Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Tuan Noah

Istri Tuan Noah

Akibat sebuah peristiwa tak terduga, Clara terpaksa menikahi pria yang seharusnya menjadi pasangan saudara kembarannya. Situasi rumit ini membuat Clara harus membesarkan seorang bayi mungil sendirian setelah kembarannya memilih pergi jauh. Kini, ia terjebak dalam peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti bagi anak tersebut. Seiring berjalannya waktu, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka dalam pernikahan yang penuh keterpaksaan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bab 2

"Atur saja sesuka kalian," kata Noah sebelum menaiki tangga menuju lantai dua. "Asal ada wanita yang mau mengurus bayi itu, aku nurut."

Obrolan berakhir sejenak diikuti helaan napas dari empat orang yang duduk di ruang tengah. Ada Bill, Tania dan kedua orang tua Noah yang tidak lain adalah Josh dan Iily.

"Kalian sudah dengar jawaban dari putraku, kan?" Lily menatap serius. "Hari esok juga, maka langsungkan pernikahan untuk mereka."

"Baik, Tuan," jawab Bill dengan anggukan kepala.

"Ingat!" Kini Josh yang bicara. "Aku tidak ingin ada orang lain yang mengetahui akan hal ini. Jika mulut kalian berani berkoar, habislah kalian!"

Seperti itukah sifat seorang penguasa? Josh seorang presdir di sebuah perusahaan yang berpusat pada pembangunan gedung-gedung perkantoran maupun perhotelan yang sudah mendirikan berbagai anak perusahaan lainnya. Tiada yang tidak tahu dengan keluarga ini, akan tetapi mengenai kehidupan sang putra belumlah banyak yang tahu.

Noah Pedro, itulah namanya. Pria gagah berpawakan tinggi dengan bibir tidak terlalu tipis. Senyumnya yang sinis, terkadang bisa membuat setiap wanita luluh dan ingin memilikinya. Namun, tidak semudah itu untuk bisa menggapai hati sosok Noah. Selain dikenal pendiam, dia juga termasuk pria kejam. Ya, begitulah menurut kabar yang beredar.

Satu wanita yang berhasil meluluhkannya, dialah Chloe. Wanita pertama yang membuat Noah bersimpuh, dan pada kenyataannya dia juga yang membuat Noah terjatuh.

"Kau berani meninggalkanku, lihat saja apa yang akan aku lakukan pada kembaranmu!" Di depan jendela kaca, Noah berdiri dengan tangan mengepal kuat.

Usai melemaskan tulang rahang dan membuka kepalan itu, Noah berbalik kemudian menghampiri box ranjang kayu berbentuk kotak berukuran sekitar satu meter persegi kurang di dekat ranjangnya. Noah menundukkan kepala lalu mencengkeram tepian box tersebut dengan tatapan penuh arti.

"Kalau tidak ada dirimu, aku tidak perlu menikahi wanita itu," kata Noah saat memandangi bayi berumur sekitar satu bulan di dalam box tersebut.

"Untung saja kau laki-laki. Setidaknya aku masih punya hati."

Noah berbalik lalu keluar dari kamar tersebut. Ia melangkahkan kaki menuruni tangga, dan terlihat sudak tidak ada siapapun di ruang tengah. Noah membelokkan langkah menuju dapur lalu terlihatlah ayah dan ibu tengah makan malam.

"Kemari, Noah!" panggil Lily.

Noah acuh tapi akhirnya ikut duduk.

"Makanlah. Kau belum makan dari siang kan?" kata Lily.

Noah masih acuh dan hanya mengangguk.

Di hadapannya, Josh terlihat masih mengunyah makanan. Setelah tertelan dan meneguk air putih, Josh kini memandang ke arah Noah.

"Tidak perlu murung begitu," kata Josh. "Semua ini sudah menjadi resiko untukmu. Kau yang sudah memulai, kau juga yang harus bertanggung jawab."

"Aku sangat bertanggung jawab. Aku bahkan siap merawat bayi itu, jadi untuk apa menikah segala?"

Josh nampak menghela napas. Ia kembali meneguk air putih sebelum kembali bicara.

"Ayah tahu, tapi nama keluarga kita lebih penting. Ayah tidak mau keluarga ini tercoreng karena ulahmu!" Josh mendadak tegas.

Noah tahu ayahnya sangatlah keras kepala, Sebenarnya tidak jauh berbeda dengan sifat dirinya. Noah juga keras kepala, angkuh, dan tidak mau tertandingi.

"Apakah harus dengan menikah?" tanya Noah.

"Tentu saja," jawab Josh dengan cepat. "Ayah juga mau mereka bertanggung jawab. Biar bagaimanapun juga, bayi itu adalah cucu mereka. Dan menyangkut Chloe, ayah harap wanita itu menghilang selamanya."

Noah berubah datar. Ia membuang muka dan memilih menikmati makan malamnya yang terabaikan.

"Jangan bilang kau masih mencintainya." Kini Lily ikut bicara. "Ibu tidak mau ya, kalau kau terus-terusan memikirkannya!"

Klunting!

Noah menjatuhkan sendok di atas piring membuat ayah dan ibunya sedikit kaget. Tanpa bicara apapun, Noah berdiri lalu pergi begitu saja. Josh dan Lily saling pandang sebelum akhirnya sama-sama menghela napas.

"Kalau saja dulu dua nurut untuk tidak berhubungan dengan wanita itu, pasti kejadiannya tidak begini," kata Josh.

"Kau benar, dia memang keras kepala," sahut Lily. "Tidak jauh berbeda denganmu, wahai suamiku." Kalimat tersebut tentunya cuma Lily ucapkan dalam hati.

Beralih ke Noah, pria itu kini sudah berada di dalam mobil yang melaju. Noah menambah kecepatan hingga mobilpun berhenti di sebuah kelab malam.

"Datanglah! Temani aku minum."

Selesai bicara dengan seseorang di balik ponsel, Noah pun segera turun dari mobil. Ia menaikkan kancing hodienya lalu menangkupkan tudung di atas kepala. Noah tidak mau ada orang yang tahu dirinya berada di sini.

Sampai di dalam, Noah masuk ke ruang vip. Dia duduk di sana dengan berbagai macam minuman. Tidak lama setelah duduk, terdengar pintu terbuka.

"Cepat sekali," kata Noah.

Wanita yang baru masuk itu segera ikut duduk. Ia meletakkan tas di ruang kosong di sampingnya lalu tanpa menjawab pertanyaan Noah lebih dulu, dia justru meneguk minuman kaleng dengan lahap.

"Kau kesurupan?" cibir Noah.

Wanita bernama Angela itu terlihat melotot dan meletakkan kaleng minuman itu cukup keras di atas meja. "Aku haus."

"Tapi tidak perlu sampai meneguk cepat begitu, kalau kau tersedak bagaimana?"

"Tidak akan," sahut Angela enteng. "Ada apa kau memintaku datang?"

Noah membuang napas lalu duduk bersandar dengan kedua tangan telentang. Angela yang melihat reaksi itu sudah bisa menebak-nebak apa yang kemungkinan terjadi.

"Jadi benar?" tanya Angela.

Dengan malas, Noah mengangguk. Ia kini terduduk sedikit mencondong sambil meraup wajahnya sesaat. "Ayah ibuku terus memaksa. Aku tidak bisa menghindar."

Terlihat jelas ada raut masam di wajah Angela. "Kapan?"

"Besok."

Angela tidak bereaksi apapun selain mendesah dan bersandar. Ia seolang enggan dan tidak suka mendengar berita ini.

"Kenapa kau diam saja!" sungut Noah. "Aku datang untuk meminta bantuanmu."

Angela mendengkus. "Memang aku bisa apa?"

"Setidaknya berilah aku solusi!"

"Kau tahu keluargamu itu sangatlah berkuasa. Kau sendiri tidak bisa melawan, bagaimana aku?"

Noah kembali membuang napas. Memang benar, nama Josh Pedro terlalu mustahil untuk dilawan sekalipun itu putranya sendiri. Siapapun yang memulai masalah, maka harus siap bertanggung jawab. Begitulah prinsip keluarga Pedro.

"Jadi, kalau sudah begini aku tetap akan menikah?"

"Yap! Memang apa lagi. Toh mereka kembar, meski bukan Chloe si cinta matimu itu, wanita itu tetap mirip dengannya. Benarkan?"

"Brengsek!" sembur Noah. "Kau pikir sesimple itu?"

Angela angkat bahu. Ia seolah enggan membahas pernikahan dadakan yang akan terjadi pada Noah di hari esok. Andai saja Noah tahu bagaimana perasaan Angela sedikit saja, mungkin Angela tidak terlalu sakit.

"Lama aku menanti kesempatan ini, tapi nyatanya tetap kau tidak akan bisa aku miliki."

"Hei!" Noah menjentikkan jari di depan wajah Angela yang tengah melamun. "Kenapa diam saja! Bantulah sahabatmu ini!"

"Kau turuti saja kemauan kedua orang tuamu. Hanya itu jalannya saat ini."

Noah tidak lagi bisa berkata-kata, karena pada akhirnya memang pernikahan itu tetap akan terjadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
8.9
Setelah enam puluh enam kali melamar, Vincent akhirnya mendapatkan cinta sang istri pada percobaan berikutnya. Menandai awal pernikahan, sang istri menyiapkan enam puluh enam kartu pengampunan untuk setiap kesalahannya. Namun selama enam tahun, Vincent terus menghamburkan kartu-kartu tersebut demi membela teman masa kecilnya. Ketika jatah kartu kini hampir habis setelah kartu ke-enam puluh empat digunakan, Vincent baru menyadari ada perubahan dingin yang tidak biasa dari istrinya.
Sampul Novel Dari Patah Hati Menjadi Tak Tersentuh
8.6
Delapan tahun membina rumah tangga dengan Elvin Ginanjar, gembong mafia narkoba di Nasara, berakhir tragis tepat di hari jadi pernikahan mereka. Sebuah foto mesra Elvin bersama Lina Malloni, sahabat dekatnya, sambil menggendong putra kandungnya, Owen, menjadi bukti pengkhianatan yang nyata. Alih-alih murka, ia hanya membalas dingin sebelum Elvin dan Owen datang menyudutkannya dengan tuduhan kejam. Tanpa ragu, ia menyodorkan tumpukan dokumen yang telah lama ia siapkan demi mengakhiri segalanya.
Sampul Novel En-PD153
8.9
Mantan kekasihku yang kukira telah tiada tiba-tiba muncul membawa wanita hamil yang disebut penyelamatnya. Dia secara tak masuk akal memintaku tinggal bersama mereka dan menawarkan upacara pernikahan sebagai kompensasi sementara ia menikahi wanita itu. Sebagai putri bangsawan dan menantu keluarga konglomerat, aku tak sudi dijadikan selingkuhan. Jika dia menolak hidup mewah, aku akan memastikan dia kehilangan segalanya hingga menjadi pengemis.
Sampul Novel Istri Pengganti Tuan Muda!
8.8
Demi menjaga martabat keluarga Wijaya dan Maduswara, seorang ayah memohon kepada putrinya untuk menjadi pengantin pengganti. Jika pernikahan besar ini sampai batal, reputasi leluhur mereka akan hancur seketika. Tak hanya itu, nasib perusahaan yang telah dibangun sang ayah selama bertahun-tahun kini berada di ujung tanduk. Sang putri pun dihadapkan pada pilihan sulit untuk menyelamatkan kehormatan serta masa depan bisnis keluarganya.
Sampul Novel Mafia Koplak: Kekacauan Cinta Antara Don Arkhan dan Si Bebeb Gila
9.0
Don Arkhan, bos mafia yang dingin dan ditakuti, mendapati hidupnya jungkir balik setelah menikahi Yara. Gadis itu sangat konyol dan penuh tingkah ajaib yang menguji kesabaran Arkhan. Namun di balik keceriaannya, Yara menyimpan trauma kelam yang membuatnya selalu menghindar dari keintiman. Di tengah ancaman rival dan konflik organisasi, Arkhan harus meruntuhkan tembok masa lalu Yara. Inilah kisah cinta absurd nan emosional antara sang predator dan istri uniknya.
Sampul Novel Pengantin Boneka Demi Utang Keluarga
8.8
Demi menyelamatkan bisnis keluarga dari pailit, Anya Pramudita terpaksa menikahi Reza Wijaya, pewaris Wijaya Corp. Meski orang tua Reza memuja kecerdasan Anya, mereka sebenarnya memanfaatkan krisis finansial Pramudita Global sebagai jerat. Di sisi lain, Reza masih terikat cinta rahasia dengan Kirana. Tanpa kasih sayang, Anya yang apatis pada cinta harus menjalani sandiwara pernikahan. Akankah perasaan tulus muncul, ataukah hubungan ini hancur akibat pengkhianatan?