Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi

Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi

Malam hari di kediaman Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya bersama Varo yang telah berjalan sepuluh tahun. Melalui pesan singkat, ia mengabarkan rencana kematian palsunya kepada sang ibu mertua demi bisa pergi selamanya. Meski ibu mertuanya sangat berterima kasih atas pengabdian Natasha dan memohon agar ia membatalkan kesepakatan tersebut untuk tetap menjadi menantu mereka, keputusan Natasha sudah bulat. Ia dengan tegas menolak dan memilih pergi sesuai kontrak.
Bab
Bagikan

Bab 7

Di tengah perjalanan, Natasha tiba-tiba teringat ada sesuatu yang tertinggal di mal. Dia pun meminta sopir untuk putar balik. Begitu mobil berhenti di tempat tujuan, dia tiba-tiba menerima sebuah pesan.

Itu adalah video adegan tidak senonoh. Tokoh utamanya adalah suaminya dan Luna yang baru saja pergi. Dalam video itu, Luna sedang duduk di wastafel toilet. Cermin besar wastafel memantulkan sosok dua orang yang tubuhnya terpaut dan tenggelam dalam lautan gairah.

"Egh, lembut dikit. Aku nggak tahan ...."

"Tadi, kamu yang merayuku. Sekarang, kamu nggak tahan?"

"Brak!" Ponsel Natasha jatuh ke lantai.

Latar belakangnya sangat familier. Itu adalah toilet mal tempat mereka berada.

Di dalam toilet, Luna mengenakan pakaian dalam renda hitam seksi dan duduk di atas Alvaro. Wajah kedua orang itu terlihat merah dan ada keringat tipis yang membasahi tubuh mereka.

Luna begitu bersemangat hingga terengah-engah. Dia bertanya dengan nada menggoda, "Varo, siapa yang lebih baik? Dia atau aku?"

Tak lama kemudian, suara penuh nafsu pria itu terdengar, "Kamu. Dia sangat membosankan di ranjang. Kamu jauh lebih menarik dan bisa banyak pose."

Luna pun tersenyum bangga. Ketika mereka berdua selesai, pria itu tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari belakangnya dan menancapkannya ke kepala wanita itu.

Mata Natasha langsung terbelalak. Itu adalah tusuk konde burung suci tadi.

"Ini untukmu. Lain kali, jangan memintanya di depan umum. Katakan saja padaku secara pribadi kalau kamu menginginkan sesuatu," ujar Alvaro dengan lembut.

Luna menunjukkan ekspresi bahagia, lalu bertanya dengan santai, "Gimana dengan dia?"

"Buat saja satu lagi yang palsu untuknya."

Di depan pintu toilet, Natasha mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya memutih. Dia bersandar di dinding dan jatuh perlahan. Dia tidak dapat menekan amarah yang menyesakkan dadanya.

Natasha melangkah maju selangkah demi selangkah, lalu melihat Enzo yang tadinya sudah menghilang sedang berjongkok tak jauh darinya.

Enzo tidak bisa menyembunyikan kepanikan di matanya. "Mama? Kok Mama ada di sini?"

Natasha menatap putranya dan bertanya dengan dingin, "Kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu bilang sudah pulang?"

Enzo menjawab dengan tergagap, "Aku mau masuk toilet."

Tampang Enzo yang berbohong membuat emosi Natasha yang sudah memuncak sedikit mereda. Pada detik berikutnya, suara hati putranya terngiang di telinganya.

'Papa minta aku berjaga di depan pintu kamar mandi, juga berpesan padaku untuk melarang Mama masuk dan melihat Papa bersama Mama Nana.'

Natasha langsung tercekat. Ujung jarinya menancap di telapak tangannya. Putra yang dulu dia rawat dan lindungi dengan baik kini malah penuh kebohongan.

Natasha masih ingat malam ketika Enzo yang sedang membaca buku cerita tiba-tiba berseru marah, "Aku nggak akan berbohong kepada Mama demi orang lain seperti tokoh utama dalam cerita. Aku juga nggak akan buat Mama sedih. Aku sayang sama Mama dan mau berikan seluruh hatiku pada Mama."

Memikirkan hal ini, mata Natasha memerah. Dia menahan air mata di pelupuk matanya dan bertanya. "Zozo, aku tanya sekali lagi. Ada yang kamu sembunyikan dariku?"

Seluruh tubuh Zozo menegang sejenak dan dia terlihat ragu. 'Apa Mama sudah mengetahui sesuatu?'

Kemudian, dia menjawab lagi, "Nggak. Aku pernah bilang, aku nggak akan pernah berbohong pada Mama."

Sekujur tubuh Natasha gemetar sejenak, lalu langsung terasa dingin. Dia berbalik tanpa ragu dan pulang dengan keadaan linglung.

Natasha duduk termenung sehari semalam. Kemudian, dia berdiri dan menyalakan api di ruang tamu tanpa ragu. Dia membakar semua hadiah dan pakaian yang pernah dibuatnya untuk ayah dan anak itu, serta semua foto keluarga bertiga yang tergantung di dinding.

Api yang berkobar melahap wajah tersenyum di foto itu sedikit demi sedikit.

Lima tahun yang lalu, di hari ulang tahun Natasha, ayah dan anak itu berlomba-lomba memberinya hadiah hingga hampir bertengkar. Akhirnya, Enzo sangat marah dan menangis tersedu-sedu karena tidak bisa menang dari Alvaro.

Empat tahun yang lalu, Enzo akhirnya memenangkan medali emas Olimpiade Matematika. Ayah dan anak itu memberi Natasha kejutan besar hingga dia menangis bahagia.

Momen-momen hangat kebersamaan mereka di masa lalu masih terbayang di benak Natasha. Namun, semuanya telah berubah sekarang.

Api berkobar dengan hebat dan asap mengepul tebal. Natasha mengambil benda terberat di kedalaman brankas dengan wajah tanpa ekspresi. Itu adalah ribuan pucuk surat cinta yang ditulis Alvaro saat mengejarnya.

Setiap hari selama setahun penuh, Alvaro menulisnya surat-surat cinta itu selama enam tahun penuh. Tanpa ragu, Natasha melempar tumpukan surat cinta itu ke dalam kobaran api.

Asap mengepul memenuhi seluruh vila. Tiba-tiba, pintu vila terbuka.

"Sayang?"

"Mama!"

Alvaro dan Enzo bergegas masuk bersama.

"Kamu lagi apa?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Warisnya yang Tersembunyi, Pelariannya
9.6
Malam pameran seni perdanaku hancur saat suamiku justru muncul di berita demi melindungi wanita lain. Pesan singkatnya yang dingin menegaskan bahwa aku bukan prioritasnya. Selama ini, dia meremehkan bakatku, padahal karyaku adalah fondasi kekayaannya. Lelah diabaikan, aku menyusun strategi cerai yang cerdik. Aku akan menyamarkan dokumen perceraian sebagai berkas hak cipta biasa, memanfaatkan kesombongannya agar dia segera menandatanganinya tanpa curiga.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari terjebak dalam pernikahan ketiga yang tragis. Damian, sang tunangan, justru menyiksanya demi menenangkan Elina. Setelah karier melukisnya dihancurkan dan tubuhnya ditinggalkan bersimbah darah di hutan, Alana menolak menyerah. Demi melindungi keluarga dan bisnisnya, ia menghubungi sosok misterius dari masa lalu. Ia sepakat menyerahkan seluruh asetnya dan melakukan pernikahan kontrak demi pelarian dan balas dendam yang setimpal.
Sampul Novel Gadis Perawan Untuk CEO
8.6
Devanka hampir kehilangan kesuciannya akibat ulah tetangganya, sebuah tragedi yang bisa mendatangkan kutukan karma bagi keluarganya. Di tengah kemelut itu, ia bertemu CEO arogan yang sedang mencari istri perawan. Pria kaya tersebut harus memenuhi wasiat sang kakek di ulang tahun ke-80. Bagi keluarga besar Hamzah yang berkuasa, menikahi gadis yang masih suci adalah kehormatan mutlak. Kini, nasib Devanka terikat pada ambisi keluarga konglomerat tersebut.
Sampul Novel Get Pregnant Please!
8.3
Hidup Caca selalu dirundung nasib buruk hingga seorang peramal menyarankan agar ia segera memiliki anak demi mengubah takdirnya. Sayangnya, suami misterius yang menikahinya setahun lalu tak pernah menampakkan diri, meski ia hidup mewah di rumah elit. Menduga suaminya adalah pria tua yang buruk rupa, Caca nekat mencari pria idaman di klub malam untuk dihamili. Tak disangka, pria tampan yang menjadi targetnya justru adalah suaminya sendiri yang selama ini ia hindari.
Sampul Novel Identitas Ganda Suamiku
9.1
Nadine terburu-buru menikah dengan pengusaha yang dikabarkan bangkrut. Ia siap menjadi tulang punggung keluarga, namun keajaiban mulai terjadi. Nadine memenangkan Porsche dan vila mewah secara tak terduga. Segala masalahnya tuntas berkat bantuan sang suami yang misterius. Semula ia tak curiga, hingga orang-orang memujinya karena bersuamikan pria kaya raya. Nadine akhirnya menyadari bahwa suaminya bukan orang biasa, melainkan seorang konglomerat ternama.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Gio
8.5
Demi menyelamatkan ibu dan anaknya yang sakit, Liana terpaksa memohon bantuan finansial kepada Rafael. Namun, pria berkuasa itu memberikan penawaran yang mengejutkan. Rafael bersedia menanggung seluruh biaya pengobatan dengan syarat Liana harus bersedia menjadi istri keduanya. Terjepit dalam situasi sulit, Liana harus menghadapi kenyataan pahit dalam ikatan pernikahan yang tak terduga. Akankah ini menjadi awal kebahagiaan atau justru luka yang lebih dalam?