
Hamil Saat Bercerai
Bab 3
🏵️🏵️🏵️
“Nggak apa-apa, Bik.” Wanita itu berusaha tersenyum dan mengelak.
“Ibu yang sabar, ya. Saya dapat merasakan apa yang Ibu pikirkan saat ini.”
Bu Laras kembali terkejut, ia tidak mengerti kenapa Bi Inah berusaha menguatkan dirinya. “Bibik sudah tahu tentang Tiara?” Ia bertanya untuk memastikan apa yang membuat Bi Inah bersikap seperti itu.
“Iya, Buk. Maafkan saya karena tidak sengaja mendengar pembicaraan Ibu dan Bapak tadi.” Ternyata Bi Inah sudah mengetahui apa yang menimpa Tiara saat ini.
“Saya bingung harus gimana, Bik. Kasihan Tiara. Saya tidak sanggup melihat kesedihan di wajahnya. Saya berusaha kuat di depannya, Bik. Padahal, hati kecil saya sangat sakit.”
“Saya juga terkejut saat mengetahui Den Bayu menceraikan Non Tiara. Wanita lembut dan cantik seperti dirinya, tidak pantas disakiti.”
“Tapi inilah kenyataannya, Bik. Anak saya sekarang menderita.”
Beban pikiran Bu Laras terasa berkurang sedikit setelah bercerita kepada Bi Inah. Ia sangat tahu dan mengenal asisten rumah tangganya tersebut yang amat peduli dengan keluarga sang majikan. Bu Laras sudah menganggap Bi Inah seperti keluarga sendiri.
🏵️🏵️🏵️
Setelah makan malam dan menunaikan salat Isya. Tiara memasuki kamar yang dulu sangat setia menjadi saksi atas keceriaannya sebelum memilih menikah dengan Bayu. Ia menghempaskan tubuh ke tempat tidur. Ia masih merenungi kejadian yang menimpa dirinya saat ini.
Ia tidak pernah menyangka akan bercerai di usia pernikahannya yang baru menginjak lima tahun. Bayu yang dulu sangat mencintai dirinya, kini telah berubah menjadi sosok yang kejam dan tidak memiliki belas kasihan sama sekali.
Bayu bukan lagi laki-laki yang dulu bersikap mesra dan romantis kepada Tiara, padahal kebersamaan mereka tidaklah sebentar. Setahun menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih dan lima tahun terikat dalam pernikahan.
Akan tetapi, beberapa bulan terakhir ini, Tiara ternyata sudah merasakan perubahan yang terjadi terhadap Bayu. Laki-laki itu sering pulang larut malam, bahkan kadang tidak kembali ke rumah dengan alasan lembur karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
“Kemeja kamu, kok, wangi parfum cewek, Mas?” tanya Tiara beberapa bulan yang lalu kepada Bayu saat dirinya menghidu aroma minyak wangi yang berbeda dari biasanya.
“Namanya juga di kantor, banyak karyawati. Mungkin nggak sengaja bersentuhan, aroma parfum yang mereka gunakan menempel di kemeja.” Tiara berusaha percaya, tetapi ia tetap merasa tidak tenang.
Bukan sekali atau dua kali hal itu terjadi. Hampir setiap hari, Tiara mencium minyak wangi perempuan di kemeja Bayu. Aroma itu tetap sama hingga ia mulai menaruh curiga terhadap laki-laki itu. Namun, ia memendam semuanya karena Bayu tetap bersikap lembut saat itu.
Sekarang Tiara baru menyadari bahwa sikap dan perubahan Bayu yang ia rasakan ternyata menyimpan aroma pengkhianatan. Bayu dengan tega bermain api di belakangnya. Laki-laki itu pun justru memberikan alasan yang menyakitkan karena Tiara tidak mampu melahirkan anak untuknya.
Saat Tiara benar-benar mengandung anak yang selama ini diharapkan oleh dirinya dan Bayu, justru perpisahan yang terjadi. Namun, ia tidak ingin memberitahukan kehamilannya kepada laki-laki yang telah berbuat jahat kepadanya. Ia ingin membesarkan calon buah hatinya sendirian tanpa seorang suami.
Tiara kembali meratapi penderitaan yang Bayu berikan kepadanya. Sementara itu, laki-laki yang sudah mengucapkan kata cerai kepada Tiara, saat ini sedang tertawa dengan Lisa, istri barunya. Terpancar kebahagiaan di wajah Bayu saat berbaring bersama wanita itu.
“Mas, aku boleh minta sesuatu?” Lisa merengek di samping suaminya.
“Mau minta apa, Sayang?” Bayu dengan lembut membalasnya.
“Aku ingin agar semua barang-barang mantan istri kamu segera dibuang dari rumah ini. Aku nggak mau kalau kamu masih mengingat tentang dia. Cukup aku dan anak kita yang ada di hatimu.” Lisa mengusap pipi suaminya.
“Iya, Sayang. Apa pun yang kamu minta, pasti aku turutin. Kamu nggak perlu meragukan hatiku lagi. Aku sudah membuktikan kalau aku mampu mengusirnya dari rumah ini dan menjadikan kamu ratu di istana cintaku. Untuk apa aku mengingat wanita yang tidak mampu melahirkan anak untukku?” Bayu berkata seperti itu seolah-olah tidak ingat lagi tentang kenangan dan kebersamaan dengan Tiara.
“Terima kasih atas cintamu, Mas. Aku bangga dan bahagia menjadi istrimu.” Lisa menunjukkan sikap manja di depan suaminya.
Bayu langsung terbuai dengan sentuhan yang diberikan oleh wanita tersebut. Ia tidak ingat lagi dengan kemesraan yang pernah ia lakukan bersama Tiara di tempat tidur itu. Ia telah tergoda dengan pesona yang dipancarkan Lisa. Ia tidak menyadari bahwa paras Tiara jauh lebih cantik daripada wanita yang kini bersamanya.
============
Anda Mungkin Juga Suka





