Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jejak Cinta di Kota Hujan

Jejak Cinta di Kota Hujan

Naya, penulis yang sedang buntu ide, mencari inspirasi di kota kecil penuh hujan. Di sana, ia terpikat oleh Arga, barista misterius yang menyimpan rahasia besar. Saat benih cinta tumbuh, Naya menemukan fakta bahwa Arga adalah penulis ternama yang sengaja menghilang akibat skandal masa lalu. Kini Naya terjebak dalam dilema moral yang sulit. Haruskah ia mengungkap identitas Arga demi kebenaran, atau melindungi pria yang ia cintai demi menjaga rahasianya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Naya mematung di tempatnya. Suara Arga yang terdengar begitu dekat membuat detak jantungnya semakin tak beraturan. Dalam cahaya redup ruang bawah tanah itu, sosok Arga tampak berbeda—seperti bayangannya semakin pekat, menyatu dengan kegelapan di sekitarnya. Tatapan mata tajamnya terasa menembus pikiran Naya, seolah membaca semua kebingungannya.

“Kau terlihat terkejut, Naya,” kata Arga sambil melangkah lebih dekat. Senyum kecil masih menghiasi bibirnya, tetapi di balik senyum itu, ada sesuatu yang tak bisa Naya terjemahkan. Mungkinkah itu rasa bersalah? Atau mungkin sesuatu yang lebih kelam?

“Aku… aku hanya ingin tahu kebenarannya,” jawab Naya dengan suara gemetar. Kakinya mundur secara refleks, meskipun ia tahu tak ada tempat untuk bersembunyi. Dinding-dinding ruang bawah tanah yang sempit ini seolah menjeratnya, memaksanya untuk menghadapi kenyataan yang ia tidak siap terima.

Arga menghela napas panjang, seolah mempertimbangkan kata-kata yang tepat sebelum berbicara lagi. “Kebenaran seringkali bukan hal yang mudah untuk diterima, Naya. Kadang-kadang, lebih baik kita tidak tahu.”

Naya merasakan rasa penasaran yang semakin mendesak. “Apa maksudmu, Arga? Mengapa kau bersembunyi di sini? Apa yang terjadi sebenarnya?”

Arga terdiam sejenak, menatap Naya dengan pandangan yang sulit diartikan. “Semua ini… adalah bagian dari masa laluku. Sesuatu yang aku coba tinggalkan, tapi sepertinya masa lalu selalu memiliki cara untuk kembali.”

“Kau seorang penulis terkenal, bukan? Aku… aku tahu itu. Tapi kenapa kau menghilang? Apa yang kau sembunyikan?” Naya tidak bisa menahan diri untuk bertanya. Selama ini ia hanya menebak-nebak, tapi sekarang ia butuh jawaban.

Arga tampak ragu, tetapi kemudian dia mengangguk pelan. “Ya, aku memang seorang penulis. Tapi apa yang kau dengar tentang aku mungkin hanya sebagian kecil dari cerita yang sebenarnya.”

Naya mendekat, mencoba menangkap setiap kata yang diucapkan Arga. “Apa yang sebenarnya terjadi, Arga? Tolong, ceritakan padaku.”

Arga mengalihkan pandangannya, seolah mencari kekuatan untuk membuka kembali luka lama. “Aku pernah berada di puncak karierku. Bukuku laris manis, penggemar menghormatiku, dan aku merasa berada di atas dunia. Tapi kemudian, sebuah skandal besar menghancurkan semuanya. Skandal itu… menghancurkan hidupku, Naya.”

Naya tertegun, tidak tahu harus berkata apa. Ia hanya bisa mendengarkan dengan penuh perhatian saat Arga melanjutkan ceritanya.

“Skandal itu… melibatkan seseorang yang aku cintai. Seseorang yang sangat aku percayai, tapi dia mengkhianatiku dengan cara yang paling menyakitkan. Aku menjadi target fitnah, dan segala sesuatu yang aku bangun runtuh dalam sekejap mata. Aku kehilangan semuanya—karierku, reputasiku, dan orang-orang yang aku cintai.”

“Apa yang terjadi setelah itu?” tanya Naya, suaranya hampir berbisik.

Arga menundukkan kepala, seolah terbenam dalam kenangan yang pahit. “Aku melarikan diri. Aku pergi ke tempat di mana tidak ada yang mengenalku, tidak ada yang peduli tentang siapa aku sebenarnya. Aku ingin melupakan segalanya, ingin menjadi seseorang yang baru. Itulah kenapa aku ada di sini, di Windfall. Tempat ini memberiku kesempatan untuk hidup kembali, meskipun dalam bayang-bayang masa laluku.”

Naya merasakan simpati yang mendalam tumbuh dalam dirinya. Dia bisa merasakan betapa berat beban yang Arga tanggung. Tapi ada satu hal yang masih mengganggunya.

“Tapi kenapa kau tidak memberitahu siapa pun? Kenapa kau bersembunyi di sini seperti ini?”

Arga mengangkat bahunya. “Kadang-kadang, lebih mudah untuk hidup dalam bayang-bayang daripada menghadapi dunia yang kejam. Dunia di luar sana tidak akan pernah melupakan kesalahanmu, Naya. Dan ketika kau sudah jatuh, mereka hanya akan menertawakanmu, bukan membantumu bangkit.”

Kata-kata Arga menyentuh sisi terdalam hati Naya. Dia tahu betul bagaimana perasaan itu—merasa ditinggalkan, dihakimi, dan tidak ada yang peduli. Sebagai seorang penulis, Naya juga sering merasa terasing, terutama ketika karyanya tidak diterima dengan baik. Namun, apa yang dialami Arga jauh lebih berat. Dia bukan hanya kehilangan kariernya, tapi juga hidupnya yang sesungguhnya.

“Tapi… kau tidak bisa terus seperti ini, Arga,” ujar Naya dengan lembut. “Kau harus bangkit. Mungkin orang-orang tidak akan melupakan apa yang terjadi, tapi mereka juga bisa melihat bahwa kau telah berubah, bahwa kau bukan lagi orang yang sama.”

Arga menatap Naya dalam-dalam, dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, Naya melihat kilatan harapan di mata lelaki itu. “Kau mungkin benar, Naya. Tapi aku butuh waktu. Aku butuh lebih dari sekadar keberanian untuk kembali ke dunia itu.”

Naya meraih tangan Arga, merasakan kehangatan yang mengalir dari kulitnya. “Aku akan ada di sini untukmu, Arga. Kau tidak sendirian. Kita bisa menghadapi ini bersama.”

Arga tersenyum, meskipun samar. “Terima kasih, Naya. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa melewati ini semua tanpa dukunganmu.”

Mereka berdiri dalam keheningan untuk beberapa saat, saling merasakan kedalaman emosi yang tidak perlu dijelaskan dengan kata-kata. Tapi sebelum Naya bisa berkata lebih jauh, sebuah suara tiba-tiba terdengar dari atas tangga. Pintu ruang bawah tanah terbuka, dan cahaya terang menyorot ke bawah.

Seseorang datang.

“Siapa di sana?” Suara itu tegas dan penuh kecurigaan. Naya dan Arga terkejut, dan dengan cepat Arga menarik Naya ke belakang, menyembunyikannya di balik meja.

Langkah kaki mendekat, dan sosok tinggi dengan bayangan gelap muncul di puncak tangga. Naya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi dia bisa merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Orang ini tidak datang dengan niat baik.

“Arga, aku tahu kau di sini,” suara itu semakin jelas. “Keluar, atau aku akan mencarimu sendiri.”

Naya menahan napas, sementara Arga tampak tegang. Dia berbisik kepada Naya, “Tetap di sini. Jangan keluar apapun yang terjadi.”

Naya mengangguk, meskipun hatinya berdebar kencang. Ia tahu bahwa ini bukan pertanda baik. Siapa pun orang ini, dia jelas bukan teman.

Arga berdiri dengan tenang, meskipun Naya bisa merasakan ketegangan di setiap gerakannya. Dengan langkah mantap, Arga berjalan keluar dari bayang-bayang dan menghadapi pria itu.

“Aku di sini,” kata Arga dengan suara tegas.

Pria itu menatap Arga dengan pandangan penuh kebencian. “Kau pikir bisa lari dariku selamanya? Kau salah besar, Arga. Aku akan memastikan kau membayar untuk semua yang telah kau lakukan.”

Arga tetap tenang, meskipun kata-kata pria itu penuh ancaman. “Aku sudah membayar mahal untuk kesalahanku. Kau tidak perlu menambahkannya.”

Pria itu tersenyum sinis. “Kesalahanmu bukan hanya merugikan dirimu sendiri, tapi juga banyak orang lain. Dan aku ada di sini untuk memastikan kau tidak melarikan diri lagi.”

Naya tidak tahu siapa pria ini atau apa hubungannya dengan Arga, tapi jelas ada sejarah kelam di antara mereka. Dia bisa merasakan ketegangan yang meningkat di dalam ruangan ini, seolah-olah sesuatu yang buruk akan terjadi.

Pria itu melangkah lebih dekat, dan Naya bisa melihat bahwa dia memegang sesuatu di tangannya—sesuatu yang tajam dan berkilat di bawah cahaya redup.

“Ini bukan masalah lari, ini masalah keadilan,” pria itu berbicara dengan nada yang lebih rendah, tetapi penuh dengan tekad. “Dan aku akan memastikan keadilan itu ditegakkan.”

Arga tidak bergeming, meskipun jelas dia tahu bahwa situasinya sangat berbahaya. “Keadilan bukan milikmu untuk ditegakkan. Apa yang kau inginkan sebenarnya?”

Pria itu tertawa pendek, namun tidak ada keceriaan di dalamnya. “Aku ingin kau menderita seperti aku menderita. Seperti semua orang yang kau rugikan menderita.”

Naya merasakan ketakutan yang tak bisa dijelaskan merayapi tubuhnya. Dia tahu bahwa Arga tidak akan menyerah begitu saja, tetapi situasi ini tampak terlalu berbahaya. Bagaimana jika pria itu benar-benar berniat melukai Arga?

Arga mengambil satu langkah ke depan, mencoba menenangkan pria itu. “Kita bisa bicarakan ini. Aku tahu aku sudah berbuat salah, tapi kita bisa mencari jalan keluar yang lebih baik.”

Tapi pria itu menggelengkan kepalanya, matanya menyala dengan amarah yang sulit dipadamkan. “Tidak ada jalan keluar lain, Arga. Ini adalah akhir dari permainan.”

Naya tidak bisa diam lagi. Dia tahu dia harus melakukan sesuatu, apapun itu. Dengan cepat, dia mencari-cari di sekelilingnya, berharap menemukan sesuatu yang bisa digunakan untuk membantu Arga.

Dan kemudian, dalam sekejap, semuanya terjadi begitu cepat. Pria itu bergerak dengan kecepatan yang mengejutkan, menyerang Arga dengan senjata tajamnya. Arga berusaha menghindar, tetapi ruang yang sempit membuatnya sulit bergerak.

Naya tidak bisa berpikir jernih, dia hanya tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Arga. Dengan dorongan naluri, dia meraih buku catatan yang ada di meja dan melemparkannya ke arah pria itu.

Buku catatan itu mengenai kepala pria tersebut dengan keras, membuatnya tersentak dan kehilangan keseimbangan. Arga memanfaatkan momen itu untuk menyerang balik, tapi pria itu kembali bangkit dengan cepat, lebih marah dari sebelumnya.

Naya merasa putus asa. Apa yang bisa dia lakukan? Bagaimana dia bisa menyelamatkan Arga dari situasi ini?

Dan kemudian, seolah-olah takdir memberikan jawabannya, Naya melihat sesuatu di sudut ruangan. Sebuah benda kecil yang bisa menjadi penyelamat mereka. Dia tidak punya pilihan lain—dia harus bertindak cepat sebelum semuanya terlambat.

Naya berlari menuju sudut ruangan, sementara Arga dan pria itu terlibat dalam pertarungan sengit. Tangan Naya gemetar saat dia meraih benda itu, dan dengan semua keberanian yang bisa dia kumpulkan, dia berbalik dan…

—-

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95GTG" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95GTG
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Seorang Adik yang Tersakiti
9.2
Aura, penyanyi dangdut yang kesulitan finansial, terpaksa mengungsi ke rumah kakaknya, Maya, setelah diusir dari kos. Di sana, ia bertemu Baskara, kakak iparnya yang dingin. Ketertarikan Aura pada Baskara memicu insiden kamar yang melanggar batas moral. Setelah dihina dan dianggap rendah, Aura tak tinggal diam. Ia bertekad membalas rasa sakit hatinya dan membuktikan kekuatannya, menciptakan konflik yang mengguncang kehidupan sempurna keluarga sang kakak.
Sampul Novel Cinta Palsu, Dendam Sejati Telah Dimulai
9.6
Vano, tunanganku, tega mendorongku ke kolam meski tahu aku trauma air. Saat aku sekarat, ia justru bermesraan dengan selingkuhannya, Melodi. Setelah selamat, ia berbohong bahwa aku terpeleset demi reputasinya. Kebencianku memuncak; aku memutuskan berpura-pura amnesia untuk menghancurkannya. Aku mengaku sebagai kekasih Bahar Adijaya, musuh bebuyutannya. Melihat wajah Vano yang pucat pasi, aku tahu misi balas dendamku yang mematikan baru saja dimulai.
Sampul Novel Ditinggal Nikah, Aku Langsung Menikahi Putra Mahkotan
9.3
Hari pernikahan impianku hancur saat tunanganku kabur bersama asistennya, sementara sahabat masa kecilku justru mempermalukanku di depan umum demi menyenangkan wanita itu. Mereka mengira aku tidak akan berani pergi dan menerima penghinaan ini begitu saja. Namun, mereka salah besar. Di tengah kekacauan itu, adik mantan tunanganku mengajakku ke kantor catatan sipil. Tanpa ragu, aku langsung menghubungi putra mahkota Keluarga Lessy untuk meresmikan pernikahan kami di hari yang sama dengan mereka.
Sampul Novel Gairah Panas Tuan Arion
9.5
Arion Harold dikenal sebagai casanova dingin yang menyembunyikan perasaan mendalam pada sekretaris pribadinya, Emily. Meski sering bersikap ketus, sebuah malam penuh gairah akhirnya mengungkap emosi terpendam mereka. Namun, hubungan sahabat masa kecil ini hancur seketika akibat situasi tak terduga. Emily yang terluka memilih menjauh demi melindungi hatinya. Mampukah Arion memenangkan kembali cinta Emily, ataukah pesonanya tak lagi cukup untuk memperbaiki keretakan itu?
Sampul Novel Hijrah Cinta Sang Casanova
8.0
Bobby jatuh hati pada Claudia sejak pertemuan pertama, namun reputasinya sebagai casanova membuat Claudia enggan membuka hati. Meski Claudia bersikap baik karena Bobby pernah menolong menantunya, ia tetap merasa risi akan kehadiran pria itu. Sultan, mertua Claudia, justru mendukung Bobby demi mengakhiri masa janda menantunya yang sudah lama. Saat Claudia akhirnya luluh dan menerima lamaran, kejutan masa lalu serta sosok misterius muncul menguji pernikahan mereka.
Sampul Novel Istri yang Tak Kau Percaya Ternyata Kaya Raya
8.9
Dituduh tidak suci dan dihina karena latar belakang keluarga angkatnya, Analea menjalani pernikahan dingin bersama Hamid. Setelah memergoki suaminya berselingkuh, ia bertekad menggugat cerai dan mulai bekerja di Eternal Group dengan gaji fantastis. Namun, kehidupan barunya dipenuhi kejanggalan. Kaisar, sang presdir, terus membantunya tanpa alasan jelas, sementara misteri masa lalunya mulai terhubung dengan sosok Ibu Maira. Di tengah kekacauan, Fabian, seorang pengusaha matang, menawarkan bantuan untuk membebaskan Analea dari Hamid dengan satu syarat khusus.