Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu Susu Bayi Presdir

Ibu Susu Bayi Presdir

Lima tahun berlalu sejak malam misterius yang mengubah hidup Liana. Kini, ia terkejut menemukan bahwa Ethan Alvaro, CEO di tempat kerja barunya, adalah pria dari masa lalunya sekaligus ayah kandung Noel. Meski Ethan tak mengenali Liana, kecurigaan mulai tumbuh saat rahasia perlahan terkuak. Liana berusaha menjaga jarak demi melindungi putranya, namun Ethan justru terus mengejarnya. Akankah Ethan menerima kenyataan ini atau justru merebut Noel darinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Liana duduk di mejanya, tatapan matanya masih terpaku pada botol obat dan catatan kecil dari Ethan. Pikirannya berputar cepat, mencoba mencari alasan yang masuk akal.

Kenapa Ethan melakukan ini?

Pria itu bahkan tidak mengingatnya. Jadi, apa yang membuatnya cukup peduli untuk memberikan obat ini?

Apakah Ethan mulai curiga?

Sebelum Liana bisa menemukan jawabannya, suara berat Ethan terdengar dari dalam ruangan.

"Liana, masuk ke dalam."

Liana terkesiap. Tangannya mengepal erat di pangkuannya sebelum ia menghela napas panjang dan berdiri. Dengan langkah hati-hati, ia berjalan menuju pintu, mengetuknya sekali, lalu masuk.

Ethan sedang berdiri di depan jendela besar yang menghadap ke pemandangan kota. Siluetnya tampak tegas dan dingin.

"Kau terlihat gelisah," katanya tanpa menoleh.

Liana berusaha menjaga ekspresinya tetap tenang. "Saya hanya tidak menyangka Anda memberikan ini."

Ethan berbalik, matanya menatap lurus ke arahnya. "Kau terkejut karena aku perhatian, atau karena sesuatu yang lain?"

Liana menelan ludah. Pria ini terlalu tajam.

"Saya hanya tidak menyangka Anda tahu tentang anak saya," jawabnya hati-hati.

Ethan menyandarkan tubuhnya ke meja, kedua tangannya terlipat di depan dada. "Aku tidak tahu," katanya pelan, tetapi nadanya penuh arti. "Tapi sekarang aku penasaran."

Jantung Liana berdetak lebih cepat.

"Tentang apa?"

"Tentang anakmu," Ethan menatapnya lebih dalam. "Berapa umurnya?"

Liana menegang. Ia tahu ia tidak bisa menghindari pertanyaan ini, tetapi bagaimana pun, ia harus hati-hati.

"Empat tahun lebih," jawabnya, mencoba terdengar santai.

Ethan mengangguk pelan, tetapi tatapan matanya tak lepas dari wajah Liana. "Di mana ayahnya?"

Liana merasakan tenggorokannya mengering. Ia sudah menyiapkan jawaban ini selama bertahun-tahun.

"Ayahnya sudah pergi sejak sebelum dia lahir," katanya, suaranya sedikit bergetar.

Ethan menyipitkan matanya. "Jadi, kau membesarkannya sendiri?"

Liana mengangguk. "Ya. Dan saya harap, tidak ada masalah dengan itu."

Ethan terdiam sejenak, lalu tiba-tiba berjalan mendekat. Napas Liana tercekat saat pria itu berdiri di hadapannya, terlalu dekat.

"Apa aku pernah mengenalmu sebelumnya?"

Jantungnya hampir melompat keluar dari dadanya.

"Tidak, Tuan," jawabnya cepat.

Ethan terus menatapnya, seolah sedang menilai kebenaran di balik kata-katanya.

"Aneh," gumamnya. "Karena aku merasa… kau tidak sepenuhnya asing bagiku."

Liana merasakan kakinya melemas.

"Tidak mungkin," katanya, mencoba tersenyum kecil. "Mungkin Anda hanya terlalu sering bertemu orang baru."

Ethan tidak menjawab. Ia hanya menatap Liana lebih lama sebelum akhirnya berkata, "Kembali bekerja."

Liana langsung berbalik dan berjalan cepat keluar ruangan, tetapi ia tahu, ini belum selesai.

Ethan mulai curiga.

Dan itu berbahaya.

Malamnya, Liana duduk di tepi tempat tidur Noel, menatap wajah kecil anaknya yang sedang tertidur lelap. Tangannya terulur, mengelus rambut Noel dengan penuh kasih sayang.

"Apa yang harus Mama lakukan, Sayang?" bisiknya.

Noel menggeliat sedikit, lalu bergumam dalam tidur, "Papa…"

Liana mengatupkan bibirnya erat. Air mata hampir jatuh, tetapi ia menahannya.

Sebelum ia bisa terlalu larut dalam pikirannya, ponselnya bergetar di atas nakas. Liana mengambilnya, lalu matanya membesar saat melihat nama yang tertera di layar.

Ethan Alvaro.

Kenapa pria itu meneleponnya malam-malam begini?

Dengan tangan sedikit gemetar, ia mengangkat panggilan itu.

"Halo?"

"Saat ini kau ada di mana?" suara Ethan terdengar dalam dan dingin.

Liana mengerutkan kening. "Di rumah. Kenapa, Tuan?"

"Aku butuh kau kembali ke kantor sekarang."

Liana terkejut. "Tapi sekarang sudah malam."

"Aku tidak suka mengulang permintaan," kata Ethan tegas. "Datang ke sini dalam waktu tiga puluh menit."

Tanpa memberi kesempatan bagi Liana untuk membantah, Ethan langsung menutup telepon.

Liana menatap ponselnya dengan bingung. Apa yang sebenarnya terjadi?

Setengah jam kemudian, Liana berdiri di depan kantor Alvaro Corp. Gedung megah itu masih terang, meskipun sebagian besar karyawan sudah pulang.

Dengan hati-hati, ia masuk ke dalam dan menaiki lift menuju lantai tertinggi. Saat pintu lift terbuka, ia melihat Ethan berdiri di depan jendela kantornya, sama seperti siang tadi.

"Ada apa, Tuan?" tanya Liana, berusaha menjaga nada suaranya tetap profesional.

Ethan berbalik, lalu melemparkan sebuah amplop ke atas meja. "Aku ingin kau menjelaskan ini."

Liana melangkah maju dan mengambil amplop itu. Tangannya sedikit gemetar saat ia menarik keluar isinya.

Matanya membesar.

Dokumen itu berisi informasi tentang dirinya. Tentang kehidupannya sebelum ini. Tentang… Noel.

Ia menelan ludah, berusaha menjaga ekspresinya tetap tenang. "Dari mana Anda mendapatkan ini?"

"Aku memiliki sumberku sendiri," Ethan menjawab. "Kenapa kau tidak pernah menyebutkan tentang anakmu saat wawancara kerja?"

Liana mencoba berpikir cepat. "Karena itu adalah kehidupan pribadi saya. Dan saya tidak berpikir itu relevan dengan pekerjaan ini."

Ethan mengamati ekspresi wajahnya dengan seksama. "Menarik."

Liana mengepalkan tangannya erat. "Jika Anda hanya memanggil saya ke sini untuk menanyakan ini, saya rasa kita sudah selesai."

Ia berbalik untuk pergi, tetapi suara Ethan menghentikannya.

"Liana."

Ia terpaksa berbalik.

Ethan menatapnya tajam. "Anakmu… benar-benar tidak memiliki ayah?"

Liana merasakan jantungnya hampir berhenti.

Ia tahu, ini saatnya ia harus memilih.

Akankah ia terus menyembunyikan kebenaran?

Atau membiarkan Ethan mengetahui semuanya?

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95LEA" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95LEA
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta dari CEO Sombong: Dingin Sekarang, Sayang Kemudian
8.4
Tiga tahun Wenny Cladia merawat Hendro Jamil, miliarder Kota Livia yang terbaring koma. Namun, setelah siuman, Hendro justru berpaling pada cinta pertamanya yang baru kembali. Sadar dirinya hanya dimanfaatkan dan menjadi bahan cemoohan, Wenny memilih mundur dan mengirimkan surat cerai dengan alasan sang suami impoten. Saat Hendro yang murka datang mencari istrinya, ia terkejut mendapati Wenny yang dulu dianggap buruk rupa kini telah menjelma menjadi dokter ahli medis yang sangat memukau.
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Adeline Vyantara tak menyangka kehadirannya sebagai tamu justru berakhir di pelaminan. Ia terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi Alaric Mahendra, pewaris yang merasa dijebak oleh intrik keluarganya sendiri. Meski awalnya ingin membatalkan pernikahan, Alaric tertahan oleh aksi berani Adeline demi menjaga martabat keluarga. Kini mereka terjebak dalam pernikahan dingin penuh aturan ketat. Di tengah kebencian dan rahasia masa lalu, benih cinta mulai tumbuh tanpa kendali.
Sampul Novel Gairah Liar Sugar Mommy
9.1
Cantika Paramitha, wanita karier berusia 36 tahun, kerap dicibir karena status lajangnya. Hidupnya berubah saat Arsenio Gunadharma, pemuda 25 tahun lulusan Oxford, hadir menggantikan ayahnya sebagai sekretaris. Pesona Arsen yang cerdas dan tampan memicu gairah tak terduga dalam diri Cantika. Meski terpaut usia jauh, ketertarikan di antara mereka berujung pada pernikahan. Namun, Arsen menyimpan rahasia besar tentang identitas aslinya yang akan mengejutkan keluarga Cantika.
Sampul Novel Ilusi Cinta yang Kukira Abadi
8.9
Setelah dikhianati sahabat masa kecilnya, Monica menemukan kebahagiaan baru saat Simon, seorang miliarder terpandang, menikahinya. Lima tahun berlalu dalam limpahan kasih sayang, hingga Monica tidak sengaja mengungkap kebenaran pahit. Simon rupanya hanya memanfaatkan pernikahan mereka demi melindungi Cita, wanita yang dicintainya secara rahasia. Menyadari seluruh hidupnya hanyalah kepura-puraan, Monica memutuskan untuk merencanakan kematian palsunya sendiri melalui sebuah insiden tenggelam agar bisa menghilang selamanya.
Sampul Novel Istri Kedua Sang Penguasa
8.7
Terjerat utang judi ayah tirinya, Aurora Safitri terpaksa menerima tawaran menjadi istri kedua Alvaro Ricolas. Alvaro adalah miliarder tampan yang hidup dalam kesepian karena istri pertamanya lebih mementingkan karier di luar negeri. Meski bergelimang harta, ia butuh kehadiran sosok wanita di sisinya. Kini, Aurora harus menghadapi babak baru sebagai pendamping pria berkuasa tersebut. Akankah cinta tumbuh di antara mereka, ataukah duka yang menanti?
Sampul Novel OBSESI DAN KEINGINAN
9.1
Andy Alf adalah CEO perfeksionis yang terobsesi pada keteraturan. Di sisi lain, Camille yang rendah hati bekerja di perusahaan Andy demi membiayai pengobatan kanker ibunya. Meski Andy sudah bertunangan dengan wanita cantik, ia justru terobsesi pada Camille hingga melakukan tindakan nekat. Hubungan mereka pun berubah menjadi romansa beracun yang penuh keterikatan emosional ekstrem. Di ambang kegilaan, mampukah keduanya bersatu setelah melewati ribuan perpisahan?