Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Ibu Mertuaku, Godaanku

Ibu Mertuaku, Godaanku

Nathan memulai lembaran baru bersama istrinya, Elira Devina, di tengah kemegahan kota. Namun, kehadiran Seraphine, ibu mertua yang janda dan penuh pesona, menciptakan ketegangan tak terduga. Meski awalnya hanya ada rasa hormat, Nathan mulai merasakan getaran terlarang melalui tatapan dan sentuhan yang tidak sengaja. Di balik kebahagiaan rumah tangganya, tumbuh rahasia gelap yang mengancam segalanya saat batasan antara menantu dan mertua perlahan memudar.
Bab
Bagikan

Bab 3

Malam itu, setelah percakapan yang menggantung di antara mereka, Nathan merasa gelisah. Tidak ada jawaban yang memuaskan, hanya kebingungannya yang semakin dalam. Elira sudah pergi tidur lebih dulu, meninggalkan Nathan di ruang tamu yang sepi, dengan pikirannya yang berputar-putar. Ia menatap sekeliling rumah mereka-tempat yang seharusnya penuh dengan kebahagiaan, namun kini terasa seperti perangkap yang menunggunya.

Beban yang berat ada di pundaknya. Ia harus menghadapi Elira, mengungkapkan apa yang selama ini ia sembunyikan, tetapi ia tidak tahu bagaimana caranya. Ia takut kehilangan istrinya, takut bahwa setelah semuanya terungkap, tidak ada lagi yang tersisa untuk mereka berdua. Namun, di sisi lain, ia tahu ia tidak bisa terus hidup dengan rahasia ini, terutama ketika Seraphine, ibu mertuanya, seakan hadir dalam setiap langkahnya.

Elira mungkin sudah merasakannya, tapi apakah dia tahu sepenuhnya? Bagaimana jika ia benar-benar mengetahui betapa besar pengaruh Seraphine terhadap hidupnya, dan bagaimana hal itu mulai merusak segalanya?

Nathan memutuskan untuk tidak tidur malam itu. Ia merasa seperti ada sesuatu yang tak bisa ditunda. Ia perlu berbicara dengan Seraphine, mengklarifikasi segala sesuatunya, meskipun ia tahu itu adalah keputusan yang berbahaya. Ia merasa terjepit antara rasa tanggung jawabnya pada Elira dan ketertarikannya yang tidak bisa ia jelaskan pada ibu mertuanya.

Pagi-pagi sekali, saat matahari belum sepenuhnya muncul, Nathan sudah keluar dari rumah, mengemudi menuju rumah Seraphine. Jalanan kota yang sepi menciptakan suasana yang hampir hening, tetapi di dalam dirinya, kegelisahan itu menggelegak. Setiap detik terasa berat, seolah-olah semakin dekat dengan Seraphine, semakin dekat pula ia dengan kenyataan pahit yang harus dihadapi.

Sesampainya di rumah Seraphine, ia disambut dengan sikap hangat dan ramah, seperti biasa. Tetapi kali ini, Nathan merasakan ketegangan yang berbeda, yang hampir bisa ia sentuh. Seraphine menyapanya dengan senyum manis, namun tatapan matanya seperti memendam sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang tak ingin ia akui.

"Selamat pagi, Nathan. Ada yang bisa aku bantu?" suara Seraphine terdengar lembut, tetapi ada kesan yang berbeda kali ini. Ia seakan-akan mengetahui ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran Nathan.

Nathan menghela napas dalam-dalam, berusaha menenangkan dirinya. "Aku ingin berbicara denganmu, Seraphine," ujarnya, suaranya lebih rendah dari biasanya, mencerminkan ketegangan yang ia rasakan.

Seraphine mengangguk, lalu mempersilakan Nathan duduk di ruang tamu yang tenang. Ruangan itu tampak seperti rumah yang penuh dengan kenangan-kenangan yang mungkin akan segera dihancurkan oleh percakapan ini.

"Ada apa, Nathan? Aku tahu kamu datang dengan sesuatu yang penting," kata Seraphine, suaranya tenang, tetapi ada sesuatu di balik kata-katanya yang membuat Nathan merasa semakin cemas.

Ia menunduk sejenak, merasakan beratnya kata-kata yang hendak ia ucapkan. "Aku tidak tahu bagaimana mengatakannya, tapi... aku merasa ada sesuatu yang tidak beres antara kita. Aku tidak tahu apa itu, tetapi aku merasa... ada ketegangan yang tumbuh."

Seraphine tetap diam, menatapnya dengan tatapan yang sulit dibaca. Beberapa detik berlalu sebelum ia membuka mulut. "Nathan, aku tahu betapa pentingnya hubunganmu dengan Elira. Kau mencintainya, bukan? Dan aku tahu, sebagai seorang ibu, aku selalu ingin yang terbaik untuk anakku. Tetapi terkadang, dalam kehidupan kita, ada hal-hal yang lebih sulit daripada yang bisa kita bayangkan."

Nathan merasa jantungnya berdegup lebih cepat. "Apa maksudmu?" tanyanya, suara yang hampir tak terdengar karena ketegangan yang menguasainya.

Seraphine menyandarkan dirinya pada kursi, matanya menatap jauh ke depan, seolah berpikir keras sebelum berbicara. "Ada banyak hal yang terjadi di masa lalu yang mungkin tak pernah kau ketahui, Nathan. Ada banyak lapisan dalam hubungan kita-dalam hubungan keluarga ini-yang tak bisa kita lihat dengan mudah."

Nathan menggigit bibirnya, merasa seolah-olah ia sedang berada di ujung jurang yang gelap. "Aku tidak mengerti," katanya, hampir tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.

Seraphine tersenyum pahit. "Kadang-kadang, seseorang harus membayar harga untuk kebahagiaan mereka, Nathan. Tidak semua hal bisa terjadi tanpa ada pengorbanan."

"Apakah kamu berbicara tentang dirimu?" Nathan bertanya, mencoba mencari tahu apakah ia mendengar dengan benar.

Seraphine mengangguk perlahan, matanya kini menatap langsung ke mata Nathan dengan tatapan yang sulit untuk diungkapkan. "Aku tidak menginginkan ini, tetapi kadang-kadang, kebahagiaan datang dengan harga yang sangat tinggi. Dan aku... aku hanya ingin memastikan bahwa Elira tidak akan terlalu terluka."

Kata-kata itu menghantam Nathan seperti tamparan keras di wajahnya. Ia merasa seperti terjebak dalam jaring laba-laba yang tak terlihat-di satu sisi, ia mencintai Elira dengan sepenuh hati, tetapi di sisi lain, ia merasa terikat pada Seraphine dengan cara yang tidak bisa ia jelaskan.

"Apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, Seraphine?" tanya Nathan, suaranya semakin serak. "Apa yang kamu sembunyikan?"

Seraphine terdiam sejenak, seolah merasakan beratnya pertanyaan itu. "Ada banyak hal yang tidak kau ketahui, Nathan. Hal-hal yang tak bisa aku ungkapkan begitu saja. Tapi, jika kau ingin tahu, kau harus siap menghadapi kenyataan yang akan mengubah segalanya."

Nathan merasa seperti berada di persimpangan jalan. Ia bisa merasakan kebenaran yang tersembunyi, tetapi ia tidak tahu apakah ia siap untuk menghadapinya. Apa yang akan terjadi jika ia menggali lebih dalam? Apa yang akan ia temukan jika rahasia yang selama ini tersembunyi akhirnya terungkap?

Sebelum ia bisa bertanya lebih lanjut, pintu terbuka dan langkah kaki terdengar di lorong. Seraphine menatap Nathan sejenak, lalu berdiri dan pergi menuju pintu. "Ini sudah cukup, Nathan. Kau tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya."

Nathan hanya bisa diam, terperangkap dalam kebingungannya sendiri, tidak tahu harus melangkah kemana.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dilamar Mantan Depan Suami
8.0
Nisa terjebak dalam pernikahan penuh tekanan bersama Arman, suami yang sangat perhitungan dan keras. Meski Nisa berusaha menghormati mertua dan iparnya, Arman selalu merasa istrinya kurang berbakti. Kesedihan Nisa memuncak saat Arman membatasi asupan gizi putra mereka, Ahmad, dengan dalih penghematan. Nisa hanya bisa berdoa agar suaminya menepati janji untuk menerima sang anak sepenuhnya, di tengah tuntutan hidup dan perilaku kasar yang terus diterimanya.
Sampul Novel Godaan Cinta Sejati
8.6
Yulia terpaksa menikah ke keluarga Jayendra hanya untuk mendapati Billy, suaminya, dalam kondisi koma. Keajaiban terjadi saat Billy terbangun pasca pernikahan, namun ia justru bersikap dingin dan berniat menceraikan Yulia karena tak mengenalnya. Saat Yulia hamil dan berencana pergi diam-diam, Billy yang semula membencinya justru berubah posesif. Ia menolak perceraian dan mendekap Yulia erat, menegaskan bahwa wanita itu adalah miliknya selamanya.
Sampul Novel Ibu Mandul Melahirkan Sextuplets Untuk CEO Panas
8.9
Dikhianati Callan karena dianggap mandul, Amy memilih bercerai dan menghabiskan malam panas bersama seorang gigolo sebelum mengasingkan diri. Enam tahun berlalu, ia kembali membawa kejutan: enam anak kembar yang menggemaskan. Namun, Amy terkejut saat mengetahui bos barunya di NorthHill adalah pria dari masa lalunya itu. Di tengah perbedaan status, mampukah Amy menyembunyikan rahasia besar ini dari sang CEO berkuasa yang selama ini juga dikira tidak bisa memiliki keturunan?
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver adalah CEO sukses yang tampak memiliki segalanya, namun hidupnya terkekang oleh aturan sang ayah. Di usia 29 tahun, ia dilarang menjalin kasih karena statusnya yang sudah terikat pernikahan sejak remaja dengan Olivia, putri sahabat ayahnya. Meski telah bertahun-tahun mencari, Christian tak kunjung menemukan keberadaan istrinya itu. Ironisnya, tanpa ia sadari sedikit pun, sosok Olivia sebenarnya selalu berada sangat dekat di sisinya selama ini.
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Cyra Alesha, mahasiswi cantik berusia dua puluh tahun, harus berjuang di kota besar dengan bekerja paruh waktu. Namun, hidupnya berubah menjadi mimpi buruk saat ia terjebak kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam itu tega menginjak harga diri Cyra dan menyeretnya ke dalam penderitaan. Meski disiksa oleh kekejaman sang pewaris tunggal, Cyra justru terjebak dalam pesonanya. Mampukah ia bertahan atau justru memilih berontak demi membebaskan diri?
Sampul Novel Pernikahan Karena Dendam
8.3
Sheila terperangkap dalam ikatan pernikahan yang menyiksa akibat kesalahpahaman mendalam. Sang suami, Kaisar Andelon, menikahinya hanya sebagai sarana membalas dendam atas tragedi kematian orang tuanya di masa lalu. Namun, seiring waktu berjalan, satu per satu kebenaran yang tersembunyi mulai terkuak ke permukaan. Sheila harus bertahan di tengah kebencian Kaisar sementara realitas sebenarnya perlahan mengubah segalanya dalam hubungan mereka yang penuh luka ini.