Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Gunung Pengantin Ngunduh Mantu

Bima lahir dalam keluarga sederhana yang terbelenggu kutukan iblis. Di desanya, Gunung Pengantin berdiri angker dengan legenda hantu pengantin yang kerap meneror pendaki. Suatu hari, Bima dan sahabatnya, Alif, melanggar pantangan gunung hingga Alif hilang menjadi abdi gaib. Saat dewasa, Bima harus memutus kutukan leluhur dibantu khodam warisan. Meski berhasil, ia harus kehilangan orang tuanya yang tewas dalam ritual gaib, menyisakan duka dan kesendirian mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tiba-tiba, di belakang wanita itu, muncul sesosok tubuh besar yang terjun mendarat dari atas pohon. Berbulu lebat, badannya besar dan tinggi.

Reflek aku berteriak dan berbalik, lalu lari kencang meninggalkan Alif.

Menerobos kembali rumput dan tumbuhan liar, sampai kakiku tersandung tumbuhan, dan membuatku jatuh terjerembab. Masuk ke dalam semak. Tubuh kecilku langsung tenggelam begitu saja.

Bau tanah, dan tumbuhan khas tercium begitu jelas. Aku tak langsung bangun, tapi duduk dengan napas tak stabil, melihat ke arah Alif.

Sosok wanita itu membawa Alif berjalan bersamanya. Pergi, entah ke mana.

Namun, dari arah jalan yang mereka ambil, mereka sedang menuju curug dan sumur tempat aku mengambil air, bersama Alif untuk dijual.

Pikiran kacau, baju basah karena keringat. Tangan gemetaran, ketika aku melihat bayangan hitam dengan suara yang sangat gampang dikenali. Tengah berjalan ke arahku.

Grk ... Grok!

Itu bab1 hutan.

Sontak aku menangis dalam diam, aku berdo'a meminta keselamatan pada Tuhan, di antara tumbuhan liar yang menutupi penuh tubuhku.

Beruntung, tak lama hewan buas itu hanya lewat, juga sama sekali tidak menyadari keberadaanku.

Segera aku bangkit, hutan sudah mulai gelap. Tetapi, masih ada cahaya remang yang membuatku masih bisa melihat. Berdiri sambil berpikir.

Apakah aku akan nekat pulang dan meninggalkan Alif? Lalu bagaimana aku akan berkata pada Paman dan bibinya? Juga, aku pasti dimarahi oleh orang tuaku karena telah lalai atas peringatan. Apalagi terjadinya hal seperti ini, jelas aku takut, dan bingung dalam satu waktu.

Sudah kuputuskan, aku kembali menyusul Alif. Mengikuti ke arah wanita itu membawa Alif.

"Alif! Aliiif!" Sembari berjalan, melihat kanan kiri. Kupanggil dia.

Hingga, harapan muncul begitu melihat Alif di depan sana. Tak jauh, di tepi curug.

Aku tak langsung menghampiri, melainkan diam berjongkok, karena heran melihat Alif yang tidak memakai baju. Hanya celana saja.

Di sana juga ada sosok wanita yang membawa Alif, sedang duduk di batu. Sedangkan Alif, berjongkok.

Sosok wanita itu menyerok air dari curug menggunakan gayung batok kelapa. Aku melihat, sosok wanita tersebut memandikan Alif.

Dari atas kepala, air diguyurkan ke tubuh Alif. Aku menahan napas, kala sosok wanita itu tiba-tiba berhenti menyiram Alif, dan justru malah melihat ke arahku.

Hampir pingsan dan kembali lari, ketika wajah wanita itu begitu hitam legam. Dengan mata bulat tanpa kelopak, dari semua warna kulit hitam wajahnya, bola mata putihnyalah yang paling menonjol. Juga terlihat, garis lengkung dari mulutnya yang tersenyum menyeramkan padaku.

Tak berapa lama, aku lihat Alif kembali memakai baju. Dia berjalan ke arahku, seakan tahu aku ada di sini sejak tadi.

Padahal, Alif sama sekali belum menoleh ke arahku dari tadi aku datang menyusul.

"Ayo, Bim," ajaknya. Aku terbengong, melihat tingkah Alif. Seperti sudah tak terjadi apa-apa.

"Lif, kita mau ke mana?" tanyaku, mengikuti di belakang.

"Pulang, kan?" jawabnya.

"O-oh, iya," jawabku, walau sebenarnya ada pertanyaan di benak. Tentang, kenapa hantu wanita itu memandikan Alif. Dan kenapa dia tidak terlihat takut sedikitpun.

Kami turun gunung berdua dalam ketemaraman yang begitu sunyi sepi, benar-benar tak bertemu satu orang pendaki sekalipun. Alif juga tak berkata apa-apa selama kami berjalan.

Aku mengikutinya tanpa sendal, sementara dia berjalan biasa, tak ada basa-basi seperjalanan kami.

Anehnya, aku merasa kali itu kami cepat sampai di bawah, di pos Bapak mertua. Mungkin, hanya memakan waktu 15 menit.

Padahal, seingatku. Harusnya bisa sampai kurang lebih, tiga jam sampai di bawah dan tentunya. Aku juga sempat terpikirkan bagaimana caranya turun, kalau tak bertemu pendaki, secara kami tak ada alat pencahayaan.

Bahkan, kami tak membawa ranting yang sudah kami tinggalkan.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Iblis Suci
9.1
Limdong tumbuh dalam kesendirian setelah orang tuanya tewas demi publik. Ia dikucilkan karena kekuatan dahsyat di tubuhnya sering meledak tanpa kendali, membuat siapapun tak berdaya melawannya. Demi mencari perhatian yang tak pernah ia dapatkan, Limdong sering bertingkah jahil, namun hal itu justru membuatnya kian dijauhi. Di tengah pengasingan sosial tersebut, ia memendam ambisi besar untuk menjadi Raja. Mampukah sosok yang dianggap aneh ini meraih mimpinya?
Sampul Novel KEBANGKITAN HADES BAKER
9.1
Hades, seorang pemuda rupawan, mendapatkan kesempatan langka untuk bangkit kembali demi menuntaskan dendam atas kematian orang tuanya. Ia terlempar melintasi waktu menuju tahun 2001. Di masa lalu tersebut, Hades tidak menyia-nyiakan peluang emas yang ada. Ia menyusun strategi cerdik guna mengumpulkan kekayaan melimpah dan memperkuat dirinya. Perjalanan lintas zaman ini menjadi awal bagi Hades untuk mengubah nasib serta membalas semua ketidakadilan.
Sampul Novel Keinginan Sang Elf: Petualangan Erotis di Dunia Peri
8.7
Lyra, elf muda yang anggun, memulai pengembaraan demi memuaskan rasa ingin tahunya akan dunia luar dan hasrat sensual yang terpendam. Perjalanannya berubah saat bertemu Orion, peri tampan yang membimbingnya menjelajahi sisi erotis yang belum pernah ia jamah. Di tengah keindahan dunia peri yang penuh keajaiban, mereka harus menghadapi ancaman gelap yang mengintai. Hubungan keduanya berkembang menjadi ikatan intim yang dalam saat rahasia besar mulai terungkap dan menguji cinta mereka.
Sampul Novel MENGEJAR MIMPI KE NEGERI SAKURA
9.3
Aisyah Rana, gadis berdarah Jepang, tumbuh tanpa mengenal sosok ayahnya. Saat ia bertanya, Abah murka dan Ibu hanya menangis pilu. Luka hatinya kian dalam saat dicaci sebagai anak haram oleh teman sekolahnya. Dipicu amarah dan rasa penasaran, Rana bertekad kuliah di Jepang demi mencari kebenaran. Meski ditentang orang tuanya, ia tetap berjuang meraih haknya. Di sisi lain, seorang pemuda tulus diam-diam selalu melindungi dan menjaga hati Rana dalam diam.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun usai kematian tragis Jernih Suminar, sang putri yang bernama Lintang Prameswari mencari dalang ruwat sakti demi menuntut balas. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra yang awet muda adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra telah menumbalkan jiwanya demi kekuasaan hingga menelantarkan Lintang. Kini, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya yang keji sembari dibantu sosok misterius bernama Wage di tengah intrik klenik dan mitos.
Sampul Novel Pendekar Kembara Semesta Seri 1
8.9
Suro Joyo memilih meninggalkan takhta Kerajaan Krendobumi demi menolong sesama. Dikenal sebagai Pendekar Rajah Cakra Geni, ia menjelajahi jagat raya hingga dijuluki Pendekar Kembara Semesta. Dalam perjalanannya, Suro terjebak perebutan Bunga Puspajingga, ancaman Dewi Pemikat, serta kehebatan Tombak Siung Sardula. Ia pun terseret konflik harta karun Goa Barong. Demi keadilan, Suro harus bertarung menghadapi kekuatan Putri Siluman Alas Waru.