelaki yang lima tahun lebih tua darinya. Rendy Prawira, lelaki yang dulu meminangnya dan menikahinya dengan penuh cinta. Rendy disambut hangat Andin dan keluarganya. Orangtua Andin yang kala itu tahu bahwa Rendy adalah salah satu pegawai kecamatan, tanpa pikir panjang Topan menerima pinangan Rendy.

Topan Sucipto adalah Ayah Andin, ia yakin jika Andin menikah dengan Rendy maka hidupnya tak akan kekurangan. Begitupun Andin, ia percaya jika suaminya akan mencukupi dan membahagiakan nya. Meski ia dan Rendy tak memulainya dengan sebuah hubungan pacaran.

Diawal pernikahan dan saat Andin melahirkan anak pertamanya. Rendy masih sanggup menutup setiap kebutuhan. Orangtua Andin pun sungguh bahagia melihatnya, hingga Pak Topan meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Andin tinggal tak jauh dari rumah Bu Minah, Ibu yang selalu ia repotkan. Terasa amburadul menejemen keuangan Rendy, gajinya tak mampu menutup semua kebutuhan rumah tangganya.

Hingga ia terpikirkan sebuah ide untuk menjatah uang bulanan pada istrinya dari seperempat gajinya. Bayangkan saja berapa besaran gaji seorang pegawai negeri kecamatan, dan bagikan empat. Uang bulanan yang menurut Andin sangat kecil angkanya. Andin tetap terima, ia tak pernah protes sedikit pun. Bukankah Andin termasuk kedalam tipe istri idaman? Sungguh beruntung Rendy memilikinya.

Sakit bagai teriris sebilah pisau saat Radit sulungnya merengek ingin disekolahkan. Usianya yang memang sudah masuk usia TK. Namun Andin tak memiliki cukup uang mendaftarkannya. Rendy pun terlihat santai tanpa mau mengusahakannya. Lagi, Andin harus meminjam pada sang Ibu.

Andin hanya memendam segala pertanyaan dihatinya. Dulu saat Rendy masih berstatus pegawai honorer semua kebutuhan mampu ia cukupi. Sekarang, status Rendy sudah pegawai negeri, tapi kenapa malah terasa sulit. "Mungkin karena kebutuhan anak-anak semakin banyak, jadi baru terasa sekarang." Batinnya yang selalu berpikir positif.

Menarik kursi meja makan, duduk disana menunggu kepulangan suami dan kedua anaknya. Andin mendesah kasar dengan tangan memijit pelipisnya, tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut nyeri.

Tak lama terdengar tawa bahagia Radit dan Dini. Ah ternyata sudah pulang dari masjid.

"Cuci tangan dulu sayang, barulah kita makan. Bunda sudah masak opor spesial." Pinta Andin pada suami dan kedua anaknya.

Andin mengambil beberapa piring, mengisi nasi di atasnya. Radit dan Dini terlihat sangat lahap menikmati makanannya. Andin bahagia sekaligus haru melihatnya. Jarang sekali Andin melihat kedua anaknya lahap menyantap makanan. Ya, karena ia pun tak pernah membuat menu enak, kecuali dihari-hari besar seperti saat ini, Hari Raya.

Andin berjanji pada dirinya sendiri, ia akan berjuang demi kedua anaknya. Tekatnya sudah bulat, ia akan ikut Wati ke Jakarta. Bekerja sebagai asisten rumah tangga ataupun pengasuh bayi. Ia tak keberatan, asal kebutuhan Radit dan Dini tercukupi. Andin tak enak hati jika harus selalu menyusahkan Ibunya. Minah ibunya hidup dari uang pensiun suaminya, sehingga ia tak pernah kekurangan untuk kehidupannya. Bahkan kebutuhan cucunya, sering kali ia cukupi.

Andin tinggal dibagian selatan provinsi Lampung. Disebuah perkampungan, namun segala kebutuhan pokok sama mahalnya dengan di kota.

Rencananya Andin akan pergi ke Jakarta dihari ke lima hari raya. Andin akan meminta ijin dulu pada Rendy, setelahnya ia akan ijin pada Ibunya. Radit dan Dini sudah cukup mandiri untuk sekedar menyiapkan keperluan mereka.

* * *

"Dek, besok mas akan pergi reuni, tapi katanya nggak boleh ngajak keluarga. Soalnya kami akan menginap di pantai dek, gimana menurutmu, mas boleh ikut nggak?" Tanya Rendy yang datang tiba-tiba.

Andin yang sedang fokus melipat baju, berhenti seketika mendengar penuturan suaminya. "Kok bisa nggak boleh ngajak keluarga lho mas, bukannya semua temanmu juga udah berkeluarga?" Andin balas bertanya. Menurutnya tak masuk akal, juga egois jika mereka reuni demi bersenang-senang tanpa keluarga.

Rendy diam cukup lama, tampak seperti sedang berpikir. "Ya nggak tau dek, Tono panitianya. Mas juga kurang paham, tapi kayaknya laki semua kok dek. Kamu tenang aja." Jelas Rendy yang melihat kekhawatiran istrinya.

"Ya udah mas nggak papa kalo mau ikut. Aku percaya sama mas." Andin mengulas senyum tipis, merasa aneh dengan acara suaminya.

Lanjut ngobrol banyak hal, malam itu juga Andin menceritakan perihal keinginannya untuk ikut Wati ke kota. Andin juga memberi tahu Rendy besaran gaji yang akan diterimanya nanti. Sesuai dugaannya, Rendy setuju tanpa mencegahnya.

Berpindah ke kamar, menuntaskan hasrat berdua, menyatu dalam hangatnya malam.

Pagi menyapa

Rendy sudah rapi dengan jeans hitam berpadu kaos berwarna navy, terlihat sangat tampan dimata Andin. Bermain kejar-kejaran dengan Radit dan Dini. Radit memang lelaki yang hangat, meski kadang cuek jika dengan istrinya. Andin hanya tersenyum melihat kebahagiaan keluarga kecilnya. Tak terasa sebulir air bening menetes di sudut matanya. Berat untuk meninggalkan suami dan kedua anaknya. Andin mencoba menguatkan hatinya sendiri. Ia yakin suatu saat akan berkumpul lagi dengan kondisi yang lebih baik. Semua demi kedua anaknya.

Selesai sarapan, anak-anak ijin kerumah neneknya yang tak jauh dari rumah nya. Tersisa Rendy dan Andin. Rendy berdiri, menghampiri istrinya yang duduk di depannya. Mencium kening Andin cukup lama. Mengucapkan maaf untuk segala kekurangannya dan maaf tak bisa menemani nya malam ini.

Tak begitu lama, terdengar suara klakson mobil. Membuat Rendy dan Andin menyudahi kemesraannya. Keduanya melangkah keluar, melihat siapa yang datang.

Lelaki tinggi berkulit sawo matang, dengan setelan kaos hitam dan jeans selutut. Ia bersandar dipintu mobil. Tersenyum saat melihat kedatangan Rendy dan Andin. Tono, teman dekat Rendy. Tono menyapa Andin yang berdiri di samping suaminya. Menolak kala Andin mempersilahkan masuk dulu. Dengan alasan sudah ditunggu yang lain.

Andin masuk kedalam, mengambilkan yang akan dibawa oleh Rendy. Keluar lagi memberikannya pada sang suami, tak lupa ia cium tangan suaminya.

Rencananya Andin hari ini akan kerumah sang Ibu, untuk menjemput kedua anaknya sekaligus menyampaikan tujuannya yang akan merantau ke kota. Andin sudah menyiapkan segala keperluan yang akan dibawa esok. Hanya tinggal kerumah Minah dan kerumah Wati untuk memastikan jam berapa akan berangkat.

Malamnya Andin menginap di rumah Ibunya, Radit dan Dini tak mau diajak pulang. Dini yang mendengar obrolan Andin dan neneknya tadi, enggan jauh dari Andin. Dini menangis, tak ingin ditinggal Andin merantau. Cukup sulit menjelaskan pada anak lima tahun. Bergelayut manja, sama sekali tak ingin lepas dari Andin. Sampai mata sipitnya terpejam dalam lelap.

Semoga suatu saat kau akan mengerti perjuangan Ibumu nak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU dan MAS DIREKTUR
9.2
Ajeng bertekad kuat untuk kabur demi menghindari acara pertunangan dari perjodohan yang tidak pernah ia inginkan. Ia merasa sangat terdesak hingga mencari segala cara untuk melarikan diri. Namun, sebuah keberuntungan tak terduga justru berpihak padanya. Saat waktu yang ditentukan tiba, sosok pria yang dijodohkan dengannya ternyata tidak kunjung datang. Ajeng pun merasa telah memenangkan situasi sulit tersebut karena rencana itu gagal total.
Sampul Novel CEO itu Tunanganku
8.8
Dua dekade berlalu, Melisa masih menanti cinta masa kecilnya hingga hatinya mati rasa. Saat mencoba membuka hati, ia justru terjebak pria oportunis. Di sisi lain, Rommy kembali dari perantauan sebagai sosok perkasa namun membawa luka lama. Meski Rommy datang melamar, Melisa justru menolak tanpa tahu mereka telah dijodohkan sejak kecil. Di tengah cobaan yang bertubi-tubi, mampukah rahasia perjodohan itu menyatukan kembali takdir cinta mereka yang sempat terputus?
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
9.0
Tujuh tahun merajut kasih tidak mencegahku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi berpaling pada sahabatnya. Setelah bebas, Deon memaksaku menikahinya untuk membalas dendam. Di balik pernikahan yang dikira harmonis, ia menyiksaku dengan membawa wanita lain, termasuk adikku, ke ranjang kami. Deon tidak tahu bahwa aku rela menyusup ke markas mafia dan menukar organ tubuhku demi mendapatkan bukti untuk membersihkan namanya, tepat di saat sisa hidupku kini hampir habis.
Sampul Novel Istriku Berasal Dari Kerajaan Medang
9.1
Kirana Ayu Wening, gadis asal Kerajaan Medang, mendadak terlempar melintasi waktu ke masa depan sejauh 1024 tahun. Ia muncul di tengah kota modern yang asing sebelum akhirnya bertemu Yodha, seorang pekerja yang baru saja patah hati. Dengan tulus, Yodha menolong Kirana beradaptasi di era yang jauh berbeda dari zamannya. Kini, mereka berdua harus menghadapi badai kesedihan, kebingungan, hingga kebahagiaan bersama dalam memulai lembaran hidup yang baru.
Sampul Novel KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH
8.9
Demi membahagiakan orang tuanya, Kanaya merelakan diri menikah dengan Bisma meski hatinya masih terpaut pada Hamdan. Namun, rumah tangga mereka diguncang kenyataan pahit saat Bisma diketahui menghamili kekasihnya, Vilia. Kanaya yang tegar justru memfasilitasi pernikahan keduanya. Ironisnya, saat Bisma mulai jatuh hati padanya, Hamdan justru kembali datang melamar. Kanaya kini terjebak dalam pusaran asmara dan dilema emosional yang rumit.
Sampul Novel SEDUCING HOT DUDA
8.9
Verena terjebak dalam romansa terlarang dengan pamannya sendiri, pria yang juga merupakan rival bebuyutan ayahnya. Meski perbedaan usia mereka sangat jauh, Verena tak peduli dan terus mengejar sang paman secara agresif. Walau pria itu terus menolak karena merasa sudah terlalu tua, Verena tetap nekat menggoda dan menantangnya. Di tengah pertentangan keluarga, Verena bertekad memenangkan hati pria matang tersebut dengan segala cara yang menggairahkan.