Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Jatuh Dalam Pesona Playboy

Jatuh Dalam Pesona Playboy

Claire Wilson ingin mengejar karier setelah lulus kuliah, namun sang ayah justru menjodohkannya dengan anak rekan bisnis. Menolak rencana itu, Claire bertemu Jayden Kim, model tampan asal Korea yang dikenal sebagai playboy kelas kakap. Mereka pun menjalin hubungan tanpa status yang singkat namun mendalam bagi Claire. Saat kontrak kerja Jayden di New York berakhir, ia memilih pergi demi prinsipnya yang anti cinta. Mampukah Claire meluluhkan hati pria yang alergi komitmen itu?
Bab
Bagikan

Bab 3

Claire mendengar suara dari ruang tamu saat dia menuruni tangga. Dia tidak mau menunggu panggilan ibunya karena dia sudah selesai. Semakin cepat makan malam ini dimulai, semakin cepat acara itu berakhir. Claire memasang senyum di wajahnya dan memasuki ruang tamu. Semua orang menoleh ke arahnya. Claire berhenti, senyumnya memudar. Tamu yang ada di ruang tamu mereka tidak seperti yang dia bayangkan.

“Mama baru akan memanggilmu, Nak,” Nyonya Wilson bangkit dan mengarahkan Claire untuk berdiri di hadapan tamu mereka. Claire melihat ke arah ayah dan kakaknya sebentar—keduanya tersenyum padanya—lalu menatap tamu yang ada di hadapannya. Dua orang yang terlihat berusia di akhir umur lima puluhan dan satu orang yang terlihat di akhir umur dua puluhan.

“Kenalkan, Nak,” ayahnya berdiri.

“Ini rekan bisnis Ayah. Edward Collins dan istrinya Mitchell Collins.” Mereka dan pria yang Claire pikir pasti anak mereka berdiri. Edward menjabat tangan Claire dengan tersenyum.

“Kau memiliki putri yang cantik, Irene,” ucap Nyonya Collins sambil tersenyum dan menjabat tangan. Claire juga menjabat tangan Mitchell dan tersenyum tipis walaupun perasaannya tidak enak.

“Dan ini putra mereka Andrew Collins,” Andrew mengulurkan tangannya, tapi, Claire tidak menjabat tangan pria itu. Pikirannya berkecamuk. Dia tidak mau berpikiran buruk, tapi, tidak bisa mencegahnya. Ini bukan tentang makan malam bisnis. Dia berpikir ayahnya ingin menjodohkan dirinya dengan Andrew. Pertemuan ini untuk mengenalkannya dengan Andrew.

“Andrew Collins.” Claire baru menjabat tangan pria itu saat ibunya menyentuh tubuh bagian belakangnya.

“Claire Wilson.” Balas Claire. Wajah Andrew tidak asing. Pria itu pernah menjadi cover beberapa majalah bisnis karena prestasinya dalam memberikan penghasilan yang besar pada perusahaannya. Collins Corp adalah salah satu perusahaan terbesar di Amerika, dan semenjak Andrew menjadi Direktur perusahaan itu, perusahaannya semakin terkenal.

“Puteriku lulus sebagai mahasiswa terbaik di fakultasnya.” Ucap Tuan Wilson bangga.

“Selamat, Claire. Kamu sudah siap bergabung dengan Ayah dan Kakakmu?” Claire hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Tuan Collins. Saat itu kepala asisten rumah tangga mereka menghampiri Nyonya Clinton, berbisik pada Nyonya rumahnya lalu mengundurkan diri.

“Sebaiknya kita melanjutkan pembicaraan ini setelah makan malam.” Semua orang setuju dan ibu Claire mengarahkan tamu mereka menuju ruang makan. Claire menarik kakaknya berjalan bersama di belakang.

“Apa kau tahu tujuan pertemuan ini?” bisik Claire pada Christian.

“Bisnis.” Jawab Christian singkat lalu meninggalkan adiknya di belakang sendiri. Claire membuang napasnya kasar. Perasaan buruknya tidak hilang.

Semua sudah mengambil tempat duduk, menyisakan kursi kosong yang berhadapan dengan Andrew. Claire menempatinya. Pandangannya langsung bertabrakan dengan Andrew begitu dia melihat ke depan. Pria itu tersenyum padanya. Claire mengalihkan pandangan ke steak yang ada di hadapannya. Dia ingin pertemuan ini segera berakhir. Dia hanya fokus menyantap steak-nya sampai semua orang selesai makan dan asisten rumah tangga membersihkan piring dari meja makan.

“Edward adalah orang yang sudah lama menjadi rekan bisnis Ayah, Claire,” Claire mengalihkan pandangannya dari wine yang dia pegang begitu namanya disebut. Dia melihat ayahnya yang duduk di kursi utama meja makan.

“Kami ingin melanjutkan hubungan ini lebih lanjut dengan menjadi keluarga,” para orang tua yang ada di ruangan itu terlihat senang dan menatapnya sambil tersenyum. Claire melihat ayah, ibu, dan terakhir pada kakaknya. Dia menatap Christian lama. Tidak mungkin Christian tidak tahu rencana ayahnya. Ibunya juga keterlaluan. Beliau tidak mengatakan apa pun. Claire merasa dikhianati. Dia ingin keluar dari sana, tapi, sopan santun menahan dirinya.

“Kami bermaksud menjodohkan kalian,”

“Tentu saja kalian mempunyai waktu untuk saling mengenal,” Tuan Collins menyambung ucapan ayahnya.

“Apa aku bisa bicara dengan Andrew sebentar?” Claire menatap Tuan Wilson keras. Dia marah dan kecewa karena beliau tidak memberitahunya.

“Tentu, Claire. Kami akan mengatur semuanya. Kalian bisa saling mengenal dari sekarang.” Tuan Collins yang menjawab pertanyaannya. Claire berdiri. Dia berjalan meninggalkan ruang makan. Mereka tidak menanyakan pendapatnya tentang perjodohan ini dan langsung berasumsi dia menerimanya. Claire berhenti karena merasa Andrew tidak mengikutinya. Wanita itu mendesah berat. Baru dia akan kembali ke ruang makan, Andrew muncul di hadapannya. Claire berusaha menahan diri agar rasa kesal yang dia rasakan tidak terlihat di wajahnya. Wanita itu melanjutkan langkahnya membawa Andrew menuju taman.

“Kau setuju dengan perjodohan ini?” tanya Claire begitu mereka sampai di taman.

“Aku tidak punya alasan untuk menolak,” Claire mengumpat dalam hati. Hanya dia yang tidak tahu tentang rencana besar kedua keluarga. Sepertinya perjodohan mereka sudah lama direncanakan.

“Aku tidak tahu tujuan pertemuan ini sebelumnya,”

“Kau sudah tahu sekarang,” wanita itu tidak bisa menyembunyikan kekesalannya lagi. Apa-apaan jawaban pria itu? Dia seperti tidak memiliki emosi.

“Aku menolak perjodohan ini. Aku akan memberitahu orangtuaku.” Niat Claire untuk kembali ke dalam rumah terhenti karena ucapan Andrew.

“Kenapa? Perjodohan ini membawa keuntungan untuk kedua keluarga,” Claire menatap Andrew lama. Wajahnya yang tampan, manik matanya yang berwarna hijau, dan rambut blonde-nya tidak bisa meredakan kekesalan Claire.

“Kau akan menikah hanya untuk keuntungan keluarga?” Andrew menganggukkan kepalanya.

“Kalau begitu lebih baik kau cari wanita lain karena aku tidak mau melakukannya,” balasan tegas Claire tidak membuat Andrew mundur.

“Kenapa? Apa lagi yang dibutuhkan wanita sepertimu? Semua wanita pasti iri padamu jika kita menikah,” Andrew tidak dirugikan dengan perjodohan ini. Perusahaannya akan semakin besar dan dia memiliki istri yang cantik. Claire terlihat sempurna di sampingnya. Keberadaannya akan bagus untuk menghadiri pesta bisnis.

“Aku tidak mencintaimu. Aku tidak bisa menikah tanpa cinta,”

“Kau ingin cinta?” Andrew terkekeh. Dia tidak menduga wanita seperti Claire peduli dengan cinta. Cinta tidak diperlukan dalam pernikahan, itu tidak bisa melengkapi kebutuhan wanita dengan status sosial seperti Claire. Walaupun begitu, Andrew akan menghiburnya.

“Aku bisa memberimu cinta,” Andrew melihat Claire dari kepala sampai kaki dan dia sangat puas dengan apa yang dia lihat. Jika bukan karena etika, dia akan mengajak Claire ke penthouse-nya sekarang.

“Akan sangat mudah untuk memberimu cinta,” Claire mengepalkan tangannya. Dia menahan diri untuk tidak mengumpat di depan pria itu. Claire tidak menyangka ayahnya menjodohkan dia dengan laki-laki tidak berperasaan ini.

“Menurutmu, pernikahan itu apa?”

“Bisnis,” Andrew tidak perlu berpikir untuk menjawab Claire.

“Pernikahan bukan hanya tentang dua orang, Claire. Kau juga harus memikirkan apa yang terbaik untuk keluargamu. Apa gunanya menikah jika merugikan keluargamu? Kau tidak akan bahagia,” Claire menggelengkan kepalanya. Pandangan mereka sangat berbeda.

“Aku akan sangat menderita jika menikah denganmu. Lebih baik kau mencari wanita yang sepemikiran denganmu. Dengan begitu kau bisa menjalani pernikahanmu seperti kau menjalankan bisnismu.” Claire masuk ke dalam rumah. Tidak peduli Andrew mengikutinya atau tidak. Pria itu akan memperlakukannya seperti boneka jika mereka menikah. Memikirkannya saja sudah membuat Claire ngeri. Cara pria itu melihatnya juga membuat Claire muak. Dasar laki-laki. Hanya berpikir dengan alat kelaminnya.

Andrew hanya bisa melihat kepergian Claire. Ini pertama kalinya dia ditolak. Dia bahkan belum mengutarakan kemewahan apa saja yang bisa dia berikan pada Claire. Wanita lain pasti akan langsung melemparkan diri padanya, tapi, Claire bahkan terlihat tidak tertarik pada Andrew.

“Ini menyenangkan,” Andrew semakin ingin perjodohan ini terjadi. Dia ingin menunjukkan pada Claire bahwa dia bisa memberikan wanita itu cinta yang sangat dia inginkan. Cinta hanya bonus dalam pernikahan untuk orang-orang seperti mereka. Namun, untuk Claire, Andrew akan membuat cinta sebagai kewajiban yang harus dia berikan pada Claire. Andrew melangkahkan kakinya menuju rumah. Penolakan Claire membuatnya merasa tertantang. Dia tidak pernah gagal sebelumnya, dia juga tidak akan gagal mendapatkan Claire.

“I’m coming for you, Sweetheart.”

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95KGS" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95KGS
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asisten Pribadi CEO Dingin
9.7
Elena, desainer berbakat, terpaksa menunda mimpinya demi menjadi asisten Arion, CEO startup yang dingin. Meski awalnya sulit menghadapi sikap kaku sang atasan, Elena mulai menemukan sisi hangat Arion. Saat skandal besar mengancam perusahaan, Elena beraksi heroik membongkar pelaku sabotase. Kedekatan ini memicu perasaan cinta Arion, namun Elena terjebak dilema besar antara mengejar asmara atau mewujudkan ambisi agensi pribadinya yang sempat tertunda.
Sampul Novel Benci Bila Harus Mencinta
8.0
Viona hancur saat mengetahui Aldi, tunangannya, berselingkuh dan berencana menikah dengan sahabatnya sendiri. Di tengah pengkhianatan pedih itu, sebuah kecelakaan tragis menimpanya hingga ia tak sadarkan diri. Beruntung, pria asing yang menabraknya bertanggung jawab dan tulus membantunya pulih. Kini, Viona terjebak dalam misi balas dendam terhadap masa lalunya. Akankah ia akhirnya membuka hati bagi pria penolongnya setelah semua luka terbalaskan?
Sampul Novel CINTA GILA KENAN
9.7
Kenan dikenal sebagai pebisnis yang kejam dan berhati dingin. Namun, ketenangannya terusik saat bertemu kembali dengan Yezi, wanita keturunan Jepang-Indonesia yang terlibat dalam masa lalunya. Merasa diabaikan, Kenan menuntut ganti rugi tak masuk akal kepada ayah Yezi. Tak tinggal diam, Yezi membalas ancaman itu dengan rekaman rahasia dari kejadian tiga tahun silam. Di tengah persaingan bisnis dan arogansi, rahasia besar apa yang sebenarnya menyatukan mereka?
Sampul Novel Cinta Palsu di Balik Perjalanan Dinas
8.3
Empat dekade tertipu, rahasia suami terbongkar lewat tablet cucu. Isinya ribuan foto mesra dia dan sahabatku, Wulandari, saat perjalanan dinas palsu. Bahkan Rizal, putraku, lebih memilih memuja pelakor itu daripada ibu kandungnya. Ternyata aku hanya dimanfaatkan sebagai inkubator karena Wulandari mandul. Tak sudi jadi babu, aku menuntut cerai dan menguras harta mereka. Kini aku sukses di Bali, membiarkan mereka hancur dan mengemis tanpa ampun sedikit pun.
Sampul Novel Gadis Rahasia Kapten
8.7
Kapten Anatoly tak pernah menduga bahwa cinta pertamanya adalah Helen, turis Jerman yang ia sembunyikan di rumahnya saat Rusia menyatakan perang. Di tengah ketegangan konflik, hati sang kapten yang dingin perlahan mencair. Namun, kebahagiaan itu hancur saat identitas asli Helen terungkap sebagai putri dari musuh negaranya. Kini, Anatoly terjepit dalam dilema besar antara kesetiaan pada negara atau menyelamatkan wanita yang ia cintai. Pilihan manakah yang akan ia ambil?
Sampul Novel Mars & Venus Fall In Love
8.3
Elga, mahasiswi kedokteran berusia 20 tahun, terjebak dalam situasi rumit bersama senior populer bernama Zyan. Berawal dari insiden ciuman hingga tinggal satu atap, kebencian di antara mereka perlahan berubah menjadi cinta yang mendalam. Namun, saat Elga siap menerima lamaran Zyan, rahasia masa lalu terkuak: Zyan ternyata sudah memiliki seorang putri. Di tengah penolakan dan luka lama, mampukah Elga bertahan dan membawa hubungan mereka menuju pelaminan?