Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang

Hati yang Sedang Berperang

Di Midyat, Bahar Asian hidup terhimpit kebencian kakeknya, Nasuh, sebagai anak haram keluarga penguasa. Takdir mempertemukannya dengan Emir Demir, pemuda yang kembali demi membalas kematian orang tuanya pada keluarga Asian. Meski terjebak dendam, benih cinta justru tumbuh di tengah manipulasi dan perjodohan. Kini, mereka harus memilih antara setia pada darah atau mengikuti hati. Akankah rahasia masa lalu menghancurkan segalanya atau justru memutus rantai dendam?
Bab
Bagikan

Bab 1

Kota Midyat terbangun oleh matahari yang bersinar terang, yang memandikan rumah-rumah batu, yang sarat dengan sejarah berabad-abad, dalam cahaya keemasan. Jalan-jalan berbatu dan udara yang sarat dengan tradisi menjadi saksi bisu konflik antara dua keluarga yang takdirnya tampak terjalin oleh tragedi: keluarga Asian dan keluarga Demir.

Saat fajar, rumah besar keluarga Asian yang megah berdiri sebagai simbol kekuasaan dan kebanggaan. Di dalam temboknya, ketegangan terasa nyata. Nasuh Aslan Asian, kepala keluarga, duduk di ujung meja sarapan, tatapannya tegas dan sikapnya memerintah. Tidak seorang pun berani berbicara tanpa izinnya. Setiap gerakan harus diukur, setiap kata dipilih dengan hati-hati.

Bahar, dengan kepala tertunduk, berusaha untuk tetap tak terlihat, seperti yang telah dilakukannya sepanjang hidupnya. Dia tahu bahwa kehadirannya saja sudah membuat kakeknya kesal. Meskipun berdarah Asian, bagi Nasuh, dia akan selalu menjadi noda pada kehormatannya, bukti nyata dari aib keluarganya. Ia mengabaikannya di depan semua orang, tetapi kesalahan sekecil apa pun, selalu menjadi alasan untuk mengingatkannya akan statusnya.

"Apakah kau tidak mampu melakukan apa pun dengan benar?" kata Nasuh dingin ketika Bahar tanpa sengaja menjatuhkan sendok di atas meja.

Wanita muda itu menelan ludah dan semakin menundukkan pandangannya. Tidak ada yang membelanya. Bahkan ayahnya, Faruk, yang tetap diam, takut menentang wasiat ayahnya. Zehra, bibinya, adalah satu-satunya yang memberinya tatapan penghibur, tetapi tatapannya tidak dapat mengubah nasibnya.

Sementara Bahar menanggung penghinaan di rumah besar Asia itu, di sisi lain kota, seorang pemuda kembali ke rumah setelah bertahun-tahun absen. Emir Demir keluar dari mobil yang membawanya kembali ke Midyat. Jantungnya berdebar kencang, bukan karena kegembiraan, tetapi karena amarah yang terpendam sejak kecil. Ia tumbuh dengan satu tujuan: membalaskan dendam atas kematian orang tuanya.

Sejak kecil, neneknya, Cansu Demir, telah berulang kali menceritakan kisah pengkhianatan keluarganya, bagaimana nama Demir telah ternoda oleh orang-orang Asia. Menurutnya, kematian orang tuanya dalam kecelakaan tragis itu bukanlah takdir yang kejam, melainkan tindakan yang disengaja oleh keluarga saingan.

Cansu menyambutnya dengan bangga di pintu rumah besar Demir. Ia memeluknya erat dan berbisik dengan campuran cinta dan tekad, "Sekaranglah waktunya, Emir. Kehormatan keluarga Demir harus dipulihkan."

Emir tidak menjawab. Mata gelapnya tertuju pada cakrawala, pada tanah masa kecilnya, pada kenangan ibunya, yang wajahnya hampir tidak dapat diingatnya dengan jelas. Ia tidak kembali karena nostalgia. Kepulangannya memiliki satu tujuan: untuk membuat orang-orang Asia membayar atas penderitaan keluarganya.

Kemudian, Emir pergi ke pemakaman. Berdiri di depan makam orang tuanya, ia mengusap batu dingin itu dengan jarinya, merasakan beban sejarah di pundaknya.

"Aku akan mengungkap kebenaran," bisiknya. "Dan aku akan menegakkan keadilan."

Di sampingnya, sahabatnya, Azad Yilmaz, menyaksikan dalam diam. Ia tahu amarah Emir sangat dalam, tetapi ia juga takut akan apa yang mungkin ditimbulkannya.

Di rumah besar keluarga Asia, Nasuh menerima kabar kembalinya Emir dengan rasa tidak senang yang jelas. Ia tahu bahwa kehadiran Demir muda membawa bahaya. Namun, kekhawatiran terbesarnya tetaplah keluarganya sendiri. Bertekad untuk memperketat cengkeramannya pada mereka, ia membuat pengumuman yang membuat Bahar merinding:

"Sudah waktunya Bahar menikah. Hakan Ersoy akan menjadi suaminya."

Wanita muda itu merasa tanah runtuh di bawah kakinya. Ia menatap ayahnya dengan putus asa, berharap ayahnya akan campur tangan untuknya, tetapi Faruk hanya menundukkan kepalanya, dikalahkan oleh kelemahannya sendiri. Bahar tidak dapat menerima takdir yang dipaksakan oleh kakeknya. Hatinya mendambakan kebebasan, tetapi dalam keluarga Asia, keinginan individu tidak memiliki nilai.

Malam itu juga, di rumah besar Demir, Emir meneliti dokumen-dokumen lama, mencari jawaban. Di antara dokumen-dokumen ibunya, ia menemukan sebuah surat yang ditulis sebelum kematiannya. Kata-kata itu adalah jeritan keputusasaan yang terpendam, dan meskipun tidak mengungkapkan seluruh kebenaran, kata-kata itu menguatkan kecurigaannya: orang-orang Asia berada di balik tragedi yang telah merenggut nyawa keluarganya.

Tekadnya semakin menguat. Ia tidak akan beristirahat sampai ia melihat keluarga Asia itu jatuh. Yang tidak diketahui Emir adalah bahwa nasibnya sudah terjalin dengan Bahar, dan bahwa kebencian yang membakar hatinya akan segera berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih kompleks... dan berbahaya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ayo Cerai!
8.5
Yutaka dan Arabella terikat perjodohan dengan perjanjian cerai setelah enam bulan. Meski Yuta kerap memprovokasi dengan isu selingkuhan, kebersamaan mereka justru menumbuhkan perasaan tulus. Namun, saat Arabella siap jujur, masa lalu Yuta muncul dan mengacaukan segalanya. Di tengah kontrak yang hampir berakhir, keduanya terjebak antara gengsi dan cinta yang tak terduga. Akankah perpisahan tetap menjadi jalan akhir bagi pasangan yang mulai saling mencintai ini?
Sampul Novel Cinta Virtual
7.9
Banyak orang terjebak luka akibat cinta virtual, namun aku justru menikmati hubungan tanpa status yang unik. Lewat layar ponsel, kami berbagi rutinitas mulai dari saling berkirim foto hingga sleep call setiap malam tanpa ikatan resmi. Meski hanya berteman dekat, perhatian yang diberikan terasa nyata dan sangat manis. Namun, mampukah koneksi digital ini berujung serius ke pelaminan? Ikuti perjalananku yang akan membuat siapa pun merasa iri dengan indahnya HTS.
Sampul Novel Dulu Istri Bodoh, Sekarang Obsesi Abadi
8.0
Tiga tahun Cathryn bersabar dalam pernikahan dingin, mengira Liam sibuk bekerja. Namun di hari duka ibunya, pengkhianatan Liam dengan adik tirinya terungkap. Cathryn pun memilih cerai meski dicemooh. Tak disangka, Liam justru berlutut memohon di bawah hujan. Saat isu rujuk beredar, Cathryn tak peduli karena kini ada taipan berkuasa yang melindunginya. Pria itu siap menghadapi siapa pun yang berani mengusik Cathryn, istri tercintanya.
Sampul Novel Gadis Tak Terlihat dan Sang Jutawan
9.7
Beatriz Sosa berjuang keras demi kesembuhan adiknya di Villa Esperanza yang kejam. Saat terdesak, Eduardo Moura, pewaris kaya yang angkuh, menawarinya kesepakatan rahasia sebagai mata-mata di kediamannya. Dengan imbalan uang dan perlindungan, Beatriz harus terjebak dalam intrik kekuasaan yang mengancam martabatnya. Di tengah kemewahan dan rahasia kelam, muncul gairah terlarang yang menantang batas kelas sosial serta menguji seberapa jauh Beatriz berani mempertaruhkan hatinya.
Sampul Novel Istri yang Dianggap Sempurna
9.6
Keyyan Munir dua kali gagal berumah tangga karena masalah finansial, meski ia memiliki fisik menawan. Pengalaman pahit itu menyadarkannya bahwa ketampanan tak cukup untuk mempertahankan cinta. Di sisi lain, Shabilal Haq atau Shabby lahir dengan organ ganda dan memilih hidup sebagai wanita cantik meski memiliki rahasia biologis yang unik. Saat Keyyan jatuh cinta dan menikahi Shabby, ia tak tahu jati diri istrinya. Akankah cinta Keyyan bertahan saat rahasia Shabby terungkap?
Sampul Novel Jangan rebut suamiku!
9.4
Sena Anindhita terperangkap dalam pernikahan tanpa cinta bersama Arga Bhanu akibat sebuah insiden tidak terduga. Hidupnya penuh penderitaan karena harus berbagi suami dengan wanita lain. Arga bahkan enggan berbagi ranjang dengannya dan tetap setia mencintai kekasihnya, Gisca. Meski Sena terus berharap pintu hati suaminya terbuka, kenyataan pahit menunjukkan bahwa perasaan Arga dan Gisca terlalu kuat untuk ditembus, meninggalkan Sena dalam kehampaan.