
Jodohku Ceo Dingin
Bab 3
Kakek terkejut dengan ucapan Devo padahal selama ini dia tidak pernah tahu kalau Devo itu sudah punya pacar.
“Apakah kamu yakin akan menikahi gadis ini?” tanya kakek sambil menunjuk Vivi.
Devo dengan penuh keyakinan sambil berkata”Aku akan menikahi gadis ini jadi Kakek tidak bisa menjodohkan aku dengan sembarang wanita,” ucap Devo.
Vivi sangat gugup sebenarnya ini ada apa kenapa Devo ingin menikahinya. Dia ingin sekali pergi dari rumah ini.
Kakek menatap Vivi dari atas sampai bawah dalam hatinya mana mungkin Devo jatuh cinta dengan wanita seperti ini.
“Kalian berdua masuk dulu untuk makan kita akan bicarakan setelah makan,” ucap Kakek.
Kakek masuk ke ruang makan dan Vivi melepaskan tangan Devo dan menatapnya dengan tajam.
“Devo apakah kamu sudah gila kita baru saja mengenal lalu mau menikah?” tanya Vivi.
Devo tersenyum sambil berkata”Kamu tidak perlu takut hanya minta bantuan kamu sekali ini saja,” ucap Devo.
Ketika mereka sedang berdebat Kakek memanggil mereka”Devo segera kamu ke ruang makan,” ucap Kakek.
“Kita bicarakan saja nanti,” ucap Devo.
Vivi dan Devo berjalan ke ruang makan. Di meja makan sudah terhidang banyak sekali hidangan dan pelayan yang sigap untuk melayani. Vivi terkejut dengan hidangan di meja sangat banyak dan mewah, ada ikan, ayam, daging, buah semuanya ada seperti hidangan hotel.
“Silahkan kalian duduk dulu,”ucap Kakek.
Vivi dan Devo sangat terkejut dan mereka hanya bisa diam saja, dia tidak menyangka kalau dia akan mengalami hal ini. Vivi terlihat canggung apalagi dia harus berharapan dengan orang yang baru dia kenal.
“Jadi kalian akan menikah,” ucap Kakek.
“Iya Kakek, bukankah Kakek ingin agar aku menikah dan punya keturunan,” ucap Devo.
“Iya Kakek ingin kamu punya putra dan keturunan namun apakah kamu sudah menyelidiki asal-usulnya?” tanya Kakek.
“Kakek tenang saja dan apapun yang terjadi akan saya tetap menikahi Vivi,” ucap Devo.
Devo menggandeng tangan Vivi dan mereka keluar dari rumah. Mereka masuk ke dalam mobil, Vivi terlihat kesal dengan sikap Devo.
“Devo kamu itu kenapa sembrono mau menikahiku lagipula kita juga baru kenal?” tanya Vivi.
Devo tersenyum sambil berkata”Sudah diam kamu jangan banyak bicara, aku melakukan ini agar aku tidak menikah dengan wanita pilihan Kakek,” ucap Devo.
Vivi terdiam dalam hatinya dia tahu kalau Devo ini kekasih gelap Karen artis terkenal itu.
“Kamu masih menjalin hubungan sama Karen padahal kamu tahu kalau dia itu sudah tunangan sama pengusaha,” ucap Vivi.
Devo menghentikan mobilnya secara tiba-tiba dan itu membuat Vivi kaget. Dia tidak mengerti kenapa Devo tiba-tiba berhenti.
“Devo kenapa kamu berhenti?” tanya Vivi.
Devo menengok ke kanan ke arah Vivi dan dia menatap Vivi dengan kesal. Vivi sampai takut dengan pandangan Devo.
“Kamu kenapa apakah kamu marah?” tanya Vivi.
“Kamu sudah melihat isi flashdisk ini,” ucap Devo dengan suara tegas dan tatapan mata tajam.
Vivi hanya mengangguk dia tahu kalau Devo ini marah dengannya dan dia juga lancang melihat flashdisk milik orang lain.
“Kamu tahu kalau aku ada hubungan sama Karen,” ucap Devo dengan suara tegas.
“Iya aku tahu dan aku minta maaf telah melihat flashdisk kamu,” ucap Karen dengan suara gugup.
Devo mengambil cek di tasnya dan memberikannya ke Vivi sambil berkata”Sebutkan nominal untuk tutup mulut,” ucap Devo.
Mata Vivi membesar dalam hatinya apakah mungkin Devo ingin menyuapnya dengan uang tutup mulut.
“Kamu jangan salah paham aku tidak akan memberitahu siapapun dan rahasia kamu akan aman,” ucap Vivi
Devo menghela nafas dia tidak menyangka terlibat dengan wanita yang baru dia kenal.
“Kamu mau apa dari aku?” tanya Devo.
“Aku ingin tahu kenapa kamu ingin menikahi aku padahal kamu sudah punya pacar Karen,” ucap Vivi.
“Aku tidak punya pilihan lain lagipula aku juga tidak serius untuk menikahi kamu anggap saja ini adalah usaha untuk menanangkan kakek aku,” ucap Devo.
“Aku mau pulang,” ucap Vivi.
“Aku antar kamu pulang,” ucap Devo.
Devo mengantar Vivi pulang dan ketika sudah sampai depan rumah Vivi keluar dari mobil.
“Aku akan hubungi kamu nanti,” ucap Devo.
Devo pergi meninggalkan rumah dan Vivi berjalan masuk ke dalam rumah. Mama selama ini mengintip mereka berdua dari jendela.
“Vivi kamu sudah punya pacar kenapa tidak dikenalkan ke mama?” tanya Mama.
Vivi tersenyum sambil berkata”Apa maksud Mama aku tidak mengerti?” tanya Vivi.
Mama tersenyum melihat tingkah anak gadisnya dia tahu mungkin Vivi ini sedang kasmaran.
“Mama melihat ada Pria yang mengantar kamu pakai mobil dia siapa?” tanya Mama.
“Mama itu teman aku lagi pula itu bukan pacar aku,” ucap Vivi.
“Kamu sudah makan, bagaimana kamu sudah berhasil mendapatkan pekerjaan?” tanya Mamam.
“Aku belum nanti aku bahas lagi, Vivi istirahat,” ucap Vivi.
Vivi masuk ke dalam kamar dan dia merebahkan dirinya dalam hatinya dia seperti mimpi melihat Rio menikah dan bertemu Devo semua ini rasanya terlalu mendadak. Dia melihat media sosial dia melihat foto pernikahan Rio dengan istrinya. Dia tidak mengenal wanita ini dalam hatinya kenapa Rio tega mengkhianatinya. Dia meneteskan air mata ketika melihat foto itu dia teringat satu tahun yang lalu ketika hubungan mereka sudah sampai ke tahun keempat Rio berjanji akan menikahinya namun sekarang sia-sia semua itu hanya bualan saja. Dia masih ingat ketika pertama kali Rio dan dia bertemu waktu itu Rio dan Vivi masih satu organisasi. Rio yang membantu Vivi menata buku di perpustakaan. Sejak saat itu benih cinta mulai tumbuh di hati mereka berdua. Vivi masih penasaran apa alasan Rio meninggalkannya dan apa kekurangan dia.
Devo kembali ke rumah dan dia tampak lelah, dia menatap foto Karen yang disembunyikan di buku.
Dia begitu mencintai Karen dan dia tidak bisa melupakan Karen begitu saja. Karen adalah cinta pertamanya namun dia hanya kalah start saja dulu dia tidak sempat mengungkapkan perasaanya sibuk dengan kuliahnya di luar negeri. Sekarang ketika dia kembali Karen sudah bertunangan. Ponsel dia berdering.
{“Halo sayang kamu lagi apa?” tanya Karen.
“Aku lagi mau tidur sekalian istirahat,” ucap Devo.
“Devo aku dengar kakek menjodohkan kamu sama wanita lain lagi, kamu bisa nolak dia, aku tidak ingin kamu berhubungan sama wanita lain,” ucap Karen dengan marah.
“Enggak sayang aku ini tidak mungkin mau sama wanita itu dan kamu tahu darimana?” tanya Devo.
“Dari Bambang tunangan aku, dia cerita semuanya, aku jadi kesal kalau kakek kamu kayak gitu,” jawab Karen dengan wajah cemberut.
“Iya aku tahu santai saja dan aku tetap sayang sama kamu,” ucap Devo.
“Aku mau tidur dulu kita lanjutkan nanti,” ucap Karen.]
Anda Mungkin Juga Suka





