
Jesslyn Terpaksa Menikah
Bab 2
Jesslyn dan Chika kini sudah berada di kantin kampus, dengan dua mangkok bakso yang mereka pesan dan dua gelas orange jus.
Pandangam Jesslyn mengarah pada sepasang kekasih yang terlihat romantis, mereka yang tidak segan memgumbar kemesraan mereka, bahkan terang - terangan memamerkan cincin yang melingkar dijari manis mereka.
"Ch, norak!" ucap Chika menbuat Jesslyn yang awalnya terlihat sedih menjadi tersenyum setelah mendengar Chika berbicara.
"Norak ?" ucap Jesslyn dan Chika mengangguk.
"Iya, mereka norak, kaya gak pernah pake cincin aja!" jawab Chika dengan suara cukup keras, membuat sepasang kekasih itu melihat ke arah Chika.
Wanita dari kekasihnya berdiri dan menghampiri Chika, karena dirinya yang tidak terima jika disebut norak.
"Maksud lo apa, lo ngatain gue norak ?" tanyanya membuat Chika menatapnya sinis.
"Oh lo ngerasa kesindir, bagus deh, karena lo emang NORAK !" balas Chika membuat wanita itu geram.
"Sialan lo! ck, bilang aja lo syirik kan, dan kasihan sama temen lo ini, karena Adit lebih memilih gue !" balasnya sambil mendelik ke arah Jesslyn.
Mendengar wanita itu menyinggungnya, Jesslyn pun menatapnya dengan kesal, " gue, syirik? apa yang harus gue syirikkin atau iri dari lo berdua? Adit cowok yang gak setia, dan lo perebut cowok orang, ya cocoklah lo berdua, dan gue harus iri atau syirik sama lo berdua, yang bener aja. Gue cewek yang terhormat, lebih memilih cowok setia!"
Wanita yang bernama Clarissa Ethelind itu kesal, karena Jesslyn berbicara cukup kecang hingga semua tahu jika Clarissa berpacaran dengan Adit, di saat Jesslyn dan Adit belum berpisah, dan itu membuat semua yang ada di kantin menyoraki Calrissa, karena dia yang sudah sesumbar pada orang lain, mengenai hubungannya dengan Adit. Adit yang sejak tadi hanya menyimak, langsung membawa Clarissa menjauh dari Jesslyn, dan pergi meninggalkan kantin.
Jesslyn berdecak kesal, melihat Clarissa dan Adit pergi begitu saja, sedangkan Chika, dia terlihat tertawa senang, karena Jesslyn membalas perkataan Clarissa hingga dia merasa malu.
"Sialan banget, gak tahu apa gue lagi bad mood!" kesal Jesslyn.
"Enggak apa - apalah, kan lo jadi ada buat keluarin kekesalan lo, dan tepat sasaran lagi, " ucap Chika membuat Jesslyn tersenyum tipis.
***
Sebuah perusahaan besar dengan nama PT. GHIFACORP, dengan CEO tampan dan masih sangat muda di antara CEO lainnya, Arrion Chedric Ghifari. Pria tampan berusia 22 tahun, sudah menduduki kursi CEO sejak dirinya menginjak usia 20 tahun.
Masih sangat muda bukan?.
Perusahaan yang di bangun oleh ayahnya yang bernama August Ghifari, dan lalu di teruskan olehnya pun semakin bertambah pesat, dengan kepintarannya yang di atas rata - rata. Namun sayangnya, jika perihal cinta, Arrion tidak terlihat pintar dengan hal ini, bahkan kini membuat perusahaannya goyah.
Arrion memiliki kekasih bernama Sheila Zhopia. Sheila adalah seorang model cantik yang begitu bangga jika ia berhasil menggaet pria bernama Arrion. Seorang CEO tampan dan muda di perusahaan besar. Sheila yang senang Arrion menjadi kekasihnya, karena Arrion yang royal terhadapnya, bahkan segala apapun yang diminta oleh Sheila, Arrion pasti akan menurutinya.
Bagi Arrion, Shiela adalah segalannya, dia selalu ingin membuat Sheila senang, meski harus menguras ATM nya. Tapi, itu bukan masalah untuknya, karena dia seorang CEO yang bisa menghasilkan uang milliaran dalam satu bulan.
Akan tetapi, Arrion memiliki masalah, orang tuanya tidak setuju Arrion dengan Sheila, dengan alasan Sheila bukan wanita yang baik, dan tentu Arrion tidak percaya begitu saja, sebelum Arrion melihat dengan mata kepalanya sendiri, dan selama ini Arrion berhubungan dengan Sheila, tidak pernah memiliki masalah apapun, atau hal yang bisa membuat Arrion curiga.
Di rungannya, Arrion sedang bersama dengan kedua sahabatnya, Bastian Hartigan dan Lucas Mallory.
"Kenapa wajah lo, pucet amat ?" tanya Lucas pada Arrion.
"Palingan lo udah tahu sesuatu soal Sheila ?" tambah Bastian membuat Arrion berdecak kesal.
"Lo berdua sama aja kaya nyokap bokap gue, kalian berpikir kalo Sheila itu gak baik!" kesal Arrion.
"Emang, dan lo BUTA !" jawab Bastian kembali membuat Arrion kesal dan Lucas mengangguk.
"Gue gak akan percaya sebelum gue lihat sendiri, lagian gue bad mood bukan soal Sheila, tapi bokap dan nyokap gue malah mau jodohin gue sama cewek lain!"
"SETUJU!" jawab Lucas dan Bastian bersamaan membuat Arrion kesal dan mengusir mereka dari ruangannya.
"Sialan banget mereka, apa coba salah Sheila, dia cewek baik, cantik sexy juga, dan malah di bilang Sheila bukan cewek baik. Gue gak akan percaya gitu aja, gue yakin Sheila dia cewek yang baik dan sekarang gue harus berpikir, gimana caranya agar nyokap sama bokap gue, mau terima Sheila, dan gagalin rencana perjodohan gue sama cewek yang gak jelas itu saiapa !" gumamnya kesal.
Lucas dan Bastian yang di usir oleh Arrion, mereka telihat kesal.
"Gue heran, Arrion dia itu CEO, pinter juga kan ya, tapi anehnya, dia gampang banget di bodohin sama cewek !" heran Lucas yang di angguki Bastian
"Dahlah, biarin aja, yang penting kita udah kasih tahu dia, mending kita ke cafe aja deh, cari cewek sekalian," ajak Bastian pada Lucas.
Mereka berbeda dengan Arrion yang sudah menjadi seorang CEO, Bastian dan Lucas masih berkuliah, di kampus yang sama dengan Jesslyn, Universitas Ghifanesia.
***
Sheila, kekasih Arrion selepas kepergian kedua sahabatnya datang ke perusahaan menemui Arrion.
"Sayang, kamu sibuk ?" Sheila datang dan langsung duduk di pangkuan Arrion.
"Sibuk, tentu tidak, jika kamu ada disini pekerjaan akan aku abaikan, " ucap Arrion dan Sheila tersenyum.
"Apa tidak apa, bukankah itu mungkin saja sedang di tunggu ?" tanya Sheila dengan manjanya.
"Tidak, biarkan saja, ada asistenku yang akan mengurusnya, kamu sudah makan siang ?" tanya Arrion.
Selalu, Arrion selalu mengabaikan pekerjannya, dan ia limpahkan pada asistennya, yang membuat pekerjaan asisten Arrion menunpuk, tapi Arrion tidak pernah mengerti, yang selalu meminta agar pekerjaanya selesai tepat waktu, dan itu membuat Asisten ataupun sekretaris Arrion tidak pernah betah bekerja dengannya, dan akan cepat mengundurkan diri. Arrion tidak peduli, pikirnya banyak orang yang pasti butuh pekerjaan, dan dia adalah bosnya, yang harus mengikuti semua aturannya.
Sheila menggelengkan kepalanya, "aku kesini karena ingin mengajakmu makan siang, dan ada yang ingin aku beli, itu jika kamu mengizinkannya."
"Tentu, ayo! Aku tidak pernah menolak bukan? yang penting kamu bahagia," ucap Arrion membuat Sheila tersenyum senang, Arrion yang selalu menuruti apapun keinginannya.
Asisten dan sekertaris Arrion terlihat berdecak kesal selepas kepergiaan CEO nya. Meraka kesal karena jika pacar bosnya datang, itu akan membuat mereka bekerja lembur, dan Arrion yang pasti akan menyalahkan mereka jika pekerjaannya tidak selesai.
Arrion, pria kasar, tengil dan juga bisa dingin terhadap orang yang tidak ia suka. Namun, dia juga pria bodoh soal cinta dan juga bucin jika memang dia benar - benar cinta pada pasangannya.
Sikapnya yang seperti itu, membuat orang terdekatnya kesal, terutama kedua orang tuanya, yang pada mereka akhirnya membuat keputusan untuk menjodohkan Arrion pada wanita yang menurut mereka bisa merubah sifat Arrion, menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, dan menjadi terbuka, akan apa itu arti cinta yang sebenarnya.
***
Anda Mungkin Juga Suka





