
Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu
Bab 3
Arlena kembali ke apartemennya setelah pertemuan dengan Rafael yang tegang. Setiap kata yang diucapkan, setiap tatapan yang dilemparkan, membuatnya semakin yakin bahwa ia sedang berada di jalur yang benar. Namun, meskipun tekadnya bulat, ia tahu bahwa rencana balas dendam ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Semua harus berjalan dengan sempurna-setiap langkah harus diperhitungkan, setiap tindakan harus dipertimbangkan dengan cermat.
Sore itu, setelah makan malam, Arlena duduk di depan meja kerjanya, membuka laptop dengan hati-hati. Ia mulai mencari informasi tentang Nadia-wanita yang telah merusak hidupnya. Ia tahu, untuk menghancurkan seseorang, ia harus mengetahui setiap detail hidup mereka. Dari mana mereka berasal, apa yang mereka takutkan, hingga apa yang mereka inginkan.
Layar komputer menampilkan profil Nadia, lengkap dengan informasi pribadi yang tak terduga. Arlena melanjutkan pencariannya dengan tekun, mencatat setiap detail yang bisa berguna nantinya. Namun, satu informasi yang mengejutkan membuat jantungnya berhenti sejenak: Nadia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan pengusaha besar yang sangat berkuasa di kota ini-dan itu bukanlah kebetulan. Arlena mulai merangkai benang-benang merah yang menghubungkan Nadia dengan jaringan kekuasaan yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.
"Ini baru permulaan," bisiknya pada diri sendiri, senyum tipis tersungging di wajahnya.
Langkah pertama telah diambil-memahami musuhnya. Sekarang, ia hanya perlu menunggu saat yang tepat untuk bergerak.
Beberapa hari kemudian, Arlena kembali bertemu dengan Rafael di sebuah acara gala yang diadakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja. Ia tahu, Rafael tidak akan bisa menghindar kali ini. Perhatian banyak orang di sekitarnya akan mempermudahnya untuk mendekati dan memanfaatkan momen ini.
Saat Arlena memasuki ruangan yang mewah itu, ia menyadari bahwa segala sesuatunya terlihat sempurna-terlalu sempurna. Para tamu mengenakan gaun-gaun indah dan jas-jas rapi, sementara makanan dan minuman tersaji dengan elegan. Namun, di balik kemewahan ini, Arlena tahu ada banyak rahasia yang disembunyikan.
Senyumannya kembali terlukis di wajahnya saat ia melihat Rafael berdiri di sudut ruangan, berbicara dengan beberapa rekan bisnis. Dia tidak tahu bahwa Arlena telah mengamati setiap gerak-geriknya, memperhatikan setiap detail yang mungkin berguna dalam rencana besarnya.
Ketika matanya bertemu dengan mata Rafael, Arlena bisa merasakan ketegangan yang tak terucapkan antara mereka. Rafael tahu, ia sedang berada dalam permainan yang berbahaya-dan Arlena adalah pemain utamanya. Ia mendekat, dengan langkah yang tenang namun penuh dengan tujuan yang jelas.
"Rafael," sapanya dengan suara lembut namun mengandung kekuatan, membuat pria itu berhenti sejenak dan berbalik ke arahnya.
"Arlena," jawab Rafael dengan senyum tipis yang tak sepenuhnya bisa menyembunyikan ketegangan di wajahnya. "Apa yang bisa kulakukan untukmu malam ini?"
Arlena tersenyum lebih lebar, sedikit mengejek. "Aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa kita masih belum selesai. Kamu bilang kamu ada di pihakku, tapi kenyataannya... kamu terlalu terikat dengan orang yang salah."
Rafael mengangkat alis, mencoba mengendalikan emosi yang mulai terbangun. "Jangan bermain-main, Arlena. Kamu tahu aku tidak akan pernah melawanmu jika itu yang kamu inginkan."
Namun, Arlena tahu Rafael tidak bisa melepaskan diri begitu saja. Ada lebih banyak hal yang ia ingin ketahui tentang hubungan Rafael dan Nadia. Jika Rafael benar-benar ingin menolongnya, ia harus memilih sisi yang benar.
"Jika kamu tidak melawan, berarti kamu hanya menjadi bagian dari masalah, bukan solusi," Arlena menjawab dengan nada yang lebih tajam, hampir seperti ancaman.
Rafael terdiam, seolah memahami bahwa percakapan ini bisa berakhir dengan cara yang sangat berbeda dari yang ia inginkan. "Apa yang kau harapkan dariku, Arlena?"
"Semua yang ingin aku lihat adalah kebenaran yang tersembunyi," jawab Arlena, "dan aku akan mendapatkannya, apapun caranya."
Senyum Arlena kembali terlihat, tetapi kali ini senyum itu penuh dengan ketegangan. Ia tahu, ini baru permulaan. Permainan ini baru dimulai, dan ia tidak akan mundur begitu saja.
Keesokan harinya, Arlena bertemu dengan seorang informan yang telah ia tunjuk untuk menggali lebih dalam tentang Nadia dan pengaruhnya di dunia bisnis. Seiring waktu, ia mulai menemukan lebih banyak informasi yang membuka matanya tentang kekuatan yang dimiliki oleh Nadia. Ternyata, wanita itu tidak hanya sekadar istri dari seorang pria kaya. Nadia adalah bagian dari jaringan yang lebih besar-jaringan yang mencakup banyak tokoh penting di kota ini.
Arlena merasa terhanyut dalam dunia yang lebih gelap dan berbahaya daripada yang ia bayangkan. Tapi di balik semua itu, ia juga merasa lebih dekat pada tujuan utamanya-menjatuhkan Nadia.
Namun, semakin dalam Arlena menyelidiki, semakin banyak ia mendapati bahwa balas dendam ini bukan hanya sekadar tentang menghancurkan hidup seorang wanita. Ini lebih dari itu-ini tentang mengambil alih kendali, mengubah takdirnya sendiri, dan menunjukkan bahwa ia lebih kuat dari semua yang telah terjadi.
Anda Mungkin Juga Suka





