
Hasrat Terlarang Sang Ipar
Bab 2
4 tahun sudah berlalu.
Selama itu juga Flora tidak pernah bertemu secara langsung dengan Aris dan juga Wilona. Kini Aris dan Wilona sudah menempati rumah barunya setelah membujuk Mama dan juga Papa . Wilona merasa bahwa saat itu mereka harus belajar hidup mandiri dan tidak lagi bergantung pada kedua orang tuanya.
Keinginan Mama dan juga Papa untuk segera memiliki seorang cucu juga telah terpenuhi. Beberapa saat setelah kepergian Flora ke Paris, Wilona mengumumkan kehamilan anak pertamanya yang membuat Flora merasa bahwa keputusannya pergi jauh dari Jakarta untuk melupakan Aris adalah hal yang sangat tepat .
Anak perempuannya lahir di tahun ke 2 pernikahannya , dan sekarang ia sudah berusia dua tahun . Flora sering kali melihatnya melalui video call yang dilakukannya bersama Wilona. Bahkan suatu hari ia pernah menelpon Wilona tapi saat itu Aris yang mengangkat telpon . Detak jantungnya kembali berdegup dengan sangat kencang, ketika ia harus bertatapan dengan lelaki yang selama ini ia cintai . Dengan spontan , ia langsung menutup telponnya dan menunggu hingga Wilona menghubunginya kembali.
Sebentar lagi ia akan mengakhiri kuliah S2 nya, karena tinggal menunggu beberapa hari lagi untuk melakukan wisuda kelulusannya. Tentu saja, keinginannya untuk membuat kedua orang tuanya bangga sudah ia lakukan . Bahkan ia telah menerima gelar dengan nilai terbaik .
Mama dan Papa pergi ke Paris untuk menghadiri acara wisuda itu . Wilona sangat ingin ikut ke sana. Sayang sekali, anak perempuannya itu sedang demam dan baru saja menjalani perawatan di Rumah Sakit selama beberapa hari .Jadi, tidak mungkin mereka pergi ke sana dalam keadaan seperti itu .
"Tidak apa Mba , yang penting untuk sekarang adalah kesembuhan Sheinna. Aku ngga mau loh Sheinna kenapa kenapa ". ucap Flora dari telpon genggam Wilona.
" Sekali lagi Mba minta maaf ya Flo .Sebenarnya Mba ingin sekali hadir di acara wisuda kamu".
" Ngga apa apa Mba ,sekarang ini Sheinna harus banyak istirahat, kasihan kan kalau kalian maksa berangkat ke sini .Lagian udah ada Mama sama Papa ko Mba ".
" Ya sudah, sekali lagi Mba sangat bangga sama kamu . Oh ya, nanti kamu pulang bareng Mama Papa kan ? Mba ngga sabar loh pengen cepat cepat ketemu kamu ".
Dan saat ini hal itu lah yang membuat Flo merasa sangat takut . Bahkan setelah 4 tahun menghindar pun tetap saja membuatnya tidak siap untuk kembali bertemu dengan Aris.
Setiap hari ia selalu mengingat Aris, setiap kali ia berusaha untuk melupakan dan membuka hatinya untuk yang lain, selama itu juga hatinya selalu meyakinkan bahwa hanya Aris yang bisa singgah dan menetap di sana.
" Flo , are you oke ? ko kamu malah diem sih dari tadi ? ". terdengar suara Wilona di balik telpon genggam milik Flora.
" Ehm , ya Mba i'm oke. Maaf tadi Mba tanya apa ? ".
" Kamu ini gimana sih, ditelpon ko malah bengong, mikirin apa sih ?".
" Ngga Mba,aku ngga mikirin apa apa .Tadi Mba tanya apa ?".
"Itu loh, nanti kamu pulang ke sini bareng Mama sama Papa ? ngga mungkin juga kan kamu terus menetap di sana ? ".
" Iya Mba, nanti aku pulang bareng Mama sama Papa . Tapi mungkin aku bakalan ajak Mama sama Papa liburan di sini dulu selama beberapa hari . Selama aku kuliah di sini , aku juga kerja sambilan. Jadi, sebelum pulang ke sana aku pengen bikin Mama sama Papa senang di sini ".
" Oh gitu, ya udah kalau gitu nanti begitu kamu
kembali pulang ke sini, kamu kabarin Mba ya. Biar Mas Aris yang jemput kalian di Bandara ".
" Mas Aris , Mba ? ".
" Iya Mas Aris, kenapa memangnya? ".
Satu satunya orang yang tidak siap ia temui adalah Aris . Sementara itu, Aris adalah orang yang pertama kali akan ia temui setelah 4 tahun lamanya ia pergi untuk menghilangkan rasa cinta padanya.
Bagaimana ini ? apakah perjuangan selama 4 tahun itu akan berakhir sia sia ? sedang saat ini ia masih tetap menyimpan rasa itu dalam dalam.
"Ngga apa apa Mba, Mba ngga perlu repot repot minta Mas Aris buat jemput aku . Aku kan bisa naik taxi ".
" Ngga apa apa dong, kamu kan udah pergi cukup lama, masa Mba biarin kamu pulang naik taxi sih . Pokonya kamu kabarin aja kapan kamu pulang, nanti Mba minta Mas Aris jemput kalian ".
" Hmm baik Mba ".
Flora tidak bisa lagi menolak permintaan Wilona. Karena menurutnya pun semua akan baik baik saja , ia hanya perlu kembali menyembunyikan perasaannya lagi seperti yang ia lakukan sebelumnya .Dan ia juga berpikir bahwa suatu saat ia akan terbiasa dan perasaan itu akan hilang dengan sendirinya .
Beberapa hari kemudian, seperti janjinya pada Wilona bahwa ia akan memberikan kabar jika ia sudah dalam perjalanan pulang . Begitu juga dengan Aris, ia segera bersiap untuk mengikuti permintaan istrinya itu . Aris menyalakan mesin mobilnya dan berpamitan pada Wilona untuk menjemput Flora di Bandara .
"Halo Mba ,aku sudah sampai di Bandara ". ucap Flora di telpon .
" Oh ya ? ya sudah kamu tunggu sebentar ya. Mas Aris baru saja berangkat buat jemput kalian ".
" Oke Mba , aku tunggu ya ".
Flora kembali menutup telponnya . Lalu mengajak Mama dan Papa untuk duduk di salah satu kursi , menunggu kedatangan Aris di sana .
" Sepertinya itu Aris ya ? ". ucap Mama setelah menunggu beberapa saat sambil menunjuk ke arah seseorang yang sedang berjalan ke arahnya .
Flora yang saat itu sedang memainkan gadgetnya , segera menoleh ke arah itu dengan cepat . Benar saja , ia melihat Aris berjalan menuju ke arahnya .Sama sekali tidak ada yang berubah , perasaannya masih sama seperti ketika pertama kali ia melihat Aris bermain basket di lapangan sekolahnya .
Lagi lagi detak jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Aris berjalan semakin mendekat, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Perasaan itu sama sekali tidak berubah bahkan setelah ia pergi jauh selama 4 tahun lamanya..
Ya Tuhan, harus dengan cara apa aku menghilangkan semua perasaan ini ? harus sejauh apa aku pergi dan apa yang harus aku lakukan selanjutnya ? mengapa dadaku berdegup lebih kencang dari biasanya ? apakah aku...
*****
Anda Mungkin Juga Suka





