Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Hitungan Mundur Di Atas Kepala

Kemampuan melihat angka kematian di atas kepala orang terdekat membuatku dicap pembawa sial. Ketiga kakak laki-lakiku membenciku setelah kakek, ayah, dan ibu tewas dalam sehari sesuai ramalanku. Anehnya, adik perempuan kami yang kelahirannya merenggut nyawa ibu justru dipuja sebagai pembawa berkah. Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, cermin menunjukkan hitungan mundur ajalku sendiri. Usai membeli kotak abu, aku memasak hidangan terakhir untuk berkumpul bersama kakak-kakakku. Namun, hingga waktu itu habis, tak ada satu pun dari mereka yang datang menemui diriku.
Bab
Bagikan

Bab 1

Karena bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang-orang terdekat, sejak kecil aku dianggap sebagai pembawa sial oleh keluargaku.

Aku pernah menyebutkan waktu kematian kakek, ayah dan ibu.

Mereka semua meninggal dalam waktu satu hari karena berbagai kecelakaan.

Ketiga kakak laki-lakiku percaya itu adalah kutukanku yang membunuh mereka, sehingga mereka semua sangat membenciku.

Sementara adik perempuanku yang lahir melalui proses persalinan yang sulit dan menyebabkan ibu meninggal, justru tumbuh besar dengan penuh kasih sayang.

Kakak-kakakku berkata bahwa adikku adalah pembawa keberuntungan. Sejak dia lahir, kehidupan keluarga kami menjadi lancar dan bahagia.

Tapi bukankah ibu meninggal karena melahirkan dia?

Di hari ulang tahunku yang kedelapan belas, aku melihat hitungan mundur kematianku sendiri melalui cermin.

Aku membeli sebuah kotak abu yang kusukai untuk diriku sendiri.

Kemudian, aku memasak banyak hidangan yang memenuhi meja makan, berharap bisa makan malam terakhir bersama kakak-kakakku.

Namun, hingga hitungan mundur itu berakhir, aku tidak melihat satu pun dari mereka datang ...

Sejak kecil, aku bisa melihat hitungan mundur kematian di atas kepala orang lain.

Ketika pertama kali aku melihat angka di atas kepala kakek, aku memberitahu orang tuaku.

Mereka hanya tersenyum kecil, menganggapnya sebagai omongan anak kecil dan tidak memedulikannya.

Namun sehari kemudian, saat aku melihat kakek lagi, dia sudah terbaring di ranjang dengan tubuh ditutupi kain putih.

Banyak orang menangis sedih, tapi aku tidak benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi.

Tak lama setelah itu, aku melihat hitungan mundur di atas kepala ayahku.

Ketika aku memberitahunya, senyuman ayah sempat kaku sejenak sebelum kembali seperti biasa.

Malam itu, aku tidak melihat ayah pulang kerja seperti biasanya.

Yang terdengar hanyalah deringan telepon yang mendadak nyaring.

Ketika ibu mengangkat telepon, wajahnya langsung berubah menjadi sangat pucat.

Perut ibu sudah besar karena hamil, tetapi dia tetap berlari terburu-buru hingga terjatuh di tangga depan rumah.

Saat itu juga, aku melihat hitungan mundur 24 jam muncul di atas kepala ibu.

Hari itu, adik perempuanku lahir. Tapi, ibu mengalami pendarahan hebat dan dokter tidak bisa menyelamatkannya.

Aku berdiri di luar ruang rawat dengan bingung, tidak tahu harus melakukan apa.

Kakak ketigaku, Samuel mendorongku hingga jatuh ke lantai dan berkata bahwa diriku adalah pembawa sial, seorang siluman yang mengutuk mereka.

Dia menuduh aku yang menyebabkan kematian ayah dan ibu.

Tanganku tergores di lantai yang dingin hingga mengeluarkan darah.

Rasa sakit itu membuatku ingin menangis, tetapi saat aku melihat sekeliling, tak satu pun dari mereka yang mendekatiku. Terlihat rasa takut dan benci di tatapan mereka.

Aku tidak berani bersuara, hanya bisa menggigit bibir dan perlahan bangkit sendiri. Aku menepuk-nepuk gaunku yang kotor sambil mencoba menenangkan diriku sendiri.

Aku duduk memeluk lutut di sudut ruangan, mendengar isak tangis orang-orang di depan pintu, sambil menangis pelan.

"Ayah, ibu ... "

Entah bagaimana, aku pun tertidur dengan posisi itu. Saat aku membuka mata lagi, ruangan sudah kosong.

Mereka semua sudah pergi dan kenapa tidak ada yang memanggilku? Apa mereka tak menginginkanku lagi?

Aku buru-buru berdiri, tapi kakiku yang sudah mati rasa membuatku jatuh kembali ke lantai.

Di lorong rumah sakit yang sunyi, hanya lampu neon kelap-kelip yang menemaniku.

Tubuhku terasa sakit dan akhirnya aku tidak bisa menahan tangisku lagi.

Sejak hari itu, semuanya berubah untuk selamanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayang Hitam Sang Jenderal Tirani
8.5
Zane Alexander Thorn dikenal sebagai jenderal monster yang dingin dan kejam. Sebagai senjata mematikan di dunia yang nyaris hancur, ia hidup dalam bayang-bayang ayahnya demi misi berdarah. Namun, segalanya berubah saat ia menolak perjodohan politik dan justru mengurung gadis misterius berkekuatan super. Alih-alih berperang, sang jenderal malah terobsesi mengungkap rahasia besar sambil terjerat pesona tawanan tersebut. Inilah kisah sang tiran yang mulai kehilangan kendali.
Sampul Novel Benih Sang Paranormal
8.6
Intan adalah desainer sukses yang terlalu fokus berkarier hingga melupakan asmara. Di usia 30 tahun, status lajangnya memicu gunjingan tetangga dan tekanan dari sang ibu, Sukma. Merasa terbebani, Intan mencurahkan kegelisahannya pada Luna. Melihat sikap dingin Intan pada pria, Luna curiga sahabatnya itu terkena pengaruh sihir dan menyarankannya mencari pengobatan alternatif. Benarkah ada kekuatan gaib yang menghambat jodoh Intan selama ini?
Sampul Novel Cinta Yang Ditulis Ulang
9.3
Madelyn Jent wafat penuh sesal setelah delapan tahun pernikahan hambar dan vonis kanker mematikan. Di detik terakhir, Zach Jardin tak kunjung datang hingga Madelyn bersumpah takkan mencintainya lagi jika waktu terulang. Keajaiban membawanya kembali ke usia delapan belas tahun. Madelyn bertekad menjauhi Zach demi masa depan baru, namun takdir berkata lain. Pria itu justru muncul kembali, mendekat dengan aura intimidasi dan janji untuk menjaganya seumur hidup.
Sampul Novel Hasrat Dunia Lain
8.8
Jelajahi sebuah dimensi fantasi yang menjanjikan kepuasan mendalam bagi siapa pun yang berani memasukinya. Kisah ini membawa pembaca melampaui batas realitas untuk menemukan berbagai sensasi luar biasa yang tak terbayangkan sebelumnya. Dikemas dengan narasi romansa yang intens dan menggugah, karya ini secara eksklusif ditujukan bagi pembaca dewasa yang mencari pelarian penuh gairah di dunia lain yang misterius namun memikat hati.
Sampul Novel Misteri nyai Ratu Blorong
8.8
Legenda pesugihan dari laut selatan Jawa sering kali dianggap sekadar dongeng tidur. Namun, sosok Nyi Ratu Blorong sang siluman ular sebenarnya nyata dan melampaui mitos mistis belaka. Meski tak kasat mata, entitas simbol kekayaan ini tetap setia mendampingi para sekutunya hingga saat ini. Di tengah kehidupan masyarakat milenial yang modern, eksistensi gaibnya masih bertahan kuat tanpa sepenuhnya disadari oleh manusia yang hidup berdampingan dengannya.
Sampul Novel Perjalanan Fantasi
9.5
Keisha Yania Putri, aktris berbakat yang hancur karena pengkhianatan kekasihnya menjelang pertunangan, jatuh terlelap dalam duka sambil memeluk kalung ibunya. Secara misterius, ia terbangun di sebuah dimensi asing yang jauh dari realita. Setelah disekap di gubuk, Keisha diselamatkan oleh seorang Pangeran dan Panglimanya. Di tengah petualangan dunia baru ini, cinta segitiga pun tumbuh. Siapakah di antara dua ksatria itu yang akan memenangkan hati Keisha?