Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri kecil tuan mafia

Istri kecil tuan mafia

Hidup Yui Miura hancur saat ia terjebak prostitusi daring dan bertemu pemimpin Yakuza yang bengis. Pria itu mengklaim Yui sebagai budak demi melunasi hutang nyawa sang ayah, Matsumoto. Meski hancur, Yui mencoba bernegosiasi dengan menawarkan rahimnya demi imbalan uang. Kesepakatan gelap ini dimulai dengan tawa sinis sang mafia, membawa mereka ke dalam malam penuh gairah yang justru menjadi awal penyesalan mendalam bagi kehidupan Yui selanjutnya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Yui melangkah masuk ke sebuah pub di sudut kota Tokyo. Riasan tebal dengan gincu menyala terang, menjelaskan apa yang tengah ia cari. Uang dan laki-laki.

Ini bukan kali pertama. Biasanya ia akan memakai setelan seragam anak SMA. Kepunyaan sendiri dan belum dicuci. Tapi, hari ini berbeda. Ia butuh uang banyak. Menuangkan minuman sambil membiarkan tubuhnya diraba-raba tidak akan cukup. Ibunya butuh lebih untuk kemoterapi.

"Bersihkan makeup mu!" teriak seorang wanita yang sepertinya mucikari. Ia menyeret lengan ketat Yui tepat ketika gadis itu berencana duduk, menemani laki-laki tua berperut buncit.

"Kenapa? Aku akan mengikuti aturannya. Berapa pembagiannya?" Yui mengeluh, sedikit geram, ia mengeluarkan isi tas. Seingatnya, ada dua lembar dollar terakhir.

"Dasar! Kau bodoh? Idiot? Bagaimana bisa kau datang dengan dandanan kacau? Kalau niat cari uang banyak, katakan dulu padaku!" Mae, si wanita mucikari menampar tangan Yui emosi. Di bagian belakang, para bartender pura-pura tidak mendengar. Di pub miliknya, ada aturan dari pihak kepolisian tentang prostitusi.

Menjual virginitas itu kejahatan. Sedang, yang lain tidak. Anak di bawah umur juga dipastikan mendapat perlindungan. Tapi itu hanya prosedur omong kosong. Buktinya selama sepuluh tahun terakhir, Mae menjalankan bisnisnya tanpa ada kendala apapun. Para remaja penggila barang bermerk, banyak yang secara sukarela menukar virginitasnya senilai gaji setahun ayah mereka. hal itu tentu saja menjadi ladang uang untuk Mae. Semakin banyak remaja putus asa, ia semakin kaya raya.

"Kau bisa menemukan pelanggan pertamamu besok minggu. Ini tentu saja akan menjadi penawaran terbaik dariku. Kau masih perawan, kan?" bisik Mae menekan pertanyaannya dengan tatapan serius dan mengancam.

Yui terdiam. Untuk sesaat ia ingat tidak pernah punya pacar sepanjang hidupnya. Bahkan membayangkan berciuman dengan orang asing sering berujung mual. Tapi itu adalah pekerjaan part time yang sudah ia pilih. Ibunya telah lama lumpuh karena stroke. Sedang ayah Yui sudah meninggal sepuluh tahun silam. Keadaannya cukup menyedihkan hingga ia tidak perlu alasan lain untuk bertahan hidup.

"Kalau ragu, aku siap dites." Yui menghela napasnya, kasar. Selama ini Mae cukup baik. Ia sering diberi kelonggaran hutang saat masih membutuhkan uang. Karena itu Yui tahu benar resiko apa yang harus Mae ambil kalau ia ketahuan berbohong.

Mae menatapnya cukup lama. Wanita paruh baya itu kemudian mengambil foto Yui dalam beberapa sudut lalu menyuruh pulang agar bisa beristirahat.

"Besok pagi, datanglah ke apartementku. Ada sesuatu yang harus aku berikan." Mae mengibaskan jemarinya yang dipenuhi kutek warna hitam. Mengarahkan pandangan Yui ke pintu ke luar.

Sebelum kalimat protes keluar dari mulutnya, sepuluh lembar dollar dikibaskan oleh Mae, tepat di depan wajah Yui. Ia tahu benar saat akhir bulan seperti sekarang, Yui pasti kehabisan uang untuk biaya rumah sakit dan tagihan rumah sewa.

"Pastikan juga, tamu pertamaku sehat. Aku tidak mau terkena AIDS di usia produktif," kata Yui menyambar uang itu sembari berlalu. Deretan hiasan pintu berbunyi saat ia menarik mereka dengan gerakan kasar.

Mae menghela napas pelan. Waktu ini akhirnya datang. Miura Yui gadis yang awalnya polos dan malu-malu kini mulai terbiasa memperlakukan tubuhnya dengan murahan. Mae berjalan tenang menuju ruangannya yang jauh dari hingar bingar. Di sebuah lorong menuju ruangan VIP, beberapa gadis menyapa, namun berakhir tidak peduli ketika ia menghilang dari pandangan mata mereka.

---

Yui pulang dengan sebungkus panekuk daging sapi. Ia masuk begitu saja dan mendapati ibunya tengah menyiram bunga mawar malam-malam.

Kursi roda yang dibelikan Yui sangat membantunya beraktivitas. Jika awalnya ny. Miura hanya duduk saja, sekarang ia bisa melakukan banyak hal.

Yui tidak menyesal menghabiskan banyak uang untuk operasi syaraf ibunya. Tapi, ceritanya akan lain kalau pekerjaannya sampai ketahuan. Walaupun sekarang mereka miskin, dulu ayah Yui, Sakamoto Miura pernah menjadi salah satu pimpinan Yakuza paling disegani. Di daerah Kanto, bahkan namanya masih dikenal meski sudah mati. Yui dan ibunya berakhir hidup sederhana karena lilitan hutang.

Tak lama, setelah memastikan ibunya makan, Yui menuju kamarnya untuk berganti pakaian. Ia harus mencuci futon sebelum tidur. Kemarin, untuk sekian kalinya ny. Miura menumpahkan sesuatu. Memang, nodanya tidak bisa dihilangkan dengan mudah, tapi kesal di depan sang ibu, membuat suasana hatinya bertambah buruk. Ia harus bersyukur tak ada lagi piring pecah atau benda jatuh lainnya. Sistem syaraf ibunya memang harus secepatnya diterapi.

"Ibu, sekarang ibu tidur, ya? Sudah malam," kata Yui mendorong kursi roda ny. Miura ke arah ruangan di sebelah kamarnya. Di sana, ada sebuah ranjang untuk berbaring. Yui pernah memakai futon, tapi tidak berhasil. Mengangkat tubuh wanita dewasa yang bahkan tidak bisa bergerak, membuat tulangnya sakit.

Segera setelah mencuci dan membereskan beberapa perabot, Yui menyiapkan buku sekolah dan PR yang belum sempat ia kerjakan. Menjelang kelulusannya, Yui tidak mengharapkan apapun. Ia hanya ingin cepat-cepat mendapat KTP lalu menanggalkan label 'anak di bawah umur.'

--

Alarm ponsel Yui berbunyi tepat jam 7 pagi. Di luar masih gelap dan angin di penghujung musim gugur mampu membuat kebas kulit telanjang. Untung saja, syal milik gadis itu masih cukup layak untuk menutupi leher hingga dagu ke atas.

"Ibu, aku berangkat. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan sebelum pergi. Pemanas ruangan sudah kunyalakan. Hari ini ada acara tv menarik dan untuk makan siang, maaf aku hanya meninggalkan roti lapis." Yui membungkuk, mengecup pipi ny. Miura. Meski tak bicara, sorot matanya menyiratkan terima kasih sekaligus rasa bersalah.

Halte bus pertama berada cukup jauh dari kompleks sewaan. Yui berulang kali menatap jam di layar ponselnya. Memastikan ia punya cukup waktu untuk ke apartemen Mae.

"Yui san? Ada titipan untukmu." Seorang pengendara motor tiba-tiba saja berhenti tepat di persimpangan jalan. Sekilas dari balik jaketnya, ia adalah seorang pria tinggi dan berkulit pucat. Kakinya cukup panjang karena tidak kepayahan menyangga body motor yang lumayan besar.

"Aku?"

"Yui Miura, kan? Mae san memintaku untuk mengantarnya." Ia mematikan mesin motor, menepi lalu mengambil bungkusan kecil dari dalam tasnya.

"Baiklah, terima kasih. Aku berencana ke sana tapi sepertinya waktunya tidak akan cukup." Yui mengambil barang dari tangan pria itu sembari membungkuk.

Si pria terdiam, menggeser kaca helm full facenya ke atas. Matanya menelisik, mengamati wajah Yui dengan pandangan aneh.

"Lumayan juga, apa kau masih SMA?" gumamnya menurunkan tatapannya hingga ke ujung kaki. Seragam sekolah Yui memang tidak mencolok, bahkan terkesan kampungan. Tapi, kaki jenjang milik gadis seusianya, selalu menarik perhatian.

Yui langsung memasang wajah kesal, merasa dilecehkan secara verbal. Walaupun tanpa sentuhan, tatapan pria asing itu, mampu membuat hatinya panas. Ia membayangkan ada seringai mesum di balik maskernya.

"Sampai jumpa minggu depan. Pakai seluruh perawatan juga wewangian itu. Kau tahu, kan? Pelanggan pertama harus dibuat terkesan?" ucapnya memutar kunci lalu menghidupkan mesin.

Apa-apaan dia? Yui meremas ujung roknya gelisah. Suara motor pria itu mulai menghilang bersama kendaraan lain di jalur utama. Tapi, kesannya justru tertinggal dan sulit dihapuskan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA SANG MAFIA : Kembali Mencinta
9.5
Dikhianati tiga tahun lalu mengubah William Ferdinand menjadi bos mafia yang dingin dan tidak percaya cinta. Namun, kembalinya Shirley Smith, istri sah yang hanya ia nikahi di atas kertas, mulai mencairkan hatinya. William kini menjadi sangat protektif dan posesif terhadap Shirley, melarangnya berdekatan dengan pria lain. Di tengah sikap dominan William, Shirley yang tidak menyadari status pernikahan mereka justru merasa bingung dengan perubahan sikap suaminya tersebut.
Sampul Novel GADIS TAWANAN SANG MAFIA
8.9
Selena terjebak dalam nestapa setelah diculik Jeno Kusuma, putra pemimpin mafia Sembilan Naga yang bengis. Aksi nekat ini adalah bentuk balas dendam Jeno karena ayah Selena dianggap bertanggung jawab atas kematian papanya sekaligus mencuri stempel rahasia organisasi. Di tengah siksaan menjadi pemuas nafsu, Selena mencoba berbagai cara termasuk mengakhiri hidup demi lepas dari cengkeraman Jeno. Akankah ia berhasil bebas, atau justru terpaksa tunduk selamanya?
Sampul Novel Hukum Sang Pewaris Cacat
8.7
Damon Valenti, Don mafia yang berkuasa, menghadapi krisis saat putra bayinya, Enzo, menolak susu formula pasca kematian sang istri. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Isabella Moreno yang baru saja kehilangan bayinya. Damon menawarkan kontrak bisnis dingin: Isabella harus menjadi ibu susuan Enzo tanpa melibatkan perasaan. Namun, melihat kelembutan Isabella memicu obsesi gelap dalam diri Damon. Sang Don kini terjerat dalam gairah berbahaya pada wanita yang seharusnya hanya menjadi pekerja.
Sampul Novel ISABELLA
7.9
Isabella, perempuan asal Turki dengan hidup sederhana, memutuskan merantau ke London demi meraih cita-citanya. Namun, takdir membawanya ke arah tak terduga saat ia terjebak dalam pusaran gelap dunia mafia. Bersama kekasihnya, Alech, Isabella harus berjuang melewati berbagai rintangan berbahaya yang mengancam hubungan mereka. Akankah cinta mereka tetap bertahan di tengah konflik kekerasan ini? Simak perjalanan penuh risiko Isabella dan Alech demi kebersamaan abadi.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Tekanan sang kakek memaksa konglomerat Sayudha Wistara menikahi Diandra Safaluna, wanita bercadar yang penuh misteri. Yudha terus dibuat terperangah oleh kemampuan luar biasa dan prinsip unik sang istri. Pesona Diandra perlahan meruntuhkan niat Yudha untuk bercerai setelah dua tahun tanpa kontak fisik. Namun, ia tidak menyadari identitas asli Diandra. Akankah Yudha tahu bahwa istrinya adalah sosok tangguh yang memimpin kakeknya sendiri di dunia mafia?
Sampul Novel Nafsu Liar Putra Mafia
9.3
Melanjutkan kisah dari Wanita Pemuas di Ranjang, narasi ini menyoroti generasi penerus dari keluarga mafia besar, Hansen dan Maxwell. Fokus utama terletak pada upaya mereka dalam mengelola takhta bisnis ilegal peninggalan orang tua sambil menghadapi lika-liku romansa yang rumit. Pembaca akan diajak mengikuti perjalanan emosional putra-putra mafia ini dalam menentukan pilihan hati dan mencari pasangan hidup yang tepat di tengah dunia yang keras.