Ikuti
Bab
Bagikan
Sampul Novel Godaan Bini Orang

Godaan Bini Orang

Masa lalu kelam Rhido kini membayangi pernikahan bahagianya dengan Lisda. Saat Lisda hamil, gangguan mistis misterius membuatnya kesakitan tiap kali berhubungan intim. Rhido yang berusaha setia terpaksa menahan diri hingga tugas kerja membawanya ke pedalaman Jawa dan Kalimantan. Di sana, godaan nafsu terus menguji imannya. Mampukah sang mantan bajingan ini menjaga kesetiaan, ataukah teror gaib masa lalunya akan menghancurkan nasib istri dan bayinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Dunia berputar pada porosnya hingga waktu pun terus bergulir sesuai fitrahnya.

Kehidupan Lisda sebagai seorang perempuan sangatlah sempurna. Bagaimana tidak? Saat ini dia sedang berada pada titik terindah kehidupan rumah tangganya bersama Rhido. Titik kehidupan yang tentu saja banyak didambakan oleh pasangan muda, terkhusus oleh pasangan wanitanya.

Lisda mendapatkan anugerah terindah dalam hidupnya yang hampir saja tidak ada halangan yang berarti. Semua berjalan dengan sangat alami, menyenangkan dan luar biasa. Jauh melebihi ekspetasi yang selama ini dia pintakan kepada Tuhan dalam asa dan segala doa sucinya sebagai hamba yang tak berdaya.

Dua tahun yang lalu, setelah menyelesaikan kuliahnya, Lisda langsung menikah dengan Rhido yang merupakan kekasih juga kakak kelasnya saat kuliah. Mereka bahkan nyaris tak pernah putus selama berpacaran. Rhido melamar dan menikahi Lisda secara sah, tiga minggu setelah Lisda resmi menyandang gelar Sarjana Ekonimi. Sementara Rhido sendiri sudah terbilang mapan dengan karir dan penghasilannya.

Kebahagiaan Lisda sebagai seorang istri semakin lengkap dengan kehadiran jabang bayi dalam kandungannya yang tak terasa kini telah memasuki usia sepuluh minggu. Penantian yang hampir dua tahun lamanya itu disambut suka cita oleh seluruh keluarga besar, kerabat dan sahabat mereka.

Lisda semakin mantap, optimis dan bahagia dengan keadaan rumah tangganya. Rhido adalah sosok suami yang sangat sempurna di mata Lisda. Selain pandai mencari nafkah, dia pun berpenampilan sangat gagah, berparas tampan rupawan dan ditunjang dengan keperkasaannya di atas ranjang. Namun yang tak kalah pentingnya, Rhido senatiasa melimpahkan cinta, kasih sayang dan perhatiannya pada keluarga.

Lisda tahu, jauh sebelum mereka pacaran, Rhido bukanlah lelaki yang jalan hidupnya lurus-lurus saja. Lelaki dari kalangan berada itu sempat memiliki deretan mantan yang terabaikan serta segudang masalah kenakalan remaja terutama dalam urusan ranjang. Namun Lisda tak mempedulikan itu. Dirinya menikahi Rhido yang sekarang yang siap menyongsong masa depan gemilang.

Impian Lisda untuk menjadi wanita karir pun hilang dengan sendirinya pasca dirinya dinyatakan positif hamil. Sebagai gantinya, Rhido membelikan dia rumah baru, mobil baru juga membangunkan kost-kostan di belakang rumah mereka. Pekarangan yang awalnya berupa semak belukar berganti menjadi sebuah bangunan sederhana dengan lima kamar di dalamnya.

“Biar kamu punya penghasilan sendiri, sekaligus tidak terlalu kesepian saat aku tidak ada di rumah,” ucap Rhido saat Lisda bertanya mengapa harus membangun kost-kostan sekarang.

Letak rumah mereka memang di luar kota. Namun sebagai kota berkembang yang terkenal dengan banyak kampusnya, kost-kostan itu pun dengan cepat memiliki penghuninya. Rhido pun segera menarik Bi Isah dan Mang Juni, tetangga kompleksnya untuk menemani sekaligus membantu Lisda mengurusi rumah dan segalanya.

Sebagai seorang arsitek muda yang juga pebisnis handal, Rhido terkadang terpaksa harus tidak berada di rumahnya, bahkan berhari-hari. Untung saja lingkungan tempat tinggal mereka relatif aman dan tenang. Rhido pun semakin bersemangat dalam menjalankan tugasnya mencari nafkah demi lebih memakmurkan dan mensejahterakan keluarga kecilnya.

Tak ada gading yang tak retak.

Akhir-akhir ini hati Lisda mulai gelisah dan gundah. Senantiasa dihantui perasaan bersalah dan berdosa pada suaminya. Dia merasa sudah tidak bisa lagi memberikan pelayanan yang maksimal pada Rhido saat di atas ranjang. Hal ini terjadi sejak dirinya dinyatakan postirif berbadan dua.

Entah karena sugesti kehamilan pertama, atau ada hal lain. Yang pasti Lisda selalu merasa kesakitan dan ketakutan saat bersebadan dengan suaminya. Terlebih setelah usia kehamilannya semakin bertambah. Rhido memang tidak pernah protes dengan hal itu. Namun Lisda bisa melihat raut kekecewaan pada suami gantengnya.

Selama ini Rhido tetap bersabar walau malam-malamnya selalu kentang. Dia sangat memahami keadaan fisik dan mental istrinya. Lisda sudah berkonsultasi pada dokter kandungan yang menanganginya. Namun setelah mendapat penjelasan ilmiah nan logis pun, Lisda masih belum sanggup membuang sugesti rasa takutnya akan risiko keguguran jika dia berhubungan intim.

“Ya, kalau Rhido masih bisa nerima sih gak masalah, Lis.” Bu Kades sering kali memberi masukan dan nasihan pada Lisda, seperti siang itu.

“Sebenarnya Mas Rhido gak pernah mempermasalahkannya, Bu. Tapi justru saya yang makin tersika dengan keadaan ini. Bener-bener merasa berdosa dan kasihan sama dia.”

“Hmmm,” balas Bu Kades sedikit bingung.

“Tapi ketika saya mencoba melawan perasaan aneh itu, justru Mas Rhido yang merasa tidak nyaman. Menurutnya, gak tega ngeliat saya yang sepertinya berusaha keras melawan rasa sakit dan ketakutan.” Lisda menjelaskan lebih rinci.

“Udah jalani aja seperti biasa, yang penting kalian sama-sama mengerti. Jangan ada yang merasa terpaksa apalagi tersiksa. Insya Allah semua akan baik-baik aja. Mungkin di luar sana juga ada yang mengalami hal yang sama, Ris. Ya, namanya juga kehamilan pertama selalu aja ada ceritanya, hehehehe.”

“Banyak sih yang ngalamin, tapi kata Dokter Mahfud ME, bumil yang lain itu setelah berkonsultasi rata-rata bisa bersikap normal seperti semula. Beda dengan saya.”

“Bisa jadi, kan emang masing-masing orang punya alurnya. Yang penting sekarang Lisda fokus jaga kesehatan, terutama jabang bayinya. Jangan terlalu banyak pikiran yang aneh-aneh, nikmati segala yang ada. Suamimu sudah berjuang luar biasa untuk membahagiakan kalian,” hibur Bu Kades selanjutnya.

“Siaaap Ibu, terima kasih sudah setia nemenin saya menjalani dan berusaha melewati semua ini,” balas Lisda sambil memeluk tetangganya itu.

“Ah sudahlah jangan lebay. Lisda sama Rhido sudah ibu anggap anak sendiri. Kalian kan jauh sama keluarga masing-masing. Siapa lagi kalau bukan tetangga yang jadi keluarga terdekat, iya gak?” Bu Kades membalas pelukan Lisda.

Hanya pelukan, ciuman dan air mata bahagia yang biasanya Lisda berikan pada Bu Kades. Dia benar-benar merasa sangat beruntung memiliki tetangga yang sangat perhatian pada keluarganya. Tak ada hari tanpa kehadiran Bu Kades di rumahnya, terlebih jika suaminya sedang dinas luar.

“Apa mungkin karena senjatanya Mas Rhido ya, Bun?” Tiba-tiba Lisda bertanya serius sambil melepaskan pelukannya.

“Maksudnya? Emangnya Rhido punya senjata?” Bu Kades sedikit tersentak.

“Punyalah Ibu. Kalau gak punya senjata, mana mungkin bisa besar begini perut saya? hehehe,” jawab Lisda sambil tersenyum malu-malu dan mengelus-elus perutnya yang sudah telihat buncit.

“Ooooh senjata itu ternyata, hahahaha.” Bu Kades tiba-tiba ngakak tak kuasa menahan geli, “Memang kenapa dengan rudalnya Rhido, Lis?” lanjutnya sambil mesem-mesem menahan geli.

“Hmmm apa ya, ukurannya upnormal, Bu. Jauh di atas rata-rata orang Indonesia,” jawab Lisda dengan wajahnya yang seketika bersemu merah.

“Hah!” seru Bu Kades terperangah. Lisda sudah sangat sering curhat pada dirinya dengan banyak hal. Tetapi baru kali ini membahas sesuatu yang sangat sensitif dan cukup privacy.

“Maksud saya, besar dan panjangnya di atas rata-rata orang kita. Kalau Ibu pernah lihat rudalnya orang barat, ya kaya gitu itu. Hanya mungkin agak kecilan dikit sih.” Lisda kembali menjelaskan lebih rinci.

“Hah, masa sih? Tapi kan emang sesuai juga sama posturnya tubuhnya Rhido. Tapi, eh….” Bu Kades agak gelapan, merasa canggung dan sedikit risih untuk melanjutkan ucapannya.

Lanjut Nonton!
Cerita makin seru! Buka Aplikasi untuk melanjutkan membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Benua terkutuk kini menjadi neraka akibat perdagangan manusia dan penindasan kejam bagi yang lemah. Demi mengakhiri penderitaan ini, para dewa mengutus Dewi Kematian untuk membasmi kejahatan di sana. Namun, sebuah insiden fatal saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Sang dewi justru terlahir kembali sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Mampukah ia menjalankan misi sucinya dan menyelamatkan mereka yang tertindas tanpa kekuatan dewa?
Sampul Novel Ashes of Midgard
9.4
Terbangun di tengah kegelapan tanpa ingatan selain nama sendiri, Rio terlempar ke dunia fantasi abad pertengahan yang asing. Tanpa jawaban atas asal-usulnya, ia terpaksa bertahan hidup bersama orang-orang yang bernasib sama. Rio membentuk kelompok tentara bayaran dan mulai mengasah kemampuan tempur demi menghadapi bahaya di tanah Midgard. Inilah awal perjalanan penuh ketidakpastian bagi mereka yang lahir dari abu untuk mengukir takdir baru di dunia yang keras.
Sampul Novel Disekap Wanita Yang Menginginkan Suamiku
8.9
Upaya Laras melarikan diri dari rumah berubah menjadi mimpi buruk saat ia dan ketiga buah hatinya diculik oleh seorang sopir travel. Di dalam penyekapan yang penuh siksaan, Laras harus menelan pil pahit kehilangan salah satu anaknya. Tragedi ini memicu dendam membara dalam dirinya. Ia bertekad mengungkap dalang serta motif keji di balik penderitaan mereka. Mampukah Laras menyelamatkan anak-anaknya yang tersisa dan lolos dari jeratan maut yang mengancam nyawa?
Sampul Novel Genderang Perang Manusia Elektrokinesis
8.2
Manfred Argianta Bergmans atau Gian menjalani hidup penuh penderitaan akibat perundungan keluarga dan teman sekolahnya. Hanya Alicia yang setia mendukungnya, meski hal itu memicu intimidasi yang lebih parah. Setelah menolong kucing malang, Gian menerima warisan kekuatan elektrokinesis dari sosok misterius dalam mimpi. Didampingi seekor tikus putih sebagai mentor, ia memulai misi balas dendam. Namun, saat dianggap monster dan Alicia menjauh, sanggupkah Gian memenangkan perang ini?
Sampul Novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
8.0
Axel Narendra, CEO tampan berdarah campuran, kembali ke Indonesia demi mencari gadis yang memikat hatinya dua puluh tahun lalu. Namun, misinya terhambat saat ia dikhianati dan ditawan oleh anak buahnya sendiri. Kini, Axel harus berjuang menyelamatkan diri di tengah konspirasi besar. Akankah ia berhasil membasmi pengkhianat di seluruh jaringan perusahaannya yang menggurita ke mancanegara sekaligus menemukan cinta masa kecil yang dicarinya?
Sampul Novel Penguasa Dewa Naga
7.9
Akara gagal memadatkan energi aura saat pembukaan ranah, membuatnya dihina sebagai sampah tanpa bakat. Namun, ia menolak tunduk pada takdir dan bertekad melampaui para jenius lewat kerja keras. Di balik kelemahannya, tersimpan identitas rahasia yang ditakuti para Dewa. Sebagai Penguasa Dewa Naga yang mampu mengendalikan waktu, ia akan membuktikan kekuatannya. Inilah perjalanan Akara menaklukkan alam semesta dan memimpin eksistensi tertinggi yang paling ditakuti.