
Gairah panas sang presdir
Bab 3
Sesampainya di restoran mewah, jhos turun dari mobilnya bersama Nisa.
"Selamat datang tuan," kata semua pelayan dan petugas di sana menyambut kedatangan jhos,
Nisa melihat di restoran mewah itu kenapa pengunjungnya sepi, dia tidak melihat satupun pengunjung di dalam sana." Kenapa restoran semewah ini pengunjungnya tidak ada satupun, pelayannya di gaji pake apa kalo begini,"gumam Nisa, lalu berjalan dan duduk di kursi samping tempat jhos duduk,
"kenapa kok pengunjung di restoran ini sepi sekali," tanyanya polos dia tidak tau kalo jhos sudah memesan restoran ini, karna jhos tidak suka keramaian di saat dia makan.
"Mungkin semua orang lagi tidak selera makan," jawab jhos sambil tersenyum mendengar pertanyaan polos Nisa.
"Oh begitu ya paman, pantas saja sepi," katanya percaya lalu memandang ke arah jhos, dia baru sadar kalo jhos begitu tampan dengan wajah yang terlihat sempurna, hidung yang mancung mempunyai bibir tipis dan alis yang sangat rapi seperti semut yang berbaris.
"Ya Tuhan aku baru sadar kalo malaikat penyelamatku begitu tampan sekali, ini pasti bukan manusia ini pasti malaikat kan?," gumamnya sambil terus memandangi wajah jhos sambil menekuk tangannya menyangka dagunya.
"Kau kenapa memandangiku seperti itu gadis bodoh,?" Tanya jhos yang melihat gadis itu sangat aneh. Jhos merasa gadis di depannya itu tidak mendengarkannya dan masih larut dengan lamunannya,
"hai kamu kesurupan ya bodoh," tanya jhos lagi, sambil membalas tatapan Nisa membuat Nisa terkejut dan tersadar, langsung menjawab pertanyaan jhos dengan polos.
"Paman tampan sekali, apa paman punya kekasih, pasti banyak Deh,?"
Jhos langsung menyipitkan matanya mendengar pengakuan Nisa itu, lalu tersenyum dan berkata,"kamu baru sadar ya, kalo saya bilang saya tidak punya kekasih apa kamu mau sama saya," tanya jhos mencandainya.
"Siapa yang berani menolak laki laki setampan paman," jawabnya polos Tanpa sadar apa yang dia katakan. Tapi setelah sadar dengan apa yang di katakan ya Nisa langsung menyangkalnya.
" Eh maksud aku itu paman, eee paman kan tampan mana mungkin Paman tidak punya kekasih," jawabnya sambil mengalihkan pandangannya ke tempat lain dengan malu.
"Aduh apa yang sudah aku katakan, memalukan sungguh memalukan," gumamnya menyembunyikan wajah malunya.
"Gadis bodoh kamu mau makan apa,?" Tanya jhos sambil memandangi tingkah konyol gadis di depannya itu.
" Aku , ee aku mau makan yang paman mau makan saja," jawabnya tapi masih menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Jhos pun langsung mengangguk dan memesan makanan.
"Kamu kenapa sampai di kejar sama mereka tadi," tanyanya ramah, dia juga tidak menyangka saat bersama gadis ini dia sekarang banyak berbicara..
"Akuuu, ee, aku awalnya begini paman, aku kan masih kuliah ni jadi semester ini aku tidak bisa bayar uang semesteran jadi aku mencari kerja dan ada yang bernama tuan Jonson dia menawariku kerja jadi aku mau tapi Tanpa aku pikir dia malah mau mengerjakan aku sebagai temannya di bar saja dan menemaninya tidur, tadi itu aku mengetahuinya jadi aku langsung kabur deh di waktu dia merobek bajuku," jawab Nisa jujur, dan polos.
Jhos menyipitkan matanya mendengar cerita Nisa lalu matanya beralih ke pakaian Nisa yang robek dan melihat bungkus dada Nisa sampai terlihat, kenapa dia baru sadar sekarang.
Melihat bungkusan dada Nisa yang terlihat jelas di depannya itu membuat gairahnya naik, dan dia merasa aneh kenapa dia begitu cepat terangsang melihat gadis di depannya.
"Kalo saya yang memintamu bekerja buat saya gimana, saya menjadikanmu asisten saya, kalo kamu bisa memasak kamu juga bisa memasakkan saya," tawar jhos dengan santai sambil memakan makanannya, awalnya Nisa ragu sekali.
"Saya akan memberimu uang 2jt dolar setiap bulan gimana?," Tanya jhos membuat nisa jadi semangat dan tidak ragu.
"Beneran paman, ya aku bisa memasak dan bisa mencuci juga, kapan saya bisa bekerja paman?," Ucapnya jadi semangat setelah mendengar gaji bulanannya, jhos jadi tersenyum pengakuan polos gadis lugu di depannya, sebenarnya dia tidak perlu mencuci pakaian karna jhos selalu membuang bajunya setelah dia sudah selesai memakainya, tapi mendengar kata gadis itu dia menjadi punya ide agar gadis ini selalu berada di apartemennya,
" hemm, baiklah kamu bisa bekerja mulai besok, dari jam 5 sampai jam 10 malam," kata jhos. Mendengar kata jhos itu dia menghitung jarinya, hanya enam jam sehari dia langsung tersenyum dengan gembira dan langsung berdiri dan berjalan ke arah jhos dan memeluk tubuh jhos dengan senangnya, jhos langsung terkejut, dan merasakan benda kenyal itu menempel di tubuhnya, dia sungguh tidak bisa tahan kalo begini, dia ingin cepat menuntaskan hasratnya itu tapi dia sadar gadis di depannya tidak boleh di buat takut dulu jadi dia menahannya dulu dengan sangat tersiksa.
"Baik lah ayo saya antar pulang,"ucap jhos dan langsung membawa Nisa keluar dari restoran, di waktu berjalan keluar semua orang di sana menunduk memberi hormat, pelayan wanita di sana sangat iri melihat Nisa, karna dia melihat Nisa hanya gadis miskin tapi bisa mendekati jhos dengan mudahnya, apalagi sampai menaiki mobil jhos, mereka sungguh iri.
Setelah mengantarkan Nisa pulang, jhos merasa gila dengan hasratnya yang sudah dari tadi dia tahan, dia ingin sekali mendapatkan pelampiasan secepatnya.
Dia langsung kembali ke kantornya dan memanggil sekretarisnya yang biasa tempatnya melampiaskan nafsunya,
"Lis masuk temui saya di ruangan saya, tunda pekerjaanmu," panggil jhos lewat telpon, Lilis tau apa yang di inginkan atasannya, dia tidak pernah menolak jhos, karena setiap jhos memakainya dia selalu mendapatkan bonus besar.
Sesampainya di ruangan jhos, Lilis tidak melihat jhos di mejanya, lalu dia masuk ke ruang istirahat jhos dan mendengar ternyata jhos sedang mandi, akhirnya dia memutuskan menunggu jhos di tempat tidur sambil membuka semua pakaiannya.
Jhos pun keluar dari kamar mandi dengan telanjang dada hanya memakai handuk yang melilit di pinggangnya, Tanpa berfikir jhos yang melihat sekretarisnya yang sudah telanjang menunggunya pun langsung menghampirinya.
Lilis Tanpa buang waktu langsung menunduk di bawah selangkangan jhos dan mengulum batang jhos seperti biasa, dia selalu melakukan pemanasan seperti itu karena dia tau jhos sangat menyukainya, dia menghisap kejantanan jhos yang dari tadi berdiri, sangat besar sekali sampai tangannya pun tidak bisa menggenggamnya penuh, karena besar dan panjang.
"Akhhh, terus sayang aku mengakui kemampuanmu memuaskan ku," rintih jhos sambil mengagumi kemampuan sekretarisnya itu soal menghisap batangnya, sambil memegang buah dada sekretarisnya dia sangat menyukai payudara besar makaknya dia menyuruh asistennya tiap Minggu untuk terapi membesarkan buah dada dan juga tetap menyempitkan lubang v nya, sekretaris jhos tidak sama sekali keberatan di buat bosan kepuasan oleh jhos karena dia juga sebenarnya sangat menyukai jhos tapi dia tidak egois walaupun dia tau jhos mempunyai kekasih dia tidak pernah keberatan karena menurutnya cukup dia yang menyukai jhos Tanpa harus di balas oleh jhos, oleh sebab itu dia sangat menuruti perintah dan keinginan jhos, dia juga sangat senang bisa berhubungan badan dengan jhos.
Jhos sudah tidak tahan dia langsung mengarahkan kejantanannya ke selangkangan Lilis dan "bles," Tanpa halangan sedikitpun semuanya di telan masuk oleh v Lilis.
Anda Mungkin Juga Suka





