Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel HASRAT NAKAL ISTERI KECIL

HASRAT NAKAL ISTERI KECIL

Naura tumbuh besar di bawah asuhan Gilbert Louise Tom, asisten ayahnya yang telah ia panggil Daddy sejak balita. Seiring berjalannya waktu, sosok duda tampan berusia empat puluh tahun dengan perawakan kekar itu justru terlihat semakin memikat di mata Naura. Kedekatan yang terjalin sejak kecil kini berubah menjadi ketertarikan yang mendalam. Naura pun mulai merasa sulit untuk melepaskan diri dari pesona laki-laki matang yang sangat menggoda tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tak ingin Naura terus meraba-raba bagian dadanya karena akan menimbulkan sesuatu yang sedang tertidur menjadi terbangun, Gilbert segera memegangi kedua tangan Naura! Ditatapnya kedua mata Naura itu dari jarak dekat, sambil memegangi kedua tangan Naura.

"Dady akan tidur disamping mu,"

Tentu saja Naura langsung tersenyum lebar mendengar hal itu, keduanya naik keatas ranjang dan tanpa menunggu lama Naura langsung tidur memeluk Gilbert dengan erat.

"Nola, tidur biasa saja jangan peluk-peluk seperti ini!"

"Dady gimana si, ini engga boleh itu ga boleh, terus Nola bolehnya ngapain?"

Tak ingin berdebat lagi dengan Naura dan ingin agar Naura segera tidur, Gilbert pun membiarkan gadis remaja itu bebas memeluk tubuh kekarnya.

Belasan tahun menjadi duda dan setelah kematian sang istri Emilia, Gilbert menutup diri dari wanita manapun! Dia pun tidak pernah lagi melakukan hubungan diatas ranjang dengan wanita manapun, demi mengalihkan dunia ranjang Gilbert lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bekerja.

Tapi dipeluk oleh Naura seperti ini membuat bagian sana mulai bereaksi, terasa sekali tubuh sintal Naura yang menempel dengan tubuhnya membuat Gilbert harus bersusah payah mengendalikan situasi seperti ini.

"Ingat Bert, Naura itu anakmu dia sudah seperti anakmu sendiri, Ya Tuhan jauhkan aku dari situasi seperti ini!" dalam hati Gilbert.

Karena kelelahan membuat Naura akhirnya tertidur lebih cepat, Gilbert pun buru-buru melepaskan pelukan Naura dari tubuhnya.

"Ah sit," merasakan bagian sana terus merasa sesak.

Buru-buru Gilbert meninggalkan motel tersebut, daripada dia tidak dapat mengendalikan lagi apa yang telah bangkit! Malam ini Gilbert akan pergi ke markas dan tempat judi milik group Limson yang berada di salah satu kota di Hongkong ini.

Setibanya di markas, beberapa anggota group Limson yang diminta Gilbert untuk mengamankan nenek dari Naura telah hadir bergabung.

"Bagaimana keadaan neneknya Naura?"

"Beliau sudah berada di tempat yang aman Tuan, di salah satu penginapan yang jauh dari sini!"

"Bagus, nanti aku akan mempertemukannya dengan Naura, aku senang kalian bisa selamat!"

Gilbert pun berdiri di depan untuk memberikan pengumuman penting bagi para anggota group Limson yang tersisa.

"Dengar semuanya! Aku sendiri yang akan melatih kalian, mulai sekarang kalian akan berlatih pagi siang dan malam, kita harus membalas semua yang telah dilakukan oleh musuh terhadap group Limson!"

"Tapi bagaimana dengan anggota yang berkhianat Tuan?" tanya salah satu anggota group Limson.

"Kita rekrut ulang untuk memperbanyak anggota baru! Dan aku bersumpah, para pengkhianat itu akan mati ditangan ku,"

"Siap Tuan!"

Semua anggota yang tersisa begitu bersemangat untuk membalas semua yang telah group Limson alami! Hal pertama yang harus dilakukan oleh Gilbert adalah mencari tau keberadaan atasannya yang merupakan orangtua dari Naura, karena mereka disekap oleh musuh.

Sementara itu, di sebuah mansion mewah milik Jazz dan beberapa anggota mafia yang sudah dia bentuk bernama group Salvator, tengah tertawa terbahak-bahak mengelilingi orangtua Naura dan kedua anak laki-lakinya yang sudah terikat menjadi satu.

"Nick! Nick! Kau sudah kalah dariku!"

"Mau apa kau Jazz?" tanya Domanick, ayah dari Naura.

"Kau tanya aku mau apa? Tentu saja aku mau semua bisnis group Limson beralih ketangan ku, dan aku menjadi mafia nomor 1 di negara ini!"

"Cih, jangan mimpi kau Jazz aku bersumpah akan membuat mu menyesali ini semua! Bebaskan anak dan istri ku, kau hadapi aku secara jantan!" ujar ayahnya Naura.

Ckckckck...

"Sebelum Ibu mu itu aku dapatkan, dan dia menurut padaku untuk menandatangani surat pengalihan semua bisnis group Limson menjadi milikku, kalian tidak akan aku lepaskan!"

"Breng sek kau Jazz!" teriak ayahnya Naura.

"Mom, dad, aku takut!" ujar Stanley dan Steiner.

"Tenang saja, kalian harus percaya pada Dady dia akan bisa melepaskan kita dari semua ini!" Ibunya Naura terlihat menguatkan anak-anaknya.

"Satu lagi Nick! Bukan hanya ibu mu yang akan aku bawa kesini, tapi juga anak pertama mu yang cantik dan seksi itu, kalau tidak salah Naura namanya!"

"Jangan pernah berani menyentuh Naura!" Ayahnya Naura semakin meradang begitu anak pertamanya disebut.

"Aku memang tidak akan menyentuhnya, tapi aku akan menikmatinya akan aku jadikan dia budak untuk memuaskan ku diranjang! Kau masih ingat bukan, dulu kau sempat membebaskan budak ku yang bernama Joanna, dan putrimu yang akan menggantikannya nanti!"

Ckckckck...

Jazz tertawa terbahak-bahak menertawakan ketidak berdayaan Ayahnya Naura saat ini. Saat Naura berusia 7 tahun kakeknya yang merupakan pemilik seluruh harta dan kekayaan group Limson meninggal dunia karena sakit dan usianya memang sudah sangat tua, oleh sebab itu sekarang semua harta dan bisnis group Limson berpindah tangan atas nama neneknya Naura.

Karena itu Jazz memburu neneknya Naura, agar bisa menjadi mafia nomor 1 di negara ini.

Anggota group Limson yang tersisa mulai membagi tugas, ada yang mencari anggota baru untuk memperkuat pertahanan group Limson nantinya, ada juga yang kembali ke negara asalnya untuk mencari tau musuh seperti apa yang sedang mereka hadapi.

Dini hari, Gilbert baru kembali ke motel! Ketika membuka pintu, Gilbert tidak melihat adanya Naura ditempat tidurnya.

"Nola! Nola! Dimana kau? Nola!" Gilbert terus memanggil-manggil nama Naura sembari mencari kedalam kamar mandi, lalu pergi kebawah tempat pemilik motel.

Rupanya Naura sedang memasak spaghetti bersama dengan wanita tua pemilik motel. Gilbert pun langsung datang meraih satu tangan Naura lalu memeluk tubuh Naura.

Sambil menghembuskan nafas panjangnya, Gilbert merasa lega karena apa yang dia khawatirkan tidak terjadi, semula Gilbert berpikir bahwa dia gagal melindungi Naura sehingga Naura ditangkap musuh, ternyata dia ada di dapur.

"Dady, kau kenapa?"

"Aku takut, aku pikir kau tertangkap musuh Nola!"

"Naura, kau beruntung sekali memiliki ayah yang sangat menyayangi mu seperti ini!" ujar pemilik motel.

"Dia bukan ayahku, dia calon ayah dari anak-anak ku,"

"Hah?"

Melihat pemilik motel kaget atas candaan Naura, Gilbert buru-buru melepaskan pelukannya.

"Tidak, tidak putriku senang bercanda aku ayahnya,"

"Ayah macam apa yang meninggalkan putrinya tanpa makanan apapun didalam motel? Lain kali jika kau mau pergi bekerja, pastikan putri mu diberi makan dulu," ujar wanita pemilik motel.

"Iya aku buru-buru tadi Nyonya, terimakasih kau sudah menjaga putriku.

Setelah spaghetti itu matang, keduanya membawa spaghetti tersebut ke kamar motel mereka! Gilbert duduk dikursi begitu juga Naura.

"Nih ayo buka mulut Dady!" Naura mau menyuapi Gilbert.

Tapi Gilbert malah mengambil spaghetti itu dengan tangannya dari garpu yang disodorkan Naura, spaghetti itu pun terjuntai kebawah dan isengnya Naura segera melahap spaghetti tersebut hingga spaghetti panjang itu kini ujung kirinya berada di mulut Gilbert sementara ujung kanannya berada di mulut Naura.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ABIKA (ABIMANYU DAN CEMPAKA)
8.3
Akibat perlakuan buruk Abimanyu, Cempaka memilih mengasingkan diri ke Amerika selama dua tahun. Sekembalinya ke tanah air atas permintaan orang tua, sebuah rahasia besar memaksa Cempaka untuk kembali menerima kehadiran pria itu. Namun, rasa kecewa yang berulang membuatnya kembali melarikan diri. Abimanyu pun menyusul ke Amerika demi menjelaskan segalanya. Di sana, misteri masa lalu dan alasan sikap dinginnya selama ini akhirnya terbongkar sepenuhnya.
Sampul Novel Apa Salahku Padamu, Bu?
7.9
Mutia menjalani hidup penuh kepedihan karena kebencian sang ibu yang tak beralasan. Seandainya bisa, ia lebih baik tidak pernah lahir daripada terus menjadi sasaran amarah. Kesulitan ekonomi yang menghimpit membuat ibunya selalu melampiaskan rasa frustrasi kepada Mutia tanpa henti. Setiap tindakan gadis malang ini selalu dianggap salah di mata sang ibu. Bagaimana nasib Mutia dalam menghadapi tekanan batin ini? Ikuti perjuangannya menghadapi kenyataan pahit.
Sampul Novel Beautiful Nerd
8.4
Alena Farron menyembunyikan identitas ganda sebagai model ternama, Leanne Darrel. Rahasia ini terjaga rapat hingga Ray Dixon, siswa jenius sekaligus teman sekelasnya, mendadak muncul sebagai rekan kerjanya di dunia modeling. Kehidupan Alena yang tenang sebagai gadis kutu buku pun terancam kacau. Kini, ia harus berjuang ekstra keras demi menutupi jati dirinya yang sebenarnya, tepat saat Ray mulai masuk dan mengusik zona pribadinya di sekolah maupun panggung mode.
Sampul Novel Delayed Love
9.1
Lima tahun berlalu sejak Reina Valeria berjuang mengubur luka hati dan melupakan sosok pria dari masa lalunya. Namun, takdir berkata lain saat ia justru dipertemukan kembali dengan Rian Nataharja, yang kini menjabat sebagai manajernya di kantor. Pertemuan ini membangkitkan memori lama saat mereka masih sekolah. Apa rahasia di balik hubungan si siswa teladan dan siswi bodoh ini? Reina pun harus menghadapi kembali perasaan yang sempat tertunda.
Sampul Novel Kekasih lima langkah
9.7
Zahrana Bilqis tumbuh dalam kasih sayang penuh meski ayahnya memiliki anak dari pernikahan sebelumnya. Kedamaian keluarga mereka terusik oleh mantan istri sang ayah yang berusaha memicu kebencian. Di tengah konflik ini, Zahra jatuh hati pada tetangga depan rumah yang juga rekan kerja ayahnya. Namun, sang bunda menentang keras hubungan tersebut. Rahasia kelam apa dari masa lalu sang ayah yang membuat cinta Zahra terhalang restu ibunya sendiri?
Sampul Novel Not a Dangerous husband
8.7
Raymond terjebak dalam pernikahan paksa dengan Almoora setelah dituduh sebagai pelaku pemerkosaan terhadap gadis tersebut. Ketidakmampuan membuktikan diri tak bersalah membuatnya hidup dalam frustrasi, apalagi Almoora terus histeris akibat trauma mendalam. Di bawah tatapan benci sang istri, Raymond bertekad mengungkap kebenaran dan mencari pelaku asli. Mampukah ia meyakinkan Almoora? Akankah rumah tangga mereka bertahan setelah semua fakta terungkap jelas?