Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hot Love - Birahi Anak Yakuza

Hot Love - Birahi Anak Yakuza

Kenzo, putra tunggal bos Yakuza, menolak perjodohan ayahnya demi gadis Rusia misterius di sebuah kafe. Konflik memanas hingga Kenzo tertembak dan diselamatkan Alena, sang pujaan hati. Saat Alena menghilang, Kenzo yang frustrasi membuat kekacauan di Hong Kong hingga memicu perang antar gangster. Di tengah pelarian bersama kakak angkatnya, Sakura, Kenzo tak menyadari bahwa Alena adalah putri calon mertuanya. Akankah cinta mereka bersatu di tengah pertumpahan darah?
Bab
Bagikan

Bab 3

Setengah jam kemudian, ponsel Kenzo bergetar. Diapun mengeluarkan dari kantong celana jeans ketatnya.

Dilihatnya panggilan dari Michiko. Kenzo mengangkatnya.

"Kenzo kenapa? Tumben telpon gue!" terdengar suara Michiko keras dari loud speaker ponsel itu.

"Tidak apa-apa, hanya ... hanya ... ingin bi ... bil ..." Kenzo terbata-bata, karena Tanaka memegangi kerah kaosnya dan siap-siap menonjoknya jika dia memberitahukan bahwa dia tertarik juga dengan gadis Rusia, karyawan baru Michiko.

"Kamu mau cerita apa? Cepetan ... seperti orang akan dipukuli saja kamu!" teriak Michiko.

Michiko memang sengaja memperlakukan Kenzo sedikit kasar karena dia ingin melatih mental Kenzo yang takut pada wanita cantik. Tetapi dengan orang lain Michiko sangat lembut dan penuh perhatian.

"Em .... apa ya?" Kenzo melirik Tanaka. Tanaka mengacungkan telunjuknya di depan bibirnya, menyuruh Kenzo tidak membuka rahasianya.

"Em ... Mi .. Michi, bo .. boleh aku minta tolong kamu besok?" ungkap Kenzo.

"Menolong kamu apa?" tanya Michiko.

"Em ... to .. tolong .. ke .. kenalin aku dengan karyawan baru kamu itu," lanjutnya terbata-bata.

"O .. soal itu. Mengenalkanmu dengan gadis Rusia yang cantik, putih, tinggi dan berbody seksi itu? Ok, besok aku bantu kenalin dia kepadamu. Tapi .... " kata Michiko.

Kenzo menunggu beberapa detik Michiko melanjutkan kata-katanya.

"Tapi apa, Michi? Kamu minta apapun pasti aku turuti. Kamu minta mobil baru aku akan belikan. Apapun yang kamu minta pasti aku turuti asal kamu kenalkan aku dengan gadis Rusia itu. Gadis yang cantik, putih, tinggi langsing, seksi dan waooowww itu yang telah membuat aku jatuh hati pada pandangan pertama itu," rinci Kenzo.

"Ok Kenzo. Tetapi turuti syarat yang aku katakan kepadamu besok. Ok?" jawab Michiko.

"Besok? Bagaimana jika sekarang saja. Biar aku tidak pusing memikirkannya." tawar Kenzo.

"Jika aku bilang besok, maka besok. Tidak ada kata sekarang. Turuti kata Michi, jika tidak mau ya sudah." bentak Michi.

"Ok ... ok Michi, jangan marah begitu. Ok, deal. Besok. Aku pasti turuti apa syarat yang kamu mau." jawab Kenzo dengan seribu persen yakin.

-------

Entah kenapa Kenzo takut mendekati cewek Rusia itu. Jika harus memilih, Kenzo memilih berkelahi melawan ratusan preman daripada harus berurusan dengan gadis cantik yang sesuai dengan 'cemistri'nya.

Kenzo sangat tertarik pada karyawan baru kafe Michiko, gadis Rusia, cantik, kulit putih, tinggi, bertubuh seksi yang baru dia lihat sekilas beberapa jam lalu.

Kenzo sungguh-sungguh memohon agar Michiko berkenan mengenalkannya dengan gadis Rusia itu. Kenzo puun akan menuruti apa saran, apa syarat, dan semua yang akan dikatakan oleh Michiko.

-------

Malam itu terasa sangat panjang dan sangat menyiksa bagi Kenzo. Kenzo tidak bisa tidur. Kenzo sangat galau.

Tidak ada pilihan lain dia menemani Tanaka yang semakin fokus bermain game online.

Kenzo duduk di kursi gamming lain di sebelah Tanaka. Kenzo sibuk berangan-angan dan menebak-nebak apa yang akan terjadi besok.

Memprediksi apa syarat yang akan diajukan oleh Michiko, mereka-reka apa yang harus dia persiapkan dan lakukan karena besok sore dia akan dikenalkan dengan gadis Rusia itu.

Kenzo senyum-senyum di samping Tanaka, angan-angannya melambung hingga ke 'verse' lain.

Tanaka beberapa kali melirik ke arahnya. "Kenzo kenapa kamu senyum-senyum sendiri, seperti orang gila!" tangan kiri Tanaka menepuk bahu sohibnya.

"He .. he .. he .. Tanaka, kamu jangan ganggu aku. Aku baru membayangkan bagaimana besok jika Michi mempertemukanku dengan gadis Rusia itu." tukas Kenzo.

"Yah terserah kamu lah. Tetapi saranku, kamu jangan terlalu berharap. Nanti kamu merana lagi. Sakit hati, seperti saat kamu kalah telak denganku yang akhirnya Michi memilih aku sebagai pacarnya, he he he," kata Tanaka sombong.

"Ah ... aku sudah tidak tertarik dengan Michi lagi. Jika dibandingkan Michi dengan gadis Rusia itu, Michi hanya menang di ukuran bra nya saja. Ha ha ha." kata Kenzo.

"Iihhh, Kenzo parah kamu, nanti aku laporin kamu pada Michi soal ukuran bra nya!" ancam Tanaka.

--------

Kenzo masih seperti orang 'ngefly'. Dia tidak menggubris ancaman Tanaka.

"Hmm ... seksi, tubuhnya seperti 'gitar Rusia'," ungkap Kenzo terbuai dengan angannya membayangkan sosok gadis yang telah memikat hatinya.

"Hah!!! Gitar Rusia???!!!" celetuk Tanaka.

"Ah, bodoh sekali. Kenapa aku pusing mikirin si Kenzo gila ini," tambahnya.

Tanaka mencoba cuek dengan apa yang dilakukan Kenzo namun matanya sering melirik ke arah sahabatnya yang sedang mabuk asmara.

------

"Aduh aku lupa menanyakan nama gadis Rusia itu kepada Michi. Kenapa aku jadi bodoh dan pelupa begini?" ungkap Kenzo sambil garuk-garuk kepala.

"Nah kamu mulai jadi bodoh, kan? Nama gadis itu saja belum tahu. Bagaimana bisa menaklukkan hatinya?" ejek Tanaka.

"Ah, masa bodoh. Yang penting besok sore Michi janji sudah berjanji akan membantuku. Menyatukanku dengan gadis Rusia yang bernama .... aduh siapa ya namanya?" ungkap Kenzo.

"Oh ... gadis .. nan cantik ... seksi tubuhmu ... seperti ... 'gitar Rusia' ...." Kenzo bersenandung lagu spontan karangannya sendiri sambil memejamkan kedua matanya menikmati buaian indahnya asa.

"Gitar Rusia??!!! Cewek bertubuh seksi seperti gitar Rusia. Mana ada lirik seperti itu? Gitar Spanyol. Ya gitar Spanyol. Itu, yang benar!" Tanaka gemes dengan kelakuan Kenzo yang sudah mulai gila.

------

Waktu seperti melompat, tak terasa sinar matahari mulai menyusup memasuki ruang gammer Tanaka. Tanaka menghilang dari kursi gammingnya, dia berpindah tidur di kamarnya.

Tanaka meninggalkan Kenzo yang masih tertidur pulas di kursi gamming lama Tanaka. Sebulan lalu Tanaka membeli kursi gamming baru yang lebih besar dan lebih nyaman. Tanaka sungguh-sungguh ingin menjadi atlet e-Sport walaupun sudah terlalu tua untuk memulai latihan menjadi atlet e-Sport skala nasional maupun internasional.

------

Pukul 11.00, Tanaka telah siap berbain game lagi. Wajahnya nampak fresh, tubuhnya telah pulih setelah semalaman begadang dengan Kenzo. Tanaka menyalakan PCnya lalu duduk di kursi gammingnya.

"Kenzo, akhirnya tertidur juga," celetuk Tanaka.

Kenzo terlihat masih tertidur pulas dengan kedua lengan berada di atas pegangan kursi.

Tanaka iseng mengambil sabuk pengaman bekas, dia mengikat tubuh Kenzo dengan menyatukannya dengan kursi gamming lamanya.

"He he he ... waktu tepat untuk isengin dia. Aku ikat saja tubuhnya dan kedua tanganya. Biar serasa naik pesawat," gumam Tanaka.

Tanaka memang usil. Dia sangat senang mengerjai sahabatnya itu.

-------

Satu jam kemudian, Kenzo terbangun. Dia terkejut.

"Apa ini? Kenapa aku diikat disini?"

Tanaka tertawa terbahak-bahak.

"Emmm biar kamu sepeti naik pesawat. Dan di depan kamu seolah berdiri pramugari-pramugari cantik yang bergantian tersenyum kepadamu. Aku hanya menolongmu agar lebih bahagia. Ha ha ha."

"Tanaka, lepaskan tali dan sabuk pengaman ini! Kamu iseng sekali. Lepaskan aku! Aku ingin kencing!" teriak Tanaka.

"Kencing saja di celana. Nanti pramugari-pramugari yang ada di benakmu akan akan mengganti pampersmu. Ha ha ha." ejek Tanaka.

"Tanaka, kamu sudah gila, ya? Lepaskan aku. Dasar kurang kerjaan kamu. Awas ya?!" teriak Kenzo.

"Awas ... awas? Kamu mengancam aku, Kenzo??? Ha ha ha," tanya Tanaka sambil cekikikan mentertawakan sahabatnya.

Keduanya memang sering berbuat iseng satu dengan lainnya. Mirip Tom and Jerry. Tetapi jika jarang berjumpa mereka saling mencari.

"Melepas ikatan di tangan saja tidak bisa masih sok jagoan mengancam aku! Ha ha ha," keisengan Tanaka semakin menjadi. Dan Kenzo pun tahu jika dilawan Tanaka pun akan menjadi semakin gila.

"Ok. Ok. Tanaka yang ganteng dan hebat seperti Herkules ... tolong buka ikatan-ikatan ini. Nanti aku belikan mouse gamming baru. Selusin jika perlu," rayu Kenzo agar Tanaka mau melepaskan ikatannya.

"Hmm .. hanya itu?" tanya Tanaka.

"Emmm ... aku juga masih mampu membeli sendiri. He he he," tambahnya.

"Emmm ... bagaimana kalau kursi gamming baru yang lebih gede. Kursi gamming yang baru saja aku beli ini terlalu sempit, kurang nyaman karena sekarang gue sedikit gendut gini. Bagaimana kalau kamu belikan akan kursi gamming? Paling seharga 2 motor matic ibu-ibu. Jika setuju maka akan aku lepaskan," kata Tanaka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

"Ok ... ok deal. Apapun mau kamu, akan aku belikan. Sekalian apa yang diminta oleh Michiko, jika kamu ingin aku wali kamu agar kamu dapat menikah dengan Michiko, akan aku lakukan. Asal ... kamu juga mau membantuku untuk mendapatkan gadis Rusia yang ... waoww ... lekuk tubuhnya seperti 'gitar Rusia'," loby Kenzo.

"Ok. Deal. Nanti aku juga bantu kamu agar gadis Rusia itu mau denganmu. Aku garansi kamu bisa pacari gadis itu."

Tanaka pun melepaskan ikatan di tangan dan tubuh Kenzo.

Kenzo langsung berdiri, berlari ke kamar mandi karena sejak tadi dia sudah tak tahan ingin kencing.

-------

"Dasar gila kamu, Kenzo."

"Tetapi jujur, akupun akan menjadi gila sepertimu jika sedang jatuh cinta."

Tanaka mulai mengingat kembali bagaimana dia bersaing dengan Kenzo berebut memenangkan hati Michiko. Namun akirnya dia dapat mengalahkan Kenzo yang di atas kertas lebih ganteng, lebih kaya, lebih jago berantem dan putra tunggal godfather Yakuza paling ditakuti di Jepang.

------

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 49 Hari Bersama Tawanan Sexy
7.9
Tamara Levinka, model ternama sekaligus tunangan CEO produsen senjata Roger Jenandra, mendadak hilang tanpa jejak. Meski pencarian besar-besaran telah dilakukan, keberadaannya tetap misterius. Namun, setelah empat puluh sembilan hari, Tamara muncul kembali dengan kabar yang mengguncang semua pihak. Di balik kepulangannya, ada Jeff yang terobsesi memilikinya dan Tamara yang rela mengorbankan segalanya demi pria itu. Cinta mereka tumbuh di tengah konflik yang berbahaya.
Sampul Novel Balapan Terakhir Sebelum Dijodohkan
8.6
Raina, pembalap liar legendaris Jakarta berjaket kulit hitam, baru saja membuktikan ketangguhannya dengan mengalahkan Melia di lintasan balap. Namun, kejayaan di jalanan seketika sirna saat ayahnya memberi ultimatum keras melalui telepon. Ia dipaksa pulang untuk menjalani perjodohan dengan putra sahabat keluarganya. Di tengah kemelut batin dan air mata, Raina menolak menjadi boneka kendali orang tuanya demi mempertahankan kebebasan hidup yang ia cintai.
Sampul Novel Monster Heart
8.9
Alianna Monru, jurnalis ambisius, pulang demi membalas dendam, namun langkahnya dijegal pria misterius. Ia terkejut saat tahu pria itu adalah pembunuh berantai yang memegang kunci masa lalunya. Damian, sang pembunuh, mengenali Alianna sebagai pujaan hatinya sejak sekolah. Ia terpukul melihat gadis ceria itu berubah menjadi penuh kebencian. Damian didera rasa bersalah karena dialah penyebab kehancuran hidup Alianna yang memicu dendam membara tersebut.
Sampul Novel Pemburu Iblis
8.6
Skylark tumbuh besar sebagai anak angkat saudagar kaya di era dinasti. Tanpa disadari, ia mewarisi darah Raja Iblis yang hilang dan kelembutan hati ibunya yang tewas di tangan rival sang ayah. Berkat umur panjang dan kekuatan dahsyat, Skylark berjuang membasmi teror monster hingga era modern. Akankah identitas aslinya terungkap saat ia mengejar pembunuh sang ibu? Ikuti perjalanan epik sang pemburu iblis dalam menuntaskan dendam masa lalu yang kelam.
Sampul Novel Pewaris Sejati yang Terlupakan Menyerang Balik
8.1
Jennifer Bennett, pewaris asli Keluarga Bennett, justru disingkirkan oleh penipu demi mendapatkan pengakuan. Setelah difitnah dan dipermalukan secara publik, ia memilih berhenti mengejar restu keluarga. Jennifer bangkit untuk membalas ketidakadilan tersebut, menjadi ancaman bagi mereka yang menindasnya. Saat keluarga Bennett berusaha menghancurkannya, Jennifer justru meraih kesuksesan luar biasa. Bagi Jennifer, kekuasaan adalah jawaban mutlak atas segala pengkhianatan.
Sampul Novel Poison, I'll Kill My Husband
9.4
Aaron, mantan pembunuh bayaran, memulai hidup baru bersama istrinya, Alice. Namun, Alice sebenarnya adalah agen rahasia yang menyusup untuk membalas kematian orang tuanya yang diduga dibunuh oleh Aaron. Memanfaatkan cinta tulus suaminya, Alice mengumpulkan bukti keterlibatan organisasi Greenice Group. Kini ia terjebak dilema antara misi dan perasaan cintanya. Di tengah intrik kriminal, Alice harus memilih antara mengungkap kebenaran atau terus hidup dalam kebohongan.