Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Hasrat Cinta Om Zafran

Hasrat Cinta Om Zafran

Hidup satu atap dengan Zafran Anthony membuat Bella Eleya Zadik terjebak dalam cinta terlarang pada omnya sendiri. Saat Bella mencoba menghapus rasanya, Zafran justru menyadari hasrat serupa hingga mereka berpacaran secara sembunyi-sembunyi. Namun, Bella dihantui ketakutan jika ayahnya tahu. Konflik memuncak saat Zafran dipaksa mengikuti perjodohan oleh kakaknya sendiri. Akankah hubungan mereka bertahan di tengah tekanan keluarga dan rahasia yang mengancam?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sekitar pukul enam pagi, Zafran terbangun. Setelah mengerjapkan mata sejenak dan menoleh ke sampingnya, pria itu tersenyum mendapati gadisnya masih tertidur lelap. Mereka berdua masih polos tanpa sehelai busana pun. Hanya bertutup satu selimut.

Zafran membelai pipi Bella lembut dengan jemarinya. Baginya, Bella bahkan tetap terlihat sangat manis meski sedang tertidur seperti sekarang. Pikiran pria itu melayang ke kejadian semalam. Ia mengingat bagaimana malam panas mereka berlangsung. Dan, ini adalah hari pertama mereka setelah om dan keponakan itu memutuskan untuk benar-benar menjalin asmara.

Satu kecupan lembut Zafran berikan pada kening Bella. Bahkan, lagi-lagi, Zafran tak bisa menahan diri dari godaan bibir Bella yang selalu terlihat seksi di matanya. Langsung saja, pria itu mendaratkan ciuman berikutnya pada bibir itu. Ketika bibir mereka bersentuhan, Bella tampak melakukan pergerakan. Sepertinya tidur gadis itu terusik karena kelakuan Zafran.

“Eugh,” lenguh Bella.

Begitu Bella membuka mata, ia bisa melihat omnya tengah menikmati kecupan dengan bibirnya. Zafran pun menyadari kalau Bella sudah terbangun. Ciumannya terhenti.

“Om ....”

“Morning, Bella. Sorry kalo aku ganggu tidur kamu. I just want to have ... morning kiss.” Setelah berkata demikian, Zafran kembali mencecap bibir Bella. Dan, kali ini, Bella terlihat sedikit memberikan balasan.

Tak begitu lama. Zafran menghentikan ciumannya lagi dan beralih menatap Bella lekat-lekat sambil tersenyum.

“Om Zaf—“

“Bell, semalem rasanya begitu menyenangkan, bukan? Sekarang kita saling memiliki.”

“Aku masih gak nyangka kalo kita bisa sampe sejauh ini, Om.”

“I know. But, ini nyata, Sayang. Karena kita saling mencintai. Kamu berangkat ke kampus jam berapa hari ini?” tanya Zafran sambil sesekali mengecup pipi Bella dengan mesra.

“Aku gak ke kampus, Om. Hari ini aku gak ada jadwal kelas.”

“Ah, begitu, ya. Bagus, dong. Pas banget. Jadi, kita bisa punya quality time berdua seharian ini. Sekaligus buat rayain hubungan baru kita. Ya, kan.”

“Maksud Om?”

“Ya, Sayang. Kita bisa habisin waktu berdua seharian ini, em, jalan-jalan ke manapun kamu mau, atau lakuin apa pun berdua di rumah. Hanya kita.”

“Memang Om Zafran hari ini gak pergi ke kantor?”

Zafran menggeleng. “Aku gak ke kantor dulu. Lagian aku gak terlalu sibuk di sana hari ini. Aku masih pengin lebih lama berduaan sama kamu.”

“Emang gapapa, ya?”

“Gak masalah, Cantik. Itu kantor aku, kan. Aku bebas mau ke sana atau gak. Aku bisa tetep pantau kerjaan para pegawai aku dari jauh.”

“Hm begitu. Baiklah, Om.”

“Jadi, Sayangku mau jalan-jalan ke mana? Ada ide?”

“Uhm entahlah, Om. Terserah Om aja, kan Om Zaf yang ajak.”

“Okelah, terserah aku nih, ya. Hm, akan aku pikirin nanti. Ini masih terlalu pagi, kan. Kita bisa tidur sebentar lagi. Aku tau semalem pasti juga sangat melelahkan buat kamu. Aku juga masih ngantuk.”

Zafran kembali mendekap erat tubuh Bella dalam pembaringannya. Mengajak Bella kembali terlelap.

***

Agak siangan, mereka baru kembali terbangun. Sesuai rencana, setelah sarapan nanti mereka akan langsung pergi jalan-jalan.

Niat hati Bella ingin mandi dengan tenang. Namun, gadis itu terkejut begitu Zafran ikut menyusulnya di kamar mandi. Pria itu bisa melihat tubuh polos Bella lagi yang sedang berendam dalam bathub. Sedangkan Zafran sendiri kini masih mengenakan piyama mandinya.

“Eh, Om. Om nga-ngapain di sini juga?”

“Ngapain lagi? Jelas mau mandi juga lah, Sayang. Aku juga belum mandi.” Zafran mulai melepas kain yang menutup tubuhnya tadi.

“Eh eh. Kenapa di sini juga?”

“Loh, ini kamar mandi siapa? Aku biasa mandi di sini tiap hari. Ini kamar mandi kamar aku, kan. Atau kamu yang lupa?”

“Ah, i-iya aku tau, Om. Tapi, karena aku tidur di kamar Om, makanya sekalian mau mandi di sini. Biar gak jauh-jauh. Kalo Om Zaf mau mandi, ntar bisa gantian aja kan, Om. Aku gak akan lama, kok. Janji. Atau Om Zafran bisa pake kamar mandi di kamar aku dulu.”

“Tapi aku maunya di sini, Bella. Gak masalah, ngapain gantian juga? Kita bisa mandi bareng, kan.”

“Eh, tapi aku malu, Om.” Bahkan sedari tadi Bella masih menutupi dadanya dengan menyilangkan kedua tangannya di sana.

Zafran terkekeh mendengar sahutan Bella barusan.

“Astaga, aku makin gemes deh sama kamu. Kenapa kamu mesti malu, hm? Apa kamu lupa? Semalem bahkan aku udah lihat semuanya, kan.”

“Ya... ya tapi kan, Om—“

“Ssttt, udah, gak usah banyak protes. Kita harus bergegas mandi kan, katanya setelah ini kita mau jalan-jalan,” seru Zafran sambil tanpa basa-basi langsung masuk ke bathub juga.

Mereka akhirnya berendam berdua di bathub.

Nyatanya, mereka tak akan bisa bergegas. Sebab Zafran tentunya tak bisa melewatkan momennya. Ia kembali mencari kesempatan. Dengan gerakan cepat, Zafran membuat posisi Bella ada di pangkuannya. Bella benar-benar gugup. Ya, meskipun semalam mereka sudah beradegan yang lebih panas tetap saja itu baru sekali dan pertama kalinya. Itulah sebabnya, Bella belum bisa sungguh terbiasa seintens ini dengan Zafran.

“Kenapa, Sayang?” tanya Zafran melihat Bella yang kikuk.

Bella hanya menggeleng.

“Kamu itu selalu bisa bikin aku makin gemes sama kamu, Sayang.”

“Om—“

“Hmm?”

“Buruan mandinya, katanya tadi kita mesti bergegas.”

“Em, ya. Tapi, bisa kan kalo aku tarik kata-kata aku tadi, sebentar aja.”

“Eh—“

Zafran mulai mengecupi leher Bella yang berada dalam pangkuannya. Pria itu memang amat sulit menahan diri. Tangannya tak mau ketinggalan, diusapnya setiap jengkal tubuh Bella dalam air dengan penuh hasrat.

“Om, aahh.”

“Aku akan bantu kamu mandi, Sayang.” Suara Zafran bahkan sudah lebih serak.

Adegan intim kembali terjadi. Kali ini sensasinya mungkin agak berbeda karena mereka melakukannya sambil berendam dalam air.

“Sayang, kamu buat milik aku bangun lagi.”

Zafran mulai mengusap area sensitif milik Bella.

“Emhh, ah ahh Om mau apa? Punyaku bahkan masih kerasa sakit karena Om semalem.”

“Gak akan lama, Sayang. Sebentar aja, dan aku akan pelan-pelan. Kamu bisa lebih terbiasa setelah ini.”

Milik mereka kembali menyatu seperti semalam. Begitu intim. Desahan dan erangan yang sama seperti seisi kamar kemarin kini mengisi kamar mandi.

Setelah kemesraan penuh hasrat di dalam bathub, mereka berdua melanjutkan adegan yang lebih erotis di bawah guyuran shower.

“Eugghh, Om.”

“Sayanghh argghh, ini sangat menyenangkan. Aku ketagihan sentuh kamu sepertinya. Engghh.”

“Ah ahh Om Zaf, kita udah terlalu lama di sini. Bisa-bisa kita kedinginan nanti. Cukup, ya, Om. Emmhh.”

“Hahh, baiklah Sayang. Kita bisa sambung lain waktu. Ayo kita keringin badan dan ganti pakaian sekarang.”

Selesai dari shower, Zafran langsung menggendong Bella untuk kembali ke kamar.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Semalam Sang CEO
8.8
Terjebak tantangan teman saat mabuk, Prakas menghabiskan malam bersama Miona, gadis yang terpaksa menjual diri demi utang ibunya. Setelah mengusir Miona, Prakas terkejut mendapati gadis itu adalah putri Pak Imam, sosok OB yang ia anggap ayah sendiri. Berniat menebus kesalahan, Prakas melunasi utang keluarga Miona dan memintanya berhenti dari dunia hitam. Namun, Miona yang terluka justru menolak belas kasihan itu dan bertekad membayar balik semuanya.
Sampul Novel Cinta Terlarang Di Rumah Kakak Ku
8.2
Lima tahun di Milan, desainer Kinan akhirnya kembali ke Jakarta untuk mengunjungi kakaknya, Airin. Namun, suasana hangat di rumah itu terusik saat ia bertemu Liam, suami kakaknya yang maskulin. Sebuah insiden membuat Liam menangkap Kinan dan berakhir dengan ciuman tak terduga yang membakar gairah. Kini, Kinan terjebak dalam dilema antara godaan terlarang dan loyalitas pada keluarga. Akankah perasaan berbahaya ini menghancurkan segalanya?
Sampul Novel Istri Kontraknya Ingin Bercerai
8.2
Emalee terjebak dalam pernikahan kontrak setelah malam tak terduga dengan Jonny. Namun, ia menyadari suaminya masih mencintai masa lalunya. Saat wanita dari hati Jonny kembali, Emalee menyerah dan meminta cerai demi mengakhiri penderitaannya. Tak disangka, Jonny yang dingin justru menolak keras. Ia menegaskan bahwa Emalee adalah miliknya selamanya. Di keluarga itu, kematian adalah satu-satunya jalan keluar karena perceraian tidak pernah diizinkan.
Sampul Novel Kesempatan Kedua Cinta
9.4
Nadia ingin memberi tahu Raul perihal kehamilannya, namun ia justru melihat pria itu bersama wanita lain. Kecewa karena pengabdiannya selama tiga tahun sia-sia, Nadia memilih pergi. Tiga tahun berlalu, Nadia telah menata hidup baru saat Raul datang membawa penyesalan mendalam. Raul memohon agar Nadia bersedia menikahinya, tetapi Nadia menolak dengan tenang. Sambil tersenyum, ia berujar bahwa kini dirinya telah bertunangan dengan pria lain.
Sampul Novel KETIKA ISTRIKU MULAI BERUBAH
7.9
Keharmonisan rumah tangga Luna hancur seketika setelah ia memergoki suaminya berbohong. Sang suami yang mengaku pergi bekerja justru terlihat menghabiskan waktu bersama wanita dari masa lalunya. Pengkhianatan menyakitkan ini memicu perubahan drastis dalam diri Luna. Ia yang dulu perhatian kini berubah menjadi sosok yang sangat dingin. Luna tidak lagi peduli pada suaminya dan memilih bersikap acuh tak acuh demi melindungi hatinya yang telah terluka.
Sampul Novel Mengejar Cinta Pak Dosen
8.2
Agatha meyakini cinta sejati akan hadir secara alami, namun takdir justru membawanya ke dalam perjodohan dengan Bintang. Meski pria itu awalnya menolak tradisi ini, Agatha tetap gigih berjuang meluluhkan hatinya. Tantangan besar muncul saat bayang-bayang Aera, cinta pertama Bintang, terus membayangi hubungan mereka. Akankah Agatha berhasil memenangkan kasih sayang tulus Bintang, atau ia selamanya hanya menjadi sosok pengganti yang tak pernah diinginkan?