
Gigolo2
Bab 2
"Bagus banget Bu, rumahnya....halaman di belakang luas terus pemandangan dari balkon cantik banget."Prama melantunkan pujian yang bersambut senyuman Lea .
"Frans, kamu kemana aja? Kirain ngikutin di belakang." Lea menatap Frans yang seolah-olah baru muncul dari ruangan lain kemudian melirik Tania yang terlihat sibuk sendiri dengan ponselnya.
"Jadi rencana mau ngajuin berapa Bu?" Prama mulai masuk ke inti pokok pembicaraan. Tania otomatis bergeser dari tempatnya dan mendekati mereka berdua.
"Frans sini Sayang." Lea memanggil Frans yang masih berlagak melihat-lihat. Tania sempat melirik Prama menarik sudut bibir sedikit. Frans dengan raut sedikit enggan mendekat dan bergabung bersama mereka.
"Jadi gini Pak Prama, rencana rumah ini buat Frans. Ini sebagai hadiah dari saya untuk Frans. Anggaplah hadiah pernikahan" Lea menatap antusias Prama yang hanya manggut-manggut.
"Mas Frans ini.... pacar Bu Lea ya?" Prama kembali memperjelas informasi yang ia dapatkan dari Tania.
"Calon suami." Lea menggamit mesra lengan Frans dan mereka semua terdiam.
Tania menatap Frans yang menoleh hampa menatap Lea , sebelum lirikan matanya bertemu dengan lirikan mata Prama.
"Oh...." Prama tetap menyungging senyuman meski terlihat heran. Sambil melipat tangan di depan dada, kini perhatiannya tertuju pada Lea . "Jadi, gimana Bu?"
"Jadi nanti saya yang bayar angsurannya, KPR-nya tetep atas nama Frans. Bisa diatur nggak? Uang DP udah ada di rekening deposito Frans. Nanti Saya tambahin."
Tania memperhatikan Frans yang tampak tertekan. Frans hanya berdiri mematung di samping Lea dengan tatapan kosong.
"Mas Frans ini kalo boleh tahu, kerjanya apa?" Sesuai instruksi Tania di chat kemarin malam, Prama memanggil Frans dengan embel-embel Mas, seperti yang diinginkan Lea .
"Dia anak band," jawab Lea .
"Kalau boleh tahu penghasilan per bulan berapa Mas Frans?" Prama menatap lurus wajah Frans.
"Tiga juta." Frans sengaja memperkecil nominal penghasilannya. Toh Lea tidak benar-benar tahu berapa penghasilannya setiap bulan.
"Oh..." Prama menatap ragu. "Gini Bu Lea , sesuai peraturan, jadi untuk pengajuan KPR harus ada slip gaji atau mutasi rekening selama enam bulan terakhir. Karena atas nama Mas Frans, jadi mutasi harus berasal dari rekening Mas Frans di mana ada transaksi yang konsisten dalam jangka waktu itu.
Jadi penghasilan dari ngeband, harus terlihat jelas di rekening itu. Karena saat dilakukan analisa kredit, kita harus melihat kemampuan bayar nasabah dari riwayat transaksi. Kalau pengajuannya sekarang, walaupun secara DP ada dana, tapi secara kemampuan kurang mendukung dengan penghasilan tiga juta itu tadi. Kecuali kalau pengajuannya setelah Bu Lea dan Mas Frans sudah resmi menikah, saya bisa lampirkan double income suami istri, jadi secara kemampuan bayar itu ada."
Bagai mendapat mukjizat, seketika Frans menatap wajah Prama. Kedua matanya melebar saat kini merasa terselamatkan. Sebenarnya ia memiliki rekening khusus yang biasa ia gunakan sebagai tempat penampungan penghasilan dari menjual diri, tetapi tidak mungkin ia mengakui pekerjaannya yang satu itu.
"Iya saya udah denger kemaren dari Tania. Apa nggak bisa dibantu Pak Prama?" Lea berusaha bernegosiasi. "Saya ajuin KPR jumlah besar lho ini. Dana saya di bank ini 150M lho. Masa nggak bisa dibantu?" Lea menunjukkan tampang kecewa.
Prama melirik Tania dengan raut serba salah. Tentu ia tidak bisa mengambil risiko, mengingat Frans masih berstatus sebagai kekasih Lea . Bagaimana jika terjadi sesuatu dan pembayaran macet? Apalagi semalam Tania memberi informasi hubungan Lea dan Frans masih belum jelas. Hanya saja Tania membutuhkan bantuannya untuk muncul hari ini di hadapan Lea demi menjaga perasaan nasabah besar kelolaan wanita itu.
"Ayolah Ras.." Lea beralih menatap Tania. "Masa nggak bisa bantu gue sih?"
"Sayang...." Frans membuka bibirnya. "Mendingan, nunggu kalo kita udah nikah aja gimana? Daripada repot. Lebih praktis kalo kita udah nikah kan ambil KPR-nya?" Frans menatap lurus kedua mata Lea . Ini kesempatannya untuk mengulur waktu.
Tania sontak menatap Frans. Jadi Frans. setuju menikah dengan Lea ?
Sementara Lea tertegun menatap Frans. Masih tidak percaya akan reaksi berbeda Frans yang sebelumnya tampak tidak menyetujui rencananya. Apa Frans benar-benar berubah pikiran secepat ini?
"Rumahnya bagus, Frans suka. Tadi Frans liat ruangan kosong di sebelah sana, cocok banget buat dijadiin studio. Kita urus pernikahan dulu, baru KPR, setuju?" Frans kembali bertanya sambil berharap pilihan sikapnya bisa mencairkan sikap keras Lea .
"Iya, sebaiknya begitu Bu Lea ." Prama menimpali sambil melirik kikuk pada Tania yang tampak menatap Frans dengan wajah kaku.
"Jadi kita.... nikah dulu?"Lea menatap tidak yakin saat tatapan intens Frans menenggelamkannya. Perubahan sikap Frans yang begitu tiba-tiba terbaca begitu janggal di matanya.
"Iya Sayang." Frans tersenyum sambil mencubit gemas sebelah pipi Lea . Sengaja berakting mesra demi menghentikan sikap memaksa Lea . Ia pun merasa tidak enak terhadap Prama dan Tania ketika Lea tadi terkesan memaksakan keinginan. Lea bahkan mengungkit-ungkit dana 150 M, sepertinya bermaksud mengancam para pegawai bank secara halus.
"AHAHAHAHA!" tawa Lea berderai saat mendadak salah tingkah. "Di depan orang-orang ini lho..." Kemudian menahan senyum sambil mendorong pelan lengan Frans. Meski ia merasa janggal, tetap saja sikap Frans barusan membuatnya tersipu malu.
Lea benar-benar menahan gemas sampai menarik Frans segera masuk kedalam mobil usai berbasa basi.
Didalam mobil nya.. di jok belakang... Frans yang tak bisa lagi menahan hasratnya langsung melumat bibir Lea.
" Sayang..."desah Lea saat Frans Mulai meremas payudaranya.
Frans membalikkan posisi Lea yang duduk mengangkanginya.
Dan Lea mengunci nya dengan tangan berpegangan pada sandaran seolah takut Frans akan berubah fikiran.
Tubuhnya naik turun dengan dadanya berayun.
" Sayang kamu memang nikmat...." Ujar Frans ikut menghentak mendorong dari bawah terong jumbonya melesak masuk semakin dalam.
" Ahk kamu sangat besar dan panjang.. " guman Lea sambil menyodorkan dada bulatnya... Sekarang doa baru tahu kenapa Frans gigolo paling mahal. Terong jumbonya memang luar biasa.
Frans meraup dan menyesap nya...
" Bagaimana... Sayang.. .?" Tanya Lea nakal.
Frans menarik wajah cantik Lea Dengan rakus melumat bibir nya dengan agresif.
Keduanya sama-sama puas dengan pergumulan di mobil dengan sensasi luar biasa.
Frans terus menekan denga kaki Lea diangkat ke bahunya menekan ... " Aaaaaah...."
Frans terus menggenjot lobang sempit Lea semakin dalam yang berbaring di jok belakang.
Tubuh mulus Lea sudah penuh kiss mark disekitar payudaranya.
Frans benar-benar gila dengan kenikmatan liang Lea. Bercinta dengan rasa rindu pada kedua istrinya dilampiaskan pada Lea memang indah.
" Ahk sayang... Auh.... Ahk... Auh..." Lea terus menceracau saat liang nya digenpur oleh Frans yang tak mau berhenti merasakan cengkraman dan denyutan didalam sana.
Terong jumbonya dicabut dan dimasukan terus berulang rasa nikmat luar biasa setiap kepala Terong jumbonya nya menghantam bibir liang yang sempit.
Anda Mungkin Juga Suka





