Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel PEREMPUAN PALING SULIT DITAKLUKKAN  (Seni Untuk Merawat Luka)

PEREMPUAN PALING SULIT DITAKLUKKAN (Seni Untuk Merawat Luka)

Kisah cinta ini menguji sepasang kekasih yang mendamba bahagia, namun justru dihantam badai masa lalu yang kelam. Kekhawatiran yang mendalam memicu krisis kepercayaan dan dilema cinta segitiga yang rumit. Sang protagonis harus memilih antara bertahan demi harapan masa depan atau menyerah pada konsekuensi masa lalu. Baginya, cinta bukan sekadar memuja keindahan pasangan, melainkan seni merawat luka dan komitmen untuk terus melangkah maju bersama.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bulir-bulir rindu mulai membasahi asa

Pun bening-bening kasih sayang mewarnai lukisan alam

Memberikan nuansa indah tak terbantahkan malam

Karena sebuah hati yang sedang berusaha menyembunyikan pesona

Meski rasanya berdebar-debar sendiri di dalam sana

Seolah berkecambuk dan ingin melepaskan semua gejolak

Namun nyatanya berat mengakui keberadaan nada.

Yang terus mengalirkan sesak membara sekuat apapun menolak

Itulah mungkin yang dikatakan jatuh cinta

Tanpa memandang usia pun rahasiaSelama masih pada semesta yang sama

Berharap ada yang disebut penyatuan rasa

Namun ternyata keberanian itu tiada

Hanya menutup kata dari ungkapan jiwa

Menjadikan ini sebuah kisah tak lengkap

Tentang cinta yang tak terungkap

Pernahkah kalian merasakan jatuh cinta tanpa sengaja ?, semua datang begitu saja tanpa diduga. Bersama seseorang yang munculnya kalian anggap teman. Sama halnya lagu dari Maudy Ayunda yang berjudul “Tiba-tiba cinta datang”.

Kisah ini dimulai enam tahun lalu. Rasa-rasanya menjadi pertanyaan besar apakah ini hanya sebatas penasaran semata ?. Mulanya aku dan Reni hanya sebatas kenal dan menjadi teman . aku juga tak tahu pastinya kapan cintaku padanya tumbuh dan bersemi, jelasnya ini terjadi direntetan Juni, bulan yang tak ingin kusapa kembali, karena hanya menjadikannya “Sementara”. Aku sadar betul bahwa Ini hanya rasa pesaranku terhadap kepribadiannya, mulai dari kegemarannya sehari hari, warana kesukaan hingga makanan favoritnya apa. jika boleh diibaratkan, bisa dikatakan aku layaknya gudang yang mampu menuruti semua keinginannya, tetapi satu hal yang aku ingat “Aku akan selalu berusaha menuruti atas apa yang menjadi kemauannya, sekalipun itu adalah perpisahan”.

Fenomena seperti ini lumrah terjadi bagi lak-laki yang baru pertama kali merasakan jatuh cinta, hari itu pula kuputuskan Reni menjadi pelabuhan cinta pertamaku.

Sore hari dibulan juni, hawa sejuk di jombang dengan sengaja, menghantarkanku untuk sekedar menghirup udara di pematangan kota. Sambil menyulutkan rokok aku melihat banyaknya kicauan burung dan aktivitas masyarakat; mulai pedagang yang mengais rezeki, anak kecil bermain layang-layang. Dan tak jarang muda mudi berboncengan untuk menikmati indahnya sore. Jujur, indahnya pemandangan sore itu tak luput dari Pengelihatanku terhadap gadis bermata sipit yang tingginya 150 cm, tentu bukanlah tinggi ideal bagi orang indonesia. Gadis itu merupakan mahasiswa asal kampus ternama jombang. Namaya Renita Reni, biasa dipanggil Reni, aku mengetahuinya dari Mahmud teman karibku dan beruntung aku tak terlalu mengenalnya karena ia adalah wanita yang Introvert. Tapi dari sinilah kisah ku dengan Reni dimulai.

“Clunting..” (Suara telpon masuk), dari Mahmud

“ Hallo mud ada apa?, tanyaku kepada Mahmud.

“Lu dimana, gua udah didepan kos, ayo jalan ” (kamu dimana, aku sudah didepan kos, mari kita jalan jalan). kata mahmud, mengajakku berkeliling kota, wajar Mahmud bersemangat karena aku baru pertama kali datang di kota ini. Kami juga sudah berkawan baik dari kecil karena kedetakan bisnis orang tua.

“Iya udah tunggu lima belas menit lagi”.

Dengan mata sedikit kantuk aku mengiyakan ajakan mahmud, karena aku barusan sampai pagi tadi. Lima belas menit berlalu akhirnyapun kami berjalan menyusuri kota. Kemudian Mahmud mengajakku untuk mampir ke warung kopi.

“Kopi sini aja, ceweknya cakep-cakep (ngopi disini saja, perempuannya cantik-cantik)”. Sambil bercanda Mahmud.

“Gas, siapa tau ada yang nyantol”.

Selang beberapa menit setelah kami menikmati seduhan kopi dan rokok. Aku melihat ada perempuan cantik yang menenteng tas dan membawa buku dengan terburu-buru. Tapi sayangnya karena ia membawa tumpukan buku yang berat, dia tiba tiba terjatuh tepat saat aku menyulutkan rokok.

“Aduh…”. Ucapnya tiba tiba, sambil mengelus siku karena terluka akibat berjalan terburu buru dan tidak hati hati.

“li li tolongin”, ucap mahmud sepontan. Dan aku tanpa berpikir panjang langsung berdiri dan bergegas menuju kearahnya untuk menolong.

“Biar aku bantu, kamu gak papa? Ada yang luka kah?”. Ucapku sambil membantu membereskan barang-barangnya yang terjatuh.

“Engga papa, udah aku bisa sendiri”. katanya dengan memalingkan wajah.

“Terimakasih udah dibantu”. Sambil bergegas mencari tempat duduk.

“Idih… sok asik banget, udah dibantu malah gak bilang terimakasih”.

Kataku dengan penuh penyesalan karena seusai membantunya, tapi tanpa sadar perempuan itu meninggalkan jejak berupa kartu nama yang tergeletak di bawah kursi tempat kami ngopi.

Kemudian aku sengaja tak langsung memberikannya dengan harapan dia yang akan kebingungan mencarinya. Kemudian, aku kembali ketempat duduk.

“songong banget perempuan itu”. Kataku .

“udah gak papa, namanya juga perempuan cantikkan, barang bagus pasti”. Kata mahmud menanggapi ucapanku.

“ Cantik apa ! , tinggi seratus lima puluh doang cantik”.

“ mau tau namanya gak ? dia Reni, bunga kampus sekitar sini, dia anak cerdas dan seluruh biyaya kuliahnya beasiswa paling penting dia jomblo , kata orang si dia itu pendiem dan gak mau deket deket sama cowok”.

“Ok, kita taruhan mud, sebenernya kurang kerjaan banget kenalan sama perempuan ngeselin itu, tapi karena tantangan kali ini spesial , ayo aku pasang lima ratus ribu kalau aku sampai jadian sama dia aku bayar kamu, tapi kalau gagal sebaliknya. Gimana berani gak ?”. Tanyaku kepada mahmud.

“Ok, siapa takut, gua ada nomer hpnya mau kagak ? (aku punya nomer Hp nya kamu mau ?) .”

“kirim geh, langsung”.

Sepulangnya dari tempat perkopian, aku langsung memberanikan diri untuk menelponnya.

“Hallo selamat malam ?”.

“iya ini siapa?”.

“saya dari grab kak, tadi ada yang memesan makanan buat kakak tapi belum dikasih alamatnya “.

Dengan keheranan, kemudian dia tanya kembali padaku.

”ouh, saya tapi tidak ulang tahun dan saya gak memesan makanan online kak”.

Dengan suara lirih dan lugu Reni mengatakan padaku, tapi syukur dia langsung mengirimkan alamatnya. Dengan senang hati aku langsung berangkat menuju alamat tinggalnya, beruntung aku masih menyimpan jaket dan helem grab milik kawanku. Ini sengaja ku lakukan untuk sekedar berkenalan dengannya gar tak terkesan monoton seperti pasangan pada umumnya.

Kringgg…”Permisi ini betul rumah kak Reni”.

Kreek... suara Reni membuka gerbang rumah.

“iya betul, ini penginapan saya”. Dengan suara lirih ketakutakan, dia keluar menggunakan mukena putih, tanpa pikir panjang aku langsung membuka kaca helm ku.

“ kamu mas mas yang tadi kan, diwarung kopi, mau apa kamu? Kamu mau apa apa? …tolong tolong”. teriak Reni

“Eh apaan si kamu” Sambil menutup mulutnya.

“aku kesini Cuma mau ngembaliin kartu pengenal yang terjatuh tadi, udah itu aja , aku pamit”.

Sambil terheran ia memandangiku saat hendak pergi. Tiba tiba dia berteriak.

“Terimakasih tukang paket sambil tertawa”.

Sesampainya dikos, aku langsung menggeletakkan badanku, sambil menyulutkan rokok. Tiba-tiba ada notifikasi masuk. Kulihat ternyata pesan suara dari nomer yang tak aku simpan.

“Terimakasih tukang paket”.

Ternyata pesan ini dari perempuan sialan itu si Reni.

Kemudian aku langsung membalasnya dengan singkat “iya”, dan percakapan kamipun selesai.

Keesokan paginya, aku bermaksud keluar kos untuk sekedar cari makan, tapi cuaca sedang tidak baik baik saja karena sedikit mendung. Ternyata dipertengahan jalan benar sekali hujan mengguyuri kota dan terpaksa aku harus mencari tempat berteduh. Sesampainya di pinggiran jalan untuk berteduh. Ternyata ada juga perempuan yang ikutan berteduh disana. Perawakannya seperti mahasiswi karena membawa tas ransel dipunggungnya, dan aku sungguh tak mengenalinya. Anehnya dia tiba tiba menhampiriku untuk memberikan minum dan handuk kecil padaku.

“Permisi, ini minum dan handuk, pasti kedinginankan”.

“Terimakasih mbk, tapi mbk siapa ya?”. Tanyaku…

“Maaf mas saya gak menikah sama kakak kamu, jadi jangan panggil saya mbk”. Pertanyaan ku disambut geliat tawa.

“Mas nya tukang paket yang nganter kartu nama saya kan”. Sambil membuka masker .

“lo kamu Reni, si perempuan sialan”. Kataku sepontan.

“Hey dasar, sini anduknya. Sudah baik kupinjami handuk dan ku beri minum, malah jawabannya seperti itu”.

Hujanpun akhirnya reda, selanjutnya aku bermaksud menawarinya makan karena sudah baik denganku untuk sekedar meminta maaf.

“udah reda ni, kamu mau kemana setelah ini?”.

“aku mau pulang ke penginapan”.

“jalan kaki ?”.

“terbang”.

“sini biar aku antar, sekalian makan kamu pasti lapar karena kehujanankan”

“Gak usah sok baik aku udah makan, emang kamu kira aku perempuan apaan.

Tiba tiba suara perutnya, menunjukan bawah si perempuan sialan ini ternyata lapar. Sejatinya aku juga tak ingin memaksa. Motifnya sederhana dia kehujanan dan sudah baik dengan memberiku minum dan meminjamiku handuk.

“Emang, kalau mahasiswa cerdas pintar bohong juga ya, udah beneran laper masih aja bilang kalau kenyang. Kalau aku jadi cacing diperutmu, mendingan keluar aja cari makan sendiri. Orang punya majikan sombong dikasih rezeki”.

“apaan si kamu, nyebelin yaudah ayok”.

Kitapun akhirnya bergegas mencari makan menggunakan motor yang aku bawa. Ini merupakan pengalaman kali pertamaku untuk berkencan dengan perempuan. Meskipun motifnya sedikit memaksa dan menjebak . setibanya ditempat makan aku dan Reni langsung memesan dan memakan pesanan kami.

“Kamu biasa makan disini Ren?, tanyaku sambil mengunyah makan.

“Pamali kata orang tua makan sambil ngobrol tau”.

Akupun akhirnya memutuskan diam, dan tidak sedikitpun ngobrol dengannya sampai makanan kami habis.

“Kamu sendiri dari mana ?”. Tanya Reni padaku saat selesai minum.

“Pamali, gak tanya nama langsung tanya dari mana?, kamu kepo ya sama aku”.

“Yee.. apaan tukang paket , yaudah-yaudah nama kamu siapa ?”.

“nah gitu dong, nama ku ali titik dua qoma”.

“kok, namanya aneh”. Ucap Reni keheranan.

“ dua qoma maskudnya, Reni cantik ali yang punya”. Sambil ku tertawa dia tersenyum tersipu malu.

“Ih, apaan si li, gombal deh yaudah balik yok”. Ajak reni untuk segera pulang karena bajunya juga basah kuyup.

Setelah aku antar pulang ke penginapannya, malam hari tepatnya pukul sembilan lebih dia menelpon ku dan mengucapkan terimakasih karena aku sudah mentraktirnya makan. Tentu aku sedikit salting dan tersenyum malu. Mengingat kami baru berkenalan dan bagiku ini singkat untuk disebut dengan nyaman. Tapi jujur dibalik menjengkelkannya Reni, dia orangnya baik dan tak terlampau cuek pada orang baru. Tanpa sadar kami tertidur sebelum mematikan telpon. Sejatinya aku sedikit curiga pada diriku sendiri, karena dimalam malam berikutnya setelah hari itu. Aku dan Reni menjadi sering bertemu , mengobrol melalui telpon setiap malam dan saling mengirim foto untuk sekedar mengabari. Aku belum tau persis apa yang sebenarnya terjadi, tapi yang pasti perkenalan ku dengannya sejauh ini hanyalah kebetulan, kebetulan aku yang akan menang taruhan dengan Mahmud. Bagiku, kita tak akan jauh lebih tau dari pada takdir tuhan. Apakah aku kali ini harus menunggu dengan Dhibah karena terlanjur menyayat hatinya atau malah menulis ulang kisah Reni di lembar buku yang sudah aku tutup kemarin. Tapi satu hal yang aku negasikan, bahwa pertemuan ku dengan Reni, meskipun indah ini hanya sementara , aku tak pernah sungguhan mencintainya, selain menghargai hubungan yang terlalu lama dan bukan karena kualitas yang terjaga.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ada Cinta Di Sekolah
8.3
Kimberly Aldama merupakan gadis cantik yang memikat lewat senyum manis dan ciri khas gigi kelincinya. Sebagai permata berharga bagi keluarga Aldama dan Fidelyo, ia tumbuh dalam limpahan kasih sayang yang luar biasa. Keempat saudara laki-laki serta para sepupunya selalu memanjakan dan menjaganya dengan sangat ketat. Mereka berkomitmen penuh untuk memastikan keselamatan Kimberly, melindunginya dari segala ancaman demi menjaga kebahagiaan adik tercinta.
Sampul Novel Aku Jadikan Kau Ratu
9.7
Darren Gerald rela mendekam di penjara dan nyaris tewas demi menolong perempuan yang ia cintai. Meski sempat ingin menyerah, ia memilih tetap setia mendampingi sang kekasih yang kini berstatus janda dan mengidap gangguan mental. Namun, saat orang tua pihak wanita memberikan restu, rintangan baru muncul dari Rossi, ibu kandung Darren. Rossi menentang keras hubungan tersebut. Darren kini terjebak dalam dilema antara baktinya pada ibu atau memperjuangkan cintanya.
Sampul Novel Gadis Barbar dan Cowok Cupu
9.3
Seorang putri bos mafia yang menawan terbiasa menjalani hidup bebas tanpa kekangan aturan siapa pun. Di sekolah, ia justru menaruh hati pada teman sebangkunya sendiri. Pemuda tersebut dikenal sebagai sosok yang sangat culun dan sering kali menjadi sasaran perundungan siswa lain. Meski kepribadian mereka sangat kontras, sang gadis barbar tetap terpikat pada cowok cupu tersebut di tengah kerasnya lingkungan kehidupan dunia bawah dan sekolahnya.
Sampul Novel I LOVE YOU PAK PENGHULU
9.8
Pertemuan tak terduga dengan penghulu tampan di pernikahan kakaknya membuat gadis ini jatuh hati. Meski pria itu memiliki kepribadian yang sangat dingin dan tidak acuh, ia sama sekali tidak merasa gentar. Berbagai rayuan manis terus ia lancarkan demi meluluhkan hati sang penghulu yang beku layaknya gunung es. Akankah kegigihan dan segala gombalannya berhasil meruntuhkan tembok ketidakpedulian pria rupawan tersebut agar mau membuka diri padanya?
Sampul Novel ISTRI TERCINTA BOS BESAR
9.7
Elitta kehilangan segalanya karena Vivian, mulai dari kekasih hingga perhatian ayahnya. Saat pertunangannya hancur, sang ayah memaksanya menikahi pria yang dikira miskin. Vivian merasa menang, namun ia terkejut saat mengetahui suami Elitta adalah Vito Vincent Ravello, CEO Sunmart sekaligus mantan kekasih yang dulu ia campakkan. Kini Vivian berambisi merebut Vito kembali. Akankah Elitta mampu mempertahankan rumah tangga dan pria yang ia cintai dari gangguan Vivian?
Sampul Novel Mekar dan Pudar pada Bunga Matahari
8.4
Kenia Watson memilih bergabung dengan Dokter Lintas Batas di Otresh demi meninggalkan masa lalunya yang kelam. Di tengah perjuangan melawan kanker, dia harus menghadapi pengkhianatan suaminya, Hobson, yang berselingkuh dengan adik tirinya. Kenia memutuskan bercerai dan merahasiakan keberangkatannya agar bisa bebas. Namun, saat kondisi kesehatannya kritis, Hobson justru bersimpuh di sisi ranjangnya sambil memohon agar wanita itu tetap bertahan hidup.