Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!

Kau Pilih Dia, Aku Bawa Anakmu Pergi!

Malam sebelum pernikahan megah mereka, Jeny menemukan pesan mesra dari Via di ponsel Leo, tunangannya yang merupakan pewaris Keluarga Moro. Meski Leo berjanji akan menyelesaikan masalah ini demi menghormati mendiang wakilnya, pengkhianatan nyata justru terjadi di altar. Saat telepon dari Via berdering mengancam bunuh diri, Leo pergi begitu saja meninggalkan Jeny di hadapan semua orang. Kecewa mendalam, Jeny memutuskan hubungan saat itu juga. Ia memilih menghilang sepenuhnya dari kehidupan Leo, membawa pergi rahasia besar bahwa ia sedang mengandung anak dari pria yang telah mencampakkannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Leo akhirnya muncul enam jam kemudian.

Pintu terbuka dengan kasar.

Dia berdiri di sana dengan keadaan basah kuyup.

Dia tampak seperti baru saja diseret dari neraka.

Jasnya berantakan, rambutnya menempel di kulit kepala.

Matanya dipenuhi kelelahan dan keputusasaan.

"Jeny." Suaranya terdengar serak. "Maaf."

Ayahku dan para tetua langsung berdiri. Tangan mereka semua bergerak ke senjata di pinggang.

"Keluar," ucapku dengan suara sangat rendah dan berbahaya. "Tinggalkan kami."

"Jeny… " Ayahku ragu-ragu.

"Keluar!"

Ruangan itu kosong kecuali aku dan Leo.

Leo hanya berdiri di sana, tampak seperti baru saja ditarik keluar dari sungai.

"Dia masih hidup?" tanyaku.

Leo mengangguk. "Aku bawa dia ke rumah sakit swasta, dia bakal baik-baik saja."

"Jadi, kamu selamatkan dia..." Suaraku terdengar tenang yang menakutkan. "Sesuai janjimu."

"Jeny, kumohon, biarin aku jelasin… "

"Jelasin apa?" potongku. "Jelasin kenapa kamu kabur dari pernikahan kita demi menyelamatkan wanita lain? Jelasin kenapa kamu biarin tiap keluarga di Casida melihatku dipermalukan?"

"Alan tertembak demi aku, Jeny!" Suara Leo pecah. "Dia mati dalam pelukanku! Kata-kata terakhirnya bukan ‘balaskan dendamku.’ Tapi ‘jaga adikku.’ Itu utang darah. Gimana aku bisa biarkan dia mati?"

Suaraku bergetar saat aku membalas, "Jadi, utang darah pada orang mati lebih penting dari janji sucimu padaku? Pada Tuhan? Kamu punya pasukan, Leo. Kamu bisa mengirim siapa pun. Kenapa harus kamu? Kenapa harus dirimu?"

Leo tidak punya jawaban.

"Dan kenapa hari ini? Dari semua hari, kenapa hari ini? Kamu pikir itu kebetulan, Leo? Yakin?"

"Dia hancur, Jeny. Dia ketakutan, dia… "

"Dia pintar," kataku, suaraku mengeras. "Dia tahu persis kapan harus menarik pelatuk supaya ada dampak maksimal."

Alis Leo berkerut. "Apa maksudmu?"

"Kamu benaran pikir dia mau mati?" Aku menatap pria yang seharusnya kunikahi, pria yang masih mencari-cari alasan untuk Via.

"Nggak, dia maunya penonton. Dia ingin memaksamu. Dan selamat, Leo. Dia menang."

Sama seperti pesan-pesan yang kubaca semalam.

Upaya bunuh diri Via hanyalah cara untuk menarik perhatian Leo, cara untuk menghentikan pernikahan kami.

Wajah Leo memucat. "Dia bukan orang kayak gitu."

"Itu yang selalu dikatakan setiap pria." Aku pun menggeleng. "Leo, aku ingin kamu jujur. Kamu cinta dia?"

Wajah Leo dipenuhi kepanikan.

Dia menggeleng sembari menyangkalnya.

"Bukan cinta. Ini… rumit, Jeny." Akhirnya Leo berkata. "Aku punya tanggung jawab padanya."

"Tanggung jawab?" Aku hampir tertawa. "Kamu punya tanggung jawab padaku, pada keluarga kita. Tapi kamu malah pilih dia."

Leo berjalan ke jendela sembari membelakangiku. "Jeny, kumohon, jangan kasih tahu ayahku alasan aku tinggalin pernikahan."

Aku terpaku. "Apa?"

"Kalau ayahku tahu keberadaannya jadi beban… kamu tahu apa yang bakal Ayah lakukan, beliau bakal lenyapkan Via."

Rasa dingin merayap di tulang punggungku. "Kamu khawatir tentang keselamatannya?"

"Dia nggak bersalah."

"Terus aku bersalah, gitu?" Suaraku bergetar karena marah. "Terus gimana dengan penghinaan yang kuterima hari ini? Gimana dengan kehormatan keluarga kita? Apa itu nggak berarti apa-apa?"

Leo mendekat ke arahku, berusaha menyentuh wajahku.

Aku menepisnya.

"Jeny, tolong kasih aku waktu," pintanya. "Aku harus bantu dia stabil dulu. Setelah pikirannya jernih, kita bisa melangsungkan pernikahan lagi."

Jantungku serasa berhenti.

Menikah lagi…

Setelah Via stabil.

Leo bukannya meminta maaf, malah menyuruhku menunggu.

Dia ingin aku, Jeny Arosa, menundanya.

Menunggu sementara Leo jadi pahlawan untuk wanita lain.

Dalam dunia Leo, aku cuma urusan sisa urusan yang bisa dia bereskan nanti.

"Tunda?" Kata itu terasa seperti racun di lidahku.

"Cuma sebentar. Sampai dia pulih."

"Beberapa bulan?" Aku berdiri. "Leo, kamu paham apa yang kamu bilang? Kamu mau aku menunggu beberapa bulan selagi kamu mengurus... tanggung jawabmu?"

"Dia sedang rapuh sekarang, dia butuh aku."

Aku teringat saat berusia 12 tahun.

Musuh ayahku menculikku, dan Leo mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku.

Kami mengiris telapak tangan dan mencampur darah kami.

Apa pun yang terjadi, kami selalu setia satu sama lain, itulah sumpah kami.

Aku teringat saat kami berusia 18 tahun, pekerjaan pertama kami bersama.

Muncul seorang pengkhianat yang telah mengkhianati keluarga.

Leo menjadi pengalih perhatian, sedangkan aku menjadi eksekutor. Kerja sama kami sempurna dan penuh kepercayaan mutlak.

Aku teringat saat berusia 20 tahun, malam ketika dia melamarku.

Dia berlutut di taman mawar kediaman Arosa sembari berkata aku adalah wanita terkuat dan tercantik yang pernah dia kenal.

Dan sekarang dia berdiri di sini, memohon agar aku mengerti kekhawatirannya akan wanita lain.

Air mata mulai mengalir.

Aku tidak bisa menghentikannya.

"Leo." Suaraku pecah di tengah isak. "Lihat aku."

Dia menatapku.

Air mata juga ada di matanya.

"Aku melihatmu, tapi aku nggak bisa lihat pria yang membuat sumpah itu lagi."

Bibir Leo bergetar. "Jeny… "

"Kamu ingat sumpah darah kita?" Aku mengulurkan tangan, menunjukkan bekas luka pudar di telapak tanganku. "Kamu ingat apa yang kamu katakan?"

"Aku ingat," bisiknya.

"Kalau begitu katakan padaku, gimana kamu menyebut pengkhianatan sumpah itu hari ini?"

Leo memejamkan mata, bulu matanya bergetar.

Aku pikir Leo akan melepaskan wanita itu. Dia akan memohon padaku untuk memaafkan dirinya.

Sebuah rahasia membara di lidahku, bayi kami.

Namun, ketika dia membuka matanya lagi, pertentangan itu telah hilang, digantikan oleh tekad yang dingin dan keras.

"Maaf, Jeny," katanya berat. "Saat ini… akulah satu-satunya yang dia punya."

Duniaku bukan sekadar hancur, dunia itu lenyap.

Bukan karena Leo memilih Via.

Melainkan ekspresi wajah saat Leo melakukannya.

Terlihat beban pelindung yang penuh kebenaran, kebanggaan mulia seorang penyelamat.

"Kalau begitu, penuhilah janjimu," kataku sambil menyeka air mata. Suaraku kembali tenang.

Leo menatapku.

Sepertinya dia mengira aku akan berteriak, memohon, atau mengancamnya.

Namun, aku tidak melakukannya.

Aku hanya menatap sambil menunggu keputusan Leo.

Dan dengan satu tatapan terakhir yang penuh rasa sakit, Leo berbalik pergi dari hidupku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arwah Istri Sah
8.3
Demi membalas rasa sakit wanita simpanannya yang sempat terjebak di mobil, seorang suami miliarder tega mengurung istrinya sendiri di dalam peti kayu yang dipaku rapat. Meski sang istri memohon dan menjelaskan kebenaran dalam kondisi terluka parah, pria itu mengabaikannya dan pergi berlibur selama seminggu. Saat sang suami kembali untuk membukanya, ia hanya mendapati jasad sang istri yang telah mendingin dan tak bernyawa. Kisah tragis penuh dendam ini tersaji dalam novel misteri modern yang mencekam.
Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Janda
8.7
Rio Darmawan adalah CEO muda sukses yang jenuh dengan tekanan perjodohan dari orang tuanya. Selama ini ia selalu menolak setiap calon pilihan keluarga karena merasa tidak ada yang serasi. Namun, pendiriannya goyah setelah bertemu Denanda Kusuma, seorang ibu tunggal yang tangguh dan memikat. Meski mendapat tentangan keras dari keluarganya, Rio bertekad memperjuangkan cintanya pada Denanda. Kini ia terjebak dalam dilema antara mengikuti kata hati atau patuh pada kewajiban keluarga.
Sampul Novel Gadis Imut Kesayangan Sugar Daddy
8.9
William Samsons MacRay, arsitek ternama berusia 37 tahun, tak sengaja bertemu Emmy Estelia Setiawan saat tertimpa sial di bandara. Emmy, lulusan Harvard yang baru kembali ke Jakarta, ternyata adalah karyawan baru di perusahaan milik William. Ketertarikan mendalam membuat William selalu membawa Emmy dalam perjalanan bisnis dunianya hingga hubungan mereka berkembang menjadi sugar daddy dan baby. Namun, perjodohan dari orang tua William mengancam cinta beda usia ini.
Sampul Novel Gairah yang Berapi-api: Istri CEO yang Bersalah
7.9
Di malam pengantin, Rogelio bersumpah menyiksa Marian karena menganggapnya penyebab kematian sang kakak. Meski dibenci dan tak disentuh, sebuah insiden memaksa mereka tidur bersama hingga Marian hamil. Di tengah penghinaan Rogelio, pria itu justru diam-diam melindungi aset dan keselamatan istrinya dari gangguan orang lain. Saat Marian berniat kabur membawa rahasia kandungannya, Rogelio justru memeluknya erat dan menolak melepaskan ibu dari calon anaknya tersebut.
Sampul Novel Menikahi Mayat Palsu CEO
7.8
Angel terjebak dalam situasi mengerikan saat dipaksa menikahi jenazah CEO muda yang rupawan. Demi melunasi hutang budi serta imbalan dua miliar rupiah bagi keluarganya, ia terpaksa menyetujui pernikahan tak lazim ini. Namun, kejutan besar menanti di balik peti mati karena sang mempelai pria ternyata masih bernapas. Bagaimana nasib Angel setelah rahasia besar ini terungkap? Ikuti kisah romansa penuh misteri ini dalam Menikahi Mayat Palsu CEO.
Sampul Novel Pelarian Manisnya dari Kekacauan
9.2
Hidup Adelia Putri sebagai istri sempurna Baskara Wijoyo hancur saat memergoki suaminya bermesraan dengan Jovita, anak mantan ART mereka. Meski dikhianati, Adelia justru dituduh emosional dan dipaksa tinggal bersama selingkuhannya. Puncaknya, Jovita menghina Adelia di tengah pesta hingga memicu tamparan keras. Murka, Baskara mengusir Adelia, namun ia memilih pergi selamanya. Bersama sahabatnya, Alex, Adelia menggugat cerai dan meninggalkan kekacauan itu.