Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Kematian tragis sang protagonis terjadi tepat di hari ulang tahunnya bersama saudara kembar perempuannya. Namun, alih-alih duka yang tulus, ia justru menyaksikan pacarnya memeluk erat kembarannya yang menangis. Di saat yang sama, kemarahan keluarganya memuncak; ibunya terus menelepon tanpa henti, ayahnya mencaci dirinya sebagai anak yang tidak tahu berterima kasih, dan saudarinya mengirim pesan kejam yang menuduhnya egois. Saat semua hujatan itu datang, ia menyadari satu hal: dadanya kini tidak lagi terasa sakit.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kemudian, ibuku merasa sedikit bersalah sehingga bersikap baik padaku selama beberapa hari.

Namun, kebaikannya hanya berlangsung selama beberapa hari.

Pada malam hari, acara pertunangan itu pun berakhir dengan lancar.

Tidak ada yang peduli siapa yang merayakan ulang tahun hari ini.

Setelah berpamitan dengan para tamu, ayahku segera memasang wajah muram. Dia menyuruh Vando untuk terus meneleponku.

Ponselku pun beralih dari tidak aktif menjadi tidak terjawab.

Setelah menggenggam tangan Vando yang marah, Sofia pun berkata, "Sudahlah, Kak. Ellen hanya tidak ingin melihatku, sebenarnya tidak apa-apa kalau dia tidak datang."

Sofia selalu berpura-pura begitu baik dan perhatian.

Seperti dugaan, mata ayahku dipenuh dengan rasa kasih sayang.

"Bagus juga kalau Ellen tidak datang. Dia saja bisa mencelakai neneknya sampai mati. Kedatangannya hanya akan membawa sial."

"Melahirkannya ke dunia ini hanya mendapatkan malapetaka. Kalau tahu lebih awal, aku pasti akan mencekiknya sampai mati."

Setelah mendengar ucapan ayahku, rohku yang melayang juga ikut gemetar.

Mereka sama sekali tidak pantas membicarakan nenekku.

Dulu saat melahirkanku, ibuku mengalami pendarahan yang serius dan hampir meninggal di meja operasi.

Sementara itu, kakakku kekurangan oksigen dan harus dilarikan ke inkubator.

Hanya aku yang tampak sehat.

Segera setelah itu, bisnis ayahku terkena masalah.

Mereka menimpakan semua kesialan padaku, bahkan mengatakan bahwa aku adalah sumber malapetaka yang hanya akan membawa nasib buruk.

Sebab itu, ayahku pun memutuskan untuk mengusirku keluar dari rumah.

Namun, Nenek tidak setuju dan mengatakan bahwa mereka terlalu percaya takhayul. Kemudian, dia pun bersikeras untuk mempertahankanku.

Saat aku masih berusia di bawah delapan tahun, Nenek yang membesarkanku dengan penuh kasih sayang.

Namaku juga diberikan oleh Nenek. Dia bilang aku harus bahagia dan hidup dengan ceria.

Namun, pada saat aku berusia tujuh tahun, Ibu datang untuk menjengguk Nenek. Ketika ibuku hendak pulang, dia sama sekali tidak melihatku.

Aku ingin bertanya padanya, kenapa dia tidak melihatku?

Oleh karena itu, aku mengejar mobilnya. Aku menangis sambil berlari.

Mimpi buruk pun datang pada saat itu. Aku hampir mati di dalam ruangan gelap yang bobrok.

Setelah menemukanku, Nenek langsung memelukku dan menangis cukup lama.

Nenek juga menelepon ibuku beberapa kali, kemudian mengatakan bahwa aku jatuh sakit agar dia bisa pulang secepat mungkin.

Tak disangka, ibuku malah menolak.

Sejak saat itu, aku tidak ingin mencari Ibu lagi.

Di saat itu juga, Nenek pun berubah. Setiap hari, dia tampak sangat hati-hati.

Nenek bahkan pergi ke kuil untuk meminta sebuah patung dewa yang berukuran kecil untukku. Dia mengatakan bahwa itu bisa melindungiku.

Di saat aku berusia delapan tahun, Nenek malah mengejar orang yang mencelakaiku. Setelah terjatuh, dia pun tidak bangun lagi.

Aku telah mencelakai Nenek yang paling kucintai. Kini, aku hanya memiliki patung dewa yang dia berikan.

Ketika Ibu datang untuk menjemputku, aku menangis hingga suaraku menjadi serak.

Ayah tidak punya pilihan lagi, sehingga setuju untuk membawaku pulang. Akan tetapi, aku tidak bermarga 'Kistanti', melainkan hanya dipanggil dengan sebutan 'Ellen'.

Bahkan akta kependudukanku masih tercatat dalam buku yang sama dengan Nenek.

Sejauh ini, mimpi buruk itu masih membuatku ketakutan ketika berada di ruangan gelap.

Misalnya, kejadian di mana aku didorong ke ruang bawah tanah oleh kakakku.

Di sepanjang perjalanan pulang, Sofia terus menghibur orang tuanya. Dia pun berusaha untuk memperlihatkan rasa baktinya yang tulus.

Demi menebus kejadian yang terjadi hari ini, ibuku secara khusus memasak semangkuk mi panjang umur untuk Sofia.

"Anakku yang tercinta, hari ini kamu sudah menderita," ujar ibuku.

"Makanlah! Semoga panjang umur."

Sofia dengan manja bersandar di pelukan ibuku, kemudian mengatakan betapa bahagianya dia dalam hidup ini.

"Aish! Betapa bagusnya kalau Ellen ada di sebelah kita."

Begitu membicarakanku, Sofia menggigit bibirnya dan tampak ingin menangis.

Vando mengerutkan bibirnya dengan marah. "Sofia, kamu itu terlalu baik, makanya selalu dianiaya oleh orang lain."

Mendengar ucapan mereka, aku yang berdiri di sebelah sontak merasa sangat ironis.

Terlihat jelas bahwa keluargaku lebih menyayanginya. Akan tetapi, Sofia masih merasa tidak cukup.

Tentu saja, aku tahu karena dia membenci keberadaanku.

Awalnya, ibuku sebenarnya tidak memperlakukanku seburuk ini.

Pada saat ulang tahunku, dia juga pernah memasak mi panjang umur untukku.

Aku sangat senang sampai hampir melompat.

Sebelum aku sempat mengucapkan terima kasih, Sofia sudah berkata sambil menangis, "Begitu memikirkan penderitaan yang Ibu alami saat melahirkan kita, hatiku langsung terasa sedih."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!
9.1
Pernikahan Syafitri dan Guntur terus dihantam badai konflik sejak tahun pertama. Campur tangan serta provokasi dari keluarga Guntur membuat sikap sang suami kian memburuk terhadap istrinya. Meski telah berupaya bertahan dengan segala kesabaran, Fitri akhirnya mencapai titik jenuh. Ia memutuskan menyerah dan mundur dari rumah tangga yang penuh tekanan tersebut. Kini, keduanya menempuh jalan hidup masing-masing demi mencari kebahagiaan yang baru secara terpisah.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Sampul Novel Dosen muda
8.8
Chintya sangat gemar menghabiskan waktu di kafe Perpustakaan Universitas Merah Putih yang mewah. Baginya, fasilitas lengkap bukanlah daya tarik utama, melainkan meja kafe yang luas untuk menampung kertas gambar A3 miliknya. Dunia Chintya berpusat pada seni sketsa dan desain grafis, hobi yang sangat ia cintai. Meski bercita-cita mendalami bidang tersebut selepas SMA, ambisinya terhalang restu orang tua yang melarangnya mengambil jurusan seni saat kuliah.
Sampul Novel Impian untuk Rian
9.5
Anara adalah sosok gadis ceria yang selalu hadir dengan senyum lebar dan binar mata tulus untuk Rian. Bagi Anara, Rian adalah pusat kebahagiaan terbesarnya, sementara Rian sendiri merasa hidupnya kini sangat bergantung pada kehadiran gadis itu. Namun, sebuah tanda tanya besar muncul mengenai masa depan mereka. Jika suatu saat Anara pergi meninggalkannya, mampukah Rian melanjutkan hidup dengan normal atau justru selamanya terjebak dalam bayang-bayang kenangan Anara?
Sampul Novel JANGAN AMBIL ANAKKU
9.3
Almira, ibu muda berusia 30 tahun, terjebak dalam dilema besar saat memutuskan bercerai. Setelah 1,5 tahun menderita akibat suami yang pelit dan gemar berselingkuh, ia ingin mundur demi kewarasan mentalnya. Namun, melepaskan diri dari Iqbal tidaklah mudah. Iqbal justru memanfaatkan ketakutan terbesar Almira, yaitu kehilangan hak asuh anak, sebagai senjata untuk mengancamnya. Kini Almira harus berjuang mempertahankan buah hatinya di tengah tekanan mantan suami.
Sampul Novel Mantan Istriku Hamil?!
9.4
Lenny, miliarder ternama di ibu kota, terjebak dalam pernikahan tanpa rasa kasih sayang. Sebuah insiden satu malam dengan wanita asing membuatnya nekat menceraikan sang istri demi mencari sosok misterius tersebut untuk dinikahi. Namun, beberapa bulan pasca berpisah, Lenny terkejut mendapati mantan istrinya tengah mengandung tujuh bulan. Keraguan pun muncul di benaknya, apakah mantan istrinya itu telah mengkhianati pernikahan mereka selama ini?