Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Terlarang Dalam Keluarga

Hasrat Terlarang Dalam Keluarga

Dalam jalinan hubungan keluarga yang seharusnya penuh kasih, muncul sebuah gejolak perasaan yang tidak semestinya. Kisah ini mengajak pembaca untuk merenungkan batas-batas emosi dan moralitas saat keinginan hati mulai melanggar norma yang ada. Di tengah konflik batin yang mendalam, setiap tokoh harus menghadapi konsekuensi dari perasaan mereka. Sebuah narasi romansa modern yang menantang nurani tentang cinta yang tumbuh di tempat yang salah.
Bab
Bagikan

Bab 3

Aku mengigit-gigit bibir menikmati jilatan Amar pada vaginaku, lidahnya bergerak-gerak seperti ular di dalam vaginaku. Daging kecil sensitifku juga tidak luput dari sapuan lidahnya, kadang diselingi dengan hisapan pelan. Hal ini membuat tubuhku menggeliat-geliat, mataku terpejam dan badanku terasa melayang-layang di langit menghayati permainan ini.

“Mmmmmhhh… Ammmaaaaarrr…” aku merasakan sensasi luar biasa yang bersumber dari vaginaku.

Tidak pernah terpikir olehku, rasa nikmat yang sangat hebat bisa ditimbulkan dari alat kelaminku yang sedang diciumi dan dijilati oleh adikku. Tubuhku mengejang setiap kali lidah Amar mengenai klitorisku. Rasanya seperti ada yang mau meledak dari dalam tubuhku dan ingin keluar melalui alat kelaminku, tapi kali ini rasanya lebih mendesak dan dorongannya lebih kuat dari sebelumnya.

Sedikit demi sedikit lidah Amar mulai terlatih dalam melakukan oral seks. Lidah adikku menyapu bibir vagina dan menggelitik klitorisku sampai aku menggeliat-geliat dan mendesah nikmat.

“Te-teeruuuuuss… Maaaaar…! Se-sedikiiit lagiiii…!!” kataku terbata-bata karena sudah hampir mencapai orgasme.

Melihat ekspresi dan desahanku, Amar semakin bernafsu menjilati vaginaku.

“Eennnnghhh… Teteeh keluaaaarr!! Aaaaaahh…” aku melenguh nikmat saat aku benar-benar sudah mencapai orgasme.

Kakiku mengejang dan hampir saja terjatuh kalau tidak bertumpu pada bahu adikku. Meskipun masih terbuai di dalam kenikmatan, aku masih bisa berpikir untuk melihat ke arah adikku yang sedang menyeruput cairan dari alat kelaminku. Amar kelihatan sangat menikmati cairan yang terus mengalir dari vaginaku.

“Cairan memeknya Teteh enak banget deh…!!” kata adikku saat berhenti menyeruput dan meringankan beban birahiku untuk sementara waktu.

Amar kemudian melanjutkan menyeruput cairan vaginaku yang masih terus mengalir keluar. Sensasi bahwa yang sedang mengeluarkan cairan vaginaku adalah adik kandungku sendiri membuat vaginaku keluar dalam jumlah banyak seperti bendungan yang sedang bocor.

Setelah yakin, tidak ada lagi cairan vaginaku yang tersisa untuk dihisapnya, Amar bangkit lalu mulai membuka kaos yang menempel di tubuhku. Adikku mengangkat kaosku dengan terburu-buru, mungkin dia sudah tidak sabar untuk melihat tubuh kakaknya dalam keadaan bugil. Aku sendiri mengangkat tanganku membiarkan kaos itu lolos dari tubuhku.

‘Gleeeeekk’ aku dapat mendengar suara adikku menelan ludah dan matanya terlihat seperti mau keluar memandang tubuhku yang sekarang sudah tidak tertutup apa-apa lagi.

Tubuhku begitu mulus dengan payudara berukuran kecil, namun kencang. Ketika adikku sedang terbengong tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun, aku meraih tangannya dan meletakkannya pada payudaraku. Kemudian aku bimbing tangan adikku, yang masih terasa lengket oleh cairan vaginaku, untuk mulai membelai dan meremas payudaraku.

“Mmmmhhhh… Iya gitu Mar! Remasss pelan-pelaaan payudara Teteh, rasain putingnya mengeraaaas…” kataku sambil mengarahkan tangannya yang lain ke bagian punggungku.

Aku tidak tahu harus berbuat apa dengan kedua tanganku, jadi aku menggunakan kedua tanganku untuk mengelus-elus kepala adikku yang sedang menjelajahi setiap bagian dari kedua buah payudaraku. Aku memejamkan mata menikmati belaian tangan adikku, belaian itu kadang terkesan ragu-ragu tapi semakin membuat birahiku naik.

“Aaaaaaaahh… Aaaaaahh… Aaaaaaaaahh…” aku terus mendesah.

Tanpa harus dibimbing lagi, sambil sedikit menunduk adikku mengenyoti payudaraku sampai pipinya yang tirus terlihat semakin kempot. Lidahnya juga menyapu-nyapu putingnya menyebabkan aku semakin terangsang. Aku memegangi kepala adikku dan menekan-nekan wajahnya ke payudaraku seolah memintanya terus melakukannya.

“Mmmmmmmhhh… Maaaar… Isepiiiin yang satu lagiiii… Aaaaaaaaah…” erangku keenakan.

Adikku kini menghisap payudara kananku sedangkan tangannya meremasi payudara yang lain. Disedotnya putingku dengan buas menyebabkan benda itu semakin membengkak. Lidahnya terasa menari-nari dengan liar, membuatku semakin tidak bisa mengontrol diri. Tubuhku serasa lemas tak berdaya, pasrah membiarkan adikku menjilati payudaraku.

“Ooooohhh… Mar!! Jangan keras-keraaas!!” aku meringis dan menjenggut rambut adikku ketika putingku mulai digigit olehnya.

Kenikmatan yang semakin melambungkannya membuat adikku lupa diri hingga tidak terasa putingku yang sedang dihisapnya tergigit pelan.

“Maaf Teh, Amar nggak sengaja… Abis rasanya enak banget sih…” tidak dapat disangkal rasa nyeri itu turut bercampur menjadi bagian dari kenikmatan antara aku dan adikku.

“Rasa toketnya Teteh enak!! Amar suka banget ngisepnya Teh…!” kata adikku lalu kembali mengulum putingku yang semakin mencuat keluar.

“Iyaaahhh Mar…! Teteh juga suka diisep Amaar… Teruuuuus… Kayak gitu enaaaaak… Aaaahhh… Aaaaahhh!!” desahku.

Setelah kedua payudaraku sudah terbaluri air liur adikku, tangannya mulai aktif mengelusi paha mulusku. Tanpa kusadari, jari-jarinya sudah mulai memasuki vaginaku lagi dan menggelitik bagian dalamnya. Aku menutup mataku dan mulai mendesah saat jarinya yang sekarang sudah cukup terlatih, menemukan klitorisku dan menggesek-gesekkan jarinya pada daging kecil itu. Aku merasakan sensasi geli yang luar biasa sehingga tubuhku mengejang dan pahaku merapat mengapit tangannya.

“Aaaaaaaaaaaahh…” desahku saat jari tengah Amar bergerak naik-turun di belahan bibir vagina sambil mengelus-elus pangkal pahaku yang sudah mulai terasa panas lagi.

“Sedang enak-enaknya menikmati rangsangan yang diberikan pada payudara dan vaginaku, tiba-tiba adikku berkata “Teh, gantian dong bikin Amar enak…”

“Emangnya Amar mau Teteh apain?” jawabku sambil membuka mata.

“Kocokin penis Amar dong Teh…” katanya sambil tangannya menuntun tanganku ke arah penisnya.

Kupikir egois juga jika aku tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tanganku dituntun oleh tangannya. Aku pun menggenggam batang penis yang sudah sangat tegang tersebut dengan jari-jari kecilku, kemudian berlahan mengocoknya dengan lembut. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini.

Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sedikit sisa sabun di penisnya, dengan mudah aku bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya. Tanganku mulai mengusap batang itu. Adikku memejamkan mata dan menelan ludah menikmati usapan lembut itu.

“Udah pernah belum penis Amar diginiin?” tanyaku ingin tahu.

“Kalau coli doang sih udah sering Teh. Malah kadang Amar ngelakuinnya sambil ngebayangin Teteh telanjang…” katanya dengan malu-malu.

Mendengar jawaban itu tentu membuat aku kaget sekaligus tersenyum geli, tanpa merasa marah sedikitpun. Aku terus mengocok penis adikku hingga sudah sangat tegang. Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

“Oooohh Teteeeh…” Amar melenguh nikmat menerima kocokan tanganku pada penisnya.

“Emmmhhh… Teeeh… Enaaakk bangeeeet rasanyaaa!!” erangnya gemetaran.

Saat aku sedang menikmati mengocok penis adikku, tiba-tiba dia berkata “Teh, sepongin penis Amar dong! Soalnya kata temen-temen Amar enak banget rasanya…” tanyanya berharap aku mau menurutinya.

“Kamu tuh ya Mar! Udah dikasih hati, sekarang minta jantung…” candaku.

Tanpa ada perasaan ragu, aku menyiram penisnya yang masih ada sisa sabun dengan air dari gayung hingga bersih. Aku mengambil posisi berlutut di depan penis adikku dan mulai menggenggamnya. Adikku mulai mendesah dan tubuhnya berkelejotan ketika aku pertama kali mendaratkan bibirku untuk mengecup kepala penisnya. Lidahku lalu menyusul menjilati bagian tersebut sambil tanganku memijat pelan buah zakarnya.

“Teeteeeeehhh…!!!” teriak adikku saat aku mulai menciumi batang penisnya.

Aku yang sudah cukup sering melakukan oral seks dengan pacarku mulai menjilati ujung kepala penis milik Amar. Dengan perlahan-lahan aku memainkan lidah dan menjilati secara bergantian antara batang penis dengan buah zakar adikku.

“Enak yah Mar?” tanyaku sambil memasang wajah menggoda.

“He-eh… Eenaaaaaak bangeeeet Teeeh…!” jawab Amar yang sekarang pasti sedang birahi berat.

Aku pun melanjutkan layanan dengan memasukkan batang penis tersebut ke dalam mulutku. Batang penis itu pun kini mulai terlihat keluar masuk seiring kulumanku. Sesekali ditengah kulumannya, aku juga mengemut buah zakar Amar sehingga membuatnya semakin mendesah penuh kenikmatan.

Sambil memejamkan mata, aku mulai memasukan penis itu ke dalam mulutku. Adikku mendesis merasakan hangatnya ludahku menyelubungi penisnya disertai hisapan dan jilatan yang baru dirasakan pertama kalinya itu.

“Oooohhh… Eenaaaaak banget Teeeh… Oooohh…” adikku mengerang-erang mengeluh-eluhkan aku yang menjilati penisnya karena belum pernah dia rasakan kenikmatan seperti ini.

Aku sangat menikmati alat kelamin adikku, tidak ada yang luput dari sapuan lidahku. Penis itu habis diemut-emut dan dijilat-jilat olehku, penis Amar pun menjadi bulan-bulananku. Sekitar penisnya pun sudah basah kuyup dengan air liurku. Adikku terus mendesah dan mendongakkan kepalanya.

“Amar pasti sangat menikmati hisapan dan jilatan dariku…” pikirku yang memang sudah terbiasa melakukan hal ini dengan pacarku.

“Enaaaaak Teeeh!! Aaaaaaahhhh…” lirih adikku karena seluruh batangnya telah berada di dalam mulutku.

“Aaahhh… Teruuuus Teh!! Jilatin kepala penis Amaaaar… Aaahh… Aaahh…” perintah adikku sambil terus mendesah keenakan.

“Teruuus Teh… Terus… Ooooooh…” Amar terus mendesah. Adikku menyeka rambut yang menutupi wajahku, rupanya dia ingin melihat ekspresi wajahku ketika sedang menghisap penisnya.

“Ooohh… Oooohh… Ooooooohh…” desahan Amar terdengar semakin kencang setiap kali batang penisnya memasuki mulutku.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95FEZ" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95FEZ
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DIBUANG MANTAN, DIKEJAR CEO SULTAN
9.8
Demi menyelamatkan ayahnya dari ibu tiri, Aruna terpaksa menjadi pengasuh Maira, putri dari bosnya yang bernama Brahmana. Namun, pengabdian di kediaman sang CEO justru menjeratnya dalam dilema antara kebencian masa lalu dan cinta yang mulai tumbuh. Meski mencoba pergi, ketulusan Maira dan kejujuran Brahmana terus mengejarnya. Aruna kini terjebak dalam pilihan sulit: mempertahankan dendam demi sang ayah atau menyerah pada dekapan cinta sang sultan.
Sampul Novel Istri rahasia Dosen dingin
8.1
Kayra adalah mahasiswi yang terpaksa menari pole dance di klub malam demi biaya hidup. Namun, rahasianya terbongkar oleh Alvin, dosen dingin yang kemudian mengancam karier akademisnya. Kayra dipaksa menikah hanya untuk menjadi alat balas dendam Alvin terhadap mendiang mantan kekasihnya. Di tengah hubungan toksik ini, Alvin berniat membuangnya setelah satu tahun, tetapi Kayra bersumpah akan membalikkan keadaan dan mengikat Alvin selamanya.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Pasca kehilangan Rizal, Sonia pindah ke apartemen kecil bersama dua anaknya, Alif dan Hana, demi lari dari duka. Di sana, ia bertemu Yudha, seorang duda karismatik yang membesarkan putrinya, Mira, sendirian setelah tragedi serupa. Meski sama-sama terluka, pertemuan di lorong apartemen itu memicu percikan emosi. Kini, mereka harus memilih: tetap terbelenggu kenangan pahit masa lalu atau meruntuhkan dinding ketakutan demi menyambut cinta baru yang hadir di depan mata.
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Nada menyadari bahwa menjerat Ivander ke dalam pernikahan paksa adalah langkah yang keliru. Namun, baginya ini satu-satunya jalan untuk tetap berada di sisi pria yang hidupnya pernah ia hancurkan. Didorong rasa bersalah yang mendalam, Nada bertekad menebus dosa masa lalunya melalui pengabdian ini. Akankah segala pengorbanan Nada mampu mencairkan kebencian di hati Ivander, ataukah usahanya untuk mendapatkan maaf justru akan berakhir sia-sia?
Sampul Novel Pasangan Rahasia
8.1
Erin terjebak dalam dilema besar saat harus menutupi status pernikahannya demi mengamankan karier profesional. Sang suami ternyata adalah bos besar di perusahaan tempatnya bekerja, memaksa mereka menjalani hubungan rahasia yang penuh risiko di kantor. Akankah sandiwara ini tetap terjaga rapat hingga tujuan mereka tercapai, ataukah tekanan dunia korporat justru akan membongkar identitas asli mereka ke hadapan publik sebelum waktunya tiba?
Sampul Novel Perang Ego Dalam Jodoh Paksa
7.9
Alina Darya, yatim piatu yang berjuang menghidupi neneknya, terjebak dalam nasib buruk setelah berselisih dengan pria kaya bernama Rayan Syahmir. Rayan yang angkuh dan merasa terhina nekat membalas dendam dengan memaksa Alina masuk ke pernikahan tanpa cinta. Meski hidupnya hancur, Alina tetap bertahan dalam doa. Namun, kebencian Rayan perlahan berubah menjadi ketertarikan yang tak terduga. Mampukah cinta tumbuh di tengah ego dan luka yang mendalam?