Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jodoh Pilihan Ayah

Jodoh Pilihan Ayah

Demi menyelamatkan bisnis keluarga, Zeva terpaksa menuruti keinginan ayahnya untuk berkencan dengan Alex. Padahal, ia memiliki kekasih rahasia bernama Darrel yang tak diketahui orang tuanya. Dilema muncul saat pesona Alex mulai menggoyahkan keyakinan hati Zeva. Kini ia terjepit di antara kewajiban kepada sang ayah, kesetiaan pada Darrel, dan perasaan baru yang mulai tumbuh. Akankah Zeva menemukan kebahagiaan sejati atau justru terjebak dalam kekecewaan mendalam?
Bab
Bagikan

Bab 2

Zeva tidak keluar dari kamar, bahkan ia mengabaikan bunyi perutnya yang menandakan lapar.

Pintu kamarnya terus di ketuk. Suara Harrison memanggilnya dari balik pintu sana tanpa menyerah.

"Zeva, ayah mohon. Keluarlah sebentar ya? Kamu belum makan," ucap Harrison sangat memohon dengan nada lembutnya.

'Dasar bermuka dua. Pasti ayah sengaja mengambil box putih itu,' batin Zeva, ia tidur menghadap jendela kamar yang menampilkan pemandangan gedung-gedung pencakar langit.

"Kamu marah dengan ayah?"

'Astaga, siapapun pria itu, aku tidak akan membiarkannya menyukai Zevanya,' Harrison membatin dalam hati. Dialah yang mengambil box putih itu, betapa terkejutnya isinya ada boneka, coklat dan buket bunga mawar putih.

"Ayolah, jangan sampai sup tomat kesukaanmu ini dingin. Makanlah masih hangat," Harrison lelah membujuk Zeva, tampaknya Zeva benar-benar marah atas perbuatannya.

Zeva menangis dalam diam, memeluk bantalnya dan memendam suara tangisannya yang pilu. Apa Harrison harus sejahat itu padanya?

"Kenapa ayah tidak pernah mengizinkanku bahagia? Kenapaaa?" Air mata Zeva terus berjatuhan melewati pipinya yang chubby. Setiap hari, ia terus berandai-andai bisa menikah dengan pria yang di cintainya. Akan tetapi, mengingat Harrison yang terlalu dingin, membuatnya tidak yakin mengenalkan kekasihnya.

Mata Zeva menatap sayu ponsel putihnya. Menekan tombol panggil, ia ingin meyakinkan hatinya jika box putih itu benar-benar di kirim ke rumahnya.

"Aku mohon, angkat teleponku," lirih Zeva memohon, ia menggigit kuku jarinya cemas. Meskipun ini masih jam sibuk kekasihnya bekerja.

Suara berat yang sedikit lesu itu menyapa Zeva. "Iya, sayang, ada apa?"

"E-eumh apa kamu memberiku sebuah hadiah?" Tanya Zeva terbata, ia sedikit gugup. Ia sangat mengharapkan hadiah kejutan dari kekasihnya.

"Iya aku mengirimnya, kenapa? Kamu tidak suka barangnya? Biar aku belikan yang baru," terdengar seperti kegelisahan jika Zeva tidak menyukai hadiahnya. Ia tidak tau apa saja yang di sukai para perempuan.

Zeva melebarkan bibirnya, senyumnya merekah senang. Ternyata benar-benar di kirimkan hadiah kejutan. Entah box sebesar apa.

"Aku suka. Terima kasih, sayangku. Semangatt yaa kerjanyaa, ada aku yang harus kamu perjuangkan," mendadak hati Zeva menghangat, suara lembut dari seberang sana membuatnya lupa tentang hilangnya box putih.

"Sama-sama. Kalau aku ada waktu senggang, mari kita berkencan. Aku kerja lagi, bye sayang," di akhiri dengan suara kecupan singkat, meskipun itu jauh, pipi Zeva langsung merah merona.

Zeva terkekeh geli. "Astaga, betapa manisnya, kamu."

***

Sebelum berangkat ke hotel, Zeva ingin mengisi perutnya lebih dulu. Saat ini, ia berada di kafe, memesan spaghetti dan segelas susu hangat.

"Kenapa kamu memesan susu? Kopi disini sangat enak dan manis. Dan aku memesan yang ada tambahan krim latte," wanita bergaun merah di sebelah Zeva menyapa dengan keheranan.

"Itu, bukan urusanmu. Mau pesan susu atau minuman lain, itu hakku," Zeva menjawabnya menahan umpatan kekesalannya.

Bunyi gemerincing bel kafe dan sepasang kekasih baru saja masuk. Mereka duduk di meja kosong di belakang Zeva.

"Aku sepertinya mengenalimu," ia berujar, matanya mengamati wajah Zeva. Pernah melihat Zeva sebelumnya.

Zeva menjawab. "Maaf, aku tidak kenal denganmu."

"Misalnya nanti kita ketemu lagi, jangan lupakan aku ya. Dan .... Namaku, Mikhayla," setelah perkenalan singkat itu, Mikhayla beranjak pergi.

Zeva menyudahi makannya, ia harus sampai di kantor jam 7 pagi.

***

Harrison membakar box putih di belakang rumah.

"Maafkan ayah, Zevanya. Ayah hanya tidak mau laki-laki manapun itu mencintaimu. Ayah takut kamu tidak bahagia," Harrison sangat merasa bersalah, padahal jika ia tidak menyembunyikan box putih ini, Zeva pasti menyukai hadiahnya. Tidak tau pasti dari siapa.

Harrison menghela nafas. "Bagaimanapun juga, pernikahanmu harus segera di percepat."

"Cepat bereskan ini sampai bersih," Harrison memberikan perintah kepada dua bodyguardnya. Dua penjaga itu tidak ia perbolehkan menjaga Zeva terlalu dekat, cukup dari kejauhan saja.

Sejauh ini, Harrison belum pernah mendapatkan laporan jika Zeva pernah berkencan dengan seorang pria. Tapi kiriman hadiah kejutan itu, Harrison sudah mengerti pasti Zeva menjalin hubungan asmara secara diam-diam agar ia tidak mengetahuinya.

Di perusahaan D'glows, dan ruangan kerja yang terasa dingin karena AC yang menyala. Tumpukan berkas yang meninggi membuat Zeva bekerja keras mengetik di laptop hitamnya.

"Yang benar saja bos menyuruhku menyelesaikan ini sekarang. 26 berkas?" Zeva tersenyum palsu, dan yang mengirim berkas itu adalah Agnes, bahkan Agnes menertawakannya.

Dan seseorang memperhatikan Zeva dari layar CCTV, menyesap rokoknya dalam-dalam.

"Aku akan terus memantaumu sampai kau benar-benar menyelesaikannya, Zeva," suara beratnya mengintimidasi, meskipun Zeva adalah pemilik perusahaan D'glows, ia tidak takut dan tetap memerintah seperti bawahannya.

***

Pukul 5 sore, Zeva akhirnya menyelesaikan 26 berkas itu, tentu saja tidak ke kantin namun, ia menyuruh Agnes membawakan sepotong sandwich dan kopi hangat.

Dengan menggerutu sambil mengemasi barang-barangnya di meja. "Sialan, kenapa pulangku lebih lambat? Ahh, seharusnya aku pulang jam 3 sore tadi. Huh, semua ini gara-gara berkas menyebalkan itu."

Kaki jenjangnya keluar dari ruangan yang sejak tadi di singgahi selama 11 jam lamanya.

Sebelum pulang, Zeva mampir ke salon terlebih dahulu.

"Miss, tolong rapikan rambutku ya," Zeva memanggil perempuan yang berseragam merah muda. Zeva merasa tidak perlu terlalu merawat tubuhnya, apalagi untuk menemui pria yang tidak ia kenal, kecuali untuk Darren.

Zeva duduk dan menyandarkan punggungnya yang terasa pegal.

"Woah, anda baru pulang dari kerja ya?" Tanyanya sambil menyisir lembut rambut Zeva.

"Iya, karena saya tidak punya banyak waktu untuk berdandan," Zeva menjawabnya, matanya terpejam menikmati pijatan lembut di rambut pirangnya.

"Apa anda mau tambahan seperti styling rambut?"

Zeva menggeleng. "Rapikan saja rambutku, itu cukup," Zeva tidak mau berpenampilan cantik di hadapan pria itu nanti. Ia berharap dia tidak menyukai wajahnya, atau lebih mencari wanita yang cantik lainnya. Semoga saja.

Selesai dari salon, Zeva membersihkan diri di kamar mandi.

Beberapa saat setelahnya, Zeva mengecek ponselnya. Ia harap Darren mengiriminya pesan walaupun beberapa balon chat.

Kosong, terakhir kali Darren mengirim pesan berisi.

[ Lihat box putih di sudut kamarmu. Aku harap kamu menyukainya ]

Mata Zeva berair, ingin sekali bertemu dan memeluk Darren. Ia rindu.

"Darren, sesibuk apapun kamu, jangan lupakan aku ya?" Bibir Zeva tersenyum getir. Percintaannya tidak seindah pasangan diluar sana.

"M-maaf, aku mengkhianatimu. Maaf, Darren. Ini bukan kehendakku, tapi ayahku," perasaan bersalah menyebar di tubuh Zeva, jika cinta sejatinya berakhir sampai disini, bohong hatinya tidak rela melepaskan Darren selamanya.

Bunyi pintu kamar di buka. Harrison masuk.

"Kenapa kamu tidak mendengar ayah panggil daritadi?"

Kehadiran Harrison yang tiba-tiba masuk, Zeva refleks membalikkan punggungnya dan mengusap wajahnya yang setengah basah karena menangisi Darren.

"Pergi, ayah. Aku mau sendiri."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel JANGAN AMBIL ANAKKU
9.3
Almira, ibu muda berusia 30 tahun, terjebak dalam dilema besar saat memutuskan bercerai. Setelah 1,5 tahun menderita akibat suami yang pelit dan gemar berselingkuh, ia ingin mundur demi kewarasan mentalnya. Namun, melepaskan diri dari Iqbal tidaklah mudah. Iqbal justru memanfaatkan ketakutan terbesar Almira, yaitu kehilangan hak asuh anak, sebagai senjata untuk mengancamnya. Kini Almira harus berjuang mempertahankan buah hatinya di tengah tekanan mantan suami.
Sampul Novel Sahmura Yang Redup
8.1
Hafizah Putri Amaliyah, seorang gadis belia yang kerap menjadi korban perundungan, memulai hidup baru setelah dinikahi oleh Hafiz, guru muda berusia sembilan belas tahun. Namun, sebuah peristiwa mendadak mengubah kepribadian Hafiz secara drastis. Di tengah perubahan misterius sang suami, Hafizah terjebak dalam dilema sulit untuk memilih antara ayahnya atau Hafiz. Mengapa Hafiz menikahinya? Rahasia di balik perubahan sikapnya kini menguji kesetiaan Hafizah.
Sampul Novel SENI DI ATAS RANJANG
8.5
Antologi khusus dewasa ini merangkum beragam narasi romansa penuh gairah dengan konflik yang bervariasi. Setiap bab menyajikan kisah panas yang unik, menampilkan jajaran tokoh dari berbagai latar belakang profesi serta pengalaman hidup yang berbeda. Pembaca akan diajak menyelami dinamika hubungan yang intens dan provokatif melalui alur cerita yang beragam. Sebuah koleksi cerita variatif yang dirancang khusus untuk memberikan hiburan maksimal bagi pembaca dewasa.
Sampul Novel SRTJC
7.9
Selamat datang dalam kumpulan kisah unik yang merangkum dinamika kehidupan remaja masa kini. Di sini, logika seolah dikesampingkan demi aksi-aksi spontan yang tak terduga dan penuh kejutan. Setiap bab menyajikan potret autentik tentang perilaku absurd serta kelakuan nyeleneh anak muda di era modern. Ikuti perjalanan seru mereka yang penuh tawa dan kegilaan dalam menghadapi keseharian. Temukan bagaimana momen-momen paling mustahil menjadi nyata di cerita ini.
Sampul Novel Stuck in Love Mr. F
9.5
Gwen Alicia berharap mendapatkan kedamaian saat menjauhi kekasihnya, namun ia justru bertemu Felix, pria mesum di kantor baru yang membawa sial. Terjebak dalam kesepakatan rumit buatan Felix, Gwen terpaksa melangkah hingga jenjang pernikahan meski hatinya masih milik pria lain. Mampukah Gwen lepas dari jeratan Felix yang mengikat hidupnya? Inilah kisah penderitaan dan dilema Gwen dalam menghadapi pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Sampul Novel Suamiku Menikahi Lagi Tanpa Sepengetahuanku
9.2
Hati Selina hancur saat menemukan bukti pernikahan rahasia Daniel di ponsel suaminya. Pengkhianatan ini semakin pahit karena Daniel dan istri barunya berencana merampas seluruh harta Selina. Padahal, Selina yang mengangkat derajat Daniel dari kemiskinan hingga bergelimang kemewahan. Kini, amarahnya memuncak. Tanpa ampun, Selina bersumpah akan merebut kembali semua miliknya dan membuat Daniel jatuh miskin seperti semula. Balas dendam dingin ini baru saja dimulai.