Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kayungyun

Kayungyun

Sejak kecil, tubuh Fatih menjadi wadah bagi entitas misterius yang disebut sebagai teman. Seiring bertambahnya usia, beban mistis ini kian tak terkendali hingga membuat hidupnya kewalahan. Kehadiran sosok-sosok tak kasat mata tersebut mulai meneror ketenangan Fatih dan mengancam keselamatan orang-orang di sekitarnya. Kini, ia harus menghadapi gangguan supranatural yang kian agresif dan merusak tatanan realitas di lingkungan terdekatnya secara perlahan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sapto mendekati Sukesi dan Sasmito.

"Mbak Sukesi kerja di sini? Atau belajar di sini?" tanya Sapto. Sukesi memandang ke arah Sapto dengan takut dan buru-buru menunduk. Sukesi mengangguk.

"Njih, Pak. Saya kerja di sini. Di dapur," jawab Sukesi singkat.

"Rumah Mbak Sukesi ada di dekat sini?" tanya Sapto. Sukesi mengangguk lagi.

"Bagaimana kalau Mbak Sukesi menghubungi kakaknya dan meminta menjemput bapak atau ... atau kita antar bersama bapak dan Mbak Sukesi ke pulang ke rumah. Tidak jauh, kan, rumahnya dari sini?"

Sasmito dan Sukesi sama-sama meneriakkan kata tidak mau dengan keras, membuat Sapto --dan orang-orang lainnya-- terlonjak kaget. Sapto tersenyum.

"Jadi siapa di antara bapak dan Mbak Sukesi yang berbohong?" tanya Sapto dengan geli.

Sukesi dan Sasmito berpandangan dengan sengit. Sasmito berdecak.

"Mana Rendra?" tanya Sasmito marah.

"Halah! Bapak sudah tahu kalau Rendra sudah lama mati. Kenapa mesti diungkit-ungkit lagi? Bapak nggak usah berpura-pura berlari-lari dari Tintrim mengejarku. Bapak hanya ingin masuk ke sini dan mencoba aura di sini, kan? Bapak juga ingin bertemu Ustadz Irfan, kan?"

**

Fatih mengembuskan napas panjang. Dia meletakkan tasnya di atas meja di kamar indekosnya dan duduk di tepi ranjang. Fatih berharap tidak ada lagi gangguan dari Kadita malam itu. Dia ingin tidur dengan nyaman dan tenang.

Fatih melepas kacamatanya dan mengusap wajahnya dengan lelah. Ah ... berapa lama dia mengalami gangguan ini? Lima tahun? Sepuluh tahun? Lama sekali yang pasti dan selama itu pula Fatih tidak pernah bisa tidur nyenyak sampai pagi. Pasti ada episode terbangun dan diganggu oleh Kadita atau teman-teman Kadita. Fatih memejamkan mata dan mendesah. Kenapa akhir-akhir ini Kadita selalu membawa teman-temannya untuk mengganggu Fatih? Apa Kadita bosan menjadi jin prewangan Fatih?

Fatih merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, dan buru-buru bangun lagi, karena teringat dulu Kadita pernah berwujud ular yang melingkar di atas tempat tidurnya dan Fatih menindih ular jadi-jadian ketika dia hendak tidur. Fatih bernapas lega, ketika tidak ada apapun di atas tempat tidurnya. Fatih pun kembali berbaring dan mencoba memejamkan matanya, tetapi tidak bisa. Fatih malah teringat almarhum kakeknya dulu. Mbah Atmo.

Fatih mendesah. Mbah Atmo lah sumber masalah yang dihadapinya sekarang. Mbah Atmo lah yang memberikan Kadita kepada Fatih sebelum meninggal. Fatih ingat dengan jelas bagaimana tangan Mbah Atmo yang sudah keriput dan kurus kering mencengkeram tangan Fatih, hingga tangan Fatih berwarna keputihan.

"Kowe tak wenehi kanca ya, Le? (Kamu kuberi teman, ya, Nak?)"

Saat itu Fatih terlonjak kaget. Dia berusaha melepaskan diri dari kakeknya, tetapi ternyata kakeknya cukup kuat dan tidak memperbolehkan Fatih pergi. Fatih akhirnya menyerah dan hanya bisa pasrah.

"Kamu mau kuberi teman, ya, Tih?" tanya Mbah Atmo lagi. Fatih merinding ketakutan.

"Teman apa, Mbah?" tanya Fatih dengan ragu.

"Teman ya, teman. Teman yang akan menemanimu sampai akhir hayatmu."

Fatih tidak paham apa maksud Mbah Atmo saat itu. Fatih tidak paham apa makna akhir hayat, sehingga Fatih hanya bisa mengangguk. Mbah Atmo tersenyum lega melihat anggukan

Fatih.

"Matur nuwun, ya, Le?" Fatih mengangguk. Mbah Atmo memberikan sebuah bola kecil --seukuran kelereng-- berwarna putih susu pada Fatih.

"Apa ini, Mbah?"

"Ini temanmu. Cepat dimakan!"

Fatih menjengit. Dia memandang bola itu dengan penasaran.

"Dimakan? Rasanya seperti apa, Mbah?" tanya Fatih dengan polos.

"Rasanya seperti permen karet. Cepat makan!" seru Mbah Atmo. Fatih menjengit kaget dan dengan buru-buru dia memasukkan bola kecil itu ke dalam mulutnya.

Mbah Atmo tidak sepenuhnya bohong. Bola kecil itu memang terasa kenyal dan rasanya agak aneh, sedikit pedas dan bola putih itu berbau seperti minyak tanah. Fatih menahan muntah ketika menelan bola kecil itu. Dan anehnya bola kecil itu masuk ke dalam tubuh Fatih dengan mudah dan setelah itu, Fatih merasa segar dan sangat bersemangat. Mbah Atmo tersenyum melihat perubahan pada Fatih.

"Enak, kan?" tanya Mbah Atmo enteng. Fatih mengangguk, karena memang itu yang dirasakannya.

"Nah, nanti temanmu akan berbicara padamu. Jangan takut, ya?"

Fatih memandang ke arah Mbah Atmo dengan bingung, tetapi sayangnya Fatih tidak sempat bertanya pada kakeknya, karena setelah bola putih kecil itu masuk ke dalam tubuh Fatih, Mbah Atmo langsung lemas dan tak sadarkan diri. Setelah itu Mbah Atmo dibawa ke rumah sakit dan dua hari kemudian Mbah Atmo meninggal dunia. Dan sampai sekarang Fatih belum sempat menanyakan perihal bola putih kecil dan teman yang diberikan kakeknya pada Fatih.

Fatih membuka matanya dan menjerit kaget saat melihat Kadita --yang sekarang menampakkan dirinya sebagai kuntilanak-- melayang di atas tubuhnya. Fatih mengumpat Kadita dan segera bangun dari tidurnya. Fatih marah dan memelototi Kadita.

Kadita tertawa terbahak-bahak dan melayang-layang tak menentu di kamar Fatih.

"Kadita! Pergi kamu!" teriak Fatih. Kadita menggelengkan kepalanya.

"Emoh! Aku pengen karo kowe. (Nggak mau! Aku ingin denganmu.)" Kadita terus tertawa terbahak-bahak tanpa henti.

"Kamu tidak bisa memisahkan kita berdua. Kamu tidak akan bisa memisahkan kita berdua, Tih. Kita berjodoh. Kamu tahu itu, kan? Kamu tahu, kan?" Kadita terus melayang di langit-langit kamar, kadang di cekikikan, kadang dia berteriak-teriak meneriaki Fatih.

Fatih memejamkan matanya perlahan. Dia berkomat-kamit membaca doa. Kadita tertawa makin keras.

"Ora mungkin bisa. Aku saiki wis nduwe tolake, (Tidak mungkin bisa. Aku sekarang sudah memiliki penangkalnya,)" kata Kadita girang. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku bajunya. Oh, apakah baju Kadita memiliki saku? Fatih baru tahu kalau baju kuntilanak itu ada sakunya. Fatih nyaris tertawa, tetapi kemudian menyadari bahwa Kadita benar-benar mengeluarkan barang dari sakunya ....

"Kamu tidak akan berani dengan benda ini, Tih ...."

**

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NFD" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NFD
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Rahasia Dibalik Identitas Tersembunyi
9.3
Keinginan Putri Daniella untuk menikah dengan Pangeran Philip mulai goyah sejak kehadiran Erik Sebastian. Meski hanya seorang sopir dari desa, Erik menyimpan rasa cinta mendalam pada sang putri sejak mereka masih kecil. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terkuak dan mengubah segalanya. Ternyata, identitas Erik yang sebenarnya bukanlah pemuda biasa, melainkan sang putra mahkota yang asli. Kini, takdir dan cinta mereka terjebak dalam misteri identitas.
Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent wafat penuh sesal setelah delapan tahun pernikahan hambar dan vonis kanker mematikan. Di detik terakhir, Zach Jardin tak kunjung datang hingga Madelyn bersumpah takkan mencintainya lagi jika waktu terulang. Keajaiban membawanya kembali ke usia delapan belas tahun. Madelyn bertekad menjauhi Zach demi masa depan baru, namun takdir berkata lain. Pria itu justru muncul kembali, mendekat dengan aura intimidasi dan janji untuk menjaganya seumur hidup.
Sampul Novel HARLEIN
9.8
Harlein, sang pewaris takhta Kerajaan Fortania, terjebak dalam dilema asmara dengan Anggara Mahesa. Meski Harlein percaya cinta melampaui kasta, Anggara justru merasa tidak layak bersanding dengannya karena perbedaan status sosial mereka. Anggara memilih menjauh demi kebaikan bersama, namun Harlein menuntut perjuangan yang setara. Di tengah penolakan dan rasa lelah karena terus mengemis perhatian, mampukah sang putri mempertahankan perasaannya saat pasangannya sendiri menyerah?
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Dalam dunia ini, kemampuan kultivasi hanyalah milik mereka yang terlahir dengan ikatan spiritual yang kuat. Sebaliknya, setiap individu dengan akar kefanaan telah ditakdirkan untuk menjalani hidup biasa tanpa kekuatan. Mo Wuji mendapati dirinya terjebak dalam kasta terendah tersebut karena hanya memiliki akar makhluk fana. Namun, apakah takdir benar-benar sudah mutlak baginya? Ikuti perjuangan Mo Wuji dalam menantang batas demi melampaui garis kemiskinan bakatnya.
Sampul Novel My Ghost
8.4
Syafira baru menyadari alasan di balik harga sewa apartemennya yang sangat murah. Hunian itu ternyata berhantu, hingga membuat para tetangga merasa ngeri. Bukannya takut, Syafira justru terpesona oleh ketampanan sang arwah. Imajinasi romantisnya mulai liar hingga ia merasa nyaman dengan sentuhan dingin makhluk tersebut. Namun, perbedaan alam mulai menghantui logika Syafira. Mampukah hubungan beda dunia ini berakhir indah layaknya novel yang ia tulis?
Sampul Novel Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius
9.0
Wira, seorang sarjana genius, mendapati dirinya terbangun di masa lalu dalam kondisi miskin di sebuah rumah kumuh. Ia kini menempati raga seorang sarjana tidak berguna yang gemar berfoya-foya dan kerap menyakiti istrinya sendiri. Menolak pasrah pada takdir buruk ini, Wira memutuskan untuk mengambil alih kendali nasibnya. Mengandalkan berbagai wawasan dan pengetahuan mutakhir dari masa depan, ia memulai langkah besar untuk mengubah kehidupan barunya demi menjadi sosok paling kaya di seluruh kerajaan.