Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Guru Untuk Nona Muda Nakal

Guru Untuk Nona Muda Nakal

Dihan terpaksa mencari tempat persembunyian demi menghindari kejaran misterius yang mengancamnya. Di saat bersamaan, keluarga Rahadian sedang kewalahan mencari guru privat bagi dua putri mereka yang sangat nakal dan membenci pelajaran. Dihan pun menerima tawaran tersebut meski harus menghadapi kekacauan luar biasa. Mampukah ia menaklukkan sikap keras kepala kedua nona muda itu? Di tengah keributan tersebut, rahasia masa lalu Dihan terus membuntutinya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dihan berjalan mondar-mandir di dalam kantornya. Ia gugup dan tak bisa berpikir jernih. Otaknya bercabang, menjalankan perusahaan sambil memikirkan pernikahannya yang sudah di depan mata. Ini neraka yang diciptakan Carla untuknya.

"Boss. sepertinya kita tiarap dulu sejenak. Karena rencana pernikahan terus jalan dan gak bisa lagi mundur. Saya gak tahu lagi cara memberhentikannya. Jalan satu-satunya Bos kabur dan sembunyi dulu ajah sampai saya menemukan kelicikan Carla yang bisa menghentikan semua ini," saran Roy.

"Ck, aaah! Kemana aku harus ngumpet?! Ke lobang semut pun pasti ketahuan! Dad kalo punya mau pasti maksa! Apa sih yang membuat dia ngotot banget kaya begitu! Ck, ngeselin!"

"Akan aku pikirkan boss, tenang aja dulu. Dalam 2 hari ini aku atur."

"Ini pasti ada ancaman dari Carla sehingga daddy gak bisa nolak dan maksa daddy untuk aku nikahin Carla. Tapi apa? Kenapa Dad bisa kaya gini sama aku? Cari tahu Roy!"

"Baik boss. Segera akan saya selidiki. Bos sabar dulu."

"Kau ikut kan kalo aku sembunyi?"

"Eehh... gak tau juga boss... kalo kita berdua mencolok banget. Ketahuan dong di mana dan bagaimana saya menyelidiki kasus ini? Kita atur nanti."

"Pasti Dad akan memaksamu untuk bicara?!"

"Aku yakin bisa meyakinkan Tuan David kalau aku sama sekali tak tahu pelarian bos kali ini. Besok memang ada tugas untuk pergi ke Australia, nanti aku akan melarikan diri sekaligus bekerja."

"Ya sudah kalau begitu. Aku percayakan padamu. Yang penting aku aman sampai kita bisa mencari jalan menggagalkan rencana pernikahan ini."

Roy kepercayaan Dihan sekaligus teman Dihan. Roy menyarankan agar Dihan bersembunyi dulu dari tuntutan daddynya untuk menikahi Carla. Semua orang tahu jika Carla anak pengusaha terkaya nomor 4 dan cukup dapat membantu perusahaan besar lainnya dalam menaikan keberhasilan perusahaannya.

Banyak pria yang ingin memiliki Carla untuk dijadikan jaminan hidup mewah. Carla anak satu-satunya dan pewaris tunggal dari seluruh kekayaan Tuan Banning.

Begitu juga daddy Dihan yang menginginkan Carla menjadi menantunya. Dihan yang belum pernah mengenal cinta sangat tak setuju dengan keputusan daddynya. Ia berharap menemukan tambatan hatinya sendiri tanpa perjodohan.

Belum lagi Carla yang memang menaruh hati pada ketampanan dan tentunya pada kekayaan Dihan, bersikap agresif untuk mendapatkan Dihan. Segala cara akan ia lakukan seperti sekarang ini.

• • • • • •

"Hilman my man! Apa kabar!" sahut Roy setengah berteriak. Mereka janjian di cafe.

"Bisa gak sih gak bikin gw jantungan? Kaget tahu gak." Bentak Hilman yang terkejut.

"Bodyguard sadis yang kagetan kayanya cuma lo deh!" ejek Roy

"Sialaaan... Ada apa cepetaaan! Waktu gw gak banyak. Kalo Tuan Rahadian nelepon, gw cabut. Gw ijin cuma bentar!"

"Sabar kek. Hilman. Gw butuh pertolongan. Boss gw butuh tempat sembunyi yang aman dari kejaran daddynya yang maksa dia untuk kawin, sama cewek gila yang ngejebaknya untuk menikah."

"Trussss.. emang gw keliatan kaya ibu pengurus panti asuhan? Dititipin anak?"

"Engga sih lebih mirip emak-emak gang yang suka ngerumpi!"

"Sialaaan, minta tolong malah nyela!"

"Ayolaaah. Gw yakin Hilman baby punya jalan," goda Roy pada sahabatnya.

"Gak usah gombal, gw straight! Gombal lo gak mempan! Lo kira diri lo ajah yang punya masalah, gw juga! Masalah gw lebih berat. Kalau tidak berhasil gw gak boleh masuk kantor lagi... alias dipecat! Tau kan kalo gw dipecat? Gimana gw beli skincare ratusan juta! Cicilan mobil" keluh Hilman.

"Lo gila yaa... masa buat kulit mahal banget? Pantesan kulit lo glowing kaya porselen gini. Lo bodyguard apa model sih, mengkilap amat. Lo mau bunuh musuh lo dengan membutakan mata mereka dengan sinar kulit lo?" ejek Roy sambil mengelus pipi Hilman yang memang mulus banget. Bagaimana enggak ia mendapatkan perawatan sama seperti yang di lakukan bosnya. Mahal dan canggih.

"Bodo aaah! Gw pusing. Dimana gw cari guru dengan spek tinggi kaya yang diminta duo anak bandel itu! Mereka hanya akal-akalan. Mana ada guru kaya gitu jaman sekarang! Harus ganteng, wangi, pinter, kuat, masih muda. Sampe gila ya gak akan dapet! Masa harus sewa aktor buat jadi guru mereka?" Hilman curhat colongan, sambil melepas unek-uneknya.

"Hilman. lo cari guru buat siapa sih?" tanya Roy

"Buat anak nakal dan jahil, anak dari boss gw, Tuan Rahadian. Udah puluhan guru angkat tangan, angkat kaki, patah tangan, patah kaki ngadepin mereka. Gw harus dapetin lagi guru buat mereka, ini untuk kesekian kalinya," Hilman terus curcol sama teman kecilnya ini.

"Emang deh semesta berpihak pada gw! Gini Hilman sayang, gimana kalo boss gw yang jadi guru buat mereka.. Boss gw kuliah bisnis di Amerika itu lulus cumlaude cuma 3 tahun selesai. Otaknya encer. Pebisnis handal. Jam terbang bisnis dari dia masih SMP udah bikin bisnis sendiri. Ganteng, kuat, sehat dan senyumnya bikin meleleh."

"Apa ada manusia sesempurna itu? Kalau ada sangat boleh Roy. Ide lo brilian," Hilman mulai tertarik dengan pembicaraan Roy hingga mengacuhkan 2 panggilan telepon dari bossnya.

"Tapi lo harus kasih perlindungan, tempat tinggal buat boss gw yang layak, yang bagus. Boss gw gak bisa melarat."

"Pastilah itu, lo sebut ajah mau tinggal di mana."

"Gimana kalo di manssion tuan Rahadian yang ada dipinggir kota. Villa clasic yang keren dan jauh dari keramaian, sejuk, pemandangannya indah, fasilitas lengkap, itu cocok untuk sembunyi. Dan cocok untuk belajar!"

"Yess... bener banget! Aku bahkan lupa dengan villa itu semenjak tuan Rahadian melarang mereka ke sana karena terlalu banyak memory masa lalu. Oh Roy, lo bener bangeeet. Dewa penolongkuuu! Cup!" Hilman girang karean masalahnya terpecahkan dengan cepat. Berkat roy sahabatnya.

"Heeey. Hilman, katanya straight, kok cium gw! Najis lo!" Roy menghapus jejak ludah Hilman yang basah menempel di pipinya

"Maaf refleks. Gw straight! Catat! Tugas Boss lo cuma ngajarin cara bisnis. Yang terpenting, dia harus tahan banting. Karena mereka jahil dan nakal! Gak sedikit dari mereka berakhir di rumah sakit karena ulah anak bandel itu."

"Tenang, boss gw itu ahli Kendo, judo dan aikido. Punya lisensi menembak, menyelam dan memasak!"

"Lah kok masak sih? Kan cowok?"

"Hobinya masak juga kalo senggang. Ya gak papa dong, chef Arnold aja cowok jadi chef!"

"Iya sih. Wah digaji berapaaa?? Speknya ketinggian buat jadi guru 2 anak bandel."

"Gak usah pikirin gaji. Berapa pun diterima. Gak digaji juga gak apa-apa, dia duitnya banyak!"

"Gw gaji sesuai guru yang dulu ya, dikali 2. Kapan bisa mulai?"

"Secepatnya. Tapi gw minta ini dirahasiakan. Jangan dikasih tahu latar belakang boss gw. Dan manssion dijaga ketat. Pelayan jangan terlalu banyak. Dan anak nakal itu gak bisa sembarangan keluar masuk manssion. Gw takut rahasia ini bocor."

"Oke deal! Tuan Rahadian akan tinggal di manssion yang sekarang dan anak-anak pindah ke manssion villa itu."

"Perfecto!"

"Ini juga biar mereka bisa lebih di disiplinkan oleh guru yang baru nanti. Hukum saja mereka dengan keras. Udah lama aku ingin menjitak mereka yang selalu mengintimidasi akuuuh!" jerit Hilman.

"Gak salah lo kalah sama mereka?"

"Lo gak tau sih mereka punya berbagai cara untuk jahil, dan memiliki suara lengkingan yang bikin telinga pecah. Lebih baik lawan 4 preman deh."

"Hahah kita agendakan nanti. Gw tau kita pasti akan memecahkan masalah kita! Gak percuma kita sahabatan dari orok!"

"Iyaaa. Kita lanjutin di wa yaaa. Gw harus balik kantor. Udah 2 kali di telepon gak gw angkat nih. Dan rencana ini gw langsung sampein ke boss gw. Jadi lo juga bilang boss lo dan bersiap!"

"Syiiipoo! Hilman baby!"

"Jangan terlalu mengodaku Roy, nanti aku khilaf! Okey byee, gw jalan dulu!" Roy berhasil memecahkan masalahnya juga masalah Hilman.

• • • • • •

"Sore tuan Rahadian, saya sudah dapat guru dan solusi buat anak-anak." Cerita Hilman dengan sumringah karena tak akan dipecat.

"Hmm.. kerja yang cepat. Siapa dia? Apa bisa mengatasi kenakalan Anya dan Jihan?"

"Kenalan saya Tuan. Lulusan Amerika. Saya yakin bisa mengatasi anak-anak. Tapi ada situasi yang harus sedikit diubah tuan."

"Apa itu?"

"Saya usulkan agar mereka berada di manssion villa dipinggir kota, udaranya sejuk dan tenang. Di sana mereka bisa belajar dengan baik tanpa gangguan. Dan guru mereka bisa 24 jam bersama, jadi tak susah menyusun jadwal."

"Hmmm. baiklah aku setuju, walau berat melepas anak nakal itu. Tapi aku masih bisa berkunjung. Lalukanlah secepatnya. Berapa kita mengaji guru itu?"

"Gajinya 2x gaji guru yang kemarin tuan. Gak terlalu mahal mengingat ia ikuti tinggal di sana, menjadi 24 jam guru pribadi."

"Gak masalah, kerjakan saja. Dan siapkan manssion villa itu lengkap dan nyaman ditempati. Semenjak ibunya Anya dan Jihan pergi manssion itu jarang ditempati lagi."

"Baik tuan, saya permisi. Besok lusa anak-anak bisa pindah."

• • • • • • • •

Makan malam di manssion tuan Rahadian.

"Anak-anak, daddy sudah putuskan besok kalian akan pindah ke manssion villa."

"Huh? Yang dipinggir kota? Aahh... daaad..." suara tak setuju

"Jangan membantah! Kalian di sana belajar dengan guru privat yang akan standby 24 jam buat kalian. Kegiatan kalian akan padat dan berguna. Jadi manfaatkan untuk belajar bukan untuk nakal. Dan kalian tak boleh seenaknya keluar masuk manssion! Demi keamanan kalian sebagai anakku!"

"Aaaahh daddyyy. Tapi daddy ikut pindahkan?" tanya Jihan

"No daddy tetap disini. Karena harus mengurus kantor. Kalian saja disana. Kalo daddy longgar pasti daddy kesana."

"Daddy membuang kita?" Anya terkejut.

"Karena kita nakal? Maaf daddyyy, maafin akuuu... uhuuk... uuuw." Jihan mulai mewek

"Bukaaann... bukan karena daddy membuang kalian, ini agar kalian belajar dan bisa jadi pebisnis handal menggantikan daddy nanti."

"Kan masih lamaa, nanti ajah belajarnyaaa. Aku masih mau sama daddyyy."

"Kalo gurunya bau gimana daddy? Jelek, tonggos, pelit, galak, nora? Aku boleh kembali ke rumah kan?" tanya Anya

"Yaa... daddy yakin gak akan seperti itu."

"Ini pasti ide Hilman yaaa!" teriak Anya sambil melotot pada Hilman.

"Bu...bukan Nona Anya, bu...bukan," pengawal kok gugupan. Tapi itulah Hilman, Algojo dengan sisi lembutnya.

"Awas ya kalo ternyata semua ini rencana Hilman, aku gak akan maafin!"

"Ya... yaa..." Hilman menelan ludah. Baginya lebih baik berhadapan dengan 5 musuh dari pada melawan nona mudanya itu.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Cari "95NJX" di moboreader para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Moboreader untuk melanjutkan membaca.
95NJX
Salin
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Sakti Penguasa Dunia
7.9
Ewan Aditya bukanlah tabib biasa. Di dunia modern yang penuh dengan perebutan kekuasaan, ia memegang kendali mutlak atas hidup dan mati seseorang. Tidak peduli seberapa kaya atau berkuasanya seseorang hingga mampu menyaingi sebuah negara, kesombongan mereka tidak akan berarti di hadapan Ewan. Dengan kemampuan medis luar biasa dan aksi yang mematikan, ia bisa menjadi penyelamat nyawa sekaligus pencabut nyawa bagi siapa saja yang berani menentang otoritasnya.
Sampul Novel Ibu Tiri yang Buta Hati
9.3
Kiara kehilangan satu mata demi melindungi ayahnya, Ditya Danaraja, yang menderita bipolar. Sejak itu, siapa pun yang mengusiknya selalu berakhir tragis. Namun, setelah Kiara menjalani pengobatan medis di luar negeri dan berhasil melihat kembali, ia disambut oleh kabar pernikahan sang ayah. Alih-alih mendapatkan kasih sayang dari ibu tiri baru yang katanya lembut, Kiara justru diculik dan diikat di sebuah pabrik kosong. Ibu tirinya menuduhnya sebagai perebut suami dan pencuri perhiasan, bahkan mengancam akan mengulitinya hidup-hidup.
Sampul Novel JOSEPH HUNTER (Fight for Trust)
8.7
Malam pertama Joseph Hunter berubah tragis saat istrinya, Camila, jatuh ke laut demi menghindari restu maut sang ayah. Setelah nyaris tewas, Joseph terjebak kontrak gelap untuk memburu kartel The Demon. Di tengah misi, ia bertemu Vanessa, kekasih musuh bebuyutannya yang berwajah identik dengan mendiang istrinya. Rahasia masa lalu yang terkuak kemudian menyeret Joseph ke dalam pusaran dendam mendalam, memaksanya berjuang demi sebuah kepercayaan di dunia mafia.
Sampul Novel Mafia in The Morning
9.3
Pasca kontrak kerja berakhir, Mayumi menjadi relawan di acara Jepang demi bertemu idolanya, Mamoru V. Keberuntungan berpihak padanya saat ia terpilih menjadi LO sang cosplayer. Namun, perjalanan menuju studio foto berubah mencekam ketika sekelompok orang bersenjata menyerang mereka. Saat terjebak di gedung tua dalam aksi kejar-kejaran maut, Mayumi terkejut melihat Mamoru mengeluarkan pistol asli. Ternyata, sosok sang idola menyimpan rahasia gelap yang berbahaya.
Sampul Novel Pembalasan Dendamku terhadap Suami Pengkhianat
9.0
Setelah dikhianati hingga tewas oleh suaminya dan selingkuhannya yang berprofesi sebagai dokter, seorang ibu mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali ke masa lalu. Ia terbangun tepat pada hari penandatanganan dokumen donor organ putrinya. Menyadari bahwa vonis mati otak sang putri hanyalah manipulasi kejam demi memberikan jantung anaknya kepada putri selingkuhan suaminya, ia bersumpah tidak akan tertipu lagi. Di kehidupan baru ini, ia siap melancarkan aksi pembalasan dendam yang dingin demi menyelamatkan putri tercintanya dan menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo memilih meninggalkan takhta Kerajaan Krendobumi demi menolong sesama. Dikenal sebagai Pendekar Rajah Cakra Geni, ia menjelajahi jagat raya hingga dijuluki Pendekar Kembara Semesta. Dalam perjalanannya, Suro terjebak perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kehebatan Tombak Siung Sardula. Ia pun terseret konflik harta karun Goa Barong. Demi keadilan, Suro harus bertarung menghadapi kekuatan Putri Siluman Alas Waru.