Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istriku Janda Kaya

Istriku Janda Kaya

Dicampakkan sang istri karena kemiskinan, Dimas terpuruk dalam kesulitan ekonomi hingga ditinggalkan tanpa belas kasihan. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Luna di kelab malam yang menawarkan pernikahan kontrak dengan tiga syarat khusus. Namun, saat Dimas mulai menata hidup barunya, sang mantan istri mendadak muncul kembali untuk mengusik kebahagiaannya. Akankah kehadiran masa lalu tersebut berhasil menghancurkan rumah tangga barunya bersama Luna?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dimas terdiam di pantulan cermin, siang terasa begitu cepat. Sore terganti dengan malam, dan ini adalah waktu yang paling susah dilupakan olehnya. Makan malam bersama calon mertua, merupakan salah satu kejadian yang paling menegangkan baginya. Dengan pakaian yang sudah lengkap, membuat Dimas terlihat berwibawa.

“Apa aku benar akan bertemu dengan keluarga Luna?” tanya Dimas dengan heran, ia bahkan tidak menyangka jika dirinya akan berada di sini.

Tempat di mana, sama sekali tidak ia kenal. Bahkan ia juga tidak bertanya kepada Luna, di mana sebenarnya dirinya saat ini. Apakah ia masih satu kota dengan kampung halamannya, atau bagaimana?

“Dimas apakah kamu sudah siap?” tanya Luna, yang tiba-tiba masuk ke kamar Dimas. Langkah Luna terhenti, tubuhnya terasa terhipnotis melihat tubuh Dimas.

Dimas dan Luna saling pandang, Dimas tidak dapat menolak pesona Luna. Dengan rok yang di kenakan selutut, membuatnya terlihat sangat anggunnya. Begitu juga dengan Luna melihat Dimas sangatlah tampan, memang tidak salah jika Luna memilih Dimas untuk menjadi suaminya kelak.

“A-anu, aku udah siap,” ujar Dimas membuat Luna juga mengalihkan pandangannya.

“Apakah kamu bisa menyetir mobil?” tanya Luna, Dimas dengan polos hanya mampu menggelengkan kepalanya. Dia hanyalah anak miskin, bagaimana bisa dirinya menyetir mobil? Bahkan dia motor saja tidak punya di rumah

Luna berdecak sambil memutar bola matanya malas. “Mama pasti akan bertanya kenapa aku yang menyetir mobil,” gumam Luna.

“T-tapi mungkin kamu bisa mengajarku malam ini?” balas Dimas, membuat Luna langsung menatapnya dengan sangat tajam.

“Malam ini? Benar kamu ingin belajar menyetir, sekaligus langsung menuju rumah mamaku?” Luna tidak habis pikir dengan ide Dimas. “Biarkan saja dulu, besok kita menyetir. Sekarang, kita akan menggunakan taxi ke sana.”

-::-

Tepat pukul delapan malam, mereka sudah berada di depan rumah mama Luna. Keluarga Luna sangat amat menunggu kehadiran mereka. Luna dan Dimas keluar dari taxi, tubuh Dimas tampak gugup melihat gedung yang sangat mewah di hadapannya.

‘Nggak anak, Nggak ibu benar-benar kaya semua,’ batin Dimas melihat gedung di hadapannya. Luna mendekati Dimas, mereka belum membuka gerbang. Sehingga Luna bisa mengobrol sebentar dengannya.

“Dimas, ingat apa yang sudah kita rencanakan, kamu harus terlihat seperti lelaki berpendidikan, oke?” pesan Luna.

Dimas mengangguk. “Percayakan denganku, aku tidak akan merusak reputasimu di sana,” jawab Dimas.

Luna menggandeng tangan Dimas, membuat Dimas sedikit kaget. “Anggap saja jika ini sudah mulai, kita harus terlihat romantis di sana,” balas Luna.

Dimas pun hanya mampu mengikuti Luna, mereka membuka gerbang yang ada di sana. Ternyata mereka malam malam tidak di alam rumah, melainkan di halaman rumah mereka Semua keluarga menatap ke arah Luna dan Dimas yang baru datang, bahkan mereka tampak senang melihatnya.

“Luna, aku sudah lama nggak bertemu denganmu!” sosok wanita mendekati Luna langsung memeluk tubuh Luna. Ia melepaskan pelukannya dari Luna, matanya menangkap sosok Dimas berdiri di samping Luna.

“Apakah ini calon suamimu?” tanya Ratna—kakak sepupu Luna, yang overprotektif kepadanya. Ia menatap Dimas dengan sangat tajam sekali, membuat Luna menjadi was-was.

“Iya dia calon suamiku,” jawab Luna. Luna berusaha untuk bersikap tenang, bahkan sesekali memegang tangan Dimas lebih erat.

“WAH! DIA SANGAT TAMPAN!” ujarnya dengan keras, dengan nada meninggi. Membuat Luna dan Dimas menjadi kaget, namun bisa bernapas dengan lega. Ratna menarik tangan Luna agar mendekat.

“Apakah dia orang kaya?” Luna hanya mampu mengisyaratkan untuk diam.

Satu wanita mendekat, dengan wajah yang awet muda. Namun Dimas bisa tebak, jika ia adalah ibu dari Luna. Wajahnya yang benar mirip dengan Luna, hanya saja ada sedikit keriputan dari wajahnya. Ia memandang wajah Dimas dengan lama, menatap dari atas hingga ke bawah. Ia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

“Nama kamu, siapa?” tanyanya. Dimas menyalimi tangan wanita itu dengan lembut dan sopan.

“Saya Dimas, Bu,” ujar Dimas dengan sopan. Wanita itu hanya mampu menganggukan kepalanya.

“Ayo kita makan malam dulu, nanti kita mengobrol,” ujar Aruma—mama Luna. Ia mengajak Luna dan Dimas menuju meja makan yang ada di sana.

Ternyata makan malam itu tidak semua keluarga besar Luna, hanya beberapa orang yang ada di rumah besar tersebut. Dimas menjadi canggung, karena gaya makan mereka sangat berbeda dengan gaya makan Dimas.

‘Ini bentuk pisau apa lagi ini!’ batin Dimas dengan kesal, ketika melihat alat makan yang sudah tersedia untuk satu orang.

“Gunakan apa yang kamu bisa, jangan memalukan diri di sini,” bisik Luna yang duduk di samping Dimas. Seolah Luna sudah tahu, apa yang ada di pikiran Dimas.

“Oh ya, Ma. Kakek mana?” tanya Luna, memecahkan keheningan yang ada di sana.

Aruma menelan makanan yang ada dalam mulutnya. “Kakek kamu lagi ada di luar negeri, mungkin tiga bulan lagi dia baru pulang,” ujar Aruma, dengan senyuman manis yang tercetak di bibirnya.

Aruma menatap Dimas, yang sedang menyantap makanan yang di hadapannya. “Calon suami kamu ganteng juga, dia kerja ‘Kan?”

Huk! Uhuk!

Dimas langsung tersedak mendengar pertanyaan Aruma. Luna menginjak kaki Dimas dengan pelan, membuat Dimas mengerti apa yang harus ia lakukan sekarang.

“Aduh minum dulu!” Luna memberikan Dimas minum, bersikap seolah tidak ada rencana apapun.

Dimas menatap Aruma, tersenyum sambil menganggukan kepalanya. “Saya kerja, Tante. Saya juga punya beberapa perusahaan yang masih saya geluti saat ini,” jawab Dimas dengan lugas, bahkan wajahnya tidak terlihat jika dirinya tengah berbohong.

“Bagus, ini yang aku cari,” ujar Ratna dengan senang, terlihat dari kedua wajahnya yang sangat senang. Menatap mereka berdua secara bergilir. “Cepat nikah dong!”

“Ratna, “ tegur Aruma.

“Tapi benar Bu, apa yang dikatakan Ratna. Luna harus segera menikah,” ujar Indra, membuat mereka tertuju kepada Indra. “Melihat kondisi papa yang semakin hari semakin menurun, kita harus segera mewujudkan keinginannya,” sambungnya.

Aruma menganggukan kepala dengan mantap, benar dengan perkataan Indra. “Ada benarnya juga, jadi Dimas kapan kamu bersedia menikah dengan Luna?” tanya Aruma, membuat Dimas menjadi bingung.

Dimas melirik Luna yang ada di samping, ia tidak bisa berkomunikasi dengan Luna saat ini. Karena mereka semua mata tertuju kepada Dimas.

“Saya akan segera menikahkan, Luna,” ujar Dimas, membuat mereka tersenyum lega. Terlihat juga Aruma yang nampak senang.

“Oh ya. Apa kamu masih perjaka? Kamu tahu kan, kalau Luna sudah janda?” ujar Anggun secara tiba-tiba, membuat Dimas langsung terdiam. Bahkan bukan mereka saja, tetapi satu keluarga langsung terdiam. Apakah Dimas dan Luna akan kembali berbohong, atau mereka justru jujur? Apa yang akan terjadi?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LBT" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LBT
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta, Kebohongan, dan Anjing yang Mematikan
9.7
Dunia wanita ini runtuh saat ibunya sekarat akibat serangan anjing milik Helena. Bukannya peduli, Bara sang tunangan justru membela hewan itu dan pergi demi urusan bisnis. Namun, saat ibunya wafat, terungkap bahwa Bara berbohong. Alih-alih ke Singapura, ia justru berpesta mewah di Maladewa bersama Helena. Di depan pusara sang ibu, ia menyadari bahwa cinta dan janji miliarder itu hanyalah kepalsuan belaka. Pengkhianatan kejam ini mengakhiri segalanya.
Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Selama tiga tahun, pengabdian Giselle hanya dibalas kebencian oleh Lucian. Setelah menyerah pada pernikahan yang menyesakkan itu, Giselle bangkit menjadi CEO saingan dengan berbagai identitas rahasia sebagai peretas hingga desainer ternama. Lucian yang awalnya meremehkan justru terobsesi untuk mengejarnya kembali saat rahasia Giselle terungkap. Meski Lucian memohon kesempatan kedua dengan segala cara, bagi Giselle, penyesalan suaminya sudah sangat terlambat.
Sampul Novel Istriku Bukan Selingkuhanku
8.1
Sepuluh tahun menikah, hubungan asmara antara aku dan Mas Bram tetap membara layaknya pengantin baru. Sebagai atasan perusahaan yang sibuk mengontrol cabang luar kota, ia selalu lihai menyusun alasan demi menemui diriku tanpa sepengetahuan ibunya. Pagi ini, kemesraan itu kembali hadir lewat pelukan hangat dan kecupan di leher saat aku memasak. Sosoknya yang romantis sangat memahami cara memuaskan keinginanku hingga aku tak berdaya dalam dekapan gairahnya.
Sampul Novel Jangan Lari Sayangku
9.1
Sanny Chandra mengira pernikahannya dengan Jordan Wijaya hanyalah kontrak sementara yang berakhir dengan perceraian. Namun, setelah menikah, Jordan yang semula dingin berubah menjadi suami yang sangat posesif dan memanjakan istrinya. Sanny terjebak saat Jordan melanggar janji dengan menuntut kewajiban batin hingga ia hamil. Saat Sanny menagih janji cerai dan surat kontrak yang dirobek, Jordan dengan tegas menolak melepaskan istri yang telah ia dapatkan.
Sampul Novel Jebakan Ibu Susu Bayiku
8.6
Demi biaya pengobatan ibunya, Elara terpaksa menjadi ibu susu bagi anak Viktor Laxmere, miliarder penuh misteri. Pekerjaan yang semula dianggap penyelamat justru menjerumuskannya ke dalam pusaran manipulasi dan intrik gelap. Di tengah kekuasaan Viktor yang absolut, Elara terjebak dalam dilema antara benci dan perasaan yang mulai tumbuh. Kini ia harus mengungkap rahasia besar di balik tawaran tersebut sebelum dirinya hancur sebagai pion dalam permainan berbahaya Viktor.
Sampul Novel Kawin Kontrak Sang Pewaris Tunggal
8.5
Maya Syaqilla merantau ke kota demi mengangkat derajat keluarganya. Awalnya ia mengira akan bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun kesepakatan dengan Handoko justru menjadikannya istri kontrak sang majikan selama setahun. Meski caranya salah, kemakmuran kini menyelimuti keluarganya. Akankah benih cinta tumbuh antara Maya dan Boy hingga pernikahan mereka menjadi nyata? Ataukah rahasia besar ini akan terbongkar dan memicu kemarahan besar dari kedua keluarga besar mereka?