Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Kakak Beradik 

Kakak Beradik 

Kematian tragis sang protagonis terjadi tepat di hari ulang tahunnya bersama saudara kembar perempuannya. Namun, alih-alih duka yang tulus, ia justru menyaksikan pacarnya memeluk erat kembarannya yang menangis. Di saat yang sama, kemarahan keluarganya memuncak; ibunya terus menelepon tanpa henti, ayahnya mencaci dirinya sebagai anak yang tidak tahu berterima kasih, dan saudarinya mengirim pesan kejam yang menuduhnya egois. Saat semua hujatan itu datang, ia menyadari satu hal: dadanya kini tidak lagi terasa sakit.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pada hari kematianku, itu juga adalah ulang tahunku bersama kakak kembarku. Dia menangis tersedu-sedu sambil dipeluk erat oleh pacarku. Sementara itu, ibuku yang sangat marah terus meneleponku tanpa henti. Kakakku malah lebih keterlaluan, dia mengirim pesan yang berisi [Orang sepertimu ini memang egois, tidak bisa melihat orang lain bahagia]. Bahkan ayahku yang biasanya pendiam juga marah besar padaku, [Dia sungguh anak yang tidak tahu berterima kasih]. Mendengar kata-kata itu, aku langsung memegang dadaku. Untungnya, hatiku sudah tidak sakit lagi ....

Sejak kecil, Nenek sering memberitahuku bahwa ibu adalah orang yang paling baik di dunia ini.

Namun, aku merasa Nenek selalu menipuku.

Di saat aku berusia delapan tahun, barulah Ibu bersedia untuk menjemputku.

Sesampainya di rumah, aku melihat ibuku sedang menghibur kakak kembarku, Sofia Kistanti.

Aku memang sangat mirip dengan Sofia, tetapi aku memiliki tahi lalat di bawah sudut mata kiriku yang tidak dimiliki olehnya.

"Bu, siapa dia?"

"Dia adalah adik kembarmu yang baru pindah dari pedesaan, Ellen."

Mendengar pertanyaan penuh ketidakpuasan serta jawaban yang acuh tak acuh itu, hatiku seketika menjadi tidak tenang.

Kata "pedesaan" pun bisa menjadi sebutan bagiku. Sejak saat itu, jarak kami seketika menjadi jauh.

Kakakku, Vando Kistanti malah menatapku dengan penuh kebencian, Seakan-akan aku adalah penjajah di rumah ini.

Di saat itu pula, aku sangat ingin bertanya pada Nenek, apa yang baik dari ibuku?

Namun, sekarang ....

Di pesta ulang tahun kami atau lebih tepatnya pesta pertunangan Sofia, ibuku yang selesai melayani tamu langsung mengambil ponsel dan bersembunyi di area tangga, kemudian dia terus meneleponku tanpa henti.

Pada panggilan kelima, ponselku tiba-tiba dimatikan.

Ibuku sangat marah hingga berteriak, "Ellen, kamu kurang ajar sekali. Aku ini ibumu!"

Mendengar suara teriakan dari Ibu, Vando langsung berjalan kemari. Dia memapah lengannya sambil berkata, "Bu, jangan biarkan orang seperti dia merusak suasana pesta ini. Itu hanya akan membawa sial."

"Hari ini adalah pesta pertunangan Sofia, jadi tidak ada hubungannya dengan orang itu."

"Hanya Sofia yang berbaik hati, dia selalu memikirkan adik kembarnya yang tinggal jauh di pedesaan. Tapi, sekarang malah harus menderita karena masalah seperti ini."

Begitu mendengar nama "Sofia", senyuman bahagia langsung terlukis di bibir ibuku.

Ibuku pun menghela napas dan menepuk tangan Vando. "Untungnya, Sofia adalah anak yang perhatian. Sama-sama anakku, tapi kenapa perbedaannya begitu besar?"

"Dulu, saat melahirkan mereka berdua, aku hampir kehilangan nyawaku karena mengalami pendarahan."

"Apalagi, Sofia sudah kekurangan gizi sejak dalam kandungan. Dia sangat lemas dan sering kali sakit setelah lahir, bahkan hampir kehilangan nyawanya."

"Bahkan dokter pun bilang hidupnya adalah sebuah keajaiban."

Rasa sedih langsung menyelimuti hatiku. Aku sudah mendengar beberapa perkataan itu berkali-kali sejak dijemput pulang.

Kalau bukan karena bantuan Nenek, aku pasti sudah dibuang begitu saja.

Vando menghibur ibuku lagi. "Ellen tumbuh besar di pedesaan, dia tidak pantas tampil di depan umum."

"Demi kebahagiaan Sofia, aku harus menjemputnya ke sini hari ini."

Setelah itu, ibuku pun mengangguk dan berjalan ke dalam aula bersama Vando. "Sofia sangat kasihan karena harus menanggung semua ini."

Namun, aku tidak merasa kasihan padanya. Andai saja Sofia benar-benar baik padaku, kenapa dia tega mengunciku di ruang bawah tanah ....

Begitu terbang ke ruang rias, aku akhirnya bertemu dengan Sofia.

Sofia menangis tersedu-sedu. Dia mengerucutkan bibirnya sambil bersandar di pelukan Witson Winarta.

Riasan yang indah membuatnya terlihat sangat menyedihkan.

"Betapa bodohnya aku! Padahal aku bisa rayakan ulang tahunku saja, tapi buat apa harus bertunangan hari ini."

"Ellen tidak datang ke sini, apa karena dia masih marah padaku?"

"Lagian, kamu dulu adalah pacarnya. Dia juga begitu mencintaimu."

Mata Witson penuh rasa kasih sayang. Dia mengusap punggungnya dengan lembut.

Begitu mendengar namaku, Witson langsung berkata dengan ekspresi menghina. "Orang seperti dia seharusnya tidak dilahirkan pada hari yang sama denganmu."

"Hanya bayangin cintanya saja sudah membuatku muak."

"Urusan pertunangan sama sekali tidak ada hubungan dengannya."

Setelah Witson menyelesaikan kata-katanya, aku pun tersenyum sinis. Sofia sengaja bertunangan hari ini, bukankah karena ingin mempermalukanku?

"Tapi, Ellen adalah adik kembarku. Aku sangat harap bisa mendapatkan restunya," ujar Sofia dengan sedih.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU MUNDUR, MAS!
9.1
Pernikahan Syafitri dan Guntur terus dihantam badai konflik sejak tahun pertama. Campur tangan serta provokasi dari keluarga Guntur membuat sikap sang suami kian memburuk terhadap istrinya. Meski telah berupaya bertahan dengan segala kesabaran, Fitri akhirnya mencapai titik jenuh. Ia memutuskan menyerah dan mundur dari rumah tangga yang penuh tekanan tersebut. Kini, keduanya menempuh jalan hidup masing-masing demi mencari kebahagiaan yang baru secara terpisah.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra terjebak dalam dilema antara kebencian mendalam atas perlakuan kejam Azhar dan ketakutan kehilangan pria itu saat benih cinta mulai tumbuh. Di sisi lain, Azhar yang awalnya hanya ingin memperbudak Citra demi memuaskan nafsunya, justru mulai dikuasai naluri untuk melindungi. Hubungan penuh luka ini berubah menjadi ikatan yang rumit, membuktikan bahwa mereka adalah perasaan yang tepat namun hadir di saat yang tidak seharusnya bagi satu sama lain.
Sampul Novel Dosen muda
8.8
Chintya sangat gemar menghabiskan waktu di kafe Perpustakaan Universitas Merah Putih yang mewah. Baginya, fasilitas lengkap bukanlah daya tarik utama, melainkan meja kafe yang luas untuk menampung kertas gambar A3 miliknya. Dunia Chintya berpusat pada seni sketsa dan desain grafis, hobi yang sangat ia cintai. Meski bercita-cita mendalami bidang tersebut selepas SMA, ambisinya terhalang restu orang tua yang melarangnya mengambil jurusan seni saat kuliah.
Sampul Novel Impian untuk Rian
9.5
Anara adalah sosok gadis ceria yang selalu hadir dengan senyum lebar dan binar mata tulus untuk Rian. Bagi Anara, Rian adalah pusat kebahagiaan terbesarnya, sementara Rian sendiri merasa hidupnya kini sangat bergantung pada kehadiran gadis itu. Namun, sebuah tanda tanya besar muncul mengenai masa depan mereka. Jika suatu saat Anara pergi meninggalkannya, mampukah Rian melanjutkan hidup dengan normal atau justru selamanya terjebak dalam bayang-bayang kenangan Anara?
Sampul Novel JANGAN AMBIL ANAKKU
9.3
Almira, ibu muda berusia 30 tahun, terjebak dalam dilema besar saat memutuskan bercerai. Setelah 1,5 tahun menderita akibat suami yang pelit dan gemar berselingkuh, ia ingin mundur demi kewarasan mentalnya. Namun, melepaskan diri dari Iqbal tidaklah mudah. Iqbal justru memanfaatkan ketakutan terbesar Almira, yaitu kehilangan hak asuh anak, sebagai senjata untuk mengancamnya. Kini Almira harus berjuang mempertahankan buah hatinya di tengah tekanan mantan suami.
Sampul Novel Mantan Istriku Hamil?!
9.4
Lenny, miliarder ternama di ibu kota, terjebak dalam pernikahan tanpa rasa kasih sayang. Sebuah insiden satu malam dengan wanita asing membuatnya nekat menceraikan sang istri demi mencari sosok misterius tersebut untuk dinikahi. Namun, beberapa bulan pasca berpisah, Lenny terkejut mendapati mantan istrinya tengah mengandung tujuh bulan. Keraguan pun muncul di benaknya, apakah mantan istrinya itu telah mengkhianati pernikahan mereka selama ini?