
Keabadian yang Tertunda Dendam
Bab 2
Wulan mendongak dan menatap dokter itu dengan tajam. Dia balik bertanya pada dokter itu, "Kamu yang memeriksa adikku? Katakan padaku, kenapa tiba - tiba dia seperti ini? Siapa yang membawa kami ke sini?" cecarnya.
Dokter itu tidak berani menatap Wulan , dia melihat ke arah dokter yang lebih tua untuk minta bantuan. Tadi sekilas dia menatap Wulan seperti ada kengerian di mata Wulan, jadi dia cepat - cepat memalingkan wajahnya.
Dokter Chen yang terlihat paling tua di antara ketiganya melihat ke arah Wulan dan berkata, "Nona, tolong Nona tenang dulu. Saya akan menjelaskan keadaan adik nona saat ini."
Setelah berhenti sebentar, dia lanjut berbicara,
"Begini Nona, tadi malam anda dan adik anda dibawa ke rumah sakit ini dalam keadaan tak sadarkan diri. Saya cuma mendapatkan informasi bahwa Nona berdua ditemukan oleh seseorang di pinggir jalan, lalu dia bergegas menelepon ambulans."
"Lalu menurut Dokter Chen, kenapa adik saya belum siuman sedangkan saya lebih dulu bangun?" tanya Wulan.
Mendengar Wulan menanyakan kondisi adiknya, Dokter Chen menghela napas dan berkata,
"Menurut hasil pemeriksaan kami, adik nona menderita penyumbatan pembuluh darah di otaknya. Kami memang menunggu keluarganya untuk konsultasi, karena jalan satu - satunya adalah operasi, tapi karena resikonya tinggi, kami perlu berkonsultasi dulu."
Wulan menatap adiknya yang terbaring di ranjang dengan pandangan kosong. Setelah beberapa saat, dia bertanya pada Dokter Chen, "Boleh saya masuk dan memeriksa adik saya sebentar?"
Dokter Chen tampak mengerutkan alisnya, dia tampak ragu - ragu untuk memberi keputusan. Akhirnya dengan berat hati dia menganggukkan kepalanya.
Tidak menunggu lama, Wulan berlari memasuki ruang ICU. Dia memeriksa nadi di pergelangan tangan adiknya.
Setelah beberapa saat dia melepaskan pergelangan tangan Mulan dan ganti melihat seluruh tubuhnya.
Dokter muda yang tadi membentak Wulan mencibir dan berbicara dengan suara pelan. " Cih ! Lagaknya seperti orang yang tahu ilmu medis. Dokter Chen yang pengalaman saja tidak optimis dengan kondisi gadis itu.."
Di dalam, setelah mengamati keadaan adiknya, Wulan menarik napas panjang.
Tiba - tiba, tidak tahu dari mana asalnya, sewaktu Wulan melambaikan tangannya, enam jarum berwarna keemasan melesat ke tubuh Mulan.
Syuut..syut..
Ketiga dokter yang ada di luar langsung membelalakkan mata. Dokter muda itu langsung berlari ke dalam ruangan dan berteriak, "Apa yang kamu lakukan? Dasar bajingan… !!" raungnya.
Sebelum dia sempat masuk ke dalam, Wulan mengibaskan lengan bajunya ke arah pintu.
Wussh..
BRAKK !!
Pintu itu langsung tertutup dengan keras. Wulan memalingkan wajahnya kembali ke arah Mulan.
"Sisa tiga jarum..bertahanlah, Lan.." bisiknya.
Syuut Syuut Syuut…
Begitu Wulan melambaikan tangannya, tiga jarum keemasan kembali terbang ke arah Mulan.
Satu jarum di dada, satu di tengah dahi dan satu lagi di atas kepala Mulan.
Wulan melakukan gerakannya dengan cepat. Orang yang tidak mengerti mengira dia sedang menari.
Kini dia berkonsentrasi penuh dan mengalirkan energi Chi dari dantiannya ke seluruh meridiannya.
Setelah aliran energi itu sampai ke tangannya, Dia mengarahkan telapak tangannya ke atas jarum - jarum itu.
Seperti dikomando, jarum - jarum itu bergetar sendiri satu per satu dan berputar.
Ketiga dokter yang melihat gerakan Wulan, semua tercengang dan diam mematung.
"Luar biasa ! Gadis ini bukan orang sembarangan," gumam Dokter Chen, memecah kesunyian.
"Huh! luar biasa apanya Guru. Lihat saja gayanya seperti orang kesurupan," kata dokter muda itu mencemooh Wulan.
Dokter Chen yang mendengar ucapan dokter muda itu menjadi geram. Dia langsung menghardik dokter muda itu. "Diam!! apa kamu tahu yang dipraktekkan gadis itu? Itu ilmu akupunktur kuno yang telah hilang."
"Hah? Apa Dokter Chen mengetahui teknik akupunktur juga?" tanya dokter satunya yang diam sedari tadi.
Dokter Chen menghela napas panjang, kemudian dia berkata, "Aku dulu pernah sempat mempelajarinya sedikit sewaktu masih muda. Dari salah satu buku peninggalan kitab medis kuno yang pernah kupelajari, kalau tidak salah, teknik yang digunakan gadis itu adalah teknik Sembilan Jarum Surgawi yang lengkap."
Kembali ke situasi dalam ruang ICU.
Wulan mengerahkan tenaga dalamnya secara konstan ke sembilan jarum yang tertancap di tubuh dan kepala Mulan.
Kalau diamati dari dekat, setiap jarum itu akan mengeluarkan asap tipis dari ujungnya.
Ketika dirasa cukup, Wulan mengangkat telapak tangannya dari atas jarum - jarum itu, dan mencabutnya satu per satu sesuai kebalikan urutan waktu jarum itu ditancapkan.
Saat Mulan mencabut ketiga jarum terakhir, dia melakukannya dengan hati - hati.
Kini tinggal satu jarum yang ada di atas kepala Mulan. Wulan memutar jarum itu tiga kali ke kanan, kemudian dua setengah putaran ke kiri.
Huekk !
Mulan yang semula tertidur, langsung bangun dan memuntahkan darah berwarna hitam dari mulutnya.
Wulan langsung menahan tubuh Lanlan agar tidak jatuh. Dia bertanya pada adiknya,"Lan, bagaimana kondisimu? apa sudah merasa enakan?"
Mulan dengan napas terengah - engah menatap wajah kakaknya. Dia berkata dengan suara yang lemah. "Kak Wulan…apa kita sudah tiba dengan selamat kak?"
Anda Mungkin Juga Suka





