Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Janda Pemikat Hati

Janda Pemikat Hati

Pasca perceraian yang menyakitkan, Ruby merasa hancur dan kehilangan arah hidup. Berusaha bangkit, ia pergi ke sebuah bar bersama sahabatnya untuk mencari hiburan. Namun, sebuah insiden memalukan di toilet justru memicu perselisihan sengit antara dirinya dan seorang pria bernama Dinan. Tak disangka, takdir mempertemukan mereka kembali di kantor sebagai atasan dan bawahan. Situasi kian rumit karena Dinan ternyata adalah pria yang sangat dicintai oleh adik Ruby sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

Di dalam toilet, janda cantik itu langsung memuntahkan cairan kekuningan dan sedikit berbau alkohol. Setelah merasa lega, Ruby lalu membasuh wajahnya dengan air agar lebih segar dan menghilangkan efek mabuknya.

Tapi matanya membulat saat melihat seorang lelaki berjalan masuk ke dalam toilet, begitu pun dengan lelaki itu, dia juga terkejut melihat Ruby.

“Apa yang kau lakukan di sini? Kau mau mengintip, ya?” Tuduh Ruby dengan sorot mata yang tajam.

“Bicara apa kau ini?” Tanya lelaki itu bingung.

“Jangan pura-pura bodoh! Dasar mesum! Kau pasti mau mengintip, kan? Ayo mengaku!” Sergah Ruby sembari memukul lelaki itu dengan tasnya.

“Apa-apaan kau? Jangan sembarangan!”

“Tolong! Ada yang mau mengintip! Tolong!” Teriak Ruby.

“Hei, jangan teriak-teriak!” Bentak lelaki itu seraya berusaha menangkis pukulan Ruby, tanpa sengaja lengannya tergores besi pengait tas Ruby.

Tak berapa lama beberapa orang lelaki masuk ke dalam toilet sebab mendengar suara teriakkan Ruby. Karena sudah ramai, Ruby pun berhenti memukuli lelaki itu.

“Ada apa ini? Kenapa Mbak bisa ada di sini?” Cecar seorang cleaning servis laki-laki dengan wajah bingung.

“Kenapa malah tanya saya, sih? Seharusnya kamu tanya dia, kenapa dia ada di sini?” Sungut Ruby sembari menunjuk ke arah lelaki itu. “Pasti dia ingin mengintip!”

Semua orang seketika tertawa mendengar kata-kata Ruby, membuat janda cantik itu kebingungan.

“Mbak, ini kan memang toilet pria, wajarlah kalau Mas itu ada di sini. Kalau Mbak, baru tidak wajar.” Ucap cleaning servis itu.

Ruby tercengang. “Masa, sih? Jadi ini bukan toilet wanita?”

“Bukan, Mbak. Sepertinya Mbak salah masuk toilet.”

Ruby terperangah dengan wajah yang memerah menahan malu, karena tergesa-gesa dan tak fokus, dia sampai tidak memperhatikan tulisan di depan toilet.

“Jangan-jangan Mbak ini yang mau mengintip.” Celetuk seorang lelaki bertubuh gemuk dan disambut gelak tawa yang lainnya.

“Tidak! Enak saja!” Sahut Ruby.

Takut-takut Ruby berbalik memandang lelaki yang dia pukul tadi dan lelaki itu hanya menatapnya dengan wajah dingin.

“A-aku minta maaf, ya.” Ucap Ruby canggung sebab merasa tak enak hati dan buru-buru hendak pergi, tapi lelaki itu menarik lengannya.

“Eh, kau mau ke mana?”

“Aku mau pergi, ini kan toilet pria.” Jawab Ruby.

“Tidak bisa!”

“Kenapa tidak bisa? Aku sudah minta maaf, jadi apa lagi?”

“Kau pikir bisa semudah itu pergi setelah menuduhku sembarangan dan memukuliku? Kau harus tanggung jawab!”

“Tanggung jawab apa? Kau bahkan tidak terluka sama sekali.” Protes Ruby sembari menarik lengannya yang dipegang oleh lelaki itu. Tapi tenaganya kalah kuat.

“Lalu ini apa?” Lelaki itu menunjukkan lengannya yang terluka.

“Itu hanya luka kecil, besok juga sembuh.” Ujar Ruby enteng. “Jadi sekarang tolong lepaskan aku!”

“Tidak semudah itu! Kau harus ikut aku untuk tanggung jawab!” Lelaki itu menarik Ruby keluar dari toilet.

“Aku tidak mau! Lepaskan aku!” Ruby memberontak, tapi lelaki itu tak menghiraukannya.

Tak kehabisan akal, Ruby pun nekat menggigit lengan lelaki itu.

“Aaarrgghh ....” Lelaki itu berteriak kesakitan dan langsung melepas cengkeramannya dari lengan Ruby.

Dan situasi ini dimanfaatkan oleh Ruby untuk buru-buru kabur.

“Hei, tunggu!” Teriak lelaki itu, tapi Ruby tak peduli.

Ruby bergegas keluar dari klub malam dan mencari taksi, sementara lelaki itu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Sebenarnya dia hanya ingin menggoda Ruby sebab merasa lucu dengan tingkah konyol wanita itu saat di toilet tadi.

“Dia cantik dan lucu.” Tutur lelaki itu, sepertinya dia mengagumi Ruby.

Setelah mendapatkan taksi, Ruby naik dengan tergesa-gesa.

“Pak, cepat jalan!” Pinta Ruby.

Janda cantik itu bisa bernapas lega saat taksi mulai melesat menjauh dari klub malam.

“Gila itu orang! Dia pasti mau memanfaatkan aku.” Gumam Ruby.

Ruby kemudian mengirimkan pesan kepada Laura dan mengatakan dia pulang duluan karena merasa tidak enak badan.

💘💘💘

Ruby tiba di rumah, dia berjalan dengan langkah yang lemah. Sejujurnya kepala Ruby terasa sedikit berat dan pusing, perutnya juga masih terasa mual. Safira yang melihat sang Kakak segera menghampirinya.

“Kakak sudah pulang? Cepat sekali?” Tanya Safira.

“Iya, tadi ada sedikit masalah, jadi Kakak pulang lebih awal.” Jawab Ruby.

Safira menautkan kedua alisnya. “Masalah apa, Kak?”

Ruby pun menceritakan kejadian di toilet tadi, tawa Safira sontak pecah mendengar kejadian konyol yang menimpa sang Kakak.

“Ya, ampun, Kak. Pasti malu banget pas sadar kalau sebenarnya Kakak yang salah masuk.”

“Iya, Kakak malu banget. Tapi tetap saja Kakak kesal dengan pria itu, dia pasti ingin memanfaatkan Kakak. Untung saja Kakak bisa kabur.”

“Harusnya Kakak jangan kabur, siapa tahu kayak di drama-drama itu, berawal dari salah sangka, kalian malah jadi cinta.” Ledek Safira.

“Apaan, sih? Itu kan di drama. Kalau dia berniat jahat gimana?”

“Iya juga, sih.” Tukas Safira. “Oh iya, Kak. Kantor aku sedang buka lowongan pekerjaan ini, gimana kalau Kakak melamar kerja ke sana.”

“Benarkah? Lowongan bagian apa?”

“Katanya sih bagian administrasi.”

“Baiklah, besok Kakak akan kirim lamarannya.”

“Kirim via email saja, Kak. Nanti aku kasih alamat email nya.”

Ruby mengangguk. “Baiklah.”

“Kerja di kantor aku asyik, loh. Teman-temannya baik dan seru, Bosnya juga ganteng banget. Aku saja selalu berharap bisa jadi kekasihnya.”

“Yee, kamu ini mengkhayal jangan tinggi-tinggi! Mana mau orang kaya seperti dia punya kekasih rakyat jelata.” Ruby meledek adiknya itu.

“Mungkin saja, Kak. Siapa tahu nasib aku seperti Cinderella.” Sahut Safira.

“Sudah, ah. Kakak yang minum, malah kamu yang mabuk.” Seloroh Ruby dan beranjak dari duduknya. “Kakak mau istirahat, dulu. Selamat malam.”

“Selamat malam, Kak.” Balas Safira. “Aku juga mau tidur, biar bisa mimpi pangeran ku.”

Ruby hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengar ocehan Safira, dia sedang berusaha terlihat baik-baik saja, meskipun sesungguhnya merasa sangat hancur. Tapi dia tahu, terpuruk dalam kesedihan bukanlah cara yang tepat. Dia harus bangkit dan menata ulang hidupnya, dia tak ingin terlihat menyedihkan di mata orang lain.

💘💘💘

Bersambung ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Beri Aku Kesempatan Kedua
9.2
Pasca ayahnya wafat, Ishvara terjebak dalam pernikahan paksa dengan Kalandra Ranjaya, pria yang sudah memiliki kekasih. Dianggap wanita kuno yang membosankan, Ishvara menderita dalam jebakan hidup yang penuh tangis. Namun, perubahan drastis Ishvara menjadi sosok cantik dan pengungkap hubungan misteriusnya dengan pria lain memicu kecemburuan Kalandra. Saat Kalandra mulai peduli, Ishvara justru memilih pergi dan menutup pintu hati demi mengakhiri sandiwara mereka.
Sampul Novel Edoraded Distance
9.0
Kevin dan Sekar terikat dalam pernikahan formal yang terasa hampa tanpa keintiman nyata. Meski hubungan mereka sebatas status di atas kertas, Kevin yang telah lama mencintai Sekar tak menyerah. Di tengah kehadiran keluarga Son dan Atmaja, Kevin berjuang keras meruntuhkan tembok pemisah di antara mereka. Ia bertekad meyakinkan Sekar bahwa ikatan ini adalah gerbang menuju kebahagiaan sejati, bukan sekadar kontrak belaka yang dingin tanpa perasaan.
Sampul Novel Godaan Sang Mantan Istri
9.7
Pernikahan Altair Nanggala dan Zoe Zivana tampak harmonis, namun sebenarnya hambar karena keterpaksaan demi keturunan. Bayang-bayang masa lalu muncul saat Naura Zoffany, mantan istri Altair yang dicintainya, kembali. Dulu mereka bercerai karena Naura dianggap mandul, padahal ia sedang mengandung tanpa diketahui Altair. Naura merahasiakan itu demi melindungi bayinya dari mertua. Kehadiran Naura kini menguji kesetiaan Altair pada Zoe yang rapuh.
Sampul Novel Harta, Tahta, Anak Tungal Kaya Raya
9.4
Ella terjebak dalam dilema rasa terhadap William, sahabat masa kecilnya yang kini menjadi pewaris tunggal kaya raya. Meski William menganggap Ella sosok terpenting, ia justru jatuh hati pada Camelia. Posisi Ella kian sulit saat ia dituduh sebagai penghambat asmara mereka, sementara William tidak peka atas penderitaan batin sahabatnya itu. Akankah William tetap memprioritaskan Ella, atau justru Camelia akan memutus ikatan lama mereka selamanya?
Sampul Novel Noda Asmara
9.1
Mimpi indah Abell tentang pernikahan hancur saat ia memergoki Dariel, kekasihnya, sedang bermesraan dengan wanita lain. Pengkhianatan keji ini terjadi tepat sebelum hari besar mereka, meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Abell. Meski masa depan yang mereka bangun telah sirna, Dariel justru menolak untuk melepaskan Abell dari hidupnya. Terjebak dalam situasi pelik, kini Abell harus menghadapi obsesi Dariel yang tidak ingin mengakhiri hubungan mereka.
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
9.1
Seorang wanita menyadari bahwa rumahnya telah disusupi. Seorang pria misterius kerap berbaring di ranjangnya dan meninggalkan jejak di pakaiannya. Melalui kamera tersembunyi di mata boneka, pria itu terus mengawasinya. Namun, alih-alih melarikan diri, ia justru sengaja beraksi intim di depan boneka tersebut. Saat sang pengamat mengira korbannya gemetar ketakutan di sudut ruangan, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu telah lama menantikan kehadirannya.