Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN

Jebakan Cinta SANG MANTAN

Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Bab
Bagikan

Bab 3

***

Ivander membanting seluruh barang yang ada di hadapannya, ia berteriak dan memaki karena garis takdir seolah kembali mempermainkan dirinya. Bertahun-tahun lamanya Ivander menghukum diri

atas kesalahannya, hidup dalam rasa penyesalan.

Selama ini dia memang hidup, tapi hanya raga saja. Perasaan dan jiwanya hilang entah ke mana. Hidup seolah tak berarti, bagai kehilangan arah dan tujuan. Gairah diri meredup semakin gelap, tak terjangkau.

Tuhan. Engkau boleh menghukumku sesuka hati bahkan mencabut nyawaku, dengan senang hati aku akan menyerahkannya untuk-Mu. Tapi ... tapi kenapa harus Nada? Kenapa Tuhan?

Ivander tidak tahu harus berkata apa lagi, luka lama yang tak akan pernah hilang kini kian bertambah. Air mata mengalir deras membasahi pipi, tangan mengepal kuat dan gemuruh dalam dada memberontak.

"Kenapa tak Kau ambil saja nyawaku ini, kenapa?" Tangis Ivander makin tak tertahan, apa pun yang ia lakukan seolah takdir tidak pernah berpihak padanya.

Bahkan takdir seolah mempermainkan dirinya kembali, mengulang rasa sakit yang

telah membuat hidupnya lelah.

Ellie, Mama Ivander tampak terkejut dan sangat cemas dengan keadaan putranya, dia hanya mondar-mandir di depan kamar dan beberapa kali mendengar bunyi benda pecah dan dibanding.

Teriakan demi teriakan Ivander membuat Ellie semakin sedih, ada apa Ivan? Bukan hanya sekali saja Ivander melakukan hal ini, Ellie sangat tahu apa yang dirasakan putra kesayangannya itu. Hidupnya tak lagi sempurna, bagai cangkang tak berisi.

"Bi, tolong perhatikan Ivan. Beritahu saya bagaimana keadaan dia setelah ini," pinta Ellie pada Bi Sumi.

"Baik, Nyonya," balas Bi Sumi yang memang sudah mengurus Ivander sejak lahir.

"Saya pergi dulu."

Sumi ikut sedih melihat keadaanIvander, dia merasa kehilangan sosok tuan muda yang penuh senyum dan tawa.

Tentu karena sejak kecil Sumi sudah membantu mengasuh Ivander ketika Ellie

sibuk dengan pekerjaannya, Ivander telah dia anggap seperti putranya sendiri.

"Bibi harap Aden bisa bahagia," ucap Sumi ikut bersedih.

***

Ivander terlihat begitu tampan bak dewa-dewa Yunani, menjulang tinggi dengan dada bidang yang menggoda.

Tatapan tajam bagai elang, hidung mancung dan bibir sensual membuat dirinya semakin membuat kaum hawa tak berdaya melihatnya. 

Setelan berwarna putih membalut tubuh indahnya, raut wajah datar tak mengurangi ketampanan ia dalam hal ini. Bahkan senyum pun tak terukir indah di bibir itu, seolah hidup semakin tak berarti lagi untuknya.

"Ivan," panggil Ellie sebelum acara dimulai.

"Iya, Ma," jawabnya.

"Kamu yakin dengan pernikahan ini?!" Ellie sedih menatap wajah Ivander yang memang jauh dari ekspresi bahagia.

Ivander memang hanya diam tak berekspresi, banyak hal yang telah dia pendam. Cukup dia saja yang mengalami ini

semua, orang lain tidak perlu tahu.

"Aku sudah lelah dan terserah dia ingin berbuat apa pun," tambah Ivander yang memang sudah lelah akan hidupnya.

Ya, hari ini adalah pernikahan Ivander dan Nada. Sebuah pernikahan yang tak diinginkan.

Degup jantung Nada semakin tidak

menentu, berkali-kali dia menghembuskan napasnya dengan kasar. Bahkan tangan

sampai berkeringat karena begitu gugup menghadapi hari pernikahannya, bukankah

ini yang ia inginkan. Menikahi seorang Ivander Mahaprana.

"Tenanglah," ucap MUA bernama Gladis yang memoles wajah Nada.

"Aku hanya terlalu gugup," jawab Nada tersenyum.

"Wajar kamu gugup karena akan menikah dengan orang yang kamu cintai," ujar Gladis tersenyum.

"Aku sungguh iri dengan kalian, saling mencintai dan aku harap kalian bisa menua bersama kelak," pesan Gladis.

Nada hanya memaksakan senyumnya, itu karena yang dikatakan Gladis adalah salah. Dirinya dan Ivander tidak saling mencintai, pernikahan mereka terpaksa dilakukan karena perbuatan Nada yang menjebak Ivander.

"Kamu cantik sekali," puji Gladis ketika menyelesaikan make up.

"Terima kasih," jawabnya.

"Semoga kalian bahagia," pinta Gladis tersenyum dan Nada mengangguk saja.

Nada mengenakan kebaya berwarna putih, senada dengan setelan yang dipakai oleh Ivander. Seseorang membimbing Nada berjalan menuju ke tempat acara berlangsung, degup jantung Nada semakin

menggila karena sebentar lagi sampai.

Pintu terbuka dan memperlihatkan Nada begitu anggun menggunakan kebaya, tanpa sengaja tatapan Nada bertemu dengan Ivander. Wanita itu tersenyum, tapi tidak dengan lelaki tampan itu.

Tatapan dingin Ivander seolah membuat senyum Nada memudar, tapi dia tetap

tersenyum ceria di hadapan semua orang. 

Nada duduk di samping Ivander, sebuah kain putih menutupi keduanya. Acara ijab kabul pun dimulai.

"Saudara Ivander Mahaprana bin Jovin Mahaprana, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya Nada Cinta Ravindra binti Jordan Ravindra dengan mas kawin seperangkat alat Sholat

dan uang senilai lima puluh juta. Tunai."

Ivander yang menjabat tangan Jordan langsung membalas. "Saya terima nikah dan kawinnya Nada Cinta Ravindra dengan mas kawin tersebut dibayar, tunai."

Ivander mengucapkan ijab kabul dengan datar dan tak bersemangat, karena dia tidak menginginkan pernikahan ini. Persetan dengan semua orang yang berada di sini melihatnya seperti apa.

Penghulu menatap saksi yang tidak lain adalah Yonna-kakak Ivander dan Radit-tunangan Yonna.

"Bagaimana saksi?" tanya penghulu pada kedua saksi.

Yonna dan Radit saling pandang dan mengangguk. "Sah."

"Alhamdulillah."

Semua yang hadir mengucap syukur karena acara akad nikah berjalan dengan lancar, raut wajah Ivander masih saja sama. Datar tanpa ekspresi apa pun.

Ivander menyematkan cincin di jari manis Nada, begitu pun dengannya. Dengan gemetar Nada mengecup punggung

tangan lelaki yang kini berstatus suami, rasanya sungguh tidak percaya kini mereka sudah menikah.

Nada berusaha memberikan senyum terbaiknya pada Ivander, tapi itu tidak berlaku untuk lelaki itu. Ekspresi dan wajah datarnya masih sama, untuk apa Ivander tersenyum.

Ini bukan pernikahan yang dia impikan, bahkan pernikahan impiannya kini telah lama pudar. Tidak ada hasrat untuk menikah apalagi hasrat untuk hidup, kehidupan Ivander memang terlihat damai tapi tidak dengan hatinya.

Banyak orang memuji kalau Ivander dan Nada adalah pasangan yang serasi, tampan dan cantik. Keluarga keduanya juga masuk daftar kalangan atas yang menduduki posisi tinggi dalam setiap usaha, sungguh pernikahan bisnis yang sempurna.

***

Acara berlanjut pada resepsi di sore hari. Pesta mewah terselenggara di hotel Sheraton, banyak tamu undangan yang datang baik dari relasi bisnis Jovin maupun Jordan.

Gaun super mewah membalut tubuh indah Nada, make up soft dan juga tatanan rambut yang sederhana. Nada masih di

ruang tunggu sebelum acara di mulai, beberapa teman kuliah dan beberapa

pegawainya datang ingin melihat diri dia.

"Kamu cantik sekali, Nad," puji Sharon, sahabat Nada.

Nada tersenyum. "Terima kasih," balasnya. " Kamu datang sendiri? Mana Stefan?" tanya

Nada yang melihatnya seorang diri.

"Stefan sedang ada pekerjaan di luar kota," balas Sharon yang sebenarnya banyak pertanyaan dalam hatinya.

Nada tahu kalau Sharon ingin mempertanyakan sesuatu perihal pernikahannya dengan Ivander, pasalnya Sharon sangat tahu hal yang pernah terjadi di antara mereka.

"Kamu tidak perlu cemas, aku baik-baik saja." Nada mencoba tersenyum supaya Sharon tidak khawatir dengannya.

Sharon menggenggam erat tangan Nada, berharap bisa memberikan semangat untuknya. "Apa pun masalah kamu, aku bisa menjadi pendengar yang baik. Entah apa yang sedang kamu alami, yang jelas aku hanya ingin kamu bahagia," pesan Sharon.

"Terima kasih, kamu memang

sahabat terbaikku," balas Nada sedikit merasa terhibur.

Acara akan di mulai, Nada berjalan dan bertemu dengan Ivander yang menunggu di pintu masuk. Nada tak dapat mengalihkan pandangannya dari Ivander, sungguh lelaki itu teramat tegas nan gagah.

Tatapan dingin dan ekspresi datar tidak mengurangi kadar ketampanan lelaki itu, bahkan di saat usianya semakin matang membuat Ivander berubah menjadi sosok yang sempurna.

Pintu terbuka, keduanya berjalan menuju pelaminan. Banyak pasang mata melihat kedua pasangan yang sedang berbahagia ini, bahkan banyak yang memuji betapa beruntungnya Nada mendapatkan suami seperti Ivander.

"Apa berbahagia di atas penderitaan orang lain itu begitu memuaskan?!" Ivander mencibir Nada ketika mereka bersama di pelaminan.

Senyum yang awalnya Nada pasang dengan sempurna kini kian memudar, dia hanya ingin semua orang tahu kalau pernikahan mereka terlihat sempurna.

Apa salah jika Nada menginginkan hal itu? Menikah sekali seumur hidup dan ingin menikmati senyuman di atas pelaminan bersama orang terkasih, Ivander.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cewek kutu buku itu tunanganku
8.8
Sevilla harus kehilangan sang ayah di usianya yang masih sangat muda. Tepat di hari ulangtahunnya, sang ayah meninggal saat perjalanan pulang ke rumahnya. Derita demi derita ia alami, kala perusahaan yang ayahnya rintis bangkrut, dengan sang paman sebagai penyebabnya. Ibunya mengalami gangguan jiwa akibat ini, dan semua aset keluarganya di sita bahkan di jual untuk menutupi kerugian. Kini hanya beberapa rupiah yang tersisa, Sevilla memilih untuk menyewa rumah kecil di pemukiman sempit. Di umurnya yang menginjak 14 tahun, Sevilla harus banting tulang untuk memenuhi kebutuhannya dan juga ibunya. Suatu hari Sevilla tak sengaja menabrak Verrel, Siswa populer yang terkenal jenius dan tampan. Keduanya bahkan sama-sama mengikuti lomba yang sama. Sejak saat itu keduanya dekat, bukan sebagai teman melainkan musuh. Yusha, mantan kekasih Verrel merasa cemburu pada Sevilla. Ia dan teman-temannya pun mengunci Sevilla di gudang sekolah sendirian, hingga Verrel datang menyelamatkannya. Di rumah sakit, Sevilla di rawat. Ayah dan ibu Verrel juga datang menjenguknya, mereka mengaku pernah menjalin persahabatan erat dengan almarhum ayahnya. Dan mereka ingin Sevilla dan ibunya tinggal bersama mereka. Ayah dan ibu Verrel juga mengatakan bahwa almarhum ayah Sevilla ingin menjodohkan Sevilla dengan Verrel. Semenjak kejadian itu, keduanya menjadi semakin akrab. Perasaan khusus mulai tumbuh di hati keduanya, hingga akhirnya keduanya berpacaran saat mereka duduk di bangku kelas satu SMA. Perjalanan cinta mereka yang mulus tiba-tiba saja terhalang dengan kehadiran Alona dan neneknya, Alona yang sangat membenci Sevilla itu, bekerjasama dengan Yusha untuk menculik nya. Mereka menjual Sevilla di situs penjualan wanita. beruntungnya bibi viona, adik ibunya itu mengetahui hal ini dan membeli Sevilla. Sejak hari itu, Verrel menjadi kesepian. Sampai akhirnya ia mendengar dari kakak sepupu Sevilla, bahwa Sevilla telah pergi ke Amsterdam tanpa sepengetahuannya. Johny dan teman-teman Verrel yang lain mengungkap alasan kepergian Sevilla ke Amsterdam, begitu terkejutnya mereka kala kak Lucas, kakak sepupu Sevilla mengungkapkan kalau Verrel dan Sevilla bersaudara tiri.
Sampul Novel Do Not Love Me
9.4
Hari pertama Kayla Prawijaya di sekolah baru menjadi kacau sejak bertemu Mexsi Megantara, murid pindahan asal Singapura. Hubungan mereka diawali kebencian karena Kayla tak mengerti alasan Mexsi begitu memusuhinya. Namun, fakta mengejutkan terungkap bahwa mendiang kakak Mexsi adalah cinta pertama Kayla. Rasa benci itu berubah jadi cinta saat Mexsi mengetahui Kayla mengidap kanker darah. Mampukah Mexsi tetap bertahan mendampingi Kayla di tengah ujian pilu ini?
Sampul Novel Duda Pilihan Papa
9.6
Terjerat utang besar, Anwar Mahendra terdesak menyerahkan Ashiqa, putri tunggalnya, kepada rentenir. Demi melindungi masa depan sang anak, Anwar memohon bantuan Rama, duda kaya yang pernah berutang budi padanya, untuk menikahi Ashiqa. Meski terkejut, Ashiqa terpaksa menerima perjodohan ini. Kini, Rama harus menghadapi dilema antara menumbuhkan benih cinta dalam pernikahan mereka atau melepaskan Ashiqa demi kebahagiaan pilihan hatinya sendiri.
Sampul Novel Hasrat Nikmat Di Sekolah
8.2
Kehidupan di sebuah sekolah menengah ternyata menyimpan dinamika asmara yang tak terduga di balik ruang kelas. Meskipun suasana belajar dipenuhi keceriaan dan tingkah lucu para murid, para guru muda di sana memiliki sisi kehidupan personal yang jauh lebih intens. Hubungan romantis antar rekan kerja mulai bersemi dan berkembang menjadi kisah yang panas. Narasi ini menyoroti lika-liku cinta serta ketegangan emosional yang terjadi di antara para pendidik.
Sampul Novel Jerat Cinta Dosen Killer
9.3
Tujuh tahun kuliah tanpa kelulusan membuat Arum dijuluki mahasiswa abadi. Hidup tenangnya hancur saat Daffin Narendra, dosen muda bermulut tajam, ditunjuk menjadi pembimbing skripsinya. Arum terpaksa patuh demi menghindari ancaman DO yang nyata. Namun, situasi kian pelik ketika rumor skandal asmara mereka tersebar luas di kampus. Di tengah kekacauan itu, teror misterius dari masa lalu muncul mengancam nyawa mereka. Mampukah keduanya bertahan?
Sampul Novel Membalas Perselingkuhan Suamiku
7.8
Dikhianati karena perubahan fisik dan masalah keturunan, Leona hancur saat memergoki perselingkuhan Mark. Di tengah keputusasaan, West Taylor hadir menawarkan bantuan untuk membalas dendam. Melalui transformasi fisik drastis dan identitas baru sebagai Tatiana Clark, Leona memulai rencana matang untuk menjatuhkan suaminya. Mark tak menyadari bahwa wanita mempesona di hadapannya adalah istri yang ia campakkan demi perempuan lain. Akankah pembalasan ini tuntas?