Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Istri Dadakan

Istri Dadakan

Skandal cinta satu malam yang terungkap oleh sang ayah memaksa Dave untuk menikahi Rachel secara mendadak. Dave yang merasa kebebasannya dirampas seketika menaruh kebencian mendalam pada istri barunya tersebut. Padahal, Rachel sendiri sebenarnya sudah memiliki kekasih hati sebelum perjodohan paksa ini terjadi. Di tengah rasa benci dan keterpaksaan, akankah pernikahan tanpa dasar cinta antara Dave dan Rachel ini mampu bertahan menghadapi konflik yang ada?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dave yang stres karena tekanan pekerjaan ditambah sikap keras Damian yang kerap mendoktrinnya itu, kerap mencari hiburan dengan datang ke klub malam.

Ditemani botol-botol minuman keras, Dave menghabiskan waktu malamnya. Tak jarang beberapa wanita cantik datang mendekatinya, berperan sebagai pelipur hati laki-laki kesepian semacam Dave.

Jika Dave suka, mereka akan duduk mengampit tubuh Dave. Kemudian menemani Dave sepanjang malam.

Seperti malam hari ini, Dave kembali mengunjungi klub untuk bersenang-senang. Namun malam ini, Dave sedang dalam mood yang tidak baik.

Tidak seperti biasanya, malam ini Dave mengabaikan wanita-wanita yang datang mendekat. Jengah karena tidak dihiraukan, satu persatu dari mereka lantas memilih pergi.

Alhasil, Dave hanya duduk sendirian di sofa sembari memandangi punggung wanita yang tadi diacuhkannya.

Sudah bergelas-gelas minuman keras yang diminumnya malam itu, tapi tetap tidak membuatnya mabuk.

Bosan melihat pemandangan disekitarnya, Dave bangkit dari tempat duduknya. Ia berjalan sempoyongan melewati wanita yang tengah meliuk-meliukan tubuhnya dengan manja mengikuti dentuman suara keras yang diputar oleh DJ malam itu.

Tangan nakal Dave tanpa sadar kerap menyentuh ke bagian tubuh terlarang wanita penghibur itu.

Hingga matanya tanpa sengaja melihat seorang wanita tengah duduk manis di pojok bar. Melihat wanita itu tengah duduk sendirian, jiwa lelakinya terdorong untuk berjalan mendekatinya.

Dave menepuk pundak wanita itu pelan. Begitu wanita itu menoleh, seketika Dave tersenyum lebar. Dave seakan tengah tersihir dengan wajah cantik dan penampilan anggunnya malam itu. Wanita cantik dengan rambut sebahu itu mengenakan dress selutut berwarna merah.

"Hai, cantik. Sendirian saja?" sapa Dave ramah.

Suara bass bernada rendah yang keluar dari mulut Dave, membuat wanita cantik itu tersenyum. Seketika Dave terpesona melihat senyum manisnya.

"Boleh kita berkenalan? Saya Dave," ucap Dave seraya mengulurkan sebelah tangannya.

"Rachel."

Rachel membalas uluran tangan Dave dan berjabat tangan dengan lelaki yang memiliki iris mata berwarna grey ini.

"Wow. Nama yang pas untuk wanita secantikmu," goda Dave seraya tersenyum sembari mengusap rambutnya sendiri.

Rachel terlihat tersipu malu mendengarnya. Ia lantas mengalihkan perhatian dengan meminum minuman di gelas yang ada di hadapannya.

Gluk...

Bunyi suara air tegukan yang mengalir melintasi kerongkongan Rachel, membuat Dave menahan salivanya.

Rachel melirik ke arah Dave yang tengah memandangi wajahnya. Entah mengapa Rachel terlihat tersipu malu, mendapatkan tatapan penuh ketertarikan dari Dave.

Dave menyadari ada semburat merah di pipi Rachel. Ia lantas mengangkat sebelah alisnya, semakin tertarik dengan wanita bermata hazel dihadapannya ini.

"Saya lihat kau sendirian saja. Mau di temani?" tanya Dave setengah berharap.

"Apa kehadiranku tidak akan menganggumu?"

Rachel yang balik bertanya, malah membuat Dave tertawa kecil.

"Tentu tidak menganggu sama sekali. Karena saya juga datang sendirian."

"Maaf, tapi saya tidak datang sendirian."

"Benarkan? Ah, sayang sekali—"

Dave menghela napas kecewa, namun tetap menampakkan senyum di wajah tampannya.

"Tapi sepertinya dari tadi aku tidak melihat siapapun yang duduk disebelahmu, selain diriku. Lantas kemanakah sosoknya berada sekarang?"

"Ya, sangat disayangkan. Dia barusan pergi lebih dulu," ucap Rachel pelan.

Kekecewaan sesaat Dave seakan sirna seketika, mendengar ucapan lirih Rachel.

"Tidak sepantasnya wanita secantik dirimu di tinggal pergi seperti ini. Seperti orang yang tidak berperasaan saja," celetuk Dave menyuarakan isi kepalanya.

Rachel tertawa kecil mendengarnya, membuat Dave menoleh dan ikut tertawa juga.

Orbolan mereka berdua pun berlanjut. Mereka berdua berbicara pembahasan santai, hal-hal yang tidak serius. Dave sesekali melempar candaan dan Rachel hanya tersenyum menanggapi seadanya.

Hingga Dave menyadari wajah Rachel terus berkeringat. Ia lantas mengambil tisu di sekitarnya, kemudian mengelap bulir keringat Rachel di dahinya dengan tisu itu.

Rachel terdiam saat tangan Dave bergerak di sekitar wajahnya, namun matanya membulat menatap ke arah Dave dengan penuh keterkejutan.

Dave menyadari Rachel terpaku menatapnya dengan tubuh seolah membeku. Ia lantas berhenti menyeka keringat Rachel dan malah memandangi lekat wajah wanita bermata hazel itu.

"Maaf, saya melihat dahimu berkeringat."

Mata Rachel masih memandangi wajah Dave. Saat kedua mata mereka saling bertemu pandang satu sama lain, Rachel baru menyadari lelaki dihadapannya ini sangat rupawan.

Rambut pirang yang terjulur ke depan menutupi dahinya, rahang tegas nan kokoh, mata bulat dengan iris berwarna grey yang tengah menatap matanya itu membuat Rachel terpana untuk sesaat.

"Sepertinya kau terlihat kurang nyaman, bagaimana kalau kita keluar dari sini?" ucap Dave memberi saran.

Rachel mengangguk pelan. Dave memberikan tisu bekas keringat itu, ke tangan Rachel.

Entah mengapa Rachel merasakan sesuatu sengatan yang mengelora dalam dirinya, saat telapak tangannya tidak sengaja bersentuhan dengan kulit tangan Dave.

Dengan gerakan impulsif, Rachel tiba-tiba memegang lengan Dave.

Dave lantas memandangi wajah Rachel dengan tatapan seakan berkata, "ada apa?"

"Aku ingin pulang saja. Sepertinya badanku sedang tidak enak. Maaf," ucap Rachel seraya menunduk.

"Tidak apa-apa—"

Walaupun sedikit kecewa, Dave tetap mengulas senyum di wajahnya.

"Saya antar kau pulang ya? Please, kali ini jangan menolak."

Rachel mengangguk, kemudian bangkit dari tempat duduknya. Dave mempersilahkan Rachel berjalan lebih dulu, sementara ia di belakang mengikutinya sembari memegang sebuah ponsel ditangannya.

Dave memesan taksi online untuk mengantar pulang Rachel. Saat menunggu taksi datang, Rachel terlihat gelisah, seperti orang yang tengah kepanasan.

Padahal suasana malam itu, sangat sejuk dengan adanya angin semilir yang melintas disekitar mereka berdua. Dave yang bingung hanya memandangi Rachel yang terus bergerak-gerak gelisah.

Bagi Dave gerakan Rachel terlihat sangat sensual dan malah membangkitkan gairah kelakian dalam diri Dave untuk segera muncul ke permukaan.

Tiba-tiba saja tubuh Rachel oleng, membuat tangan Dave memegang pinggangnya agar tidak jatuh. Mata mereka bertemu pandang.

Dave yang tengah mabuk berat itu pun tanpa sadar bergerak menarik tengkuk Rachel agar mendekat ke wajahnya.

Kemudian Dave mencium Rachel dengan lembut, ciuman yang disertai lumatan kecil itu seketika berubah jadi cumbuan panas saat Rachel memberikan izin dengan membuka mulutnya.

Rachel rupanya membalas cumbuan panas Dave, membuat hasratnya makin membara. Namun, Dave terpaksa menahan hasratnya saat mendengar suara dering di ponselnya.

"Argh..." umpat Dave seketika.

Suara dering di ponsel Dave itu, rupanya panggilan dari supir taksi yang memberitahu jika sudah sampai di tempat tujuan.

Dave lantas mengajak Rachel masuk ke dalam taksi bersama dengan dirinya. Ia sempat terdiam sesaat saat pak supir bertanya alamat tujuan.

Dave awalnya ingin membawa Rachel ke hotel, tapi ia teringat kalau rumahnya kosong. Akan sangat merepotkan jika mereka harus melakukan reservasi hotel lagi. Maka dari itu, Dave langsung memberitahu pak supir agar pergi ke rumahnya.

BERSAMBUNG...

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95HDP" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95HDP
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta wanita kutubuku
8.6
Elia menghabiskan hari-harinya bekerja di sebuah gedung perkantoran megah tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, segalanya berubah saat ia dipertemukan dengan Edward, putra dari pemilik perusahaan tersebut. Keduanya mulai menjalin kedekatan intens karena harus mengelola sebuah proyek besar yang sama. Tanpa disadari, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati Elia terhadap Edward, dan ternyata sang pewaris kaya itu pun merasakan hal yang sama.
Sampul Novel Di Balik Senyum Istri
9.2
Hati istri ini hancur saat ayah mertua menegaskan hak suami berpoligami. Bagas diminta menikahi Riana, mantan teman sebangkuku saat sekolah. Ternyata, mereka punya masa lalu yang dirahasiakan sejak kuliah. Meski terluka oleh pengkhianatan ini, aku hanya bisa tersenyum getir menghadapi takdir. Aku pun menantang mereka, mempertanyakan apakah kecantikan Riana menjamin lahirnya anak laki-laki yang sangat mereka dambakan selama ini.
Sampul Novel Dia Tidak Tahu Identitas Istrinya Sampai Mereka Bercerai
8.5
Lima tahun silam, Bettina Rowe menyelamatkan nyawa Asher Lambert hingga ia kehilangan kemampuan untuk mengandung. Karena Asher mengaku enggan memiliki keturunan, Bettina terkejut saat suaminya mendadak ingin menggunakan jasa ibu pengganti. Asher memilih Betsy Sugden, mahasiswi yang berwajah mirip Bettina, demi mendapatkan ahli waris. Tanpa Asher sadari, Bettina sudah membulatkan tekad untuk bercerai tepat saat rencana itu diutarakan padanya.
Sampul Novel Dusta di Balik Janji
8.0
Lima tahun menikah, Kathleen hancur saat divonis kanker hati. Joshua, suaminya, justru berniat mendonorkan hati bagi wanita simpanannya yang telah memiliki anak. Menolak menyerah pada pengkhianatan, Kathleen bertekad merebut kembali hak donornya. Ia memutuskan pergi ke Jaxperton demi menjalani operasi dan meminta Joshua menjemputnya dalam tiga hari. Namun, kepergian Kathleen justru meninggalkan lubang keputusasaan mendalam bagi suaminya yang menyesal.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Asmi sering dihina oleh keluarga suaminya karena penampilannya yang gemuk dan asal-usulnya dari desa. Bahkan, sang ibu mertua menolak kehadirannya karena menganggapnya miskin serta tidak memiliki ayah. Namun, sebuah rahasia besar perlahan terungkap. Sang suami baru menyadari bahwa istrinya sebenarnya adalah pengusaha kaya raya dengan aset di mana-mana. Kini, saat identitas aslinya terbongkar, mampukah keluarga tersebut berhenti merendahkan sosok Asmi?
Sampul Novel Jika Cinta Jangan Bercerai
9.0
Keyra, gadis mualaf berusia 20 tahun, memenuhi wasiat ayahnya untuk menikahi Afnan Noor Malik. Meski awalnya skeptis, pesona Afnan sebagai pemilik pesantren dan pria dermawan perlahan memikat hatinya. Namun, kebahagiaan mereka diusik oleh Samuel, mantan kekasih Keyra yang berniat menghancurkan rumah tangga tersebut. Ujian semakin berat saat Afnan terpaksa berpoligami dengan Lathisa. Keyra pun harus berjuang mempertahankan cintanya di tengah badai masa lalu dan takdir baru.