Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Istri Pertama Dengan Jendela Kaca

Lima tahun dipoligami, Elsa berpura-pura tegar demi biaya sekolah adik-adiknya. Di mata Delon dan madunya, Ika, Elsa adalah sosok ikhlas yang sempurna. Namun, di balik senyum itu, ia memendam luka akibat kemandulan dan rasa sakit melihat kebahagiaan suaminya dengan wanita lain. Lebih tragis lagi, Elsa menyembunyikan kanker mematikan yang perlahan menghancurkan tubuhnya. Ia bagai jendela kaca yang tampak utuh namun rapuh, menunggu waktu hingga segalanya pecah berkeping-keping.
Bab
Bagikan

Bab 3

Rumah Elsa di Cibubur bukanlah bangunan megah yang menjulang seperti rumah Ika, melainkan rumah minimalis berlantai satu dengan nuansa putih tulang dan atap genteng. Kesan pertama: sederhana tapi hangat. Tepat di balik pagar kayu pendek, terpampang nyata hasil hobi Elsa: taman mini yang dipenuhi aneka sayuran hijau bayam, sawi, cabai dan beberapa pot bunga Anggrek dan Mawar yang mekar.

​Ketika taksi online berhenti, Elsa menatap rumah itu. Rasanya seperti membuang kostum panggung setelah pertunjukan panjang. Di sinilah Jendela Kaca itu berada, memisahkan dirinya dari dunia luar.

​Ia membuka gerbang sendiri. Garasi kecil di samping rumah itu terisi oleh dua aset berharga Elsa: mobil sedan berwarna merah marun yang usianya sudah lebih dari enam tahun, dan motor matik berwarna putih.

​Mobil sedan itu adalah mobil pertama yang Delon berikan padanya saat Delon baru menapaki puncak kesuksesan, sebelum Delon menikahi Ika. Mobil itu berharga mati bagi Elsa; ia adalah penanda masa lalu ketika Delon masih memanggilnya 'Sayang' dan Delon hanya miliknya. Di sisi lain, motor matik itu adalah hadiah yang sarat makna pahit-hadiah ulang tahun setahun lalu, diberikan setelah tanggal lahirnya tidak lagi tercatat sebagai hari spesial di kalender Delon, yang kini lebih sibuk merayakan hari jadi dengan Ika.

​Elsa membuka pintu rumah yang senyap. Keheningan langsung menyergap, seolah rumah itu menunggunya untuk kembali menanggalkan kepalsuan.

​Elsa tidak langsung membersihkan rumah. Ia berjalan ke dapur.

Perutnya terasa mual hebat-efek samping obat yang ia telan di rumah sakit tadi. Ia segera menuju wastafel, memuntahkan isinya.

​Selesai membersihkan diri, Elsa berjalan ke kamar mandi, mengambil botol obat Kankernya yang ia sembunyikan di kotak P3K paling atas. Ia menelan dosis berikutnya. Matanya terpejam, menahan rasa pahit dan kesadaran pahit.

​Aku tidak boleh sakit. Siapa yang akan mengirimkan uang kuliah dan uang saku Risa dan Dani jika aku di rawat intensif?

​Dari pada berkutat dengan keputusasaan di dalam rumah, Elsa memutuskan untuk melakukan hal yang paling membuatnya tenang: berkebun.

​Ia mengambil topi lebar dan sarung tangan, lalu keluar ke taman kecilnya. Aroma tanah basah, daun mint, dan bunga-bunga segera memeluknya. Berkebun adalah terapinya, cara ia menemukan harapan yang tidak ia dapatkan di dalam pernikahan.

​Ia menyiram bayam, memeriksa daun kemangi, dan memetik beberapa buah cabai. Hobi ini bukan sekadar hobi; itu adalah simbol kemandirian yang ia pertahankan. Ia jarang membeli sayuran, karena ia bisa memanennya sendiri sebuah kontras dengan Ika yang mungkin hanya perlu menggesek kartu untuk mengisi kulkas di rumah mewahnya.

​Saat mencabut gulma, Elsa tiba-tiba merasa pusing dan harus berpegangan pada dinding rumah. Ia memaksa dirinya duduk di kursi kayu di teras.

​Aku harus menyirami bunga Anggrek itu.

​Ia menatap Anggrek yang sedang mekar indah. Anggrek ini rapuh, tapi ia tahu kapan harus mekar. Aku juga harus seperti itu. Anggrek itu membutuhkan perawatan intensif, persis seperti tubuhnya yang kini melawan Kanker, penyakit yang dirahasiakannya dari Delon.

​Sore menjelang, saat Elsa sedang menyapu halaman depan, ponselnya berdering. Tertulis nama 'Delon'.

​Elsa menarik napas. Pasti Delon menelepon untuk memastikan ia sudah tiba dengan selamat dan untuk mengurangi rasa bersalahnya.

​Elsa: "Ya, Mas?"

​Delon: "Elsa, kamu sudah sampai rumah? Sudah bersih-bersih?

Jangan terlalu capek ya. Tadi aku sudah transfer uang. Belikan makanan yang enak untukmu."

​Uang lagi. Selalu uang sebagai pengganti perhatian dan kasih sayang.

​Elsa: "Sudah, Mas. Terima kasih. Aku sudah menyapu dan sedang bersantai di teras. Jangan khawatirkan aku. Fokus saja pada Ika, dia pasti butuh Mas."

​Delon: "Iya, Sayang... eh, Elsa. Maaf. Aku yakin Ika akan senang besok aku ajak periksa lagi, ya sudah. Kamu istirahat ya. Jangan lupa kunci pintu. Sampai jumpa."

​Delon segera menutup telepon, menyadari kesalahan kecil dalam panggilannya.

​Elsa meletakkan ponselnya, bibirnya membentuk senyum pahit. Panggilan 'Sayang' itu, yang sesaat hampir ditujukan padanya, kini menjadi luka lama yang digaruk kembali. Delon bahkan tidak menyadari bahwa ia baru saja menyiram luka Kanker Elsa dengan garam.

​Ia memandang mobil sedan merah marun yang usang dan motor matik putihnya. Mereka adalah bukti nyata: mobil itu adalah warisan cinta, motor itu adalah hadiah tanggung jawab.

​Elsa kembali menatap taman sayurnya. Hanya di sini, di antara daun-daun hijau dan bunga-bunga yang ia tanam sendiri, ia bisa merasa jujur. Ia adalah wanita yang sedang sekarat, berjuang sendirian demi masa depan orang lain.

​Ia mencabut sehelai daun bayam, mengunyahnya perlahan. Ia harus bertahan. Ia harus mekar, seperti Anggreknya, bahkan di tengah kerapuhan. Karena Jendela Kaca itu harus tetap terlihat utuh dari luar.

​Malam di rumah Elsa kembali diselimuti keheningan yang familiar. Ia baru saja selesai menyantap sayuran hasil kebunnya bayam dan kemangi diolah sederhana. Ia duduk di ruang tamu, laptop Delon yang ia gunakan sejak awal pernikahan berada di pangkuannya. Di layar, spreadsheet keuangan adik-adiknya terpampang jelas.

​Risa, tahun terakhir SMA. Dani, tahun pertama SMP.

​Kebutuhan mereka, terutama Risa yang akan masuk kuliah, membengkak. Elsa menghitung ulang nominal transfer bulanan dari Delon. Transfer itu besar, cukup untuk biaya hidup mereka di kampung dan uang sekolah. Namun, ia juga menghitung biaya pengobatannya.

​Obat pereda nyeri dan suplemen yang ia beli secara tunai sudah menguras tabungan pribadinya yang tersisa. Jika ia harus menjalani kemoterapi atau operasi besar, dana Delon untuk adik-adiknya pasti tidak akan cukup.

​Mas Delon akan punya anak laki-laki. Pikiran itu terasa seperti palu yang memukul kepalanya. Tentu saja, fokus finansial Delon akan bergeser ke Ika dan Delon Junior. Elsa tidak ingin memberatkan Delon dengan penyakitnya, apalagi memohon tambahan dana.

​Elsa: Aku harus mandiri. Aku harus punya dana darurat sendiri.

​Pencarian di Depan Laptop

​Elsa menggerakkan kursornya, mencari di internet: "Pekerjaan Work From Home Fleksibel", "Lowongan Virtual Assistant Tanpa Tatap Muka", "Pekerjaan Rahasia Ibu Rumah Tangga".

​Ia memutuskan bahwa peran sebagai Virtual Assistant (VA) adalah yang paling masuk akal. Pekerjaan ini memerlukan manajemen waktu yang baik, keahlian komunikasi, dan kemampuan mengatur jadwal semua yang ia lakukan secara alami selama bertahun-tahun sebagai istri Delon.

​Ia menemukan sebuah situs agensi Virtual Assistant yang melayani pebisnis high-end. Elsa menyusun resume online dengan hati-hati. Ia tidak bisa mencantumkan statusnya sebagai Istri Delon, jadi ia hanya mencantumkan pengalaman mengatur keuangan rumah tangga skala besar dan event organizing (merujuk pada acara sosial Delon).

​Saat Elsa akan mengirim resume itu, ia merasa cemas dan ragu.

​Apakah aku bisa melakukannya di tengah rasa sakit ini? Bagaimana jika efek Kanker membuatku tidak bisa fokus?

​Ia menutup laptop, berjalan ke teras depan. Ia menyentuh mobil sedan merah marunnya, lalu motor matik putihnya.

​Mobil ini adalah cinta yang pudar. Motor ini adalah kompensasi.

​Ia memikirkan ucapan Ibu Delon yang menyuruhnya mengalah.

Ucapan itu memberinya motivasi baru. Ia harus menyiapkan diri untuk skenario terburuk: Jika suatu hari Delon memutuskan hubungan dengannya demi fokus pada Ika, ia harus punya bekal untuk merawat dirinya sendiri hingga akhir.

​Elsa masuk kembali kedalam dan kembali ke laptop. Ia membuka kembali agensi VA itu. Ada tawaran pekerjaan dari seorang CEO start-up teknologi yang sering bepergian dan butuh asisten untuk mengatur jadwal, korespondensi, dan penelitian.

​Monolog Batin: Ini sempurna. Tidak ada tatap muka. Bayarannya besar. Aku harus ambil ini.

​Ia segera mengirimkan aplikasi lamaran, menutup laptopnya, dan menyembunyikannya di laci meja belajar. Kepalsuan Elsa kini meluas: ia bukan hanya memalsukan kebahagiaan, tetapi juga memalsukan dirinya sebagai wanita karir yang sehat dan siap bekerja.

​Malam itu, Elsa tidur dengan harapan baru. Bukan harapan untuk sembuh, melainkan harapan untuk bertahan hidup dengan martabat dan memastikan adik-adiknya tidak terbebani oleh kematiannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LBJ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LBJ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara dua Cinta
8.3
Ikatan persahabatan yang semula sangat kokoh kini berada di ambang kehancuran sejak kehadiran seorang wanita misterius. Saat mereka berjuang mewujudkan mimpi besar bersama, konflik perasaan mulai merenggangkan hubungan hingga mereka memilih jalan hidup masing-masing. Ambisi dan cinta menjadi ujian berat yang mengancam segalanya. Akankah mereka berhasil memperbaiki keretakan tersebut dan mengembalikan keutuhan persahabatan yang pernah menjadi kekuatan utama mereka?
Sampul Novel Ceo itu ayah anakku
9.1
Queen Azalea berusaha keras melupakan Sean Alexander, pria masa lalu yang menolak putri mereka karena takut memikul tanggung jawab. Namun, takdir mempertemukan kembali sang CEO dominan itu dengan Queen. Saat Sean tak sengaja bertemu Lilly, ia merasakan ikatan batin yang kuat. Di tengah pengejaran Sean, rahasia pilu terungkap: Lilly mengidap kanker darah. Sean pun memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dan menjadi ayah sejati di sisa waktu berharga putri kecilnya.
Sampul Novel Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin
9.1
Pernikahan lima tahun Kyna dan Aldrian hancur saat cinta pertama Aldrian kembali. Menyadari suaminya tak pernah mencintainya, Kyna memilih diam. Alih-alih marah saat Aldrian terus mengutamakan wanita lain, Kyna diam-diam mempersiapkan studinya ke luar negeri. Begitu visanya terbit, ia menyodorkan surat cerai dan pergi ke Yuropiah tanpa memedulikan keraguan Aldrian. Namun, saat video Kyna menari dengan anggun di luar negeri menjadi viral, Aldrian yang menyesal bersumpah untuk memburunya kembali.
Sampul Novel Gawat, Pak Bos Ada Maksud Lain
8.1
Pascapersalinan, Linda memulai babak baru dalam hidupnya dengan bekerja di Grup Jarvis sebagai sekretaris pribadi CEO. Namun, profesionalisme yang ia harapkan langsung sirna di hari pertama kerja. Sang atasan, Jonathan Jarvis, menatapnya dengan penuh gairah yang sulit disembunyikan. Pertanyaan provokatif dari sang miliarder tentang kopi tanpa susu seketika mengubah dinamika hubungan kerja mereka menjadi penuh ketegangan.
Sampul Novel GREET'S WILDEST DREAM
9.3
Greet, wanita yang tidak percaya diri karena fisiknya, terkejut saat bertemu kembali dengan cinta lamanya, Tristian Delmar. Kesalahpahaman masa kuliah sempat memisahkan mereka, namun takdir mempertemukan keduanya lagi sebagai atasan dan bawahan. Situasi kian rumit karena sahabat Greet, Luna, kini menjadi calon tunangan Tristian. Di tengah konflik batin dan perasaan yang masih tersisa, mampukah Greet jujur pada hatinya atau justru memilih melepaskan Tristian demi Luna?
Sampul Novel Influencer Licik Berkedok Pembantu
7.8
Asisten rumah tanggaku berpura-pura menjadi wanita mandiri, tetapi diam-diam merekam dan memfitnahku sebagai istri manja demi konten video. Dia mencuri perhiasanku, lalu memicu kebencian publik setelah kupecat hingga seorang penggemar fanatiknya meracuniku dengan pestisida. Setelah tewas, aku terbangun kembali di hari pertama aku mengetahui akun jutaan pengikutnya. Kini, giliran aku yang akan membongkar topeng kepalsuannya secara langsung.