Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN

JERAT CINTA DETEKTIF TAMPAN

Tiga tahun mendampingi Arsen sebagai asisten detektif spesialis kasus berbahaya, Leina memendam perasaan yang dalam. Meski begitu, pria itu terus menolak cinta Leina karena perbedaan usia dan risiko pekerjaannya yang penuh musuh. Sikap Arsen yang dingin membuat hati Leina terluka, namun ia tetap bersikeras berjuang. Kini, para musuh mulai mengincar Leina sebagai titik lemah Arsen. Akankah Arsen tetap menjaga jarak demi keselamatan Leina atau akhirnya mengakui perasaannya?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Serena dalam bahaya? Lalu bagaimana denganku? Apa aku tidak perlu bantuan kalau dalam bahaya?" Leina menggerutu di sepanjang jalan.

Dia sudah lima belas menit berjalan di trotoar. Pikirannya kemana-mana sehingga tak bisa fokus ke jalanan. Kedua matanya mulai sembab, tapi dia sanggup menahan diri agar tak menangis.

Dia menggerutu lagi, "lagipula siapa yang butuh bantuannya? Detektif apanya? ... dia itu 'kan cuma pria brengsek yang tergila-gila dengan wanita penggoda itu!"

Karena melamun itulah, dia tak sadar sedang berpapasan dengan seodang wanita cantik berambut panjang.

Wanita itu berpenampilan begitu menarik, blazer hitam dengan rok span dengan belahan di paha kiri.

Ia menyapa, "Leina?"

Suaranya sontak membangkitkan amarah dalam diri Leina. Dia berhenti berjalan, lalu menoleh.

Iya, itu adalah Serena. Wanita yang paling membuatnya cemburu berat.

Serena tersenyum. "Ada apa denganmu? Kamu kelihatan marah? Ada masalah dengan Arsen?"

"Bukan urusanmu."

"Kamu mau ke mana? Belanja untuk makan malam? Mau aku temani? Kebetulan nanti 'kan aku harus menginap di rumah kalian, jadi aku ingin membantu memasak."

"Apa— menginap?“

"Arsen belum bilang? Dia sudah setuju menjagaku dari ancaman pembunuhan 'kan, jadi dia ingin aku tinggal di rumah kalian untuk beberapa hari."

"Aku tidak diberitahu apapun tentang ini!”

"Mungkin nanti kamu akan diberitahu."

"Pokoknya tidak boleh! Di rumah kami hanya ada dua kamar tidur, kamu mau tidur di mana?"

"Mungkin di kamar Arsen."

"Kamu sudah gila, ya?

"Memangnya kenapa? Arsen pasti senang sekali tidur denganku 'kan?"

"Kamu jangan seenaknya ngomong!“

"Tidak masalah 'kan? Atau kamu cemburu?"

"Aku tidak cemburu!“

"Kalau begitu aku tidur denganmu."

"Ranjangku hanya untuk satu orang!"

"Kamu saja yang tidur dengan Arsen, dan aku tidur di kamar kamu?"

"Apa—” Wajah Leina memerah. Antara marah, cemburu dan juga malu. Dia membayangkan hal-hal yang akan terjadi di dalam kamar. "Ja-Jangan sembarangan kamu!"

"Ya kalau tidak mau, berarti aku yang tidur dengan Arsen."

"Tidak boleh, enak saja!"

Serena tersenyum kecil, merasa berhasil menggoda Leina. "Kamu terang-terangan sekali kalau sangat tergila-gila dengan Arsen."

"Sudah kubilang jangan sembarangan ngomong! Aku tidak tergila-gila dengannya!“

"Tuh 'kan cemburu."

"Jangan mempermainkanku!"

Serena menahan tawa melihat tingkah Leina selalu saja cemburu padanya. Dia berkata, "Sudahlah. Bagaimana kalau kita belanja bareng, kita bisa masak bareng juga."

"Tidak usah sok baik.“ Leina benar-benar dilanda kecemburuan. Dia merasa diejek, dipermainkan. "Aku tahu kamu cuma mau berdekatan dengan Arsen!”

Dia tidak suka dengan nada bicara Serena yang ramah. Dia yang paling tahu kalau wanita itu menggunakan mulut manisnya untuk memanfaatkan orang.

Serena terus menggoda Leina, "kalau misalnya aku memang ingin berdekatan dengan Arsen, hak kamu apa melarangku?“

"Aku ini asistennya!”

"Terus?“

" ...” Leina tertegun. Dia baru sadar kalau memang tidak punya hak melarang Arsen bersama siapapun.

Tetapi, selama tiga tahunan ini mereka sudah bersama, tinggal di satu rumah, meskipun beda kamar— tetap saja, harusnya mereka lebih dari rekan kerja 'kan?

Tidak.

Arsen tidak mencintainya.

Serena berkata lagi, "aku tahu kalian tinggal bersama, tapi bukankah itu karena kamu tidak punya tempat lain? Arsen menerima kamu karena berhutang budi pada mendiang ayahmu, Dokter Gio.“

Kasihan?

Jadi, perasaan Arsen padanya hanyalah kasihan. Leina makin patah hati.

Tak cukup disitu, Serena kembali bicara, "selain itu, kamu juga lebih mirip pembantu rumah tangga di rumah Arsen. Semua kebutuhannya kamu penuhi 'kan?”

Memasak, mencuci baju, menyiapkan kopi— semua itu sudah menjadi rutinitas Leina. Dia tak bisa membantah kalau posisinya lebih pantas disebut pembantu daripada asisten.

Selama ini, Hans si informan lebih banyak tahu tentang pekerjaan Arsen sebagai detektif daripada dirinya.

Tak bisa menjawab apa-apa, Leina kemudian pergi dengan cepat. Wajahnya dipenuhi perasaan amarah sekaligus sedih.

Serena hanya melihatnya menjauh. Dia menghela napas panjang, kemudian bergumam, "sepertinya aku sedikit berlebihan menggodanya. Dia mudah sekali cemburu. Lucunya."

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Force Skadron7
7.9
Yudi Juliansyah, pemuda asal Bandung anak seorang dokter dan model Prancis, nekat mengejar mimpi menjadi tentara meski ditentang orang tuanya. Setelah terusir dari rumah, ia berjuang mandiri berjualan gorengan demi membiayai sekolah di AAU Yogyakarta. Kerja kerasnya membuahkan gelar Adi Makayasa sebagai lulusan terbaik Angkatan Udara. Kini, Yudi pulang berseragam untuk membuktikan baktinya. Akankah orang tuanya luluh dan mengakui pilihannya sebagai prajurit?
Sampul Novel Cinta yang Telah Kandas
7.8
Setelah lima tahun pernikahan yang hancur, Fira harus menghadapi kenyataan pahit. Demi melindungi anak dari wanita simpanannya, Lucia, Nathan tega memaksa Fira menggugurkan kandungannya. Tak cukup sampai di situ, Nathan bersekongkol dengan dewan direksi untuk melengserkan Fira dari jabatan wakil direktur. Di tengah kesombongan Nathan yang ingin menggantikannya dengan Lucia, Fira tidak tinggal diam. Dengan penuh keberanian, Fira membalikkan keadaan dan memaksa Lucia mengungkap sekutu aslinya.
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Dalam dunia ini, kemampuan kultivasi hanyalah milik mereka yang terlahir dengan ikatan spiritual yang kuat. Sebaliknya, setiap individu dengan akar kefanaan telah ditakdirkan untuk menjalani hidup biasa tanpa kekuatan. Mo Wuji mendapati dirinya terjebak dalam kasta terendah tersebut karena hanya memiliki akar makhluk fana. Namun, apakah takdir benar-benar sudah mutlak baginya? Ikuti perjuangan Mo Wuji dalam menantang batas demi melampaui garis kemiskinan bakatnya.
Sampul Novel Lawon Abang (Kafan Merah)
9.4
Mbah Karso menyaksikan cucunya, Mawar, tewas mengenaskan setelah difitnah dan dikejar warga Ledokombo hingga jatuh ke tebing. Dendam membara menyelimuti hatinya karena gadis bermata merah itu dibunuh secara keji. Demi membalas sakit hatinya, ia membangkitkan Nyai Larapati, sosok iblis kuno yang telah lama tertidur. Raga Mawar yang sudah mati dipaksa bangkit kembali untuk menuntaskan kesumat berdarah tanpa ampun terhadap para penduduk desa tersebut.
Sampul Novel Menantu Dewa Perang
8.5
Selama ini ia hanyalah menantu yang dipandang sebelah mata dan dianggap tidak berguna. Namun, di balik identitas rendahnya, ia sebenarnya adalah sosok Dewa Perang yang sangat disegani di kancah dunia. Tepat pada hari perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang ketiga, sebuah kenyataan pahit menghantamnya. Ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri istri yang sangat ia cintai mengkhianati komitmen mereka dan berselingkuh tepat di hadapannya.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 2
9.8
Suro Joyo kembali memulai perjalanannya melintasi semesta. Usai menaklukkan Putri Siluman Alas Waru, sang pendekar justru terjebak dalam pergolakan politik di Kerajaan Karangtirta. Selain harus meredam pemberontakan, ia dituntut menghadapi ancaman bajak laut Selat Utara yang ganas. Bebannya kian berat saat harus menolong Ayumanis di Penginapan Melati Jingga, hingga akhirnya ia dihadang Sanggariwut, jawara tangguh pemilik Jurus Ular Api Neraka yang mematikan.