Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Heal Me, Baby

Heal Me, Baby

Insiden ciuman tak sengaja membuat Sean Wilson, pria penderita fobia kuman, pingsan seketika. Keyra Minolia, mahasiswi pekerja keras yang menabraknya, dituntut ganti rugi terapi yang mahal. Karena miskin, Keyra terpaksa melunasi hutang dengan menjadi asisten rumah tangga Sean. Hidup mereka yang kontras pun beradu di bawah satu atap hingga orang tua Sean memergoki mereka dan memaksa keduanya menikah. Mampukah pernikahan ini menyembuhkan Sean dan menyatukan hati mereka?
Bab
Bagikan

Bab 2

“Apa? Wanita kotor? Sialan!” umpat Keyra spontan.

Sean jadi tambah emosi mendengar wanita kotor dan jorok di depannya ini mengumpatnya.

“Sialan? Kamu tuh yang sialan, tahu kamu? Kamu yang buat aku dirawat di sini, sadar nggak, sih?” semprot Sean berang.

Berani-beraninya wanita kotor ini mengumpatnya padahal dirinya bisa celaka begini karena ulahnya. Dasar, tidak tahu diri! Sean menggerutu kesal dalam hatinya.

“Ya, maaf. saya tahu saya salah, tapi bukan berarti anda bisa menghina saya gitu, dong?” jawab Keyra membela diri.

“Siapa yang menghina kamu? Saya bicara kenyataan. Kamu memang kotor, apa aku salah?” desis Sean realistis.

“Meski aku kotor sekali pun, kamu harusnya punya tata krama, dong! Yang sopan kalau bicara sama wanita!” sahut Keyra kesal.

Keyra masih ngotot tak mau mengalah karena ia merasa benar. Sewajarnya pria berpendidikan seperti dirinya, berkata lembut pada seorang wanita bukan malah menghinanya begini.

“Cih! Ngapain aku buang waktuku untuk bicara sopan sama wanita jorok macam kamu? Ingat! Kamu yang sudah mencelakakan aku, tahu nggak? Wajar kalau aku mau maki-maki dan marah sama kamu. Sekarang mendingan kamu pergi dari sini! Aku mau istirahat. Tekanan darahku jadi naik gara-gara ngomong sama kamu,” cetus Sean semakin kasar.

Keyra menghembuskan nafasnya kasar. Sejak tadi laki-laki ini tak mau bicara lembut padanya. Tadinya, ia ingin meminta maaf secara sopan, tapi kini ia tak mau melakukan itu lagi. Ia akan pergi setelah puas memaki laki-laki sialan di depannya ini.

“Aku juga malas bicara sama laki-laki penyakitan macam kamu, tahu nggak? Laki-laki macam apa kamu, takut sama debu dan kotoran? Cih! Amit-amit kenal pria jadi-jadian macam kamu. Laki-laki sejati tidak takut kotor, tahu kamu? Dasar laki-laki pengecut!” umpat Keyra emosi.

Puas memaki dan menghina Sean, Keyra mendekati Sean lalu menggosokkan tangannya ke wajah Sean sekilas lalu berlalu meninggalkan Sean yang membelalak kaget, tak menyangka wanita kotor tadi akan mendekati dan menyentuh wajahnya.

“Wanita sialan! Hei, Berengsek! Kenapa kamu sentuh wajahku dengan tangan kotormu?”

Sean histeris. Ia menggosok wajahnya dengan selimut berkali-kali hingga kulit wajahnya memerah.

Ia bangkit dari tempat tidur, lalu bergegas ke kamar mandi. Sean mencuci wajahnya dengan sabun lalu menggosok wajahnya yang terasa masih kotor berkali-kali hingga terasa perih.

“Wanita kurang ajar! Berengsek! Sialan!” makinya terus-menerus sambil menggosok pipinya.

Akhirnya setelah 1 jam, Sean keluar dari kamar mandi dengan pipi yang merah mengelupas karena terlalu sering digosok.

Sepertinya Sean lupa penyebabnya pingsan tadi pagi. Andai dia ingat, pasti bibirnya juga tak luput dari gosokan sabun di kamar mandinya.

‘Mimpi apa aku semalam bisa bertemu dengan wanita jorok macam dia,’ ucap Sean bergidik jijik.

Ia memegang pipinya yang merah dan terasa perih tadi dengan hati yang kesal.

“Kenapa wanita sialan itu berani memegang wajahku?” makinya geram.

Ia mengingat-ingat lagi kejadian tadi pagi. Ia tadi akan berangkat kerja, tiba-tiba mobilnya mogok, lalu ia berniat menelepon asisten Nick kemudian si kotor menabrak dia dan ...

“Tidaaaak ....” jerit Sean histeris.

Ia ingat bibir si kotor itu menempel di bibirnya. Sean mendadak mual setengah mati. Ia menjerit histeris sambil menggosok bibirnya beberapa kali. Jantungnya berpacu dengan cepat dan ia mulai merasa pusing pada akhirnya ia kembali pingsan di atas tempat tidurnya.

Asisten Nick yang mendapat kabar dari dokter Billy bergegas menjenguk bosnya ke rumah sakit. Dan betapa terkejut dirinya saat melihat bosnya pingsan di pinggir kasurnya.

“Bro, bangun! Lo kenapa? Duh, kayaknya dia udah siuman tadi, baru pingsan lagi,” duga Nick tepat.

Bukan tanpa alasan Nick menduga demikian. Ia sudah menatap sekelilingnya dan yakin akan analisanya.

Sepreinya sudah berantakan, pipi Sean sudah mengelupas kemerahan, belum lagi posisi tidur Sean juga sudah bergeser ke sebelah kiri. Nick jadi curiga dengan keadaan Sean saat ini.

Nick membenahi posisi Sean, lalu memanggil perawat untuk menunggui Sean sementara ia ke ruang CCTV untuk melihat kejadian sebelum ia datang ke kamar Sean tadi.

‘Ada yang salah dengan Sean, pasti ada orang lain di dalam kamar ini tadi,’ tebaknya dalam hati.

Nick terus melangkah ke ruangan CCTV dan akhirnya mengetahui penyebab Sean pingsan tadi.

‘Cantik, sih! Tapi, rada kotor juga emang?’ celetuk Nick dalam hati.

Kini, ia tahu penyebab Sean kembali pingsan. Wajar juga gadis itu emosi pada Sean. Sean yang tidak tahu diri sebenarnya. Meski gadis itu salah karena menabraknya, tapi ia sudah bertanggung jawab dengan mengantarnya ke RS, kan? Kenapa Sean malah menghinanya?

Nick kembali ke dalam ruangan Sean dan menunggu atasan plus sepupunya tersebut sadar dari pingsannya.

“Lo udah sadar, Bro?” tanya Nick memastikan.

Sean mengedarkan pandangannya sekilas, baru menjawab pertanyaan sepupunya.

“Udah lihat sendiri masih juga nanya udah siuman apa belum. Bisa kreatif ga buat pertanyaan?” omel Sean sewot.

Ia sudah biasa bertengkar dan berdebat dengan sepupunya ini. Malah ia tak biasa bicara lembut dan manis seperti orang lain.

“Baru sadar aja, udah sewot lo,” balas Nick tak kalah sengit.

“Minggir, gue mau pulang!” usir Sean kesal.

“Emang lo yakin ga bakal pingsan lagi?”

“Lama-lama di sini juga bakal buat gue pingsan lagi. Di sini kotor dan bekas wanita kotor itu pasti belum dibersihkan. Aku jijik lama-lama di sini, tahu nggak? Cepat bantu aku pulang, Nick!” pinta Sean serius.

Ia setengah mati melawan rasa jijik di hatinya saat ini. Semoga saja ia bisa melupakan wanita itu ketika sampai di rumahnya nanti.

“Oke, siap-siap aja, Bro! Lo mau pakaian ganti, nggak?”

“Nggak, gue pengen cepat-cepat pulang sekarang. Buruan, Nick! Gue ingin segera pergi dari kamar ini,” ucap Sean kembali bergidik jijik.

Sean segera melangkah keluar kamar buru-buru, bahkan tidak menyapa perawat lagi. Meski ini rumah sakit langganannya, ia sama sekali tidak mau terlibat dengan staf dan beramah-tamah dengan para dokter di rumah sakit secara langsung. Nick yang mengurus semuanya karena ia tak mau terlibat dengan banyak manusia. Penyakitnya membuatnya repot harus membawa hand sanitizer ke mana-mana.

Ia bahkan harus selalu membawa tisu basah dalam sakunya. Ia tak bisa duduk sembarangan karena takut kuman. Bahkan, ia tak pernah makan di restoran dan menginap di hotel saking takut dan jijiknya dengan bekas orang lain. Bagaimana mungkin ia bisa menikah dan punya anak kalau penyakitnya tak kunjung sembuh begini?

“Bro, tunggu dulu! Jangan main nyelonong aja! Emang lo bisa buka pintu sendiri?” seru Nick memanggil sepupunya.

Sepupunya yang takut kotor dan kuman ini, bahkan tak bisa membuka pintu bila tidak dilapisi sapu tangan atau tisu.

Dan benar saja, Sean putar balik dan buru-buru mendekati sepupunya lagi sambil ngomel sendiri.

“Makanya buruan jalan! Dari tadi lelet amat kayak siput. Gak peka banget kalo gue udah jijik dan merinding lama-lama di sini,” omel Sean bawel.

“Iya, Bawel! Nih, buruan keluar!” balas Nick sambil membukakan pintu untuk atasan cerewetnya ini.

Sean keluar sambil menggerutu, lalu melangkah dengan cepat ke arah mobil.

“Bukain pintunya, Nick! Gue juga ga mau kayak gini, lo tahu, kan? Tisu dan sapu tangan gue ga tahu ke mana makanya gue jadi repot begini,” omel Sean lagi.

Nick membukakan pintu untuk Sean, menyemprotkan hand sanitizer ke seluruh bagian mobil, baru mempersilahkan sepupunya masuk kemudian ia menyusul dan menyetir dengan tenang menuju kediaman Sean sore itu.

Bersambung...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jangan Sentuh Hatiku, Jika Tak Bisa Memiliki
9.6
Nayara adalah staf administrasi cantik yang tetap rendah hati meski tampil modis di sebuah perusahaan besar Jakarta. Kehidupannya bersinggungan dengan Leonardo Arvandre, miliarder muda keturunan Prancis-Indonesia sekaligus pewaris tunggal Arvandre Global Corporation. Sejak pertemuan pertama mereka tiga tahun lalu, keduanya terjerat dalam hubungan yang rumit. Kini mereka terjebak antara perasaan cinta, harga diri, dan rahasia besar yang masih tersimpan rapat.
Sampul Novel KECELAKAAN SEMPURNA
8.9
Demi biaya pengobatan kanker ibunya, Qarletta Averly yang berusia 21 tahun mencoba peruntungan di Heston Corporation. Ia berharap posisi fotografer di perusahaan raksasa itu menjadi solusi finansialnya. Namun, impian indahnya hancur saat bertemu sang CEO, Carl Heston. Alih-alih karier cemerlang, sebuah kesalahan fatal justru menjerat Arlett dalam skandal besar yang dirancang Carl. Kini, Arlett terjebak dalam situasi rumit dengan pria berkuasa yang mengubah hidupnya.
Sampul Novel Kepentok cinta om cupu
8.4
Zoya Raveena, gadis muda yang gemar bertaruh, terpaksa menyatakan cinta kepada Danu Atmadja demi memenuhi hukuman taruhannya. Danu adalah pewaris bisnis kaya raya yang sengaja berpenampilan kuno meski aslinya sangat tampan. Saat perasaan tulus mulai tumbuh di antara mereka, sosok dari masa lalu muncul mengancam hubungan tersebut. Kini, keduanya harus berjuang mempertahankan ikatan mereka dari badai konflik yang siap menghancurkan kebahagiaan yang baru saja dimulai.
Sampul Novel Mendadak Kaya
8.4
Pasca kehilangan pekerjaan, seorang gadis berlesung pipi mendapat tawaran tak terduga yang mengubah nasibnya. Ia diminta berkencan satu malam di rumah seorang pria misterius dengan imbalan fantastis sebesar seratus juta rupiah. Sang pria menjamin bahwa agenda mereka hanyalah makan malam bersama tanpa ada tuntutan lainnya. Bak rezeki nomplok di tengah kesulitan, ia pun menyadari bahwa roda kehidupan memang berputar dengan sangat tidak terduga.
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose tumbuh menderita sebagai yatim piatu hingga Denzel mengungkap identitasnya sebagai putri CEO Louis Brown. Demi keamanan, ia menyamar menjadi Rose Carter, mahasiswi berprestasi sekaligus violinis rahasia bernama Miss Black. Konflik memuncak saat Luke, putra angkat ayahnya, memaksa Rose menikah demi harta. Di tengah teror Peter dan Hendrick yang mengincar nyawanya, benci berubah menjadi cinta. Rose harus berjuang melawan pengkhianatan demi kebahagiaan bersama Luke.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara memaksaku mendonorkan sumsum tulang demi tunangannya, Rania. Meski tumbuh bersama, dia kini membenciku. Rania menjebakku hingga Baskara menyiksaku dengan kejam, bahkan menculik orang tuaku akibat fitnah video asusila. Aku dipaksa menonton mereka jatuh dari gedung tinggi hingga tewas. Di tengah sakit parah yang kurahasiakan, Baskara justru menyuruhku mengakhiri hidup. Tanpa ragu, aku menyanggupi permintaannya dan melompat menuju kehampaan.