
Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
Bab 3
Mobil Koenigsegg berhenti mendadak di luar gerbang Teater Sanctity.
Seorang satpam segera berlari ke arah mobil itu sambil melambaikan tangan dan berkata, "Maaf, tapi teater ditutup karena acara pribadi hari ini. Anda harus pergi."
Leanna menurunkan jendela mobil dan menyeringai pada sang satpam. "Apa kamu tidak mengenali mobil ini?" tanyanya dengan nada jenaka.
Sang satpam mengamati plat nomor mobil itu dan wajah Leanna dengan waspada sebelum meraih walkie talkie-nya dan bertanya dengan hati-hati, "Nona, bolehkah saya bertanya siapa Anda? Apa hubungan Anda dengan Pak Joshua? Apa Anda memiliki undangan?"
Leanna memiringkan kepala dan mengedipkan mata dengan licik ke arah sang satpam saat menjawab, "Aku istri Joshua, dan aku datang ke sini untuk menangkap basah dia."
Tanpa menunggu balasan dari sang satpam, Leanna menginjak gas sehingga mobil itu melaju kencang dan menerobos ruang sempit di gerbang, yang terbuka sebagian, diikuti dengan suara tabrakan yang kencang.
"Bang!" Suara gerbang yang baru saja ditabrak memecah kesunyian teater, membuat para tamu yang berada di dalam aula seketika dilanda kepanikan.
Joshua langsung melesat ke atas panggung dan berusaha melindungi Renee, yang tampak terguncang, dengan memeluknya. Kemudian, dia memelototi para satpam dan berteriak, "Apa kalian tidak bisa bekerja dengan benar?! Bisa-bisanya kalian membiarkan sebuah mobil menerobos masuk dan membuat kekacauan di teater?! Jika Renee sampai terluka, kalian semua akan masuk penjara!"
Berpegangan erat pada kemeja Joshua, air mata Renee membasahi kemejanya saat dia mengeluh, "Joshua, aku takut! Mungkinkah ini serangan teroris? Kita harus menelepon polisi!"
Joshua berusaha menenangkan Renee dengan menepuk punggungnya selembut mungkin dan berkata, "Jangan khawatir, aku di sini. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu!"
Kemudian, Joshua berbalik dan berteriak pada para satpam, "Apa lagi yang kalian tunggu?! Tangkap para penyusup itu dan bawa mereka ke polisi!"
Para satpam saling berpandangan dengan tidak yakin sebelum salah satu dari mereka menunjuk ke arah plat nomor mobil itu dengan ragu sambil berkata, "Pak Joshua, sepertinya itu mobil Anda ...."
Saat melihat Koenigsegg yang unik dan mewah muncul dari balik debu, jantung Joshua berdebar kencang.
Saking kagetnya, pupil matanya mengecil. Mobil itu adalah Koenigsegg yang sudah dimodifikasi miliknya, yang dia beli dari dealer bawah tanah dengan harga mahal.
Di rumah, hanya dia dan ayahnya yang diizinkan mengendarai mobil super canggih itu karena fitur-fiturnya yang rumit.
Kini, mobil itu berada di tengah puing-puing gerbang yang hancur. Mobil yang sebelumnya mulus, kini penyok dan baret di mana-mana, serta lampu depannya bahkan pecah!
Mulai merasa pening, Joshua berkata memperingatkan, "Beraninya penyusup itu mencuri mobilku dan menciptakan kekacauan seperti ini?! Aku akan memberi mereka pelajaran ...."
Detik berikutnya, pintu mobil yang hancur itu terbuka dan muncullah sosok yang ramping dan anggun.
"Hukuman apa yang mungkin bisa melebihi biaya perselingkuhanmu selama pernikahan kita?" ucap Leanna dengan lembut, tapi sanggup membungkam ruang teater yang kacau seketika.
Joshua membelalak tidak percaya dan bertanya, "Leanna? Apa yang kamu lakukan di sini ...."
Suara Joshua, yang awalnya panik, berubah menjadi kasar saat dia menegur Leanna, "Apa kamu sudah gila?! Siapa yang mengizinkanmu datang ke sini dan berulah di konser Renee? Apa kamu pikir aku tidak berani memenjarakanmu?"
Mengguncang kunci mobil dengan ringan di ujung jarinya, Leanna melangkah maju ke arah Joshua sambil menyeringai jenaka tapi mengancam. "Pak Joshua yang hebat tidak sempat menemuiku untuk mengurus perceraian, tapi masih bisa menyempatkan waktu untuk menonton konser selingkuhannya. Jadi, aku tidak punya pilihan selain mengantarkan dokumen ini sendiri."
Kata-kata Leanna membuat seisi aula riuh dengan bisikan-bisikan.
"Apa dia adalah istri yang selama ini disembunyikan oleh Pak Joshua dan tidak pernah diakui? Aku pikir dia seorang wanita udik yang putus sekolah, tapi ternyata dia wanita yang sangat menakjubkan!"
"Tunggu, apa itu berarti Pak Joshua berselingkuh?"
"Lihat! Ini adalah pertarungan antara istri sah dan selingkuhan! Cepat rekam dan unggah ke Internet! Ini pasti akan menjadi viral!"
Menyadari ada banyak kamera yang terangkat di sekelilingnya, Renee mengubah raut wajahnya. Dia melepaskan diri dari pelukan Joshua, lalu berbalik menghadap Leanna dengan air mata yang sudah mengalir di matanya.
"Leanna, jika kamu tidak ikut campur dalam hubunganku dengan Joshua, aku tidak akan pernah terpaksa untuk pergi. Sekarang setelah aku pulang, dia hanya menganggapku sebagai teman. Apa kamu perlu bersikap seperti ini?"
Suara Renee pecah saat dia melanjutkan, "Kamu sudah menjadi istri Joshua, jadi apa lagi yang kamu inginkan dariku? Haruskah aku mati agar kamu puas?"
Ucapan Renee yang disertai air mata, ditambah dengan penampilannya yang polos, langsung menarik belas kasihan dari orang-orang di sekitarnya.
Kerumunan mulai membela Renee.
"Nona Renee dan Pak Joshua sudah berteman sejak kecil dan mereka cocok satu sama lain. Tapi Pak Joshua malah menikahi wanita yang putus sekolah. Entah apa yang dia lakukan untuk menjerat Pak Joshua."
"Betul sekali! Ketika Nona Renee berangkat ke luar negeri, Pak Joshua melewatkan pesta pertunangan untuk mengucapkan selamat tinggal padanya. Terlihat jelas bahwa dia masih memiliki perasaan yang kuat padanya!"
"Apa artinya surat nikah? Orang yang tidak dicintai adalah orang ketiga yang sebenarnya!"
Melihat keadaan berbalik dan berpihak padanya, Renee yang bersembunyi di belakang Joshua, memamerkan senyum kemenangan pada Leanna.
Joshua menyeka air mata Renee dengan hati-hati sebelum menoleh ke arah Leanna dengan raut wajah jijik seolah-olah Leanna bersikap tidak masuk akal. "Mari selesaikan masalah ini secara pribadi. Tidak perlu melibatkan Renee dalam rencana jahatmu."
Melihat mereka berdua menunjukkan kasih sayang secara terang-terangan, Leanna mencibir, "Bagaimana kalian berdua bisa begitu tidak tahu malu?"
Sorot mata Leanna dingin saat dia berkata, "Nona Renee, mari kita perjelas. Saat itu, kamu memilih 100 miliar dan karier yang menjanjikan di luar negeri daripada Joshua. Sekarang, setelah gagal di luar negeri, kamu pulang dan mencari tempat berlindung untuk mendukungmu?"
"Tutup mulutmu!" potong Joshua dengan tajam. Dia menatap Leanna dengan jijik dan melanjutkan, "Renee punya alasan tersendiri, tidak sepertimu, wanita jalang yang gila harta!"
Melihat Joshua membela Renee mati-matian, rasa getir muncul di hati Leanna. Pria yang pernah berani menghadapi bahaya untuk menyelamatkannya dari teroris kini tampak seperti orang asing. Pada saat itu, hatinya hancur berkeping-keping.
Leanna menyatakan dengan getir, "Joshua, jika kamu benar-benar mencintainya, tanda tangani surat cerai ini dan membagi harta gono-gini dengan adil. Tapi ingat, jika sampai kurang sepeser pun, aku akan menolak untuk bercerai sehingga kamu dan wanita yang kamu cintai dapat bersama selamanya dengan menyandang status sebagai pasangan yang tidak tahu malu."
Anda Mungkin Juga Suka





